Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #231#


__ADS_3

Dokter El-Rivan melihat mata Aliyaa yang bengkak seperti habis menangis sangat lama sekali.


"Aliya, mata mu sampai bengkak sekali. Bagaimana dengan hubungan rumah tangga mu bersama dengan suami mu?."


Aliya pun mulai menceritakan semuanya kepada Dokter El-Rivan, karena ini juga ada hubungan dengan pertemuan mereka berdua.


"Suami ku mengetahui tentang pertemuan kita berdua, dan dia pun langsung berpikir negatif terhadap kita berdua itu yang membuat suami merasa penghianat cinta."


Dokter El-Rivan merasa sangat bersalah sekali ternyata dia yang menjadi penyebab retaknya hubungan Aliyaa dengan suami nya.


Padahal Dokter El-Rivan melakukan semuanya karena permintaan dari Dokter Putra yang merupakan Ayah dari Fabian.


"Ini adalah ke salah pahaman, saya melakukan ini semua karena permintaan dari Dokter Putra. Karena saya juga merasa jika Dokter Putra juga yang menginginkan secepatnya mendapatkan cucu dari pernikahan kalian berdua."


Aliya pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut, dan ternyata bukan hanya Fabian tapi juga orang tua Fabian yang menginginkan sekali keturunan dari Aliyaa.


Aliya merasa posisi nya yang sangat tertekan sekali.


"Dokter, apakah memang kebahagiaan sebuah pernikahan itu harus dengan adanya anak di dalam nya? maka pernikahan itu bisa di bilang bahagia?."


Aliya sampai meneteskan air mata ketika berkata seperti itu di hadapan Dokter El-Rivan dan membuat Dokter El-Rivan terdiam.


"Bukan kah sebuah pernikahan itu di dasari dengan rasa cinta, jika suami ku tulus jatuh cinta kepada ku maka dia akan mencintai ku dengan menerima kekurangan ku."

__ADS_1


Air mata Aliyaa tidak bisa terbendung lagi dia menangis di hadapan Dokter El-Rivan.


"Aku ini dalam masa pemulihan, seharusnya mereka menghibur ku agar rasa bahagia dan semangat ku kembali lagi. Memberikan waktu untuk aku bersenang-senang terlebih dahulu memberikan waktu beberapa bulan untuk aku bisa kembali berjuang untuk mendapatkan keturunan."


Dokter El-Rivan pun merasa jika perkataan Aliyaa itu benar, Aliyaa yang sebenarnya butuh waktu pemulihan beberapa bulan baru bisa membicarakan tentang rencana selanjutnya.


"Aliya saya meminta maaf karena saya tidak bisa menolak nya, sekarang lebih baik kamu istrirahat kan diri kamu. Kamu fokus saja pada kuliah kedokteran kamu Aliyaa, jika kamu sekarang merasa lelah dengan kehidupan mu yang sekarang."


Setelah mengungkapkan semua nya, Aliyaa pun semakin yakin jika dia ingin mengakhiri hubungan nya dengan Fabian.


"Seperti nya lebih baik aku akhiri saja secepatnya hubungan ini, aku merasa ini yang sangat terbaik."


Aliya begitu sangat emosional sekali dan Dokter El-Rivan pun mencoba untuk menenangkan pikiran Aliyaa.


"Tidak jangan kamu langsung berkata seperti itu, ingat pernikahan itu bukan permainan yang untuk di permainan. Sekarang kamu yang sedang emosional tapi kamu yang sudah mengungkapkan perasaan mu semuanya keinginan mu yang seperti apa."


"Aliya lebih baik sekarang kamu istirahat, kamu tenangkan diri kamu. Jangan pernah mengambil keputusan pada saat sedang emosi itu adalah berakhir dengan penyesalan."


Aliya pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Dokter El-Rivan.


"Bicarakan apa yang kamu inginkan di hadapan keluarga suami mu karena mereka semua nya mengerti bagaimana berada di posisi mu sekarang."


Dokter El-Rivan menuangkan kembali jus jeruk ke gelas Aliyaa.

__ADS_1


"Ayo, minum lah kembali agar kamu lebih segar dalam berbicara lagi seperti tadi ketika kamu sudah minum semua isi hati keluar semuanya."


Aliya pun merasa malu dia bisa sampai bersikap seperti itu di hadapan Dokter El-Rivan.


Karena merasa sangat risih sekali Aliyaa pun memilih untuk pulang.


"Dokter, aku tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Dokter. Karena terimakasih saja mungkin tidak cukup, Dokter yang sudah mau mendengarkan perkataan ku yang mungkin hanya membuang-buang waktu istirahat Dokter di rumah."


Dokter El-Rivan memegang rambut panjang Aliyaa sambil tersenyum dan membuat Aliyaa merasa sangat bergetar sekali.


"Tidak apa-apa, kita sekarang menjadi teman yaa."


Aliya pun tersenyum manis sambil berpamitan untuk pulang.


"Aku pulang dulu yaa Dokter El-Rivan."


Aliya pun berjalan menuju ke mobil nya dan ketika Aliyaa hendak membuka pintu mobil nya terdengar suara teriakkan dari Dokter El-Rivan.


"Hati-hati yaa Aliyaaaa, selamat sampai tujuan."


Dokter El-Rivan melambaikan tangan nya dan membuat Aliyaa tersenyum.


"Iya aku akan selalu hati-hati."

__ADS_1


Aliya pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan dia pun merasa deg-degan.


Aliya merasa bingung dengan apa yang dia rasakan ini sebelum dia tidak pernah seperti ini.


__ADS_2