
Waktu untuk pulang, Fabian bersiap pulang untuk bertemu dengan Aliyaa dan Miranda pun menghampiri Fabian.
"Fabian apakah kamu tahu jika Aliyaa yang sekarang sedang berada di rumah,? dia bilang dia akan segera pulang jika sudah jam kantor berakhir."
Mendengar Miranda yang membicarakan tentang Aliyaa, membuat Veronica memilih untuk pergi dia seperti tidak ingin mendengarkan nya.
"Aliya sudah ada rumah menunggu kedatangan saya pulang."
Miranda melihat Fabian yang begitu sangat lemes sekali ketika harus bertemu dengan Aliyaa.
"Astaga, aku kenapa tidak tega yaa melihat Fabian yang seperti itu. Dia seperti sangat tertekan sekali semoga saja Fabian selalu sabar dan Aliya bisa segera hamil karena itu yang di inginkan oleh Fabian."
Miranda pun bersiap-siap untuk pulang tapi dia merasa ingin bertemu dengan Rendy di rumah sakit.
"Bagaimana dengan kondisi Rendy yaa, dia sekarang apakah sudah ada perkembangan yang terjadi. Aku harus melihat nya sekarang."
Miranda pun langsung berjalan menuju ke mobil nya dia melihat Veronica yang sedang menunggu taksi.
"Lebih baik aku ke rumah sakit bersama dengan Veronica saja yaa, supaya ada teman nya."
Miranda pun langsung menghampiri Veronica.
"Vero, bisakah kamu menemani aku ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Rendy?."
Veronica yang sebenarnya merasa malas tapi Veronica juga merasa jika Miranda yang harus mengetahui kondisi Rendy yang sebenarnya seperti apa.
"Baiklah Bu saya mau ikut ke Rumah Sakit."
__ADS_1
Miranda melihat wajah Veronica yang seperti tidak bersemangat untuk melihat Rendy tidak seperti biasanya.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil dan Veronica merasa jika dia harus mengatakan yang terjadi kepada Miranda.
"Bu Miranda, sebenarnya Rendy yang sudah sadar tapi karena dia mengalami benturan yang sangat keras mengakibatkan Rendy yang kehilangan ingatan nya yang baru-baru ini. Sungguh aku sangat kasihan sekali melihat Siska yang mengetahui nya."
Miranda pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar nya, dan Miranda merasa jika Kania menang dalam permasalahan ini.
"Jika Rendy mengalami hilang ingatan, Kania tidak perlu hawatir dengan hubungan mereka. Dan apakah Kania mengetahui jika Siska sekarang sedang mengandung cucu nya yang akan menjadi penerus perusahaan besar milik nya."
Pertanyaan Miranda tidak di jawab oleh Veronica karena mereka berdua yang sudah sampai di Rumah Sakit tersebut.
"Bu Miranda, aku merasa Tante Kania dia pasti tidak mempersilahkan kita berdua untuk masuk bersama tanpa dirinya karena pasti dia hawatir kita yang memberitahu tentang Siska kepada Rendy."
Miranda merasa jika ini adalah kesempatan nya untuk melakukan ketakutan Kania terhadap Rendy.
"Sekarang lebih baik kita langsung mencari ruangan baru nya karena pasti Rendy yang di pindahkan dari ruangan setelah operasi.
Miranda dan Veronica melihat Kania yang sedang menyuapi buah-buahan kepada Rendy.
Kedatangan Miranda membuat Kania merasa hawatir dengan perkataan nya terhadap Rendy.
"Rendy, bagaimana kabar mu sekarang? apakah kamu sudah mulai membaik."
Kania menghentikan suapan nya karena Rendy yang pasti akan menjawab pertanyaan dari Miranda.
"Tante Miranda, kondisi ku mulai membaik hanya saja aku yang sering pusing sekali ketika mengingat kembali sesuatu yang terjadi."
__ADS_1
Veronica pun tersenyum manis kepada Rendy dan mencoba untuk mendekati dirinya kepada Rendy.
Kania tidak mau pergi dia ingin mendengarkan pembicaraan mereka bertiga.
"Tante Miranda, bagaimana hubungan Tante dengan Aliyaa sekarang? apakah Tante Miranda tetap tidak ingin merelakan Fabian bersama dengan Aliyaa."
Mendengar pertanyaan Rendy, Kania jadi mengetahui jika Rendy yang masih mengingat kembali Miranda yang masih menjadi Wanita Kesepian Pecinta Brondong.
"Aliya dan Fabian sudah menikah Rendy, dan mereka berdua sudah bahagia bersama."
Veronica pun langsung memikirkan pertanyaan dari Rendy tentang Miranda yang tidak rela jika Fabian menikah dengan Aliyaa.
"Baguslah Tante, aku yakin sekali pasti akan ada lelaki mapan dan tampan untuk Tante Miranda."
Pembicaraan antara Rendy dan Miranda membuat Veronica pun semakin kebingungan dan Kania mengetahui nya, dia pun berencana untuk mengatakan apa yang terjadi kepada Veronica.
"Veronica ayo keluar sebentar, Mama ingin bicara dengan kamu."
Veronica pun mengikuti apa yang di katakan oleh Kania sedang Miranda ingin memanfaatkan kesempatan ini di saat Kania keluar dari ruangan.
"Rendy, apakah kamu masih mengingat dengan gadis imut mungil bernama Siska Aurora?."
Rendy pun langsung memegang kepala ketika Miranda menyebutkan nama Siska Aurora.
"Siska Aurora, teman baik Aliyaa Mutiara. Gadis yang kamu inginkan kamu menyimpan perasaan terhadap nya."
Miranda berharap ini adalah berhasil membuat Rendy sedikit demi sedikit mulai mengingat kembali kejadian yang sekarang.
__ADS_1
"Aku menyimpan perasaan terhadap Aliyaa bukan Siska, bukankah Tante dan Mama yang akan menjodohkan kita berdua? tapi kenapa Aliyaa menikah dengan Fabian bukan dengan ku."
Miranda merasa butuh proses yang panjang jika ingin Rendy kembali seperti dulu lagi, Miranda merasa bingung harus di mulai dari mana agar Rendy bisa mengingat semua nya.