Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #260#


__ADS_3

Di perjalanan Irfan pun memegang kembali tangan Dokter Nadia, dan Dokter Nadia merasa sangat terkejut sekali.


"Aku ingin segera menikah secepatnya, aku tidak main-main dengan perkataan ku."


Dokter Nadia merasa sangat gugup sekali ketika Irfan mengatakan hal tersebut kepada dirinya.


Dokter Nadia sampai menghelakan nafas panjang nya.


"Kapan kamu akan membuktikan perkataan mu itu,?"


Dokter Nadia memberanikan diri untuk mengatakan hal tersebut.


"Minggu depan kita akan menikah, setelah pulang dari rumah Siska kita persiapkan semua nya dari sekarang."


Irfan begitu sangat tegas sekali mengatakan nya dan membuat Dokter Nadia seketika langsung terdiam.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah yang akan di tempatkan oleh Siska, dan ternyata lokasinya pun tidak jauh dari Restoran milik Irfan.


"Wah Siska, kamu bisa berjalan saja sudah sampai dari rumah kamu menuju ke Restoran yaa."

__ADS_1


Dokter Nadia merasa rumah yang sederhana tapi penuh dengan bunga-bunga dan pepohonan hijau.


"Sehat sekali yaa rumah nya sangat segar sekali."


Dokter Nadia sampai memetik salah satu bunga yang ada di sana.


"Terimakasih banyak yaa Dokter Nadia dan Om Irfan kalian berdua pasangan yang sangat baik sekali."


Dokter Nadia tersenyum manis kepada Siska.


"Siska seperti nya kita berdua yang tidak bisa lama-lama di sini yaa, karena kita berdua ada urusan penting berdua."


Irfan memegang kembali tangan Dokter Nadia, dan Siska pun merasa akan terjadi sesuatu dengan mereka berdua.


Irfan dan Dokter Nadia berpamitan dengan ibu nya Siska dan mereka berdua pun langsung pergi dengan sangat cepat.


"Mereka berdua sangat baik sekali ya Siska, bagaimana dengan Aliyaa apakah dia sudah bisa hamil?."


Siska merasa sangat sedih sekali ketika harus di tanyakan tentang Aliyaa, di saat dia melihat kebahagiaan Dokter Nadia dan Om Irfan.

__ADS_1


"Seperti nya Aliyaa akan berpisah dengan suaminya, karena Aliyaa yang kesulitan untuk bisa hamil dan itu membuat suaminya yang tidak sabar untuk menunggu sehingga selalu ada permasalahan diantara mereka berdua."


Ibu Siska merasa sangat sedih ketika mendengar cerita tentang Aliyaa.


"Oh iyaa Buu, anak ku ini kembar loh dia berjenis kelamin laki-laki."


Siska mengungkapkan rasa senang nya di hadapan ibu nya dia sudah tidak menyimpan rasa sedih lagi di kehamilan.


"Benarkah itu sayaaaaang,? cucu ku ini kembar. Bahagia sekali ibu Nak mendengar nya, ketika kamu yang hanya anak tunggal sekarang kamu memiliki anak kembar."


Siska melihat wajah ibu nya yang begitu sangat bahagia sekali, akhirnya dia bisa membuat ibu nya tersenyum manis walaupun di awal dia yang membuat kedua orang tuanya nangis dan malu karena kesalahan dirinya.


"Apakah Ayah juga akan seneng yaa Buu, jika mendengar ini semua. Aku berharap seperti itu tapi aku tidak tahu sampai kapan Ayah akan benci kepada ku ini."


Siska menyenderkan kepalanya di pundak ibu nya, dia merasa sangat nyaman sekali ketika dia bersama dengan Ibu nya.


"Sebentar lagi Ayah mu pun akan sadar dengan perbuatannya, dia pasti akan datang menemui kita di sini."


Siska memegang perut besar nya.

__ADS_1


"Aku terima jika Ayah membenci ku, tapi aku mohon tidak untuk anak ku ini yang tidak mempunyai Ayah di samping nya sampai saat ini."


Siska kembali meneteskan air mata jika dia ingat dengan Rendy.


__ADS_2