Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 26.


__ADS_3

Genggaman tangan Siska membuat Aliya merasa sangat kuat sekali.


"Terimakasih banyak Siska, kamu memang teman terbaik ku. Semoga saja persahabatan kita berdua ini tidak pernah sirna yaa."


Aliya merasa sangat bahagia sekali ketika dia memiliki sahabat seperti Siska.


"Lalu Aliya apakah kamu akan bertemu dengan Mama Miranda, untuk pertemuan kalian berdua pertama kali nya sebagai pasangan suami-istri."


Aliya pun langsung melamun ketika mendengar perkataan tersebut.


"Aku memang harus bertemu dengan Mama, apapun yang terjadi. Aku pasti akan pulang untuk bertemu dengan Mama bersama dengan suami ku."


Siska melihat jam di handphone nya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore.


"Aliya tidak terasa sudah jam 3 sore loh, dan sebentar lagi Kak Bian pulang. Aku pulang dulu yaa kamu juga pasti harus melakukan tugas mu sebagai seorang istri."


Siska pun bersiap-siap untuk pergi dan Aliya mengantarkan Siska sampai depan rumah.


"Kamu hati-hati yaa Siska, jangan pernah bosan untuk datang ke sini yaa."


Siska melambaikan tangan nya dia keluar dari rumah dan berjalan untuk menunggu taksi.

__ADS_1


Tapi ternyata Rendy yang sudah menunggu Siska.


"Mobil itu mobil Rendy, Astaga dia nungguin aku."


Siska pura-pura tidak melihat mobil tersebut, dia terus saja berjalan fokus tapi Rendy yang melihat Siska.


Rendy keluar dari mobil nya, dia berlari menghampiri Siska.


"SISKA AURORA."


Teriak Rendy dengan suara yang sangat keras sekali sehingga membuat Siska langsung terdiam dan membalikkan badannya.


Rendy pun langsung menghampiri Siska.


Siska sebenarnya dia tidak berurusan dengan Rendy, dia pun sangat takut mempunyai perasaan terhadap Rendy karena mereka yang terus saja bersama.


Tapi Siska juga merasa waktu yang sudah sangat sore sekali dan juga seperti mendung akan turun hujan dia pun dengan terpaksa langsung berlari menuju ke mobil Rendy.


"Yes akhirnya dia mau juga."


Rendy pun langsung membuka kan pintu mobil nya untuk Siska, dan Siska pun masuk ke dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Rendy tersenyum manis memandangi wajah Siska.


"Siska, bagaimana dengan Aliya. Dia pasti sangat bahagia sekali yaa bisa menikah muda dengan lelaki yang dia cintai."


Rendy mencoba untuk mengajak ngobrol Siska tapi dia di abaikan oleh Siska yang lebih memilih untuk memainkan handphone nya dari pada menjawab pertanyaan dari Rendy.


"Siska, kamu kenapa sih seperti ini terus. Jutek dan datar sekali."


Siska menghelakan nafas panjang nya.


"Rendy, sebenarnya aku untuk menjadi teman kamu saja aku tuh nggak mau. Apalagi kalau sampai Mama mu mengetahui nya, bisa habis aku di tertawa kan oleh Mama mu."


Siska yang selalu masih saja mengingat sikap sombong dan perfeksionis Mama nya Rendy.


"Menurut aku yaa Rendy, lebih baik kamu jangan seperti ini deh sama aku. Aku jujur merasa sangat tidak nyaman untuk."


Rendy mengerti apa yang di katakan oleh Siska.


"Siska, kamu jangan memikirkan hal yang seperti itu terus. Sekarang lebih baik kita berdua yang saling mengenal satu sama lain nya."


Rendy tersenyum manis sekali banyak harapan besar kepada Siska.

__ADS_1


"Mengenal satu sama lain nya,? maksud kamu apa sih. Kita cukup tahu nama kita saja ya nggak usah berlebih-lebihan."


Siska mulai emosi dengan sikap Rendy kepada nya.


__ADS_2