Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (100)


__ADS_3

Jam pulang pun tiba Veronica terlihat sangat terburu-buru sekali untuk pulang, dia pun memilih langsung berlari.


"Veronica kenapa sampai harus berlari seperti itu yaa."


Jackson pun memilih untuk diam tidak keluar dari ruangan sebelum Miranda pergi.


"Jika aku keluar ruangan sekarang nanti Miranda berpikir jika aku yang sedang mengejar Veronica."


Miranda pun memperhatikan Jackson dia masuk ke ruangan Jackson.


"Seperti nya sekarang Aliya sedang berada di rumah nya, biarkan saja jika dia yang merasa nyaman ada di rumah nya. Jika meminta untuk menjemput barulah bawa dia pulang."


Fabian tidak mengetahui keberadaan Aliya di rumah nya.


"Kenapa Aliya tidak memberitahu sebelumnya yaa, dan kenapa Aliya yang berubah sikap nya seperti ini."


Fabian mengeluarkan handphone nya dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliya.


Aliya dan Siska yang sedang menikmati Cemilan dan minuman dingin nya, melihat ada panggilan telephone masuk ke handphone Aliya.


"Al, ada telephone masuk tuh seperti nya suami mu deh."

__ADS_1


Aliya pun langsung mengambil handphone dan melihat jam di handphone jika sudah jam pulang kantor.


"Astaga ini jam di mana jam kantor pulang, apa suami yang sudah ada di rumah yaa."


Aliya dengan sangat cepat sekali dia menjawab panggilan telephone masuk tersebut.


*Hallo suami ada apa yaa*


*Aliya, apakah benar kamu sekarang sedang berada di rumah mu. Dan akan menginap di sana*


*Iya aku dan Aliya sedang berada di rumah ku, tapi sekarang kita berdua akan segera pulang*


Aliya mulai lagi terbawa emosional ketika mendengar hal tersebut.


*Kamu merasa sangat betah sekali yaa di kantor, apa yang membuat kamu betah berada di kantor apakah dengan pekerjaan yang menumpuk agar bisa berlama-lama berkerja di kantor*


*Aliya kamu bicara apa sih Al, yasudah sekarang aku akan menjemput mu untuk bisa segera pulang*


Fabian mengakhiri panggilan telephone dan dia pun langsung keluar dari kantor nya.


Siska lagi-lagi melihat wajah Aliya yang kesal.

__ADS_1


"Ada apalagi yaa Al, seperti nya kamu memang harus menginap di sini saja daripada kembali ke rumah itu."


Siska memperhatikan wajah Aliya yang semakin memerah.


"Dia masih di dalam ruangan nya, sedangkan ini sudah jam istirahat untuk apa dia berlama-lama berada di ruangan nya untuk bisa memandangi wanita cantik itu. Sangat menyebalkan sekali yaa."


Aliya pun kembali cemberut dan Siska memilih untuk pulang saja.


"Al, seperti nya Kak Fabian mau jemput kamu yaa. Lebih baik aku pulang duluan saja yaa aku nggak mau melihat kalian berdua baku hantam masalah rumah tangga ini."


Siska mendekati Pak Denies dan Aliya memilih untuk diam saja.


"Pak tolonglah antarkan saya pulang yaa, demi apapun saya takut kalau sudah melihat Aliya yang cemburuan seperti ini."


Pak Denies pun merasa membukakan pintu mobil nya dan Siska pun masuk ke dalam mobil tersebut, Siska membuka kaca mobil nya.


"Aliya mutiara sayaaaaang, aku pulang yaa sampai ketemu besok pagi di kampus. Semoga hari-hari selalu bahagia yaa Aliya."


Siska melambaikan tangan nya kepada Aliya tapi Aliya hanya terdiam seperti patung tidak bergerak.


Aliya melihat Siska yang memilih untuk pergi dan Aliya pun harus menghadapi nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2