
Serigala itu menatap Huo Bing dan Xika yang kini terkejut melihat sebagian energinya.
Ia menutup matanya sebentar kemudian maju dan menyerang sambil membuka mulutnya dan menunjukkan taringnya.
Huo Bing menghindar ke atas sementara Xika berguling ke bawah sela kaki serigala itu.
Xika baru saja berdiri, namun ketika ia menoleh, sebuah taring hitam telah menunggunya.
Ia menghentakkan kakinya dan melapisinya dengan elemen angin sehingga ia terbang.
Tapi meskipun sudah terbang, serigala itu masih bisa memangsa Xika karena ukurannya yang besar.
Xika berusaha terbang lebih tinggi dengan secepat mungkin, tapi taring hitam itu sudah ada di depannya.
Kemudian sebuah cakar hinggap di pundaknya dan membawanya terbang menghindari taring itu.
"Huo Bing! Apa yang harus kita lakukan? Seranganku tidak berpengaruh pada energinya, apalagi pada dirinya."
"Aku tak tahu. Kau tunggulah disini dan pikirkan sebuah cara. Aku akan mencoba mengerahkan seluruh kekuatanku."
Huo Bing meletakkan Xika di tempat yang cukup tinggi. Xika tidak tahu bagaimana Huo Bing bisa mengetahui atau melihat tempat ini yang sama hitamnya dengan sekelilingnya.
"Tanah yang bisa kau pijak hanya sekitar 5 meter disekitamu. Berhati-hatilah."
Setelah mengatakan itu, Huo Bing mengepakkan sayapnya dan terbang mendekati serigala yang daritadi menunggu mereka.
Kini tubuh Huo Bing terlihat semakin jelas, karena ia menggunakan qi yang lebih banyak daripada biasanya.
Huo Bing mengayunkan cakarnya dan ia berhasil melukai serigala itu. Sepertinya masih ada harapan.
Serigala itu melihat luka yang disebabkan Huo Bing sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya lagi. Sepertinya luka itu tidak terlalu berat.
Sementara Xika diatas sana sedang memikirkan cara agar dirinya dan Huo Bing lolos dari serigala itu.
"Serigala itu tidak peduli apakah aku kartu bintang yang asli atau bukan. Ia pasti ingin mencari tahu melalui pertarungan.
Jadi yang harus kulakukan adalah membuktikan bahwa diriku layak. Tapi apa yang bisa kulakukan?
Berjuang dan terus bangkit sebanyak apapun aku jatuh? Tidak, itu lebih seperti memohon belas kasihan daripada membuktikan diri.
Melarikan diri dari tempat ini? Itu hanya akan membuatku terlihat seperti pengecut.
Bertarung dengannya sampai mati untuk menunjukkan keberanianku? Ia tidak akan mempedulikan keberanianku, ia hanya akan memikirkan rasaku di perutnya.
Jadi apa yang harus kulakukan?"
DUARR!!!
Serigala itu menembakkan semacam sinar yang sama dengan macan ruang dan mengenai Huo Bing.
Huo Bing membentur dinding yang tak terlihat karena terlalu gelap.
Serigala itu hanya menatap Huo Bing sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya menuju Xika.
Detik berikutnya, ia menghilang dari pandangan Huo Bing dan muncul di pandangan Xika.
Huo Bing melihat hal itu dan mengumpat.
"Sial!"
Kemudian ia menyadari sesuatu.
"Hitam, gelap, berpindah ruang, wanita bintang, serigala......
Jadi itu!
XIKA, BERHATI-HATILAH. DIA ITU PENGUASA RUANG."
"Penguasa Ruang?"
Xika bingung dengan apa yang diteriakan Huo Bing, berbeda dengan serigala itu yang mukanya biasa saja, bahkan tidak ada perubahan ekspresi sedikitpun ketika identitasnya diketahui.
Mungkin tak terlihat karena gelap, tapi sebenarnya serigala itu tengah melayang.
Tanah seluas lima meter di sekeliling Xika tidak dapat menahannya sama sekali jadi ia terbang dan menyejajarkan dirinya dengan Xika sehingga terlihat seolah menapaki tanah yang sama.
"Kau memintaku membuktikkan diriku bukan?"
Serigala itu menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Xika.
"Jadi apa yang harus kubuktikkan?"
Serigala itu menutup matanya sebentar kemudian membukannya dan menjawab,
"Entahlah..."
"........"
Serigala itu yang memintanya membuktikkan dirinya, dan sekarang ia juga tidak tahu apa yang harus dibuktikan Xika.
Xika berpikir sebentar, kemudian berkata,
"Kau Penguasa Ruang bukan? Bagaimana bila aku bisa memahami elemen ruang dalam waktu singkat? Apa itu cukup untukmu?"
Serigala itu tidak menjawab Xika. Ia hanya menatap mata Xika. Entah kenapa Xika teringat Xingli dan merasa mereka mirip. Ia ingin bertanya apakah ia memiliki hubungan darah dengan Xingli tapi Xika yakin serigala itu tidak akan menjawabnya.
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi aku tidak akan memberikan kemudahan."
Xika menemukan setitik harapan. Mungkin ia bisa selamat. Tapi sepertinya serigala itu tidak akan membiarkan dirinya 'berkomunikasi' dengan tenang.
Jadi Xika mencoba memperhatikan serigala itu dengan seksama dan mencoba menemukan petunjuk untuk memahami ruang.
Baru sedetik Xika memperhatikan serigala itu, sebuah cakar menghantam tempatnya berada beberapa saat lalu.
__ADS_1
Xika melompat menghindar dan jatuh. Tapi ia tetap memperhatikan serigala itu meskipun kini ia melayang dengan jarak beberapa ratus meter antara dirinya dengan tanah.
Dari atas, serigala itu menembakkan sinar hitam yang sama yang melukai Huo Bing.
Xika mengubah Space Shifter menjadi tongkat dan ketika dirinya sudah tidak jauh lagi dari tanah, ia menancapkan tongkatnya dan mengubah arah jatuhnya sehingga sinar hitam itu tidak mengenai dirinya.
Xika mendarat tidak jauh dari Huo Bing.
"Berikan aku waktu. Mungkin masih ada harapan bila aku memahami ruang." kata Xika pada Huo Bing yang dijawab dengan anggukan.
Serigala itu turun dan mengarahkan cakarnya pada Xika dan Huo Bing.
Huo Bing segera terbang ke atas dan menyambut serangan serigala itu.
Benturan kedua serangan itu mengguncang tempat Xika berdiri, tapi ia sudah tidak peduli.
Kini ia berfokus merasakan sekitarnya. Ia berfokus merasakan ruang.
Dan hal itu tidaklah mudah. Ruang ada di mana-mana, bahkan seluruh dunia merupakan ruang. Karena itu Xika tidak bisa dengan mudah merasakan ruang.
Xika tidak tahu berapa lama waktu sudah berlalu, ia hanya merasakan guncangan demi guncangan, tapi ia mulai merasakan ruang.
Huo Bing juga tidak tahu berapa lama waktu sudah berlalu karena tempat ini sangat gelap dan hitam, sehingga tidak ada perbedaan antara siang dan malam.
Tapi akhirnya Xika membuka matanya dan kini ia sudah memahami elemen ruang. Ia sudah bisa berkomunikasi dengan ruang meskipun hanya sedikit.
Ketika Xika sudah membuka matanya, ia melihat Huo Bing yang terlempar dan mendarat tidak jauh darinya.
Huo Bing yang ia lihat sudah berbeda dengan Huo Bing yang ia kenal.
Meskipun itu hanya tubuh yang dibuat menggunakan qi, tapi tubuhnya terlihat memiliki memar di sana-sini. Selain itu, yang paling membuat Xika khawatir adalah tubuh Huo Bing yang kini sangat tranpsaran. Bahkan berkedip-kedip beberapa kali.
Huo Bing menoleh pada Xika.
"Hah....hah....akhirnya."
Serigala itu menembakkan serangan lain yang masih sejenis dengan sinar hitam sebelumnya.
Xika menutup matanya dan berkonsentrasi. Kemudian ia memindahkan Huo Bing untuk menghindari serangan serigala itu.
Huo Bing yang kini sudah kelelahan sadar bahwa dirinya hanya akan menjadi beban bagi Xika, jadi ia memutuskan untuk kembali ke dantian Xika.
Ia berubah menjadi seberkas cahaya dan menuju dantian Xika.
"Kuserahkan padamu."
Bersamaan dengan kata-kata itu, Huo Bing masuk ke dantian Xika dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
"Hei!"
Xika memanggil serigala itu kemudian ia berpindah ruang beberapa kali.
"Lihat, aku sudah memahami ruang. Apakah ini cukup? Apakah kau terkesan?"
"Tidak."
"Apa? Kenapa?"
"Kau memahami ruang dengan tenang, sementara temanmu mati-matian melindungimu. Itu tidak membuatku terkesan. Siapapun bisa memahami ruang bila ia duduk dengan tenang. Kalau kau memahaminya sambil bertarung denganku mungkin aku akan terkesan."
"Dasar serigala sialan!
Jadi pengorbanan Huo Bing sia-sia?"
"Bukan aku yang membuat pengorbanannya sia-sia. Kau yang membuat pengorbanannya sia-sia."
"Apa? Kau menyalahkan diriku? Memangnya siapa yang membuat Huo Bing terluka hingga seperti itu?"
"Kau bisa bertarung dengannya untuk mengurangi luka yang ia terima."
Xika tidak tahan lagi dengan serigala ini. Ia tidak lagi menjaga bahasa dan kesopanannnya.
"AHHHHH!!!!!
DASAR SERIGALA SIALAN! KAU BUKAN SERIGALA.
PASTI KAU SILUMAN SERIGALA!"
"Hmph, omong kosong."
"OMONG KOSONG KAU BILANG?
SERIGALA ITU MAHKLUK YANG HIDUP BERKELOMPOK, TAPI AKU TIDAK MENEMUKAN SATUPUN SERIGALA LAIN. ITU SAJA MERUPAKAN BUKTI KAU BUKANLAH SERIGALA TANPA TEMANMU."
"Aku kuat. Aku tidak butuh teman. Teman tidak bisa selalu melindungimu, hanya kekuatan yang bisa."
Xika diam sebentar. Suaranya habis setelah berteriak cukup banyak.
"Kau tidak butuh teman? Itu semakin membuktikan dirimu bukanlah serigala. Serigala selalu bersama temannya. Serigala tidak bisa hidup sendiri, tidak ada mahkluk yang bisa hidup sendiri."
Serigala itu hanya terdiam mendengar ucapan Xika.
"Kalau begitu aku memang seharusnya mati. Tapi semua gagal karena dirimu bocah sialan.
Gadis yang kurindukan mendadak datang setelah sekian lama aku berusaha melupakannya dan ia memintaku untuk mengulang hidupku hanya untukmu. Kau dengar? Untukmu. UNTUKMU."
Serigala itu juga naik pitam setelah dimaki oleh Xika.
Xika diam sebentar menghirup udara kemudian menjawab serigala itu, (sepertinya suaranya sudah sedikit pulih)
"AKU TIDAK PEDULI SIALAN! AKU TIDAK PEDULI DENGAN GADIS BINTANG YANG KAU SUKAI ITU! AKU TIDAK PEDULI DENGAN MASALAHMU SAMA SEKALI! PERSETAN DENGAN KARTU BINTANG, AKU SUDAH BILANG BUKAN AKU YANG DIMAKSUD."
Xika diam sebentar untuk bernafas kemudian berteriak lagi.
__ADS_1
"AKU HANYA INGIN HIDUP DENGAN DAMAI! KENAPA MASALAH SELALU MENDATANGIKU? AKU SUDAH MEMILIKI CUKUP BANYAK MASALAH, TIDAK PERLU KAU TAMBAH LAGI DENGAN MASALAHMU!
MEMANGNYA KAU SIAPA? MENARIKKU KE DALAM MASALAHMU SECARA TIBA-TIBA! BILA AKU LAYAK MAKA AKU HIDUP BILA AKU TIDAK LAYAK MAKA AKU MATI? MEMANGNYA KAU SIAPA? HAH? SIAPA KAU SEENAKNYA MEMUTUSKAN NASIBKU?"
Xika berhenti lagi untuk mengambil nafas sementara serigala itu masih terdiam mendengar perkataan Xika.
"Kau bilang kau tidak butuh teman? Pantas saja gadis itu meninggalkanmu. Ia tidak mau bersama dengan orang lemah yang bahkan tidak punya teman."
"DIAM!! TAHU APA KAU! TAHU APA KAU TENTANG HIDUPKU HAH?!"
"TIDAK ADA! AKU TIDAK TAHU DAN TIDAK MAU TAHU SAMA SEKALI TENTANG HIDUPMU!"
"KALAU BUKAN KARENA GADIS ITU AKU SUDAH MEMILIKI BANYAK TEMAN! AKU MENYERAHKAN KEINGINANKU UNTUK BERTEMAN UNTUK BERSAMA DENGAN GADIS ITU! DAN IA MENINGGALKANKU! SETELAH AKU MENGHABISKAN SEMUA WAKTUKU UNTUK DIRINYA, IA MENINGGALKAN DIRIKU!
APAKAH KAU MENGERTI PERASAAN ITU?!!
PERASAAN DITINGGALKAN OLEH SATU-SATUNYA ORANG YANG MENYAYANGI DIRIMU!"
Serigala itu diam sebentar menenangkan dirinya. Ia melanjutkan,
"Heh, tidak mungkin bocah sepertimu tahu perasaan seperti itu."
"Apa? Tidak mungkin? TIDAK MUNGKIN?
JANGAN BICARA SEOLAH KAU TAHU HIDUPKU!
UMUR LIMA TAHUN AKU SUDAH KEHILANGAN KEDUA ORANGTUAKU!
UMUR SEPULUH TAHUN AKU KEHILANGAN PAMANKU YANG SELALU MERAWATKU!
DAN SEKARANG AKU MUNGKIN AKAN KEHILANGAN SATU-SATUNYA TEMAN DALAM HIDUPKU!!
SEMUA KARENA DIRIMU! DIRIMU YANG EGOIS DAN LEMAH!
KAU MENYERETKU KE DALAM MASALAHMU DAN HAMPIR MEMBUNUH TEMANKU!"
Xika menarik nafas kemudian membuangnya. Kali ini ia lebih tenang sedikit.
"Kau bilang kau sudah menghabiskan waktumu?
Sekarang kau diberi kesempatan untuk mengulang hidupmu dan memperbaiki kesalahanmu sebelumnya. Kau bisa berteman dengan banyak serigala.
Tapi kau menolak kesempatan itu? Hah? HAH?
ITULAH KENAPA KAU LEMAH!
KAU BODOH DAN EGOIS DAN LEMAH!
KESEMPATAN SUDAH ADA DIDEPANMU DAN KAU MENOLAKNYA!
KAU MENYERET ORANG LAIN DAN HAMPIR MEMBUNUH KARENA MASALAHMU SENDIRI!
DAN KAU BERTANYA TAHU APA AKU TENTANG HIDUPMU? TIDAK ADA! AKU SAMA SEKALI TIDAK TERTARIK DENGAN HIDUPMU YANG MENYEDIHKAN!"
Xika diam sebentar menenangkan dirinya, kemudian bicara lagi,
"Biarkan aku pergi. Kau sudah tidak memiliki masalah. Kau memang sudah seharusnya mati. Mahkluk sepertimu memang pantas untuk mati.
Tapi tidak dengan temanku ataupun diriku.
Aku masih memiliki alasan untuk hidup. Demikian juga dengan temanku.
Kami masih memiliki tujuan dan harapan. Terlebih kami memiliki satu sama lain.
Kau yang hidup tanpa tujuan sama sekali tidak akan mengerti apa yang kurasakan."
Serigala itu terdiam. Ia memikirkan kembali apa yang Xika katakan.
Ia berkata pada dirinya sendiri,
"Heh, benar juga. Mengapa aku mengikuti perkataan gadis itu?"
Kemudian serigala itu menutup matanya cukup lama.
Xika menunggunya dengan wajah yang tidak peduli.
Huo Bing sudah menghabiskan semua energinya hanya untuk melindungi dirinya.
Ia tidak peduli lagi. Kalau serigala itu tidak membiarkannya pergi, ia akan berjuang sampai mati.
Huo Bing sudah melindungi dirinya.
Pamannya sudah melindungi dirinya.
Kali ini giliran dirinya yang melindungi.
Ia sudah terlalu banyak dilindungi. Ia tidak akan diam lagi sementara orang lain melindunginya. Ia juga akan maju dan bertarung bersama.
Kemudian serigala itu membuka matanya. Ia sudah tidak memiliki kemarahan lagi di matanya.
"Kalau begitu tunjukkan padaku alasanmu hidup."
--------------------------------------------------------------------------------------------
*note
Maaf, di beberapa bab sebelumnya masih ada kesalahan pengunaan tanda baca. Saya tulis pake huruf miring, tapi keluarnya malah huruf biasa, cuma di kiri kanannnya ada tambahan *. Saya gatau kenapa mangatoon bisa begitu.
Jadi kalau hurufnya miring itu biasanya di pikiran. Kalau Huo Bing ngomongnya pake huruf miring itu artinya dia lagi di dalam dantian Xika. Kalau pake huruf biasa ga miring, dia lagi pake wujud fisiknya. Selain itu masih ada beberapa kesalahan lain. Saya baru perbaiki beberapa, kedepannya akan saya perbaiki lagi. Terima kasih.
__ADS_1