Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 33.


__ADS_3

Kedatangan Fabian dan juga Fabian di di ketahui oleh Miranda.


Aliya berjalan menuju ke kantor Mama nya dia pun membalikkan badannya ketika Fabian memanggil nama nya.



"I love you sayang."


Suara itu terdengar jelas sekali oleh Miranda.


"I love you too Fabian."


Miranda mengetahui jika itu adalah suara Fabian.



Miranda pun tersenyum manis ketika dia mendengar perkataan tersebut.


Aliya membuka pintu ruangan pribadi Mama nya dan dia di buat sangat terkejut sekali ketika melihat baju yang di pakai oleh Mama nya.


"Aliya,? kamu datang ke sini."


Miranda begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Aliya yang ada di hadapannya.


Mendengar suara Miranda yang menyebutkan nama istri nya, Fabian pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan dia langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika melihat baju yang di pakai oleh Miranda.


"Aku datang ke sini apakah aku tidak boleh datang ke perusahaan ini."


Aliya pun memilih untuk duduk sambil memperhatikan ruangan pribadi Mama nya yang sangat mewah sekali.

__ADS_1


"Ruangan nya mewah sekali yaa dan ternyata berdampingan dengan ruangan Mas Fabian, ruangan yang memakai kaca sehingga kalian berdua bisa saling memperhatikan yaa."


Fabian mulai merasakan jika Aliya yang sudah merasa cemburu melihat kondisi ruangan mereka berdua.


"Lebih tepatnya untuk mengawasi pekerjaan dalam hal pekerjaan yaa tidak lebih dari itu."


Aliya terus saja memandangi pakai ibu nya yang menurut nya sangat tidak pantas sekali.


"Apakah di sini di bebaskan dalam berpakaian, apakah harus seperti ini sebagai contoh pakaian yang di pakai di perusahaan ini."


Miranda pun langsung mengambil blazer nya dia langsung memakai nya, Fabian hanya bisa tersenyum manis ketika Aliya yang berani mengatakan itu semua kepada Miranda.


"Bagaimana dengan kamu Aliya, apakah kamu merasa bahagia menikah dengan Fabian."


Tatapan mata Miranda begitu sangat serius sekali karena menayakan hal tersebut kepada Aliya.


"Saya akan berusaha untuk bisa membahagiakan Aliya, apapun dan bagaimanapun caranya saya akan membuat Aliya bahagia menikah dengan Saya."


"Kapan terakhir Mama pergi untuk melihat Papa, yang aku lihat bunga-bunga yang sudah mengering dan itu adalah bunga memberikan dari kuu."


Miranda mulai merasa tidak nyaman sekali dengan kedatangan Aliya di kantor nya.


"Mama sangat sibuk sekali Aliya, lagi pula walaupun Mama tidak datang langsung tapi Mama masih selalu mendoakan Papa."


Aliya melihat Mama yang seperti sedang menahan emosi, Aliya merasa jika Mama nya tidak menyukai kehadiran nya di kantor ini.


"Yasudah, aku pergi sekarang juga."


Aliya membuka pintu keluar dan terdengar jelas Miranda yang menghela kan nafas panjang nya seperti merasa senang mendengar Aliya yang pergi.

__ADS_1


"Aliya sayang, kamu jangan pergi yaa. Jadwal kuliah kamu kan jam 1 siang itu masih sangat lama sekali kan, kamu bisa di sini temani suami mu ini di kantor. Ini kan perusahaan milik kamu sayang jadi kamu bebas melakukan apapun."


Aliya pun tersenyum dan Fabian langsung menarik tangan Aliya untuk masuk ke dalam ruangan.


Terlihat begitu sangat jelas sekali oleh Miranda di saat Aliya dan Fabian yang selalu bersikap romantis di hadapan nya.


"Apa-apa an ini mereka dengan sengaja melakukan nya di hadapan ku, Miranda kamu harus sabar kamu harus bisa mengendalikan emosi mu untuk hari ini saja. Jika sampai kamu ketahuan cemburu maka habislah kamu di permalukan oleh anak kandung mu sendiri."


Miranda mencoba untuk fokus pada pekerjaan nya, dia mengabaikan kebersamaan Aliya dan juga Fabian.


"Kamu merasa nyaman berada di ruangan ini,? kamu banyak sekali menyimpan foto-foto kebersamaan kita berdua di meja kerja kamu. Astaga aku sangat terkejut sekali melihat nya."


Aliya tertawa manja sambil bersandar di pundak suami nya.


"Yaa nggak apa-apa kan, memasang foto pasangan itu supaya kita lebih semangat lagi berkerja nya."


Miranda dengan sangat terpaksa dia masuk ke dalam ruangan Fabian dan menyerahkan berkas-berkas yang harus di kerjakan oleh Fabian.


"Tolong selesaikan yaa, waktu istirahat saya tunggu hasil nya."


Fabian pun langsung mengambil tumpukan berkas-berkas tersebut.


"Baiklah Bu akan saya selesaikan."


Miranda dengan sangat cepat dia keluar dari ruangan Fabian, Miranda sengaja memberikan banyak pekerjaan untuk Fabian agar fokus berkerja dan Aliya memilih untuk pergi dari kantor nya.


"Banyak sekali yaa pekerjaan nya, sini kita bagi dua saja. Kita kerjakan bersama-sama aku sedikit mengerti kok tentang ini semua."


Aliya menarik kursi sehingga dia berhadapan dengan Fabian, mereka berdua mengerjakan pekerjaan tersebut bersama-sama.

__ADS_1


Dan Miranda yang merasa sangat muak dia memilih untuk pergi dari ruangan nya.


__ADS_2