Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #246#


__ADS_3

Siska memperhatikan Miranda yang seperti sedang banyak pikiran sekali.


"Tante merasa sangat pusing sekali Siska, Fabian pergi begitu saja sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Dia berubah menjadi musuh di saat sudah tidak bersama dengan Aliyaa."


Siska tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi karena dia takut salah dalam berbicara.


"Yasudah yaa Siska, sudah waktunya makan malam. Kamu harus makan yang banyak yaa sayang ada dua bayi di dalam perut kamu."


Siska dan Miranda pun menuju ke tempat makan dan mereka menunggu kedatangan Aliyaa.


"Makan yang banyak yaa Siska, sayuran dan daging harus masuk yaa."


Ketika Miranda yang sedang mengambil makanan untuk Siska, tiba-tiba saja handphone Siska yang bergetar.


Siska melihat panggilan telephone masuk dari Rendy, Siska pun memilih untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut.


Karena dia merasa sangat tidak penting sekali menerima panggilan telephone dari Rendy.


"Kok nggak di jawab sih, Siska mengalihkan panggilan."


Rendy pun mencoba untuk menelephone kembali nomber handphone Siska tapi tetep aja panggilan di alihkan.

__ADS_1


Akhirnya Rendy memilih untuk mengirimkan pesan kepada Siska.


*Siska, aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting sekali kepada kamu tentang kehamilan kamu*


Rendy merasa sangat penasaran sekali dengan perkataan Fabian yang di dalam mobil yang menyebutkan jika Siska sedang hamil anak nya.


Siska membaca pesan dari Rendy, dia pun mulai merasa tidak nyaman.


"Apakah ada seorang yang mengatakan jika aku yang sedang hamil anak nya, siapa yang mengatakan nya."


Ucap Siska di dalam hati nya dengan penuh rasa penasaran.


Aliya pun turun dan mereka pun mulai menikmati makanan kecuali Siska yang fokus pada handphone nya.


Siska pun mengikuti apa yang di katakan oleh Miranda, dia menyimpan handphone nya dan fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


"Makan yang banyak yaa Siska, semua harus kamu coba yaa Siska."


Aliya menyemangati Siska agar bisa makan banyak.


"Iya Aliyaa aku akan makan banyak malam ini."

__ADS_1


Rendy menuggu Aliya pesan dari Siska tapi tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dan Rendy langsung membuka pintu kamar nya.


Kania masuk ke dalam kamar Rendy, dan beruntung nya Rendy yang menyimpan handphone di bawah bantal nya.


"Rendy Mama akan menjodohkan kamu dengan wanita yang cantik berlendir tinggi dan sangat cocok untuk untuk kamu."


Kania tidak ingin Rendy kembali bersama dengan Siska.


"Untuk apa harus di jodohkan di jaman yang sudah sangat modern seperti ini,? biarkan aku mencari wanita yang aku inginkan."


Rendy menolak perjodohan itu karena dia ingin memastikan apakah benar Siska yang sedang hamil anak nya.


"Semua demi masa depan perusahaan kita Randy, karena nanti keturunan kamu itu adalah menjadi seorang pemimpin harus. Jika bukan dari orang yang berpendidikan bagaimana nanti dia memimpin perusahaan."


Rendy pun hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan Mama nya.


"Yasudah aku ingin beristirahat dulu Mam, silahkan keluar dari kamar ku."


Secara halus Rendy mengusir Mama nya untuk keluar dari kamar nya.


Kania pun langsung keluar dari kamar Rendy dan Rendy mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


"Ahhhhh, kenapa harus ada perjodohan segala sih. Aku tidak mungkin melakukan perjodohan di saat ingatanku yang belum kembali pulih karena aku tidak mau sampai ada hati yang tersakiti."


Rendy pun kembali melihat handphone nya dan ternyata tidak ada balasan pesan dari Siska.


__ADS_2