Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #311#


__ADS_3

...*Seminggu Kemudian *...


Aliya merasa jika dirinya yang sering pusing dia juga merasa badan nya tidak enak dalam beraktivitas.


"Seperti nya aku yang terlalu banyak masalah yang aku pikirkan sehingga aku yang lupa untuk makan dengan teratur begitu juga dengan waktu istirahat ku yang kurang."


Aliya pun merasa sangat mual sekali dia sampai muntah berkali-kali dan membuat nya sangat lemas sekali.


"Ahhhhhhhhh, Aliyaa jangan seperti ini yaa. Kamu jangan lemas kamu harus datang ke persidangan nanti siang. Jangan sampai ini menjadi alasan kamu untuk tidak datang dan memperlambat proses persidangan."


Aliya mengambil minyak angin dia pakai sehingga dia merasa lebih baik, Miranda pun masuk ke dalam kamar Aliyaa dia melihat Aliyaa yang sedang menyandarkan tubuhnya.


"Aliya kamu baik-baik saja,? kenapa kamu kelihatan lemas dan sangat pucat sekali seperti ini."


Aliya pun hanya bisa terdiam dia memegang kepalanya yang begitu sangat pusing sekali.


"Mama buatkan kamu teh manis hangat yaa."


Miranda keluar dari kamar Aliyaa dia pun langsung membuat teh manis hangat untuk Aliyaa.

__ADS_1


"Aliya siang ini adalah sidang perceraian nya, tapi Aliyaa yang seperti tidak sehat."


Miranda pun segera masuk kembali ke ruangan Aliyaa dengan memberikan teh manis hangat tersebut.


"Minumlah sedikit demi sedikit."


Aliya pun meminum nya dan dia merasa sedikit segar kembali.


"Terimakasih banyak Mam, aku merasa mulai membaik."


Aliya merasa tidak pusing dan dia pun mencoba untuk bangun dari tidur nya.


"Masih ada waktu beberapa jam lagi, lebih baik kamu pergunakan untuk beristirahat yaa Aliyaaaa."


Ketika Aliyaa yang sedang mempersiapkan diri untuk proses perceraian nya, Fabian yang sudah bersiap-siap untuk pergi dia di temani oleh Rendy dan juga Siska.


"Fabian kamu harus kuat yaa, jika kamu ingin mempertahankan rumah tangga mu lebih baik kamu bicarakan saja semuanya."


Siska pun memikirkan bahwa dengan Aliyaa, apakah Aliyaa pun sama seperti Fabian yang seperti berat untuk menghadapi proses persidangan.

__ADS_1


"Lebih baik kita pergi sekarang juga, jangan sampai mereka yang harus menunggu kedatangan kita."


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Siska yang duduk di belakang, Rendy melihat wajah Fabian yang begitu sangat gugup sekali.


Sampai akhirnya mereka pun sampai di persidangan, Aliyaa yang sudah merasa membaik dia pun keluar dari kamar nya dan menghampiri Mama nya.


"Aku tidak pergi sekarang juga, aku sudah merasa lebih baik."


Miranda pun dan Siska berjalan menuju ke mobil nya dengan berkas-berkas yang sudah di siapkan.


Ketika di perjalanan Aliyaa merasakan mual kembali dia pun sampai tidak kuat dan meminta Mama nya untuk memberhentikan mobilnya.


Miranda melihat Aliya kembali muntah-muntah dia pun mengambil minyak angin untuk Aliya.


"Mam, jangan menghawatirkan kondisi ku yaa. Ayo sebentar lagi kita sampai aku baik-baik saja kok Mam."


Miranda merasa tidak tega melihat kondisi Aliyaa tapi Aliyaa yang meminta dan akhirnya mereka pun meneruskan perjalanan nya.


Sesampainya di pengadilan Miranda memegang erat tangan Aliyaa, tangan Aliyaa yang sangat dingin sekali dan Fabian pun melihat wajah Aliyaa yang sangat pucat sekali.

__ADS_1


"Aliya seperti nya dia sedang sakit tapi dia memaksa untuk bisa datang, Aliyaa benar-benar menginginkan perpisahan ini."


Aliya semakin merasa sangat pusing sekali pandang mata yang sudah berkunang-kunang dan akhirnya Aliyaa pun jatuh pingsan di persidangan.


__ADS_2