
Veronica merasa sangat nyaman sekali berada di bersama dengan Siska dan Ibu nya. Dia merasa Rendy yang begitu sangat beruntung sekali bisa mendapatkan istri seperti Siska.
"Siska kapan kamu cek kandungan lagi,? aku boleh kan mengantarkan kamu? karena aku juga kan anak yang ada di dalam kandungan mu ini adalah bagian dari keluarga ku juga."
Ibu Siska merasa Veronica yang begitu sangat baik sekali kepada nya, dia juga merasa Rendy yang pasti baik sama seperti kakak nya.
"Siska lebih baik kamu Jangan pernah sampai bertemu dengan Tante Kania, karena dia sangat tidak bisa menjaga ucapan nya. Kamu harus bisa menjaga kandungan kamu sampai waktu tiba."
Veronica memegang tangan Siska dan Siska pun tersenyum.
"Semoga saja Rendy segera kembali ingatan nya, dia harus melihat pengorbanan mu dalam melahirkan nanti."
Handphone Veronica pun berdering dia melihat itu adalah panggilan telephone masuk dari Rendy.
*Hallo Rendy*
*Kak Vero di mana, aku sekarang di lokasi pernikahan Dokter Nadia*
*Kak Vero sedang bersama dengan Siska, kamu ke sini yaa nanti kakak share lokasi nya*
Veronica mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia pun menginginkan Rendy untuk bisa bertemu dengan Siska.
__ADS_1
"Rendy akan ke sini,? apakah tidak berbahaya jika Tante Kania mengetahui nya."
Siska kelihatan sangat ketakutan sekali jika Kania yang mengetahui rumah baru nya.
"Tante Kania tidak akan pernah mengetahui nya, karena Rendy tidak mungkin bicara dengan Tante Kania."
Veronica mencoba untuk menenangkan perasaan Siska dan terdengar suara ketukan pintu.
"Wah itu pasti Rendy, kamu duduk santai dulu yaa. Biar aku saja yang buka kan pintu nya."
Veronica membuka kan pintu tersebut dan Rendy kelihatan sangat tegang sekali.
Veronica menarik tangan Rendy dan Rendy pun masuk ke dalam rumah Siska.
Ibu Siska menyiapkan minuman untuk mereka semua, Rendy pun duduk di samping Siska.
Tiba-tiba gerakan janin yang ada di perut Siska bergerak sangat aktif sekali sampai Siska terus mengusap nya.
"Perut kamu bergerak-gerak Siska, seperti bayi aktif sekali loh. Dia tahu ada Rendy di sebelahnya."
Veronica pun mengambil tangan Rendy agar bisa menyentuh perut Siska, dan gerakan nya pun semakin aktif sekali.
__ADS_1
Ingin rasanya Veronica berteriak kencang jika yang sedang mengelus mu itu adalah Ayah mu nak, tapi Veronica yang lebih memilih untuk diam dan bersabar sampai ingatan Rendy yang kembali.
"Siska, bagaimana besok kita pergi Ke Rumah Sakit Permata. Kita lihat perkembangan nya yaa, besok Kakak ingin bisa bersama dengan kamu yaa."
Siska pun melirikan mata nya kepada Rendy dan Rendy pun yang hanya menundukkan kepalanya dia seperti ingin juga melihat perkembangan kehamilan Siska.
"Baiklah Kak, terimakasih yaa. Kak Vero sangat perhatian sekali terhadap aku."
Veronica pun membelai rambut panjang Siska.
"Karena Kakak sangat sayang sekali dengan kamu Siska, kamu adalah adik perempuan Kakak ."
Rendy melihat mata Veronica yang sampai berkaca-kaca, Veronica pun langsung menghapus air mata nya.
"Seperti nya kita harus pulang sekarang yaa, Siska sampai ketemu besok yaa sayang."
Veronica menarik tangan Rendy untuk bersalaman berpamitan pulang dengan Ibu nya Siska dan juga Siska.
"Aku pulang dulu yaa, sehat-sehat selalu yaa."
Siska hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Rendy kepada nya.
__ADS_1