Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-102


__ADS_3

"APA KAU GILA?!"


Heiliao datang dari balik pepohonan dan ia langsung menerjang Xika. Satu cakarnya menutupi hampir seluruh tubuh Xika, sementara giginya dekat sekali dengan Xika. Tapi Xika tidak terlalu memperhatikan hal itu. Sebaliknya, ia lebih memperhatikan air liur Heiliao yang menetes dan berusaha keras untuk menghindarinya, tapi gagal karena tubuhnya di tahan Heiliao.


Setelah Heiliao meninggalkan Xika, ia pergi ke berbagai petinggi kaum serigala dan menunjukkan dirinya. Ia melakukan itu untuk memberitahu bahwa ia belum mati. Ia juga menyelesaikan beberapa tugasnya yang telah ia abaikan selama berpuluh-puluh tahun terakhir.


Beberapa petinggi, seperti yang ia duga, tidak lagi mengakui dirinya sebagai pemimpin mereka. Sementara sisanya, meskipun tidak menentang dirinya, tapi juga tidak mendukung dirinya. Mereka di pihak netral, tapi akan berubah sebentar lagi bila ia tidak meyakinkan mereka. Itulah sebabnya ia pergi.


Tapi ada sesuatu yang mengganggunya dan membuatnya kembali. Berita tentang pertaruhan Xika dengan seluruh kaum serigala. Lang Jin masih menyebarkan berita itu kepada beberapa petinggi, tapi sebagian petinggi sepertinya sudah menyetujuinya. Jadi disinlah dirinya sekarang, mempertanyakan kewarasan manusia di depannya ini.


"Eh, kurasa. Beberapa memanggilku Si Gila Xing."


Heiliao melepaskan cakarnya dari tubuh Xika. Tapi tatapannya tidak pernah beralih dari manusia itu.


"Xika. Aku serius. Apa tepatnya yang kau lakukan?"


"Bertaruh dengan kaum serigala, kurasa."


Heiliao menghela nafas.


"Ayo ikut aku. Kita mungkin masih sempat untuk membatalkan taruhannya."


"Kenapa kita harus membatalkan taruhannya?"


"Kau benar satu hal tentang serigala, Xika. Dan itu adalah kegilaan. Besar kemungkinan mereka akan memintamu melakukan sesuatu yang bisa membuatmu mati."


Xika tersenyum.


"Aku benar tentang hal lainnya. Kehormatan. Dan itulah yang sedang kulakukan. Mengembalikan kehormatanmu."


Heiliao mengerutkan keningnya.


"Kau tidak perlu melakukan itu. Aku kehilangan kehormatanku karena salahku sendiri. Kau tidak perlu menempatkan dirimu dalam bahaya hanya untuk mengembalikan kehormatanmu."


"Ya dan tidak."


Setelah bicara itu Xika cekikikan dan menoleh pada Huo Bing.


"Ternyata begini rasanya."


Di sampingnya, Huo Bing juga ikut tertawa. Sementara Heiliao kelihatannya tidak terganggu dengan hal itu.


"Apa yang kau bicarakan?"


"Kau mengatakan bahwa kau kehilangan kehormatanmu karena salahmu. Itu benar dan aku tidak akan membantahmu dalam hal itu. Tapi kalimatmu berikutnya salah. Aku tidak perlu menempatkan diriku dalam bahaya hanya untuk mengembalikan kehormatanmu? Pertama, itu bukanlah 'hanya'. Kedua, kenapa kau berpikir begitu? Kau adalah saudaraku. Kau akan melakukan hal yang sama kalau aku yang ada di posisimu, jadi aku tidak akan ragu melakukannya. Ketiga, aku membawa penghinaan juga padamu. Katanya aku tidak layak diasuh olehmu. Dan itu melukai harga diriku. Kita adalah saudara dan itu adalah fakta. Kalau mereka tidak mengakuinya maka mereka harus menangggung konsekuensinya. Akan kubuat mereka tahu siapa diriku dan mereka akan menyesal telah meremehkanku. Aku Xing Xika, anak Xing Taiyang, Saudara dari Night Shade Wolf, Lang Heiliao dan saudara dari Cygnus, Huo Bing."


"......."


Heiliao membuka mulutnya tapi tidak mengeluarkan suara. Ia melihat tatapan penuh keyakinan dalam diri Xika. Rasanya ia jadi semakin sering melihat tatapan itu dari Xika. Kelihatannya apapun yang ia katakan tidak akan mengubah pikiran anak itu. Lagipula kalimat terakhir membuatnya cukup senang, meskipun ia menutupinya.


Heiliao mengedipkan-ngedipkan matanya beberapa kali sambil berpikir.


"Kalau begitu........apa kau sudah punya rencana? Kau akan bertaruh dalam hal apa?"


"Tidak ada. Entahlah."


Xika melihat Heiliao dan tahu serigala itu akan marah besar, lagi. Ia langsung mendorong telapak tangannya ke depan wajah Heiliao.


"Tunggu dulu. Dengarkan penjelasanku. Aku tidak punya rencana karena aku juga tidak tahu dalam hal apa aku akan bertaruh. Dengarkan sampai selesai. Aku disini meminta pengakuan mereka. Bukankah wajar mereka menentukan apa yang harus kulakukan? Kalau aku yang menentukan maka akan ada banyak protes."


Heiliao diam sesaat.

__ADS_1


"Tapi tetap saja. Itu terlalu berbahaya. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi."


Huo Bing terbang dan hinggap di kepala Heiliao.


"Sudahlah, kawan. Apa yang kau cemaskan? Aku akan menjaga anak ini. Lagipula bukankah kau sudah cukup lama bersamanya untuk tahu bahwa ia bisa melakukan hal ini?"


"Aku bukan kawanmu." jawab Heiliao sambil memalingkan wajahnya, meskipun itu tidak berguna karena Huo Bing ada di atas kepalanya.


"Aku kawanmu, sialan. Dan kau sebaiknya bangga akan hal itu karena aku akan membantu anak ini dalam mengembalikan kehormatanmu dan aku cukup sependapat dengan anak ini."


Heiliao membuka mulutnya tapi Huo Bing langsung menutupnya.


"Tidak ada pertanyaan."


Dan mereka berdua saling beradu tatap selama beberapa saat sampai Xika bicara.


"Ehh....seseorang akan mengira kalian saling jatuh cinta kalau kalian terus begitu."


Keduanya langsung mengalihkan pandangan mereka.


"Baiklah, kenapa kita tidak mengangkat satu sama lain sebagai saudara?"


Heiliao berpikir sebentar kemudian mengangguk. Ia mengangkat kaki depannya dan hendak menggigitnya, tapi Xika menghentikannya.


"Sejujurnya, aku dan Huo Bing melakukannya dengan cukup berbeda. Lagipula ia adalah roh, ia tidak bisa memberikan darah."


"Lalu apa yang kau tukarkan?"


"Kami bertukar qi satu sama lain."


Heiliao mengerutkan keningnya belum pernah mendengar hal seperti itu.


"Tenanglah. Setidaknya itu aman dari efek samping. Untuk saat ini."


Proses itu berlangsung dengan disaksikan banyak serigala. Mereka tidak mengatakan apa-apa, tapi siapa yang tahu apa yang ada dalam pikiran mereka?


Setelah saling menyerap satu sama lain, mereka diam sebentar. Heiliao bisa merasakan bahwa hubungannya dengan Xika lebih kuat. Dan kini ia juga memiliki hubungan dengan Huo Bing.


"Apa aku mengganggu?"


Suara Lang Jin membuat ketiganya berbalik. Heiliao tidak menjawabnya. Pada saat itu Xika melihat tatapan Heiliao dan sadar bahwa Heiliao memang cocok menjadi seorang Alpha. Tatapannya begitu dingin, penuh dengan otoritas, dan tidak menganggap apapun layak di matanya. Xika tidak pernah melihat Heiliao seperti itu sebelumnya. Yah, karena pada saat mereka bertemu pertama kali tempat itu sangat gelap, dan Heiliao memiliki pandangan yang sama dengan saat ini.


"Aku akan kembali lagi nanti."


"Tidak, tidak perlu. Kau bisa mengatakan apapun yang harus kaukatakan."


"Para petinggi kaum serigala setuju. Kau masih memiliki kesempatan untuk membatalkan perjanjian ini."


Xika tersenyum penuh percaya diri.


"Tidak perlu."


Lang Jin mengangkat kedua bahunya dnegan ekspresi tidak peduli.


"Kita akan bertarung. Apakah kau menang atau kalah tidak jadi masalah. Para petinggi sendiri yang yang akan menilai apakah kau layak atau tidak."


Heiliao berdiri tegak. Ia berjalan perlahan mendekati Lang Jin.


"Lang Jin."


Suaranya tidak keras tapi begitu penuh kuasa. Dari tubuh Heiliao keluar aura mengerikan yang menekan semua serigala, terutama Lang Jin. Serigala lain langsung berlutut. Lang jin berusaha keras menahannya tapi kakinya tetap menekuk.

__ADS_1


"Bu-bukan aku yang memutuskan..........Para petinggi........mereka yang........."


Lang Jin tidak melanjutkan ucapannya karena tidak kuat lagi. Xika menepuk-nepuk Heiliao dan ia berhenti mengeluarkan aura itu. Sepertinya Lang Jin akan pingsan kalau Heiliao mengeluarkan aura itu sedikit lebih lama.


Lang jin berdiri dengan susah payah. Nafasnya tersengal-sengal, begitu juga dengan serigala lainnya. Xika mendekatinya.


"Kau tidak apa-apa kawan?"


Tapi Lang Jin kelihatannya tersinggung dengan tindakan Xika itu. Ia berdiri dan mengeluarkan auranya.


"Aku tidak butuh belas kasihan manusia."


Kali ini Heiliao tetap diam. Ia tidak maju untuk mengeluarkan auranya lagi. Tidak perlu. Karena Xika kini sudah mengeluarkan auranya sendiri.


Lang Jin terkejut dengan aura yang dikeluarkan Xika. Aura itu tidak lebih lemah dari dirinya. Mereka saling beradu aura selama beberapa saat, sampai Xika menarik kembali auranya dan Lang Jin mengikuti.


"Aku minta maaf kalau tindakanku barusan menyinggungmu."


Lang Jin memalingkan wajahnya.


"Aku akan menyegel kultvasiku. Kau tidak perlu khawatir aku bersikap tidak adil."


"GRRR.........."


Heiliao menggeram dengan buas. Lang Jin jelas-jelas bohong. Serigala itu bersikap tidak adil di depannya saat ini. Lang Jin saat ini berada di tahap Red 2 yang setara dengan kultivator tahap Forming Qi 5. Memang benar ia menyegel kultivasinya hingga setara dengan Xika. Tapi tetap saja itu tidak adil. Bagaimanapun juga Lang Jin sudah berada di tahap Red 2. Meskipun ia menurunkan kultivasinya, pengalamannya bertarung, teknik-tekniknya dan penguasaanya atas qi sama sekali tidak berkurang. Dan itu jelas-jelas kerugian bagi Xika.


Lang Jin mundur beberapa langkah dari Heiliao.


"Para pemimpin kaum telah menyetujuinya. Kau tidak bisa mengubahnya."


Ekspresi Heiliao semakin buas. Tapi itu tidak berhasil membuat Lang Jin mengubah keputusannya. Xika kembali menepuk Heiliao, memintanya untuk tenang.


"Bisakah kita bertarung setelah lukaku sembuh?"


"Tiga bulan. Sembuh ataupun tidak kita akan bertarung setelah tiga bulan."


Lang Jin berbalik pergi. Tapi Xika menahannya.


"Tunggu. Apa para pemimpin kaum setuju bahwa Heiliao akan tetap menjadi Alpha bila aku menang?"


Lang Jin hanya menoleh sedikit memperlihatkan moncongnya.


"Ya. Tapi ia harus menyelesaikan pekerjaan yang diabaikannya dalam waktu tiga bulan."


Kali ini giliran Xika yang melangkah maju dan mengeluarkan auranya. Tapi Lang Jin tidak takut dengan auranya. Ia juga balas mengeluarkan aura dan mereka kembali beradu aura untuk kedua kalinya.


"Satu tahun. Ia akan menyelesaikannya dalam satu tahun."


"Bagaimana kalau aku menolak?"


"Maka kita akan bertarung. Sekarang juga."


Ketika Xika mengatakan itu, Lang Jin dapat melihat sorot mata yang penuh kegilaan.


"Apa kau berusaha mengancamku? Hal itu malah menguntungkanku."


"Tidak untuk reputasimu. Dan reputasi seluruh kaum serigala. Apa yang akan dikatakan kaum lain ketika tahu bahwa kaum serigala menang dari manusia yang terluka? Penghinaan. Dan kau belum tentu menang."


Lang Jin berjalan mendekat dan tiap langkah, auranya semakin kuat. Tapi Xika tidak mundur. Semakin kuat aura Lang Jin, semakin kuat juga aura yang ia keluarkan.


Kali ini Lang Jin yang menghentikan auranya duluan. Ia mendengus tanda setuju. Kemudian berbalik pergi.

__ADS_1


"Kita akan bertemu lagi dalam tiga bulan. Persiapkan dirimu."


__ADS_2