
...***Keesokan harinya***...
Veronica membangunkan Rendy karena dia tidak mau jika Rendy yang telat masuk kerja.
Veronica mengetuk terus pintu kamar Rendy, dan akhirnya Rendy pun keluar dari kamar.
"Ayo kita sarapan, Kakak pikir kamu yang belum bangun Rendy."
Rendy yang sudah rapih pun langsung keluar dari kamar nya dan menikmati makanan sarapan pagi nya.
Veronica pun memanfaatkan kesempatan ketika mereka yang sedang berduaan.
"Hmmmm Rendy, apa kabar dengan Siska sekarang?."
Pertanyaan Veronica membuat Rendy yang begitu sangat semangat untuk bisa menjawab nya.
"Veronica sedang hamil anak kembar yang berjenis kelamin laki-laki, sungguh lucu sekali kan."
Veronica tersenyum manis ketika mendengar perkataan Rendy, ingin sekali Veronica mengatakan jika itu adalah anak kandung mu.
__ADS_1
"Rendy tidak ada kah ingatan mu dengan Veronica di Apartemen ini,? kamu pernah membawa Veronica menginap di Apartemen ini dan tidur di kamar itu sedangkan kamu tidur di sofa dan Kakak yang tidak mengetahui keberadaan kalian berdua."
Seketika Rendy pun langsung menghentikan makannya.
"Sedekat itu kah hubungan ku dengan Siska,? sampai bisa satu Apartemen."
Rendy mulai merasakan kebingungan.
"Rendy, kamu harus peduli terhadap kehamilan Siska dan anak nya yaa. Jangan sampai kamu yang menjadi menyesal yaaa."
Rendy semakin tidak mengerti dengan perkataan Veronica, sudah jelas-jelas jika Siska yang sedang menangis bukan anak nya tapi Rendy yang tiba-tiba saja senang ketika melihat hasil USg.
"Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi kenapa aku perhatian pada Siska. Tapi kadang aku pun tidak mengerti kenapa aku yang mempunyai perasaan itu."
Veronica merasa ingatan Rendy yang sebentar lagi akan membaik jika dirinya yang terus-menerus membicarakan tentang Siska.
"Rendy, jika Siska itu sekarang sedang hamil anak mu tapi Mama mu tidak menyetujui nya. Lalu apa yang akan kamu lakukan Rendy terhadap Siska dan bayi nya."
Veronica merasa ingin sekali mendengar jawaban dari Rendy, apakah dia akan bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan.
__ADS_1
"Jika Siska sedang hamil anak ku, aku akan membawa Siska pergi ke suatu tempat jika Mama yang tidak memberikan restu. Aku akan meninggalkan perusahaan demi untuk hidup bersama dengan keluarga ku."
Veronica merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Rendy dia yang begitu sangat bertanggung jawab sekali.
"Baiklah Rendy, Kaka merasa sangat senang sekali Rendy. Ternyata kamu itu adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab sekali, kamu sampai Amnesia demi untuk bertanggung jawab terhadap Siska."
Veronica pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor dan lagi-lagi perkataan Veronica membuat Rendy merasa bingung.
"Aku Amnesia karena ingin bertanggung jawab terhadap Siska, itu artinya Siska sekarang sedang mengandung anak ku."
Rendy sampai memegang kepala dia merasa sangat pusing sekali jika mengingat nya.
"Tidak mungkin itu adalah anak ku, karena aku dan Siska yang belum pernah pacaran dan Siska pun yang selalu menolak ku."
Rendy menuggu Veronica dia berniat untuk pergi bersama dengan Fabian.
Rendy mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Fabian.
*Cepat masuk ke Apartemen Kak Vero, aku ada di sini. Kita pergi ke kantor bersama-sama*
__ADS_1
Fabian yang membaca pesan dari Rendy dia langsung keluar dari Apartemen nya menuju ke pintu Apartemen Veronica.