
Aliya yang bersiap-siap untuk pulang dia hanya di temani oleh Mama nya, Aliya seperti menunggu kedatangan suaminya.
"Aliya, apa yang sedang kamu pikirkan?. Kamu sedang mencari siapa? Fabian kah? dia langsung ke kantor karena sekarang dia sangat sibuk sekali."
Aliya pun terdiam ketika mendengar perkataan itu dari Mama nya, karena Fabian yang harus proporsional dalam pekerjaan.
"Sudahlah biarkan saja yaa, yang paling penting sekarang kamu sudah pulang dan sehat kembali."
Aliya masuk ke dalam mobil nya dengan menggunakan kursi roda karena Aliyaa yang merasa sangat lemas sekali.
"Nanti aku hubungi Dokter Nadia yaa Mam, sudah sangat lama sekali dia tidak melihat aku."
Miranda membiarkan Aliyaa untuk memberitahu kabarnya dengan Nadia, karena bagaimana pun juga Nadia yang bersama dengan Aliyaa dia yang begitu sangat peduli terhadap Aliyaa.
Aliya lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Dokter Nadia.
*Dokter Nadia, sekarang aku sedang berada di rumah Mama. Aku sangat merindukan sekali Dokter, bisakah setelah selesai bertugas Dokter main ke rumah ku*
Dokter Nadia begitu sangat terkejut sekali ketika membaca pesan dari Aliyaa.
"Aliya sedang berada di rumah nya, bersama dengan Miranda kembali. Apakah hubungan mereka berdua sudah membaik yaa."
__ADS_1
Dokter Nadia pun langsung membalas pesan dari Aliyaa.
*Baiklah Sayaaaaang, nanti sore Dokter datang ke rumah kamu yaa*
Aliya terlihat sangat bahagia sekali ketika Dokter Nadia dia mau datang ke rumah nya.
"Bagaimana sayaaaaang, apakah Dokter Nadia dia mau ke rumah?."
Aliya memberikan Handphone nya kepada Mama nya, agar dia membaca langsung jawaban pesan dari Dokter Nadia.
"Oke baiklah, kita sambut kedatangan Dokter Nadia di rumah yaa."
Miranda mengembalikan handphone milik Aliyaa, dan Aliya memikirkan suami nya.
Aliya pun mengirim pesan untuk suami nya.
*Mas, aku sudah pulang yaa. Bagaimana jika nanti sore kamu datang ke rumah Mama karena Dokter Nadia pun akan datang*
Membaca pesan dari Aliyaa, Fabian semakin berpikir. Jika Aliyaa akan merasa lebih nyaman tinggal bersama dengan Mama nya.
"Aku harus membalas apa yaa, aku merasa sangat kebingungan sekali. Jujur saja aku merasa sedikit kecewa jika Aliyaa yang terus memilih untuk tinggal bersama dengan Miranda. Aku tahu jika dia tinggal di rumah itu dia mungkin merasa sangat capek sekali tapi kenapa dia tidak mau ketika aku mengajak nya untuk pindah."
__ADS_1
Fabian mulai merasakan indahnya Lika liku kehidupan berumah tangga.
"Sekarang demi kepentingan perusahaan, aku harus berada di kantor sedangkan istri ku yang baru saja pulang dari rumah sakit."
Fabian mulai kurasakan berkonsentrasi untuk pekerjaan nya.
Veronica datang ke ruangan nya sedangkan Fabian yang sedang melamun sambil memegang handphone nya.
"Pak Fabian, ini berkas sudah siap yaa Pak."
Fabian tidak menjawab perkataan dari Veronica, dia yang masih saja melamun.
"Dia seperti nya tidak mendengar perkataan ku, dia sedang melamun."
Veronica pun menghampiri Fabian dia menepuk pundak Fabian, seketika Fabian pun langsung terkejut dan memegang tangan lembut Veronica.
"Astaga, maafkan saya Veronica."
Veronica pun langsung memberikan berkas-berkas tersebut kepada Fabian dia seketika langsung pergi dari ruangan Fabian.
Veronica tidak mau sampai ada orang yang melihat nya dah berpikiran negatif terhadap mereka berdua.
__ADS_1