Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-58


__ADS_3

Xika berjalan menyusuri lorong itu.


Sebagian pintu telah terbuka dan tidak lagi memiliki harta, sebagian lagi masih tertutup dan memiliki perangkap .


Sesekali, akan ada beberapa orang yang lewat di depan kamar harta, namun tak ada orang yang berani merebut harta itu dari Xika dan lainnya karena telah melihat pertarungan antara Qin Mo dan Xika melawan pria bertubuh besar tadi.


Mereka memang tidak melihat secara langsungĀ  Xika membunuh pria itu, namun karena sosok pria itu sudah tak terlihat lagi, mereka yakin Xika telah membunuh pria itu. Yah, walaupun sebenarnya pria itu dibunuh oleh Han Mang, tapi kematiannya memberikan Xika keuntungan.


Setelah memeriksa semua kamar dalam lorong itu, Xika memutuskan untuk terus melangkah maju, bukan berbalik mundur untuk mencari di lorong lain.


Ia yakin bahwa di depan masih ada jalan, dan harta yang ada di depan pasti lebih berharga dibanding yang ada di lorong-lorong ini. Selain itu, kalau ia mundur dan mencari lagi d lorong lain, lorong-lorong itu pasti sudah kosong karena telah diambil kultivator lain, dan ketika ia mencari di sisa-sisa, kultivator lain telah maju dan mengambil harta yang ada di depan.


Jadi Xika memilih untuk maju ke depan. Yang lain pun tidak keberatan dengan pilihannya.


Setelah berjalan lurus selama beberapa saat, lorong itu mulai membelok ke kanan. Semakin lama semakin membelok, dan tak lama kemudian, terlihatlah sebuah ruangan besar dan banyak kultivator berkumpul di dalamnya.


Di tengah jalan ketika hendak menuju ruangan besar itu, Xika melihat jalan-jalan lainnya yang juga mengarah ke ruangan besar itu. Tampaknya lorong-lorong lainnya juga mengarah pada ruangan besar ini.


Ia juga bertemu beberapa kultivator lain di tengah jalan, namun tak ada yang menyerangnya.


Para kultivator itu memiliki berbagai pikiran yang mencegah mereka menyerang Xika. Pertama, karena ia tidak terlihat memiliki harta berharga apapun. Kedua, ia tidak sendiri, mereka tidak mau mengambil resiko menyinggung Xika dan kelompoknya,terlebih lagi belum tentu Xika memiliki harta.


Jadi Xika mencapai ruangan besar itu dengan aman tanpa gangguan.


Ia maju dan mencoba melihat apa alasan para kultivator ini berkumpul di sini. Selain ruang besar ini, ada beberapa jalan lain untuk terus maju, tapi kebanyakan kultivator menuju kesini.


Di depan kerumunan, ia melihat alasan para kultivator ini berdiri berkumpul disini.


Ada berbagai macam artefak yang melayang di tengah ruangan ini. Mulai dari rantai, palu, tombak, pedang, perisai, pisau, pelindung lengan, dan baju besi.


Total ada delapan artefak. Masing-masing di tingkat Low-Clover.


Tapi ada dinding qi yang menjadi penghalang antara artefak-artefak itu dengan para kultivator. Itulah sebabnya artefak itu masih tetap di tempatnya.


Saat ini, banyak kultivator yang terus menyerang dinding penghalang itu. Serangan demi serangan diluncurkan dan perlahan, dinding itu mulai melemah. Tapi masih butuh beberapa saat lagi sampai hancur seluruhnya.


Lian Minjie menarik baju Xika dan membawanya kebelakang kerumunan setelah melihat artefak-artefak itu.


Mereka berempat berkumpul di sudut ruangan yang tidak mencolok kemudian mendiskusikan pembagian artefak itu.


"Baiklah, mari kita tentukan senjata masing-masing. Aku menginginkan rantai itu, tidak ada yang keberatan bukan?"


Lian Minjie melihat tiga orang lainnya dan mereka semua menggelengkan kepalanya.


"Aku berikutnya. Aku menginginkan pelindung lengan itu. Pedangku sudah di tingkat Low-Clover, jadi aku tidak butuh senjata lagi."


"Paluku masih High-Diamond, jadi aku akan mengambil palu itu."


Kemudian tiga orang itu menatap Xika, menunggu pilihannya.


"Ehhhh......aku........sepertinya tidak perlu. Aku masih memiliki Space Shifter dan juga masih ada pelindung punggung dan pisau yang di berikan Kak Lian. Aku akan membantu kalian saja."


Saat ini Space Shifter sudah di tingkat High-Diamond dan tidak lama lagi akan naik tingkat, hanya butuh beberapa Spiit Beast lagi. Selain itu, ia masih memiliki pisau yang di berikan Lian Minjie meskipun hilang satu, ditambah ia memiliki kartu pemberian ayahnya.


"Ah, kalau begitu aku punya rencana." kata Lin Zhu mendadak dengan senyum jahilnya.


Kemudian mereka mendekatkan kepala lagi untuk mendengarkan rencana Lin Zhu.


"Jadi kita akan...............setelah itu............."


"Ah, bagaimana kalau........."


"Ide bagus...............setelah itu.............."


Sesekali, yang lain juga akan menambah usul dan membuat rencana mereka menjadi lebih baik.


Setelah selesai membahas rencana, mereka mulai berjalan menjauhi satu sama lain dan berpencar.


Tidak perlu menunggu lama, dinding penghalang itu hancur di bawah rentetan serangan para kultivator.


Segera, kerumununan kultivator itu maju dan terjadilah pertumpahan darah.


Salah seorang pria berhasil lari lebih cepat dari yang lainnya dan mendapatkan artefak pedang.


Tapi hal itu tidak bertahan lama.


Baru lima detik ia memegang pedang itu, kepalanya sudah terlepas dari tempatnya berada.


Dan pedang itu terus menerus beprindah tangan. Untung Xika dan lainnya tidak mengincar pedang, karena itu yang paling banyak diperebutkan orang.


Qin Mo berlari dan menghantamkan palunya dan membuat tanah bergetar.


Ia langsung mengambil artefak palu.


Beberapa mencoba merebut palu itu dari dirinya, namun berhasil ia tangani.


Setelah melihat kekuatan Qin Mo, tidak ada lagi yang berusaha merebut palu itu darinya.


Memang tidak banyak kultivator yang menggunakan palu, ditambah Qin Mo terlihat cukup kuat, jadi mereka lebih memilih mengincar artefak lainnya.


Setelah mendapatkan palu incarannya, Qin Mo langsung berlari dan menyembunyikan dirinya.


Di bagian pelindung lengan, ada cukup banyak kultivator yang mengincarnya, meski tak sebanyak pedang.


Tiga orang yang terkuat di antara kultivator yang mengincar pelindung lengan maju dan saling bertarung. Lin Zhu termasuk di antara tiga orang itu.


Dua orang lainnya adalah seorang pria yang menggunakan tombak dan mengenakan jubah abu, sementara satu lagi merupakan seorang wanita yang mengenakan baju yang cukup menggoda.

__ADS_1


"Kakak kakak........bisakah kalian memberikanku pelindung ini? Kumohon..............aku sangat membutuhkannya." ucap wanita itu dengan nada memohon yang membuat banyak pria yang menyaksikan akan jatuh tergoda.


Lin Zhu tidak memiliki perubahan ekspresi di wajahnya. Ia menghunuskan pedangnya.


Sementara pria lainya cukup tergoda dengan wanita itu.


Wanita itu memeluk tangan pria itu setelah melihat ekspresinya yang tergoda.


"Kakak.......kumohon.............bisakah kau berikan pelindung itu padaku? Fei Fei akan sangat berterima kasih........"


"Y-ya........" ucap pria itu sambil mengalihkan pandangannya dengan muka yang memerah.


Kemudian ia berbalik dan menatap Lin Zhu.


"Hei, kita berikan saja untuk gadis ini. Mari kita ambil artefak lain saja." ucapnya dengan nada yang sombong.


Wanita itu tidak memiliki tingkat kultivasi yang cukup tinggi, jadi ia menggunakan cara lain untuk mendapatkan artefak, yaitu dengan menggoda kultivator lain yang lebih kuat darinya.


Tapi sayangnya Lin Zhu tidak tergoda, jadi ia terpaksa mengadu domba pria berjubah abu itu dengan Lin Zhu, kemudian mengambi keuntungan dari pertarungan keduanya.


"Heh, kau ini siapa? Berani sekali memerintahku."


Lin Zhu membalas perkataan pria itu dengan nada yang tidak kalah sombong.


Mendengar ucapan Lin Zhu, pria itu marah dan menunjuk Lin Zhu dengan tombaknya.


"Kalau begitu biar tombakku yang memberimu perintah."


"Heh, kita lihat saja."


Kemudian pria itu bertarung dengan Lin Zhu.


Dan wanita sebelumnya tersenyum melihat pertarungan antara keduanya karena rencananya berhasil.


Sementara itu, Lian Minjie yang berada di bagian rantai hanya berdiri santai menyaksikan ratusan kultivator yang memperebutkan artefak rantai itu.


Di bagian rantai memang tidak ada yang menonjol, kurang lebih tingkat kultivasi mereka sama, jadi tidak ada yang mendominasi.


Sedangkan tokoh utama kita tidak terlihat batang hidungnya di manapun.


Kembali ke Lin Zhu, lawannya menerjang maju bersama dengan beberapa naga dari air buatannya.


"Rasakan ini! Mythical Water Dragon!"


"Hm? Naga air?"


Kemudian Lin Zhu memotong naga-naga air itu dengan pedang apinya.


"Mungkin lebih cocok disebut naga uap." ucap Lin Zhu dengan wajahnya yang meremehkan.


Ekspresi pria yang menjadi lawannya itu semakin buruk dan mulai menyerang Lin Zhu dengan membabi buta.


"Ayo! Lawan aku, jangan cuma menghindar!" ucap pria itu yang kesal karena tidak ada serangannya yang kena dan berusaha memprovokasi Lin Zhu.


Namun Lin Zhu tetap menghindari serangan pria itu dengan wajah santai tapi sombong.


"Hanya ini yang kau bisa?"


Bukannya terprovokasi, justru Lin Zhu malah memprovokasi balik lawannya.


"Sialan! Kemari kau keparat!"


Meskipun sudah kehabisan energinya, pria itu tetap menyerang Lin Zhu tanpa henti.


Ketika pria itu menusukkan tombaknya, Lin Zhu menghindar kesamping kemudian beputar hingga kebelakang pria itu.


Ia berada di titik buta pria tersebut, jadi ia langsung menusukkan pedangnya ke punggung pria itu.


JLEB!


Pandangan pria itu kosong melihat pedang menembus tubuhnya dari belakang.


"Menghindar itu juga bagian dari strategi, bodoh." ucap Lin Zhu di samping telinga pria itu.


Kemudian ia menendang pria itu dan menarik pedangnya.


Wanita yang mempengaruhi pria berjubah abu itu cukup terkejut melihat Lin Zhu menang dengan mudah.


Ia langsung mengubah rencananya, dan hendak menggoda Lin Zhu.


Tapi belum sempat ia mendekati Lin Zhu, pria itu sudah memberikan pandangan mengancam.


"Pelindung lengan ini milikku, wanita sialan."


Setelah memberikan ancaman, Lin Zhu maju dan mengambil sepasang pelindung lengan di depannya.


Namun baru dua detik Lin Zhu memegang pelindung itu, sebuah tendangan mendarat di rusuknya dan membuatnya melepaskan pelindung itu.


Pelaku serangan itu mengambil pelindung yang Lin Zhu jatuhkan dan tertawa.


"Hahahaha...............pelindung ini untukku ya!"


Lin Zhu berdiri dan menatap pelaku yang menyerangnya.


Dan orang itu adalah................Xika.


"Kau.............?.........................SIALAN!"

__ADS_1


Lin Zhu diam sesaat dengan wajah bingung, kemudian ia berdiri dan langsung menusukkan pedangnya pada Xika, namun dengan mudah di hindari oleh Xika.


Xika dan Lin Zhu saling bertukar serangan selama beberapa saat, tapi Xika lah yang memegang keuntungan.


Mungkin karena tidak terima dan terkejut dengan metode curang Xika, Lin Zhu langsung menyerang Xika secara membabi buta.


Tapi hal itu justru membuat energi Lin Zhu terkuras dengan cepat tanpa membuahkan hasil yang berarti.


"Kembalikan....hah.........pelindung itu..........hah.........." ucap Lin Zhu yang kehabisan tenaga.


"Kemari dan ambillah."


Xika hanya membalas dengan tenang.


Lin Zhu menerjang maju dengan pedangnya yang membara, namun Xika menghindar dengan mudah.


Xika menendang Lin Zhu dari belakang, kemudian berkata,


"Hahahaha............sampai disini saja dulu, sampai jumpa lagi dan terima kasih untuk pelindung lengannya."


Kemudian Xika melesat pergi keluar dari ruangan itu dengan tatapan merendahkan dari banyak orang.


Mereka semua mencela Xika atas metodenya yang busuk. Mungkin ia sama kuat dengan Lin Zhu, tapi caranya mendapatkan artefak sunggu tercela.


Lin Zhu yang kesal karena kehilangan pelindung lengan oleh Xika, berbalik dan menuju bagian rantai.


Ia berlari dan langsung menyerang orang yang sedang memegang artefak rantai saat itu.


"Sialan, kalau aku tidak bisa mendapatkan pelindung, setidaknya aku akan mendapatkan rantai!"


Kemudian ia mengarahkan pedangnya yang sudah tidak membara lagi karena kehabisan qi pada pemilik rantai itu.


Serangannya menembus tubuh pemilik rantai itu, dan Lin Zhu berhasil memiliki rantai itu.


Tapi tidak untuk waktu yang lama.


Kultivator lain cukup kaget karena kemunculannya yang mendadak namun ketika Lin Zhu berhasil merebut rantai itu, mereka tidak tinggal diam dan langsung menghujaninya berbagai serangan.


Lin Zhu yang sudah kehabisan energi langsung tumbang dan melepaskan rantai itu.


Setelah pertarungan singkat, rantai itu berakhir di tangan seseorang yang menggunakan pisau. Melihat bagian artefak pisau cukup sengit, ia memilih untuk bertarung di bagian rantai.


Ia melihat sekelilingnya dan menemukan beberapa pertempuran di bagian lain sudah hampir selesai dan ada juga yang sudah selesai, jadi ia langsung melarikan diri ke lorong berikutnya.


Namun ketika ia sampai di bagian lorong yang cukup gelap, sebuah palu datang dan menghantam perutnya.


"Uhuk........."


Pria itu memuntahkan darah karena hantaman itu.


"Uuuh...........Sialan!"


Pria itu tidak menyerah begitu saja dan berusaha menyerang pelaku yang menghantamnya tadi.


Tapi sebuah tendangan datang dari belakang dan mendarat di kepalanya.


Tendangan itu membuat kepalanya berputar-putar dan mengaburkan penglihatannya.


"Maaf kawan, tapi aku menginginkan rantai itu. Ambillah ini sebagai kompensasi."


Kemudian Lian Minjie menaruh sekantung koin perak kemudian mengambil rantai di tangan pria itu dan berjalan pergi.


Pelaku yang menghantam pria itu tadi adalah Qin Mo, sedangkan tendangan dari belakang itu berasal dari Xika.


Lian Minjie bersembunyi dalam kerumunan dan mengikuti pria ini.


Setelah Xika menendangnya, ia mengambil artefak rantai dan memberikan kompensasi.


Inilah rencana mereka berempat.


Qin Mo yang mengincar palu harusnya tidak memiliki banyak pesaing jadi dapat mengambil artefak itu dengan mudah.


Lin Zhu akan berperan sebagai seseorang yang cukup hebat, tapi cukup malang.


Xika diberi peran sebagai orang yang licik dan busuk,


Sementara Lian Minjie menjadi orang yang paling tidak menonjol.


Lin Zhu sengaja mengalah saat bertarung dengan Xika untuk memberikan kesan malang, kemudian ia beralih ke bagian rantai untuk menunjukkan betapa putus asanya dia.


Namun ia akan tetap gagal di bagian rantai, dan artefak tersebut akan diambil orang lain.


Lian Minjie lah yang bertugas untuk memperhatikkan kemana orang itu melarikan diri, dan akan menyergapnya di sebuah lorong.


Qin Mo yang telah selesai duluan, akan berjaga di salah satu lorong dan menunggu orang yang memiliki rantai datang.


Xika yang lari setelah mengambil pelindung lengan akan berjaga di lorong lainnya.


Untungnya hanya ada dua lorong, jadi mereka dapat membagi tugas dengan mudah. Ternyata orang itu lari ke arah Qin Mo. Xika kembali ke lorong yang dijaga Qin Mo kemudian menyerangnya dari belakang, dan terakhir, Lian Minjie mengambil rantai itu.


Rencana ini untuk mengacaukan pandangan orang tentang mereka berempat.


Lin Zhu memberitahu mereka bahwa ada kemungkinan orang akan menyerang mereka karena selalu bersama dan cukup mengancam. Ditambah, akan cukup mencolok bahwa tiga orang yang berhasil mendapatkan artefak berjalan bersama.


Jadi sebelum itu terjadi, mereka harus membuat diri mereka terpecah belah dulu.


Qin Mo terlihat tidak memiliki teman karena langsung pergi setelah mendapatkan artefak, Lin Zhu terlihat seperti orang malang yang putus asa, Xika menjadi penjahat, sementara Lian Minjie tidak menampakkan dirinya dari awal sampai akhir.

__ADS_1


Pertempuran tadi itu disaksikan oleh banyak orang sehingga tidak akan ada yang menyangka mereka berteman.


Ke depannya, rencana mereka untuk mengubah pandangan orang lain akan sangat membantu mereka.


__ADS_2