
Xika membuka matanya. Kemudian menatap sekelilingnya.
Dinding-dinding yang penuh dengan pola formasi, tanah-tanah yang retak, langit-langit berupa ruangan yang sangat tinggi, dan piringan bulat yang Huo Bing serang sebelumnya.
.............
Ia berpikir sebentar.
Kemudian,
"Burung Setengah Matang sialan! Kau belum makan ya?"
"Memang belum! Aku menghabiskan cukup banyak energi hanya untuk menyelamatkanmu tahu!"
"Tapi kau tidak melakukan apapun. Aku melukainya dengan cukup parah dan hampir membunuhnya."
"Apa? Aku menangkap ular sialan itu untuk mencegahnya menyerang dirimu!"
"Itu hanya kebetulan saja. Kau datang di saat-saat terakhir."
Kedua mahkluk itu-manusia dan burung-kembali berdebat. Biasanya Heiliao juga akan ikut berdebat atau setidaknya memihak salah satu, tapi kali ini tidak.
Ia menyadari sesuatu.
Huo Bing tidak sepenuhnya gagal.
Ia menatap sekelilingnya. Arah pandangannya berbeda dengan sebelumnya. Sebelum Huo Bing menembakkan formasi, ia menatap dinding yang penuh dengan pola formasi. Tapi kini ia menatap mayat ular besar yang berusaha memakan jiwa Xika sebelumnya.
"Hei."
Ia memanggil Huo Bing dan Xika, tapi mereka sepertinya tidak mendengar.
"Hei!"
Kali ini dengan suara yang lebih keras. Tapi keduanya masih tetap berdebat.
"HEI!"
".............."
Ia berhasil. Keduanya berhenti berdebat dan menatap dirinya. Mereka memiliki pandangan bertanya di mata mereka yang seolah mengatakan 'Apa? Kalau tidak penting kami ingin melanjutkan debat kami lagi.'
"Sepertinya Huo Bing tidak sepenuhnya gagal."
"Tentu saja." jawab Huo Bing dengan bangga. "Aku tidak pernah gagal. Bahkan sekalipun."
"Apa? Sepertinya kau memiliki amnesia mendadak ya? Dasar Burung Setengah Matang!"
"Apa? Coba bilang sekali lagi!"
"Burung Setengah Matang menderita amnesia!"
"Ekh-ekhem!"
Heiliao menghela nafas sebentar kemudian kembali bicara setelah mendapatkan perhatian keduanya.
"Sepertinya Huo Bing tidak sepenuhnya-"
"Tidak sepenuhnya gagal, kami tahu. Bisa dilanjutkan?"
"Hush! Jangan bicara begitu! Ia memang sudah tua, jadi sering mengulang kata-katanya."
"GRRRRRRRR!!!!!"
__ADS_1
Heiliao menggeram kencang memberi peringatan pada keduanya untuk diam.
"Setidaknya dengarkan aku bicara sampai selesai. Tidakkah kalian sadar? Posisi kalian berbeda setelah formasi diaktifkan."
Huo Bing dan Xika menatap sekeliling mereka. Kemudian mereka menyadarinya. Memang, dibandingkan sebelum formasi diaktifkan, posisi mereka berdiri agak berbeda. Mereka masih di ruangan itu, tapi arah mereka memandang sedikit berbeda.
"Apa kau tahu penyebabnya?"
"Formasi itu tidak sepenuhnya gagal. Ia memindahkan kita, meskipun hanya dalam jarak yang sangat sedikit."
"Apa? Jadi formasi itu memindahkan kita? Tapi hanya beberapa meter?"
"Formasi sialan! Kalau hanya segitu, kami juga bisa. Tidak perlu menggunakanmu."
"Tunggu. Mungkin ada penyebab lain. Coba ingat-ingat bagaimana tiga ular itu mengaktifkan formasi ini."
Xika dan Huo Bing diam sebentar untuk berpikir.
"Ketiga ular itu mengaktifkannya secara bersamaan."
Huo Bing berusaha berpikir apa lagi yang dilakukan tiga ular sialan itu, tapi sepertinya hanya itu yang dilakukan mereka. Tidak ada teknik lain untuk mengaktifkannya.
Selagi Huo Bing berpikir, Xika berjalan menuju mayat ular besar itu.
"Ada apa?"
"Tidak. Aku hanya ingin memastikan formasi terkutuk itu benar-benar rusak."
Setelah mengatakan itu, Xika mengeluarkan pisau buatannya. Ia merusak formasi itu dengan mencoret-coretnya menggunakan pisau. Kemudian ia mengganti pisaunya dengan pisau pemberian Lian Minjie. Ia melakukan hal yang sama. Ia berganti-ganti senjata beberapa kali sebelum formasi itu benar-benar hancur. Bahkan tak ada yang akan tahu bahwa dibawah goresan-goresanĀ yang dibuat Xika ada sebuah formasi yang amat berbahaya.
"Untuk apa kau ganti-ganti senjata begitu?"
"Iseng saja." jawabnya asal.
"Sebelumnya kau pernah bilang bahwa aku bisa menempa ribuan senjata dari tulang-tulang ini bukan?"
Heiliao mengangguk.
"Kalau begitu, bagaimana kalau tulang ini kita bawa saja?"
Huo Bing dan Heiliao diam sesaat.
"Aku ragu kau bisa memasukkannya ke dalam cincin spasialmu. Lagipula ukuran mahkluk sialan itu lebih besar dari yang bisa ditampung oleh cincin spasialmu."
"Kau memang benar tapi......."
Xika merogoh sakunya kemudian mengeluarkan cincin Bai Feng.
"Jeng Jeng! Kalau cincin ini, aku yakin pasti masuk."
Kemudian Xika memindahkan isi cincin Bai Feng ke dalam cincinnya, karena ia punya banyak cincin meskipun semuanya tingkat rendah. Cincin Bai Feng berwarna merah. Tingkat kedua setelah ungu yang merupakan paling tinggi. Sebenarnya tanpa memindahkan isinya pun, cincin Bai Feng masih sanggup menanggung tulang-tulang itu, tapi Xika tetap memindahkannya untuk bejaga-jaga. Lagipula ia tidak pernah punya cincin tingkat tinggi, wajar saja ia tidak tahu seberapa luas ruangan dalam cincin itu.
Whush!
Dalam satu kedipan mata, tulang-tulang besar milik 'Tetua Agung' menghilang.
Xika tersenyum puas karena berhasil memindahkan mayat itu ke dalam cincin spasial Bai Feng yang kini menjadi miliknya. Sementara Huo Bing cukup terkejut melihat mayat itu bisa dipindahkan. Biasanya tubuh dari hewan-hewan yang memiliki posisi tinggi dalam klannya tidak mudah dipindahkan atau dibawa. Ada semacam penghalang yang mencegahnya dipindahkan.
Tujuannya tentu saja untuk menjaga mayat tetap utuh dan berada di tempatnya, jadi anggota klan yang lain bisa menemukannya dan bisa diselidiki lebih jauh penyebab kematian anggota mereka. Tapi tentu saja Huo Bing tidak memperlihatkan rasa terkejutnya di wajahnya.
"Baiklah. Sepertinya urusan kita di tempat ini benar-benar sudah selesai. Haruskah kita mencoba formasi itu lagi?"
Mereka berdiskusi sebentar kemudian memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, mereka tinggal selangkah lagi untuk keluar dari tempat ini. Jadi tidak ada salahnya mereka makan untuk terakir kalinya.
__ADS_1
Huo Bing memotong-motong daging Cobra yang masih tersisa. Ia membakar semuanya. Katanya, sebisa mungkin mereka harus pergi tanpa meninggalkan jejak. Tapi Xika yakin itu hanya alasannya untuk makan lebih banyak daripada biasanya.
Selagi menunggu daging dibakar, Xika terpikirkan sesuatu.
"Apa mungkin, alasan formasinya tidak bekerja dengan sempurna sebelumnya karena Huo Bing seorang tidak cukup?"
"Apa? Aku seorang sudah lebih dari cukup tahu."
"Cih. Aku tidak mau mendengar hal itu darimu setelah gagal berkali-kali mengaktifkan formasi."
"Sebelumnya kan karena masih ada ular itu, makanya tidak berhasil."
"Lalu bagaimana dengan yang tadi?"
"..........."
Huo Bing terdiam. Ia terpaksa mengakui dugaan Xika benar. Tapi ia tidak menyerah semudah itu. Ia hendak bicara lagi, namun ketika ia membuka mulutnya, Heiliao sudah melemparkan daging setengah matang ke dalam paruhnya.
"Sudah, makan saja dulu."
Huo Bing berusaha keras menelan daging setengah matang itu. Sebenarnya ia pura-pura. Ia kan berupa roh, tidak memiliki wujud fisik. Jadi harusnya ia tidak memiliki masalah menelan daging setengah matang, bahkan daging mentah sekalipun tak apa.
"Sialan! Itu masih setengah matang tahu!"
"Masa?" balas Heiliao tenang. "Kulihat itu yang paling matang, makanya kuberikan padamu. Maaf ya." lanjutnya dengan wajah yang tidak memiliki rasa bersalah sama sekali. Sebaliknya, Heiliao cukup puas berhasil membuat Huo Bing makan daging setengah matang.
Kemudian burung dan serigala itu berdebat lagi. Mereka berhenti ketika daging-daging sudah mulai matang. Mereka makan bersama, setelah itu saling bercanda tawa, dan berbagi kisah mereka.
Mereka ingin menghabiskan waktu terakhir dengan cukup baik. Meskipun terperangkap di tempat ini cukup buruk, tapi mereka juga mendapat manfaat yang tidak sedikit. Pil-pil yang mereka dapatkan sebelumnya cukup banyak membantu dalam kultivasi mereka. Selain itu, mereka juga mendapat tempat latihan yang cukup privat sehingga dapat berlatih dengan bebas tanpa takut terlihat oleh orang lain. Terutama ketika Xika melatih sayapnya.
Selesai makan, mereka bertiga berjalan mendekati piringan bulat itu kemudian mengelilinginya.
"Baiklah, ayo kita coba bersama!"
Huo Bing dan Heiliao mengangguk.
Tubuh Huo Bing bersinar, kemudian klon es dan apinya muncul. Huo Bing beserta kedua klonnya membuka mulutnya dan mengumpulkan qi bersiap menyerang.
Heiliao berdiri dengan kakinya yang sedikit ditekuk, seolah-olah hendak menyerang. Ia membuka mulutnya kemudian muncullah lubang hitam yang memancarkan aura berbahaya.
Xika sendiri menatap piringan itu dengan senyum di wajahnya. Perlahan, mata kanannya bersinar dan keempat simbol elemen yang berada dalam satu lingkaran keluar dari matanya dan bersinar mengumpulkan qi.
"Tunggu aba-abaku!" kata Xika.
Ia mengumpulkan qi selama beberapa saat sampai benar-benar yakin bahwa qinya cukup, kemudian berkata,
"Sekarang!"
WHOOOSSHHH!!!
Huo Bing beserta kedua klonnya menembakkan serangan dari mulut mereka. Semburan api, es dan gabungan keduanya menuju piringan bulat di tengah.
BLARRRR!!!!!
Heiliao memuntahkan qi yang telah ia hisap dengan lubang hitamnya. Sinar hitam dengan aura yang cukup mencekam keluar dari lubang hitam di mulutnya.
SRINGGGGG!!!!
Lingkaran berisi keempat simbol elemen yang keluar dari mata Xika menembakkan empat serangan elemen sekaligus.
Dan ketiga serangan itu mengenai piringan bulat di tengah dengan waktu yang bersamaan. Piringan itu mulai bersinar diikuti pola disekitarnya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
WHOSH!
__ADS_1