
SYUT!
Xika, Huo Bing, dan Heiliao muncul si salah satu gang sepi ibukota. Huo Bing menengok kiri dan kanan berusaha mencari tahu tempat mereka berada begitu juga dengan Heiliao. Namun Xika tidak mempedulikanya sama sekali. Ia berjalan lurus seolah sudah tahu ke mana ia akan pergi.
Melihat Xika, Huo Bing dan Heiliao saling berpandangan bertanya-tanya apa yang harusnya mereka lakukan atau katakan terkait kejadian yang baru saja menimpa pamannya Xika.
"Ayo, kita tidak punya banyak waktu. Kalian seharusnya tahu jalan keluar dari Ibukota ke Dinasti lain bukan?"
Kemudian keduanya memutuskan untuk bersikap seolah tidak ada yang terjadi, persis seperti yang Xika lakukan saat ini. Ia sedang mengalami masa sulit. Dan mereka tidak ingin menambah bebannya, lagipula masih ada hal lain yang harus dipikirkan.
"Baiklah, ikuti aku."
Huo Bing berjalan memimpin di depan, Xika di tengah, dan Heiliao di belakang berjaga-jaga kalau ada yang mengikuti mereka. Ketiganya berjalan secepat yang mereka bisa tanpa membuat orang lain curiga.
Sambil terus memperhatikan sekelilingnya, Heiliao merasa lega ketika ia bisa menggunakan elemen ruang lagi akhirnya. Ia tidak tahu mengapa tapi warna hitam yang muncul dari teknik gabungan mereka mengganggunya. Dan ia tahu elemen hitam itu berasal darinya, meskipun ia tidak tahu kenapa tapi ia tahu bahwa elemen itu masih ada dalam dirinya.
Mereka sudah hampir sampai di depan gerbang yang memisahkan ibukota dengan hutan luas yang membentang yang menjadi satu-satunya pemisah antara Dinasti Lin dan dinasti-dinasti lainnya yang berdekatan. Setelah keluar dari gerbang ini, pelarian mereka harusnya akan lebih mudah.
Yang menjadi masalah adalah, bisakah mereka keluar dari Dinasti Lin?
Tepat ketika masing-masing memiliki pikiran tersebut, dua buah bayangan melesat di langit dan tiba di samping para penjaga yang tengah memeriksa identitas masyarakat yang mau keluar Dinasti.
Han Li dan Meng Fuqin.
Tanpa perlu mendengarpun mereka bertiga sudah tahu apa yang akan dikatakan kedua tua bangka itu. Dengan kata lain, satu-satunya jalan keluar mereka tertutup. Kini ketiganya saling berpandangan berusaha mencari jalan keluar.
"Mereka hanya berdua." ucap Huo Bing membuka pembicaraan.
"Kita tidak tahu berapa banyak yang bersembunyi. Mengingat mereka sampai di sini secepat ini, ada kemungkinan semua ketua sekte yang lain juga sudah keluar dan berpencar mencari kita. Kalau kita sampai membuat keributan, kita hanya akan mengundang lebih banyak anggota sekelas ketua sekte untuk membunuh kita." bantah Heiliao.
"Kalau begitu kau punya cara yang lebih baik?"
".................................tetap saja itu terlalu beresiko."
"Dengar, semakin lama kita berbincang maka semakin besar kemungkinan para ketua sekte dan anggota-anggota di Royal Realm datang. Hanya ini satu-satunya kesempatan kita. Bunuh keduanya selagi mereka sendirian lalu melarikan diri."
Heiliao menggeram kesal namun ia tahu tak ada jalan lain yang lebih baik. Sementara keduanya memutuskan untuk menyerang Han Li dan Meng Fuqin, Xika hanya diam mengamati di samping. Wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali.
Setelah Heiliao dan Huo Bing saling berpandangan, mereka menatap Xika.
"Kami akan menyerang keduanya. Kau larilah secepat mungkin ke dalam hutan. Disana akan lebih aman."
__ADS_1
"Aku benci kau mengatakannya seolah-olah kau dan Heiliao akan tinggal di belakang agar aku bisa selamat sendirian. Tidak, tidak setelah aku kehilangan pamanku. Aku tidak akan kehilangan siapapun lagi." Xika menatap tajam Huo Bing.
"Pftttt..... apa maksudmu? Hanya dua tua bangka itu saja jauh dari cukup untuk membunuhku. Yang kumaksud sebelumnya adalah, kau bisa menggunakan elemen ruang untuk keluar dari ibukota, tidak perlu menunggu antrian panjang itu."
Memang, setelah Heiliao kembali bisa menggunakan elemen ruangnya, mereka sempat memikirkan untuk kabur diam-diam ke hutan di luar perbatasan. Sayangnya, Han Li dan Meng Fuqin pasti akan mendeteksi adanya flutuasi spasial dan menyadari mereka sedang berusaha kabur.
Jadi daripada melakukan itu, sebaiknya mereka langsung serang saja keduanya. Siapa tahu mereka berhasil membunuh keduanya atau setidaknya memberikan luka berat yang akan mempermudah rute pelarian mereka.
WHUSH!
Keduanya melesat ke arah Han Li dan Meng Fuqin kemudian memberikan serangan kejutan. Huo Bing dengan kedua tangannya yang dilapisi elemen berbeda dengan Heiliao yang kedua tangannya tampak buram seolah tangannya tidak benar-benar ada di sana.
ZWASH!
Han Li dengan tanggap membuat perisai qi untuk menahan serangan Huo Bing, tapi ia tidak memiliki cukup waktu untuk membuat perisai yang kuat jadi ia terdorong mundur belasan meter.
Kondisi Meng Fuqin bahkan lebih buruk lagi. Entah mengapa perisainya tidak berhasil menahan serangan Heiliao dan sukses menghantam dirinya, membuatnya terpental hingga menabrak tembok perbatasan.
BRUK!
"Brengsek........" Meng Fuqin mengumpat melihat munculnya kedua sosok tersebut.
Huo Bing memilih untuk tidak menanggapi hinaan Han Li dan lebih memilih memberinya hinaan baru.
"Hei, Duda Mata Keranjang, kulihat kau hanya berdua saja dengan Perawan Tua itu. Jangan-jangan tujuanmu ke sini bukannya untuk mengejar kami melainkan untuk berbulan madu keluar Dinasti?"
"Sialan. Kau bukan hanya menghinaku, tapi kau juga menghina istriku, brengsek!"
Han Li membakar seluruh tubuhnya. Namun api yang menyelimutinya bukanlah api oranye yang biasa melainkan api hitam-oranye yang nampak mencekam. Benar, itu adalah teknik yang sama yang pernah dipakai Han Feng waktu melawan Xika di kompetisi sebelumnya.
Hanya saja, kobaran apinya lebih besar dan warna hitamnya tampak lebih mendominasi dibanding warna oranye, berbeda dengan api Han Feng yang hanya memiliki sedikit warna hitam di apinya.
Huo Bing seketika waspada. Ia bisa tahu bahwa api yang mengelilingi tubuh Han Feng bukanlah api biasa. Mungkin kalau ia melawannya hanya dengan elemen apinya ia akan kalah. Ia harus menggunakan elemen esnya juga. Berkat Xika yang sering mengkombinasikan elemennya, Huo Bing memiliki gambaran bagaimana melakukannya.
SYUSH!
Api dan es mulai menyatu kemudian maju menghantam api hitam-oranye. Ledakan terjadi saat keduanya bertemu, tapi keduanya tidak berhenti bertarung. Mereka terus menyerang dan bertahan dari serangan satu sama lain. Setiap kali kedua serangan bertemu, ledakan yang menusuk telinga terjadi.
Pada saat ini, Xika menggunakan elemen ruang dan keluar dari gerbang perbatasan. Di depannya terbentang jalan setapak yang cukup besar dan panjang yang sepertinya mengarah ke Dinasti lain. Ia melihat beberapa pedagang melalui jalan itu.
Mengingat situasi mereka saat ini, tampaknya mereka tak akan mengambil jalan yang biasa. Ia menatap hutan yang menjepit jalan itu di kiri dan kanan, kemudian ia menoleh kembali ke arah pertarungan Huo Bing dan Heiliao. Tangannya terkepal erat sampai-sampai mengeluarkan darah.
__ADS_1
Ia ingin membantu Huo Bing dan Heiliao, namun dengan tingkat kultivasinya saat ini ia hanya akan mengganggu mereka. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk membantu Huo Bing dan Heiliao hanyalah teknik gabungan yang sebelumnya mereka lakukan.
Ia masih lemah. Terlalu lemah. Kalau ia lebih kuat, mungkin ia bisa mencegah kematian pamannya, mungkin ia bisa menyadari gerak-gerik Penatua Fen yang mencurigakan, mungkin ia tidak perlu melarikan diri seperti ini. Seandainya, seandainya saja ia lebih kuat............mungkin Xingli juga tidak akan pergi.
BLEDAR!!
Xika mengalihkan pandangannya. Han Li dan Meng Fuqin terdorong keluar dari tembok perbatasan meninggalkan dua buah lubang berbentuk manusia.
Dari kedua lubang itu, keluarlah Huo Bing dan Heiliao, yang meskipun berpenampilan lusuh, masih terlihat lebih baik dibanding ketua sekte Burning Abyss Flame dan Northern Light Palace itu.
"Heh.......hanya segini saja kemampuan para ketua sekte? Rupanya kalian bukan apa-apa ya kalau tidak berkelompok, seperti anjing saja." ucap Huo Bing merendahkan. Ia berniat memberikan satu serangan lagi sebelum kabur ke dalam hutan. Pasti akan lucu kalau para anak buah menemukan ketua mereka dipukuli sampai babak belur seperti anjing sementara pelakunya sudah kabur jauh ke dalam hutan.
Huo Bing berjalan mendekat dengan tangannya yang dilapisi elemen api. Pada saat ini Han Li sudah tidak dikelilingi api hitam yang aneh itu lagi, jadi Huo Bing ingin mempermalukannya dengan menghabisi ketua sekte api dengan teknik api.
"Hehe...Uhuk! he.......Uhuk.....kau....sung-UHUK!-guh....berpikir kami........hanya berdua.......uhuk! saja.....?"
Kalau dalam situasi normal, Huo Bing akan membalas ucapan Meng Fuqin itu dengan menirukan gaya bicaranya yang terbata-bata. Tapi saat ini ia merasakan ada yang tidak beres dan itu bukan hanya karena perkataan Meng Fuqin ataupun ekspresi Han Li.
Saat itu juga, Huo Bing berubah pikiran. Tidak perlu satu serangan lagi. Mereka harus kabur sekarang. Ia membalikan badannya dan berkata,
"Kita pergi."
Heiliao mengikuti di belakang.
"Terlambat........."
SYUSH!
Dalam sekejap, sepuluh sosok dengan jubah yang berbeda-beda datang mengepung Huo Bing dan Heiliao. Beberapa sosok datang lagi di belakang dan mengobati Han Li serta Meng Fuqin. Sepuluh sosok yang mengepung mereka memiliki wajah berbeda dengan yang datang di pertarungan sebelumnya. Artinya mereka belum bertarung sebelumnya dan dantian mereka masih dipenuhi qi.
Dalam hati, Huo Bing memaki dirinya yang terlalu sombong. Kalau saja ia tidak bermain-main dan langsung mengalahkan Han Li, mungkin mereka masih memiliki kesempatan untuk kabur. Kini ia hanya berharap Xika tidak memiliki hati dan rasa persahabatan sama sekali agar anak itu segera kabur dan menyelamatkan dirinya sendiri.
Huo Bing sudah pernah mati sekali. Begitu juga dengan Heiliao. Meskipun enggan, tapi keduanya rela bila kehidupan mereka dapat ditukar dengan kehidupan Xika.
"Pancing mereka ke dalam hutan. Kemudian kita akan meminta bantuan para serigala. Di dalam hutan harusnya tidak akan menarik perhatian."
Mendadak suara Xika terdengar di kepala Huo Bing dan Heiliao. Belum sempat keduanya menjawab, sebuah buntalan jatuh tepat di depan keduanya. Salah seorang dari sepuluh sosok itu maju dan menemukan buntalan itu berisi lima Buah Kehidupan.
Pada saat itu juga semuanya melotot hebat tak percaya dengan benda di hadapan mereka. Dari auranya saja mereka sudah tahu bahwa itu memang Buah Kehidupan yang asli. Tak ada yang dapat mengeluarkan aura kehidupan yang sekaya itu selain Buah Kehidupan.
Huo Bing dan Heiliao saling berpandangan kemudian melesat ke dalam hutan secepat yang mereka bisa. Meskipun masih bingung, tapi mereka tahu Xika yang melemparkan buah-buah kehidupan itu. Memang rasanya sayang, tapi kehidupan mereka lebih penting daripada buah-buahan itu.
__ADS_1