
"Ini.........bukankah ini terlalu brutal?" tanya Xika sambil melihat pertarungan di bawah. Keduanya sibuk bertukar serangan dan kata, tak lagi mempedulikan pertahanan. Mereka hanya fokus untuk menyerang dan berteriak mengungkapkan isi hati masing-masing.
Xika tak kunjung mendapat jawaban setelah menunggu beberapa saat, jadi ia menoleh menatap Xuehao dan mendapat airmata yang sama kembali menghiasi wajahnya. Airmata kesedihan. Dan kali ini ada sedikit kepahitan yang bercampur.
"............"
Xika terdiam melihat serigala yang telah membawanya kesini. Mengapa ia menangis? Apa karena perkataan Heiliao? Atau karena Lang Yan melukai Heiliiao? Dan apa alasan dibalik kepahitan dalam air matanya itu? Kenapa ia merasa seperti orang luar yang tak tahu apa-apa sama sekali?
Yah, Huo Bing juga sama bingungnya dengan Xika. Ia bersama Xika saat Xuehao menangis waktu itu. Hanya saja ia tak membentuk tubuhnya karena takut mengganggu, dan kali ini pun begitu, ia tak membentuk tubuhnya. Tapi meskipun ia telah mendengar cerita Xuehao, ia masih kebingungan sama seperti Xika.
Siapa yang dimaksud 'Dia'? Apa Xika yang dimaksud dengan 'anak itu'? Kenapa Lang Yan perhatian dengan 'Dia' ini? Apa Heiliao benar-benar sepenting itu sampai seluruh kaum serigala hampir hancur ketika ia pergi? Apa posisinya sebagai Alpha ia dapatkan dengan terpaksa? Kenapa? Dan kenapa ia merasa berhak meninggalkan kaumnya?
Xika tak mengganggu Xuehao lebih jauh. Ia kembali memperhatikan pertarungan keduanya. Saat ini Heiliao berhasil mengoyak rusuk kiri Lang Yan sementara serigala tua itu berhasil menusukkan ekornya yang menjadi tajam ke perut Heiliao.
"Kenapa? Kenapa kau meninggalkan kami? KENAPA?! APA KAMI BENAR-BENAR TIDAK BERHARGA DI MATAMU?!!"
Lang Yan memutar ekornya yang masih di perut Heiliao, kemudian melempar serigala hitam itu ke laut. Heiliao mendarat dengan punggungnya. Air laut mengenai lukanya dan membuatnya semakin perih, tapi ia tak memperdulikannya.
Serigala hitam itu berdiri, tapi tak melangkah maju. Ia membiarkan lukanya dihantam oleh deburan ombak dibawah tatapan tajam dari Lang Yan dan seluruh pemimpin serigala yang entah sejak kapan ikut menonton. Tapi Xika yakin bahwa posisinya menonton adalah posisi paling baik seperti yang dikatakan Xuehao.
"Diam. Diamlah. Jangan katakan. Apapun yang mereka lakukan mereka adalah serigala seperti ayah dan ibu."
Ratusan pasang mata menatap Heiliao, menantikan jawaban dari sang Alpha. Semuanya sama penasarannya dengan Lang Yan, mengenai alasan Heiliao pergi begitu saja, tanpa sepatah katapun. Dan sejujurnya, Lang Yan telah mewakili mereka untuk menghajar Heiliao.
"Jangan bicara. Kau harus menerima mereka. Harus. Jangan kecewakan ayah dan ibu."
Lang Yan tidak lagi sabar untuk menanti jawaban Heiliao. Serigala tua itu berlari maju dan menerjang Heiliao. Sasarannya itu hanya diam saja meskipun terjangan Lang Yan membuat mereka berdua berguling-guling ditemani ombak yang datang dan pergi.
BUK!
Lang Yan menampar Heiliao dengan punggung tangannya hingga kepala serigala hitam itu terendam air untuk sesaat. Satu-satunya gerakan yang dilakukan Heiliao hanyalah mengeluarkan kepalanya dari laut. Setelah itu, ia kembali diam membuat Lang Yan menatapnya dengan semakin geram.
SLASH!
BUK!
JLEB!
CRASH!
Lang Yan memberikan berbagai serangan mulai dari cakaran, pukulan ekor, tusukan ekor, dan gigitan yang berhasil membuat darah menyembur dan mewarnai sedikit air laut itu menjadi merah. Tapi Heiliao hanya berdiam diri. Sesekali ia menegakkan tubuhnya agar tak terendam air, lalu kembali diam. Seolah sengaja membiarkan Lang Yan menyerangnya.
"SIALAN!"
__ADS_1
HAP!
Lang Yan menggigit leher Heiliao. Kali ini ia tak langsung melepasnya. Ia berjalan keluar dari air dengan menyeret Heiliao di mulutnya. Sang Alpha terlihat begitu lemah dan menyedihkan diseret hingga membentuk jejak di pasir yang juga diwarnai darahnya.
Lang Yan membawa Heiliao ke hadapan semua pemimpin kaum serigala yang melihat mereka. Ia mengangkat mulutnya dan memperlihatkan sosok menyedihkan Heiliao ke hadapan mereka semua. Ia menuai berbagai tanggapan, ada yang sedih, ada yang marah, ada yang tidak suka, tapi semuanya mengandung sakit hati.
Puh!
Bruk!
Lang Yan menghempaskan Heiliao. Ia menatapnya dengan pandangan penuh kecewa. Kemudian berbalik pergi.
"Pergilah. Kau tidak layak menjadi serigala. Jangan pernah kembali lagi."
Heiliao berdiri dengan gemetar. Tapi wajahnya memperlihatkan senyum mengejek. Ia sudah tak tahan lagi.
"Aku memang bukan serigala. Sejak awal tak seharusnya aku berada di sini. Aku kembali hanya untuk anak itu. Dan aku akan pergi dengan anak itu."
Lang Yan langsung berbalik. Pandangan matanya kembali terisi amarah. Tapi kali ini lebih banyak dibanding sebelumnya.
"SIALAN! KAU TIDAK PEDULI DENGAN STATUSMU SEBAGAI SERIGALA TAPI MASIH PEDULI DENGAN ANAK ITU? KENAPA, HAH? APA KARENA WANITA ITU? APA KAU PERNAH MEMANDANG SERIGALA SEBAGAI SUATU KEBANGGAN?"
Tatapan Heiliao juga berubah. Terisi dengan amarah dan sakit hati. Dan kali ini sosoknya berubah. Bukan lagi sosok menyedihkan yang tidak layak menjadi pemimpin para serigala. Kini ia berdiri tegap dengan seluruh badannya yang memancarkan wibawa dan aura buas khas serigala.
"BENAR! AKU TIDAK PEDULI DENGAN KALIAN! AKU PEDULI DENGAN ANAK ITU! SEJAK AWAL AKU BUKANLAH SERIGALA! APA KAU PERNAH MELIHAT SERIGALA TANPA KELOMPOKNYA?!"
Xika berada di tebing selatan sementara para pemimpin lainnya berada di tebing utara. Serangan Heiliao itu sukses menghancurkan bagian atas tebing utara hingga para serigala itu terjatuh dari tempat mereka menonton.
"KENAPA KAU TIDAK PERNAH BANGGA SEBAGAI SERIGALA? KAMI INI KELUARGAMU SIALAN! KENAPA KAU MEMBUANG KAMI BEGITU SAJA?! SIALAN!!"
Heiliao tertawa dengan lantang. Tawanya bergema ke seluruh tebing, penuh dengan ejekan dan sakit hati.
"HAHAHAHAHA.............................Keluarga kau bilang? KELUARGA? LUCU SEKALI SIALAN! Kau bilang mereka adalah keluargaku? Dimana mereka saat aku hidup sebatang kara dan kesulitan mencari makan? Dimana mereka saat aku menderita di ujian Pewaris Ruang Putih? Dimana mereka saat aku menolak menjadi pemimpin? DIMANA HAH?!!
Bukankah keluarga saling membantu, tolong-menolong, menghormati keputusan yang lain? Heh, aku tidak pernah mendapatkan semua itu selama menjadi serigala. TIDAK PERNAH! CAMKAN ITU SIALAN!"
Heiliao berbalik menatap Xika dan Huo Bing yang merasa harus membentuk tubuhnya.
"Mereka adalah keluargaku. Mereka mengajarkanku apa itu keluarga dan persahabatan. Merekalah yang bertempur bahu-membahu di ambang kematian bersamaku. Merekalah yang memberitahuku kesalahanku. Merekakah yang membuatku tertawa. Mereka yang membuatku mensyukuri hidup ini. Dan sekarang kau bertanya kenapa aku membuang kalian semua begitu mudah? Kenapa aku lebih memilih mereka dibanding kalian?
PAKAI OTAK KALIAN SIALAN!!!!"
Ratusan pemimpin klan itu terdiam mendengar perkataan Heiliao. Mereka semua tahu masa kecilnya yang penuh dengan penderitaan. Orangtuanya meninggal tidak lama setelah ia lahir. Ia hidup sebatang kara tanpa ada satupun serigala yang membantunya. Dan mereka tidak bisa membalas perkataannya sama sekali.
__ADS_1
Tapi dari ratusan serigala yang tengah menundukkan kepalanya itu, ada seekor serigala yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
"SIALAN! KAU TIDAK PERNAH MEMBERI KAMI KESEMPATAN!"
Lang Yan.
"Kesempatan? Apa yang kau harapkan? Diriku sekarat dan kau membangkitkanku? Kalau saja ada satu serigala, satu saja yang membantuku di masa kecil, aku tak akan seperti ini. Tapi apakah ada? Tidak. Kalau ada satu serigala yang menolongku dari ujian Pewaris Ruang, aku tak akan seperti ini. Apakah ada? Tak ada. Kalau ada satu serigala yang berdiri dan menyuarakan pendapat bahwa pemimpin itu tidak adil, aku tak akan seperti ini. Tapi tak ada. Tak ada serigala yang membantuku, menolongku dari ujian mengerikan, dan latihan kepemimpinan sialan itu. Tak ada. TAK ADA!
AKU SUDAH MEMBERI KALIAN BANYAK KESEMPATAN! Dan setelah semua itu berlalu, kau meminta kesempatan lagi? TERLAMBAT SIALAN!"
Lang Yan berlari maju.
"LALU BAGAIMANA DENGAN XUEHAO, SIALAN?!!"
"BERISIK! AKU JATUH CINTA PADA GADIS LAIN! APA AKU HARUS MENCINTAI SEMUA YANG MENCINTAIKU? IA YANG PERTAMA MEMBERIKANKU CINTA! APA AKU SALAH JATUH CINTA PADANYA?!"
"SETIDAKNYA KAU TIDAK PERLU BERSIKAP SEPERTI ITU PADANYA!"
"APA YANG KAU INGINKAN? KAU TAHU ALASANKU BERSIKAP SEPERTI ITU! APA IA AKAN BERHENTI MENCINTAIKU BILA AKU BERSIKAP BAIK PADANYA? TIDAK! IA AKAN SEMAKIN MENCINTAIKU. DAN KAU AKAN KEMBALI MENYALAHKANKU! ITU BUKAN SALAHKU CINTAMU TAK BERBALAS SIALAN!"
"AHHHHHHH!!!!!"
"RRAAAAAAA!!!!!"
Lang Yan mengumpulkan qi di mulutnya dan bersiap menembakkannya pada Heiliao. Heiliao juga melakukan hal yang sama. Mulutnya terbuka dan menyerap qi di sekelilingnya.
Mulut keduanya semakin bercahaya menerangi malam yang gelap. Tapi suasana hati semua serigala saat ini sama gelapnya dengan malam. Dua pemimpin mereka akan saling membunuh. Serangan yang mereka kumpulkan sudah berbeda dengan sebelumnya.
Ini bukan serangan untuk sekedar melampiaskan amarah. Tapi serangan yang memang bertujuan untuk membunuh lawannya. Dan itulah yang ada di mata Heiliao dan Lang Yan. ***** membunuh.
"TIDAKKKK!!!!!"
Serigala putih, satu-satunya pemimpin yang tidak turun kebawah tebing berteriak sedih tak rela kisah cinta segitiga mereka berakhir seperti ini. Semua yang telah mereka lalui bersama selama ini, sebagai pemimpin dari kaum serigala, sebagai teman masa kecil, semuanya akan musnah begitu saja bersama dengan serigala yang mencintai dan dicintainya.
WHUSHHHH!!!
WHOSHHHH!!!
Heiliao dan Lang Yan menembakkan serangan mereka bersama.
"Capsah Technique, Second Way: Pair."
"Cygnix Breath: Burning Ice."
__ADS_1
Dua buah gelombang tebasan menghantam serangan Lang Yan bersamaan dengan ribuan kristal es yang terbakar menabrak serangan Heiliao.
DUARRRRRRRRR!!!!!