
Di suatu kedai di daerah pinggiran Dinasti Lin......
"Hei, hei! Kau sudah dengar kabar terbaru belum? Juara dari Kompetisi Penyambutan Murid Baru sudah keluar!"
"Benarkah? Pastinya salah satu dari klan besar, bukan?"
"Heh, kutraktir kau kalau benar. Kalau salah, kau yang traktir aku."
"Baiklah. Melihat jenius-jenius tahun ini, sepertinya pemenangnya berasal dari Burning Abyss Sect atau Sky Devouring Castle, bukan?"
"Jangan lupakan Immortal Pearl Pavillion. Ini pertama kalinya mereka mengikuti kompetisi semacam ini."
"Ah, benar juga! Kalau begitu........aku yakin Sky Devouring Castle yang menang!"
"Heh, sayang sekali kau salah," pria itu menepuk tangannya dan memanggil pelayan, "Permisi, aku ingin memesan ini, ini, dan ini," ucapnya sambil menunjuk menu-menu makanan yang paling mahal di daftar. Temannya yang melihat hal itu mengerutkan keningnya tidak percaya.
"Hei, kau serius? Kalau bukan Sky Devouring Castle pasti Burning Abyss Sect, kan?"
"Masih salah, hehe....."
"Apa? Tidak mungkin! Baiklah, baiklah! Yang terakhir pasti benar. Di Clan!"
"Tetap salah. Sayang sekali. Di Clan, Sky Devouring Castle, Immortal Pearl Pavillion, dan Burning Abyss Sect semuanya kalah."
"Apa? Semuanya? Kalau begitu siapa yang menang?"
"Hehehe.....disinilah kejutannya. Yang menang adalah perwakilan dari Mu Zhan Academy."
"Ehh......aku tak menyangka perwakilan dari Akademi yang akan menang. Bukannya mereka tak pernah menang sebelum ini?"
"Entalah. Kalaupun pernah, pasti sudah lama sekali. Tapi ada yang lebih menarik lagi. Diantara perwakilan sekte-sekte besar yang ada, semuanya memiliki latar belakang dan identitas yang jelas. Tapi perwakilan dari Akademi ini berbeda. Tak ada yang tahu dari mana ia datang atau seperti apa masa lalunya."
"Benarkah? Sepertinya cukup misterius. Tapi bukankah sekte-sekte besar memiliki koneksi yang cukup bagus? Apalagi Immortal Pearl Pavillion Sect, mereka pasti dapat menemukan latar belakang dan asal usul juara Akademi tersebut bukan?"
"Disinilah bagian yang menarik. Bahkan Paviliun-pun masih belum memberitakan darimana asal-usul juara tersebut. Entah apakah ia memiliki latar belakang yang luar biasa sehingga Paviliun terlalu takut untuk menyelidiknya atau memang latar belakang anak tersebut yang sangat tertutup sehingga Paviliun juga tidak bisa menemukan asal usulnya. Yang manapun yang benar, juara tersebut sangatlah luar biasa."
"Siapa nama juara itu? Cepat beritahu aku!"
__ADS_1
"Hehehe........namanya adalah........Xing Xika! Bagaimana? Nama yang unik bukan? Tidak ada klan dengan marga Xing di Dinasti Lin. Hal tersebut membuat banyak orang semakin penasaran dengan asal-usulnya."
Mendadak seorang pria dengan penampilan tidak mencolok dan topi yang menutupi wajahnya mendekat dan bertanya,
"Permisi kawan, aku tidak sengaja mendengar obrolanmu. Boleh aku tahu lebih lengkap lagi mengenai Xing Xika ini?"
Kedua pria yang sedang berbincang itu segera mengerutkan kening mereka. Siapa pria ini? Darimana ia berasal? Berita ini kan sedang populer, apa ia benar-benar tidak tahu mengenai sang juara, Xing Xika?
Kemudian pria tersebut menyodorkan beberapa keping perak dan wajah kedua pemuda itu segera berubah. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala mereka tak lagi penting sekarang.
"Duduklah. Sebenarnya aku tak tahu terlalu banyak mengenai Xing Xika ini, tapi akan kuceritakan apa yang kutahu."
Kemudian ia mulai bercerita tentang sepak terjang Xing Xika selama ia berada di Akademi. Berawal dari ujian masuk yang luar biasa, lalu masalah-masalah yang Xika hadapi di Akademi mengenai mengalahkan Seratus Murid Dalam Terkuat, lalu kedekatannya dengan gadis misterius Xingli, salah satu dari Empat Gadis Tercantik di Dinasti Lin.
Banyak orang yang menduga bahwa Xing Xika dan Xingli berasal dari latar belakang yang sama karena keduanya memiliki marga 'Xing' dan keduanya sama-sama memiliki asal-usul yang tidak diketahui banyak orang. Tapi sampai sekarang masih belum ada kabar lebih lanjut mengenai hal itu. Selain itu, Yin Xingli sudah jarang terlihat di Dinasti Lin, entah kemana ia pergi.
Pria misterius yang tiba-tiba bergabung kedua pemuda itu mendengarkan dengan baik. Ia mengangguk beberapa kali dan bahkan terkejut di beberapa bagian. Kemudian ketika kedua pemuda tersebut berhenti bicara, pria ini mengajukan pertanyaan.
"Aku jadi semakin tertarik dengan Xing Xika ini. Katakan, kalau aku pergi ke Ibukota Dinasti Lin, bisakah aku menemuinya?"
"Kau ingin menemuinya? Kusarankan jangan. Ada hal yang belum kuceritakan selepas kemenangannya yang gemilang di kompetisi."
"Yang menarik adalah, Burning Abyss Sect melakukan kecurangan dengan memasukan murid senior mereka yang sudah berada di Low-Jack. Tapi hebatnya adalah, Xing Xika dengan kultivasinya yang hanya berada di Forming Qi 8 berhasil mengalahkan Han Feng, perwakilan dari Burning Abyss Sect. Aku bahkan mendengar kabar bahwa Han Feng memakan Berserk Pill dan naik ke Middle-Jack, tapi ia tetap saja kalah dari Xing Xika."
"Ia hebat. Tapi mengapa kau melarang paman ini menemui Xing Xika? Bahkan aku sendiripun ingin menemuinya."
"Xing Xika memang memenangkan kompetisi itu. Tapi ia mengalahkan empat lawannya dengan ganas. Masing-masing ditinggalkan dengan kondisi setengah hidup setengah mati, bahkan ada yang dipastikan tidak bisa berkultivasi lagi seumur hidupnya."
Temannya menarik nafas ngeri.
"Karena itu, para tetua dari sekte besar memutustkan untuk memberikan hukuman bagi Xing Xika. Mereka tak bisa membiarkan jenius kejam seperti itu bebas. Perlu diketahui, bahwa sebelum para tetua memutuskan hukuman, Xing Xika telah menghina Tian Yin, Jenius Nomor Satu Dinasti Lin. Karenanya, para tetua memutuskan agar Xing Xika bertarung melawan Tian Yin saja."
"Kapan pertarungan itu akan dilaksanakan?" Pria misterius itu kembali bertanya.
"Kira-kira 6 hari lagi. Pertarungan akan dilaksanakan di Akademi."
"Baiklah. Terima kasih atas informasinya." Pria misterius itu berdiri dan melangkah pergi.
__ADS_1
"Paman, kau tetap ingin menemui Xing Xika? Kusarankan kau berhati-hati!"
Pria misterius itu hanya melambaikan tangannya sambil terus berjalan.
-----------------------------------
SLASH!
Xing Xika menebas Huo Bing. Tapi rupanya yang ia tebas hanyalah bayangan saja. Dari belakang bola api mendekat dengan suhu yang luar biasa. Xika berniat menghindar tapi dari samping kiri dan kanannya melayang bola hitam dengan daya penghancur yang luar biasa.
Tidak ada pilihan lain, Xika melompat ke atas.
"Bodoh! Kau masuk perangkap!"
Dari atas Huo Bing menendang Xika dengan kaki berselimut es. Belum sampai ia kebawah sebuah bayangan hitam mendekat dan menghajarnya bertubi-tubi.
Akhirnya Xika terhempas ke bawah dengan kondisi babak belur.
BRUAK!
"Uhuk.......Aku mengerti kalau kalian ingin membantuku.........tapi tidak bisakah kalian mengajarkanku teknik atau strategi baru saja? Tidak perlu bertarung langsung. Aku ini baru sembuh tahu......" ucap Xika mengeluh karena kombinasi serangan antara Huo Bing dan Heiliao sangat hebat.
"Tentu saja tidak. Strategi baru akan kau pelajari dengan sendirinya seiring dengan pengalaman bertarung. Saat ini yang kau butuhkan bukanlah teknik atau strategi tapi pengalaman. Kau sudah dengar bukan, bahwa bajingan itu lebih kuat dari Han Feng? Melawan Han Feng saja kau sudah kesulitan, bagaimana dengan Tian Yin?"
"Tinggal enam hari lagi. Mustahil meningkatkan kultivasimu dalam waktu sesingkat itu. Sebaiknya kau perkaya saja pengalamanmu dengan bertarung melawan kami. Setidaknya kau memiliki gambaran bagaimana harus menghadapi lawan di tingkat Royal Realm."
Xika menggertakkan giginya kesal tapi ia mengangguk. Ia juga tahu bahwa waktunya tidak banyak dan ia juga tak bisa berbuat banyak. Satu-satunya yang bisa ia lakukan memang, seperti yang dikatakan Huo Bing dan Heiliao, memperbanyak pengalaman.
Sementara itu, Shu Mang, Di He, Liu Shang, Li Tang, dan Yung Xingzhao menonton pertarungan Xika dari samping. Liang Jihua tidak ikut kali ini. Sebenarnya, memang tak ada yang memberi tahu gadis itu kalau mereka ingin mengunjungi Xika. Lagipula, tak ada yang cukup dekat dengannya.
"Hei, dua orang itu.........sangat kuat......."
"Benar........apa mereka murid baru juga seperti Xika?"
"Sepertinya begitu."
"Kalau begitu mengapa mereka tidak mengikuti kompetisi penyambutan?"
__ADS_1
"Ng....entahlah. Mungkin untuk menjaga keseimbangan? Xika saja sudah diluar nalar......kalau mereka berdua ikut, bukankah kelihatannya tidak ada gunanya lagi mengadakan kompetisi?"
"Kau benar."