Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (53)


__ADS_3

Siska menghampiri Aliya yang sedang di toilet, dia mengetuk pintu tersebut karena terdengar suara tangisan dari luar.


"Aliya, kamu baik-baik saja kan di dalam? ayolah keluar aku jangan berlama-lama di kamar mandi."


Mendengar suara Siska, Aliya pun langsung membuka pintu kamar nya.


Dia menghapus air mata nya terlebih dahulu.


"Aliya, kamu kenapa menangis seperti ini. Aliya ini adalah hari ulang tahun kamu. Kamu harus banyak berdoa dan berharap kebaikan dan kebahagiaan untuk kehidupan kamu."


Aliya memeluk erat tubuh Siska dua menangis kembali di pelukan Siska.


"Siska aku tidak bisa membohongi perasaan ku, jika aku begitu sangat mengharapkan kehadiran Mama ku di saat aku seperti ini."


Siska pun merasakan apa yang di rasakan oleh Aliya.


"Iya Al, aku mengerti tapi apakah kamu akan mengatakan semuanya kepada Mama mu. Ketika kamu menyembunyikan nya di depan suami mu."


Aliya pun melepaskan pelukan erat nya.


"Aliya, kamu pasti sembuh. Kamu belum minum obat kamu belum berjuang kamu pasti bisa melewati semua nya Aliya. Ingat kamu ini adalah Calon Dokter loh, jika kamu putus asa seperti ini bagaimana kamu menyemangati pasien kamu nanti nya."


Siska mengeluarkan bedak dan lipstik di dalam tas nya, dia melihat wajah Aliya yang sangat pucat sekali.


"Sini Al, aku pakai kan bedak dan lipstik. Agar kamu terlihat lebih segar."


Siska pun memberikan sentuhan make up natural pada wajah Aliya, dan Aliya pun terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Nah, sudah cantik kan sekarang. Ayo kita nikmati malam ini jangan ada tangisan lagi yaa."


Siska menarik tangan Aliya dan mereka pun kembali, ternyata mereka sudah menunggu kedatangan Aliya dan Siska di meja yang sudah di sediakan makanan.


Dokter Nadia melihat wajah Aliya yang seperti tidak senang, walaupun dia terlihat sangat cantik sekali dengan make up yang sudah di berikan oleh Siska.


"Ayo Aliya sayaaaaang, ayo kita makan bersama. Semua sudah di siapkan."


Aliya pun duduk di samping Fabian dan Fabian memegang tangan Aliya.


"Tangan kamu dingin sekali Aliya, kamu seperti nya terlalu lama di toilet."


Aliya pun langsung mengambil tangan nya.


"Aku tadi mencuci tangan ku, karena ada bekas spidol yang permanen."


"Terimakasih banyak yaa kalian yang suka menyiapkan semuanya untuk aku, kalian semua baik sekali. Aku merasa sangat bahagia sekali mempunyai keluarga seperti kalian."


Dokter Nadia merasa sangat kecewa sekali dengan Miranda yang pergi, dia tidak menikmati makan bersama hanya dengan berbagai alasan nya.


"Aliya, kamu yang pernah sedih yaa. Walaupun Mama kamu yang belum kelihatan perubahan nya tapi ingat lah yaa semua yang ada di sini sangat sayaaaaang kamu."


Aliya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum terharu.


"Yasudah jangan membahas tentang dia, sekarang kita berikan doa yang terbaik untuk Aliya menjadi lebih baik lagi yaa."


Irfan memberikan dukungannya terhadap Aliya, karena dia mengetahui jika Aliya yang memang membutuhkan banyak dukungan.

__ADS_1


Rendy pun terus memperhatikan Aliya, dia berjanji tidak akan pernah membuat Aliya bersedih karena sikap Mama nya.


Rendy berjanji akan selalu ada di samping Aliya, karena hubungan keluarga nya bersama dengan keluarga Aliya memang sangat baik sekali.


Apalagi hubungan Ayah nya Rendy dengan Papa Aliya mereka berdua sangat akrab sekali dan bahkan mereka berniat untuk menjodohkan Aliya dan Rendy jika kelak mereka berdua dewasa.


Tapi sayang nya Aliya lebih menemukan cinta sejati nya bersama dengan Fabian, kisah cinta yang luar biasa antara Fabian dan juga Aliya.


"Aliya semoga kamu selalu bahagia, dan semoga kasih sayang Fabian seperti besar nya cinta Papa mu kepada kamu yaa. Karena aku sangat mengetahui jika Papa kamu begitu sangat sayang sekali dengan kamu."


Rendy mengungkapkan perasaan hati nya, di hadapan Fabian. Sehingga membuat mereka mengetahui begitu dekat nya hubungan Aliya dan juga Rendy.


"Tenang saja Rendy, aku berjanji akan selalu sayaaaaang dan melindungi Aliya. Apapun yang terjadi di dalam hubungan rumah tangga kita aku akan selalu setia menemani Aliya."


Aliya tersenyum manis mendengar perkataan dari suami nya.


Dan membuat suasana menjadi sangat hangat akan keluarganya.


"Aliya mulai sekarang kamu tidak usah memanggil Tante atau Dokter, kamu bisa panggil ibu saja yaa. Karena kamu sudah seperti anak kandung ku sendiri."


Siska merasa sangat bahagia sekali ketika banyak orang yang menyayangi Aliya, itu bisa membuat Aliya menjadi lebih semangat untuk menjalankan kehidupan.


Aliya harus semangat, dia tidak boleh terlihat sendirian.


"Iya ibu, aku sayang ibu."


Nadia pun langsung menghampiri Aliya ketika Aliya memanggil nya dengan sebutan ibu.

__ADS_1


__ADS_2