Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *157*


__ADS_3

Miranda sampai di kantor nya dia pun langsung di sambut oleh Veronica yang menghampiri Miranda untuk mendapatkan informasi tentang Aliyaa.


"Bu Miranda bagaimana dengan kondisi putri ibu,? maaf saya yang tidak datang untuk menjenguk nya."


Miranda tersenyum melihat kepedulian Veronica terhadap Aliyaa.


"Aliya sudah beres operasi dan sekarang dalam proses pemulihan."


Ketika Miranda sedang mengobrol dengan Veronica datang Fabian berjalan menuju ke ruangan nya.


Miranda tidak akan mendekati Fabian karena dia merasa jika Fabian yang sedang sensitif sekali.


"Veronica saya kembali ke ruangan saya yaa, terimakasih atas perhatiannya kepada Aliyaa."


Miranda pun berjalan fokus menuju ke ruangan nya dia mengabaikan Fabian fokus pada pekerjaan.


"Fabian ada di kantor hmmm Bu Miranda juga ada di kantor, lalu siapa yang menjaga Aliyaa di rumah sakit yaa. Tidak mungkin sendirian kan seperti nya sedang terjadi sesuatu."


Veronica pun hanya memandangi Fabian dia melihat wajah Fabian yang sangat serius sekali.


"Kenapa Veronica memandangi ku seperti itu yaa, apakah ada sesuatu dengan penambahan ku."

__ADS_1


Fabian memperhatikan penampilan nya dia merasa tidak ada yang salah dengan penampilan nya.


Fabian pun kembali berkerja dan Veronica juga kembali fokus pada pekerjaan masing-masing.


Veronica teringat dengan sikap Fabian kepada nya di tempat mereka berdua bisa bertemu.


"Dua jas milik Fabian berada di kamar ku, bagaimana jika aku mengembalikan nya saja yaa."


***


Siska merasa kesepian sekali ketika Aliya yang berhari-hari tidak masuk kuliah.


"Hmmmm, begitu sangat membosankan sekali yaa. Biasanya aku duduk bersama dengan Aliyaa tapi sekarang Aliyaa sakit."


Tapi tiba-tiba saja ada seorang yang memberikan nya coklat dengan pita warna pink.


Siska pun dengan cepat dia lebih mengambil coklat tersebut.


"Terimakasih banyak coklat nya."


Ternyata Rendy yang memberikan coklat tersebut kepada Siska.

__ADS_1


"Siska, bagaimana hasil nya apakah positif ? aku berharap besar positif loh Sis."


Siska begitu sangat emosional sekali ketika dia mendengar perkataan tersebut.


*Plaaaaakkkkk*


Terdengar suara sangat keras sekali ketika Siska menampar pipi Rendy, dan membuat orang-orang yang ada di sekeliling mereka pun tertuju memperhatikan mereka berdua.


"Ahhhh Siska sakit sekali."


Terlihat jelas Rendy yang merasa kesakitan sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh Siska kepada nya.


"Kamu tuh yaa Ren pernah nggak berpikir dengan sikap Mama kamu yang seperti apa,? jika sampai aku hamil dia pasti akan melakukan sesuatu hal terhadap aku. Bisa saja dia melakukan segala cara agar aku mengalami keguguran."


Siska terlihat sangat emosional sekali dengan Rendy.


"Aku berharap besar aku tidak hamil, agar aku bisa menjauhi orang kaya seperti kamu. Oke kamu memang baik tapi Mama kamu sebaliknya dia bahkan tidak mau melihat wajah ku."


Siska pun memilih pergi untuk menunggu taksi karena dia harus pergi ke rumah sakit menunggu Aliyaa.


Rendy terus saja memegang pipi nya yang terasa sangat sakit sekali.

__ADS_1


"Aku akan bertanggung jawab Siska, dan aku akan melindungi kamu. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu terluka sedikitpun Siska."


Rendy pun memilih untuk pergi dari kampus tersebut karena merasa sudah tidak ada arah dan tujuan lagi.


__ADS_2