Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #237#


__ADS_3

Aliya masuk ke dalam kamar Mama nya, dia ingin melihat kondisi Mama nya.


"Bagaimana Mam, apakah sudah membaik sekarang kondisi Mama."


Aliya menyentuh kening Mama nya yang tidak panas.


"Mama sudah membaik Aliyaa, hmmm Aliyaa ada yang ingin Mama bicarakan dengan kamu sayaaaaang."


Aliya semakin mendekati dirinya di samping Mama nya.


"Nak, bisakah kamu melupakan Fabian? dan fokus pada kuliah kedokteran saja."


Miranda memegang erat tangan Aliyaa.


"Mama sudah tidak ada lagi perasaan terhadap Fabian, Mama berbicara seperti ini karena Mama ingin yang terbaik untuk kamu sayaaaaang."


Mata Miranda berkaca-kaca ketika berkata kepada Aliyaa.


"Iya Mam, jika memang aku harus berpisah dengan Kak Fabian. Aku terima Mam, tapi aku pun butuh waktu untuk bisa melupakan nya. Walaupun Kak Fabian bukan cinta pertama ku tapi dia yang mengajari ku tentang kasih sayang."

__ADS_1


Miranda merasa jika Aliyaa yang tidak mudah untuk melupakan Fabian, tapi Miranda akan berjuang keras untuk bisa memisahkan Aliyaa dengan Fabian.


"Fabian yang selalu saja mengungkit masa lalu nya bersama dengan Mama, Mama tidak mau kamu sakit hati jika mendengar nya."


Aliya tersenyum manis kepada Mama nya.


"Itu kan hanya masalalu Mam, sudahlah tapi masalalu yang paling aku terkejut adalah Kak Fabian adalah mantan kekasih Veronica."


Setiap mendengar nama Veronica hati Aliyaa selalu saja merasa sakit.


"Apakah akhir dari cerita cinta ini Veronica kembali bersama dengan Kak Fabian."


Miranda memeluk erat tubuh Aliyaa.


Kata-kata yang ingin di dengar oleh Aliyaa akhirnya di ucapkan oleh Miranda, dia yang mau mendukung Aliyaa untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak.


"Terimakasih banyak Mama, akhirnya Mama mau mendukung aku menjadi Dokter."


Aliya merasa sangat senang sekali dia merasa mendapatkan semangat baru dalam kehidupan nya.

__ADS_1


Miranda pun melepaskan pelukan erat nya.


"Yasudah sekarang kamu istirahat yaa, besok kamu kuliah kan. Mama akan menyuruh seorang untuk mengambil barang-barang penting kamu yang ada di rumah itu, mulai sekarang kamu tinggalkan rumah itu yaa."


Aliya pun berjalan menuju ke pintu keluar.


"Selamat tidur yaa Mama, mimpi yang indah. Semoga malam ini Mama mimpi bersama dengan Papa."


Aliya menutup kembali pintu kamar Mama dan Miranda pun menghelakan nafas panjang nya.


"Aku merindukan mu Pap, Aliyaa membutuhkan kita untuk menyemangati masa depan nya. Kasihan sekali anak kita dia yang masih sangat muda untuk menikah dan sekarang dia yang akan mengakhiri pernikahan nya."


Miranda menagis tersedu-sedu di depan foto bersama dengan almarhum suaminya.


"Maafkan aku yang pernah mempunyai cerita kelam, maafkan aku yang tidak bisa memilih lelaki yang terbaik untuk Aliyaa. Lelaki yang bisa menerima kekurangan Aliyaa."


Miranda pun memeluk foto tersebut sampe dia ketiduran di pelukan foto tersebut.


Aliya yang sebenarnya masih berada di depan pintu kamar Miranda dia mendengar perkataan Miranda.

__ADS_1


"Ini bukan kesalahan Mama, ini adalah kesalahan ku yang tidak mau mengikuti apa yang di katakan oleh Mama. Dan sekarang aku yang menerima kenyataan nya sendiri terjadi pada diriku sendiri."


Aliya pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.


__ADS_2