Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-306


__ADS_3

Brengsek! Xika memaki dirinya sendiri yang tidak menyadari kekuatan sebenarnya dari sekte besar. Harusnya ia sudah bisa menebak hal apa yang mengkategorikan berbagai sekte menjadi kecil, menengah dan besar. Kini situasi berbalik, apa yang harus ia lakukan untuk bisa keluar?


Xika menoleh menatap Heiliao yang mengamati keadaan dan sesekali memastikan bahwa pamannya baik-baik saja. Ia benci mengatakannya, tapi saat ini keberadaan pamannya merupakan beban tambahan. Tidak cukup dirinya menjadi beban bagi Huo Bing dan Heiliao karena terlalu lemah, kini ia membawa pamannya juga dan semakin membebani keduanya.


Ia mendekat pada Heiliao dan berniat berdiskusi sebentar mengenai elemen ruang, selagi masih ada kesempatan. Karena tampaknya kultivator-kultivator yang baru datang masih sibuk mengamati keadaan.


"Heiliao, kalau kita menggunakan elemen spasial bersama, seberapa jauh kita bisa pergi?" Xika menyadari bahwa batasnya hanyalah beberapa kilometer dari Akademi. Itupun dengan menggunakan seluruh kekuatannya dan setelahnya ia tak akan mampu bergerak.


Heiliao mengerutkan keningnya beberapa saat sebelum menjawab, "Aku tak yakin, paling jauh kita bisa sampai di perbatasan Ibukota, tidak, mungkin kurang dari itu. Itupun kalau aku bisa menggunakan elemen ruang bersama denganmu. Dalam kasus terburuk dan kau hanya bisa memindahkan dirimu sendiri, seberapa jauh kau bisa pergi?"


Xika menggelengkan kepalanya menandakan bahwa itu tak cukup. Ia menyadari maksud Heiliao. Jika Xika dapat berpindah tempat cukup jauh sampai ia aman dari incaran para sekte besar itu, Heiliao pasti akan mendorongnya melakukan hal tersebut.


Serigala itu pasti akan mengatakan bahwa yang menjadi incaran utama para sekte besar adalah Xika, jadi tak masalah meninggalkan dirinya dan Huo Bing disini. Tapi Xika tak akan melakukan hal tersebut. Lagipula, sekalipun Heiliao dan Huo Bing bukan incaran utama, para sekte besar masih mungkin menyiksa keduanya untuk memaksa Xika muncul. Belum lagi ada pamannya.


"Kemarikan tanganmu, biar kucek seberapa besar peluang kita lolos."


Xika mengulurkan tangannya yang segera disambut Heiliao. Serigala itu mengalirkan qi nya kedalam tubuhnya sambil mengerutkan kening kemudian membukanya setelah diam beberapa saat.


"Ini lebih buruk dari dugaanku. Kalaupun kita bisa lolos dari tempat ini, kita masih berkilo-kilometer jauhnya dari perbatasan ibukota. Setelah itu kita masih harus melewati hutan liar yang menjadi perbatasan antara Dinasti Lin dengan Dinasti Tang. Entah berapa lama waktu yang akan dibutuhkan untuk melewatinya dengan selamat. Itupun kalau kita tidak dikejar."


Ekspresi Xika seketika semakin memburuk. Namun sayangnya, ia tak memiliki waktu untuk berpikir lagi. Kedua belas kultivator Royal Realm yang baru datang tampaknya sudah selesai mengamati keadaan dan menyimpulkan bahwa pihak mereka sedang dirugikan saat ini. Namun fokus utama mereka bukanlah para pemimpin sekte, melainkan Xika. Tidak, lebih tepatnya pohon yang ada di belakang Xika.


Entah dengan alasan apa mereka tidak membantu pemimpin mereka, mungkin mereka tidak ingin mengganggu pertarungan pemimpin mereka, Xika tidak tahu. Tapi mereka semua bergerak secara serempak mengepung Xika.


"Bocah, minggirlah kalau masih ingin hidup." ucap salah seorang yang mengenakan jubah mirip dengan Tian Yue, Xika menyimpulkan pria itu berasal dari Sky Devouring Castle.


"Bodoh, jangan biarkan ia kabur! Ia memiliki lebih banyak buah kehidupan daripada yang ada di pohon!" teriak Han Li tiba-tiba.


DUAK!

__ADS_1


BLAR!


Huo Bing segera membungkam pria tua itu dengan tinju apinya yang segera ditangkis oleh Han Li. Di belakangnya Meng Fuqin kembali melancarkan serangan dengan gencar. Ketiganya kembali sibuk bertarung satu sama lain dan tak dapat memusatkan perhatian ke arah lain. Meskipun begitu, ucapan Han Li sebelumnya sudah cukup untuk membuat kultivator Royal Realm yang baru datang itu mengalihkan pandangan dari Pohon Kehidupan dan menjadikan Xika sebagai incaran utama.


"Yah, siapa yang menyangka bocah ingusan seperti ini akan memiliki banyak harta tak ternilai?" Yang berbicara kali ini adalah kultivator Immortal Pearl Pavillion.


"Bocah, kutarik ucapanku. Serahkan buah-buahan itu kalau kau masih ingin hidup." ucap pria yang pertama bicara.


Xika menggertakkan giginya sambil menatap tajam. Menilai dari aura yang dikeluarkan mereka, 3 orang di tingkat High-Jack, 4 di Middle-Jack, dan lima sisanya di Low-Jack. Kalau hanya Low-Jack saja ia harusnya bisa mempertahankan dirinya sekalipun dikepung lima orang. Middle-Jack? Kesempatannya semakin kecil tapi masih bisa dicoba. High-Jack? Mungkin mustahil.


"Bocah, cepat serahkan sebelum aku kehilangan kesabaran. Kuberi tahu, kau tak akan sanggup menanggung akibatnya."


"Berhenti bicara dengannya. Biarkan tinju kita yang memaksanya!"


Tepat sebelum kultivator dari Sky Devouring Castle dan Immortal Pearl Pavillion membuat gerakan, bayangan Xika kembali bergerak-gerak. Kemudian dari dalam bayangannya, melompatlah tiga orang yang mengenakan jubah identik dengan Li Ming.


Ketiganya bertukar tatap dengan Xika sesaat kemudian tersenyum gila seolah sudah mengetahui siapa lawan mereka dan langsung melesat pada tiga kultivator yang berada di tingkat High-Jack dan memulai sebuah pertarungan yang tak kalah luar biasa dengan pertarungan para pemimpin.


Empat kultivator di Low-Jack mengambil tindakan lebih dulu dan menyerang Xika. Sebagian berusaha menahannya di tempat agar tidak bisa kabur. Sementara yang lain berusaha menyerang Heiliao dan Su Chen.


Xika memang tidak berniat kabur. Ia memutar Space Shifter di tangannya dan menangkis serangan yang datang sambil menghindari beberapa serangan yang berniat menjebaknya.


Heiliao di sisi lain mendengus melihat serangan yang ditujukan padanya. Meskipun ia tak bisa menggunakan elemen ruang di sini, bukan berarti ia tak bisa bertarung sama sekali. Ia melambaikan tangannya dan dengan mudah menahan bola-bola angin yang ditujukan padanya.


Hal yang serupa juga berlaku untuk Su Chen. Ia adalah pemimpin dari Divine Array Clan dan sudah berada di High-Jack. Masing-masing kultivator Middle-Jack yang berusaha menyerangnya hanyalah anak ingusan di matanya. Sebuah formasi terang muncul di depannya dan menyerap semua serangan yang diberikan. Kemudian beberapa saat kemudian formasi tersebut kembali bercahaya sambil memuntahkan serangan yang diserapnya sebelumnya.


Sambil menangkis dan menghindari serangan yang datang, Xika kembali mengamati situasi. Dari dua belas kultivator yang datang, tiga diantaranya sudah diatasi oleh Dark Shade Abyss, empat kultivator Middle-Jack sedang menghadapi Heiliao dan Su Chen, sementara ia sendiri berhadapan dengan empat kultivator Low-Jack. Lantas dimana satu lagi?


Xika segera menoleh dan menemukan satu kultivator yang luput ia perhatikan berada tidak jauh dari Pohon Kehidupan. Hanya tinggal beberapa langkah baginya untuk mendapatkan salah satu dari empat buah yang tersisa di pohon tersebut.

__ADS_1


"Brengsek!"


Dari jarak sejauh ini, Xika tak akan sempat menghentikan pria itu.


Set!


SWOSH!


Pria itu mengulurkan tangannya dan hendak memetik salah satu Buah Kehidupan. Namun tepat di saat tangannya hampir memetik buah tersebut, sebuah panah angin dengan kecepatan tinggi melesat mengincar tangan pria tersebut.


Pria itu, yang berasal dari Burning Abyss Clan, cepat-cepat menarik tangannya sebelum panah tersebut memutuskan tangannya. Beruntung ia berhasil menarik tangannya tepat waktu. Ia menoleh dan menemukan serangan tersebut berasal dari ujung ruangan yang memisahkan tempat ini dengan ruang bawah tanah.


Di sana, berdirilah lima sosok yang tidak asing bagi Xika. Sekalipun ia memiliki sejarah buruk dengan mereka, tapi kedatangan mereka saat ini adalah bantuan yang tidak akan ia tolak.


Kelima sosok tersebut tidak lain adalah Jing Wei dengan empat pelindung. Yang menembakkan panah sebelumnya adalah Penatua Fen. Jubah hijaunya berkibar-kibar seolah menikmati kekacauan yang sedang terjadi di tempat ini.


Tapi entah kenapa, jubahnya tidak bersih seperti biasa. Ada bercak darah dan mengalami sedikit robek di beberapa tempat. Dan bukan hanya jubah Penatua Fen saja yang seperti itu. Tiga Penatua lainnya bahkan Jing Wei sendiri juga mengenakan jubah yang kusut dan tidak kalah kacau dari jubah Penatua Fen.


Kemudian Xika menyippitkan matanya dan memfokuskan pandangan lebih jauh. Meskipun ia tak melihat adanya tubuh kultivator dari sekte lain, tapi ia bisa merasakan aura qi yang kacau di kejauhan sana. Tidak diragukan lagi kelimanya telah mengalami pertempuran sebelum sampai ke tempat ini.


Mungkin itu alasan kelimanya datang terlambat? Tapi mengapa Jing Wei bersama mereka. Bukankah ia sebagai Kepala Akademi harusnya menjaga semuanya tetap aman dan terkendali? Darimana saja ia?


Kemudian sadarlah Xika apa yang dilakukan Jing Wei dan empat Penatua lainnya. Mereka memastikan para murid aman, mungkin mengevakuasi mereka atau semacamnya. Yang pasti tindakan tersebut tidak mulus juga dilihat dari jubah mereka.


"Maaf kami terlambat." Penatua Fen yang pertama berbicara. Ia memberikan senyumnya yang biasa pada Xika.


Jing Wei maju selangkah dan menatap Xika, "Kurasa aku harus berterima kasih padamu karena telah melindungi tempat ini, kurasa?"


Xika mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban. Kemudian melompat mundur ketika sebuah panah api diarahkan padanya. Bagaimanapun juga, ia datang ke tempat ini bukan untuk melindungi tempat ini. Ia hanya tidak ingin rencana Han Li berhasil dan membiarkan pria itu menikmati semua harta tak ternilai sendirian. Tapi terserah kalau Jing Wei menganggap tindakannya itu untuk melindungi tempat ini.

__ADS_1


"Dan sekarang," Jing Wei menatap berbagai pemimpin sekte yang ada di sini satu persatu, "kurasa sudah saatnya mengakhiri perjamuan ini."


__ADS_2