
Kombinasi seragan ketiganya menimbulkan asap yang lebih lebat dibanding sebelumnya. Semua pasang mata memandang pada arah Xika berada sebelumnya. Masing-masing dengan nafas yang terengah-engah dan masih dipenuhi dengan rasa tidak percaya.
"Hah.......hah.......dengan...ini.........harusnya.......selesai....bukan?"
"Harusnya.....begitu......hah......"
Zhen Fang dan Di Lang melepas kewaspadaan mereka. Gabungan serangan mereka barusan cukup kuat, bahkan mungkin cukup untuk menumbangkan kultivator Low-Jack, atau setidaknya memberikan luka berat. Xika yang hanya berada di Forming Qi 8? Tidak perlu ditanya.
Berbanding terbalik dengan Zhen Fang dan Di Lang, Han Feng dan Tian Li masih merasakan perasaan gelisah yang tak kunjung hilang. Perasaan itu muncul sejak Xika memperlihatkan penguasaannya atas tiga kemudian empat elemen. Harusnya perasaan itu hilang ketika Xika dikalahkan bukan? Mungkinkah, Xika masih belum kalah?
Han Fengpun merasa demikian. Sekalipun ia berharap Xika kalah karena serangan barusan, tapi rasanya tak mungkin orang yang menguasai empat elemen dapat dikalahkan dengan mudah seperti itu. Sekalipun, sepertinya Zhen Fang, Tian Li, dan Di Lang tak merasa barusan itu mudah.
Beberapa saat berlalu dan asappun mulai memudar. Samar-samar terlihat sebuah sosok di dalam sana. Tapi rasanya ada yang aneh. Sosok itu tidak sedang berbalik atau terluka. Kelihatannya ia sedang berjongkok sambil ditutupi sesuatu yang cukup besar di sekelilingnya. Apa itu?
"Sialan. Aku terpaksa menggunakannya. Padahal aku berencana untuk tidak menggunakannya."
Mendengar ucapan itu Zhen Fang dan Di Lang kembali waspada. Sedangkan Han Feng dan Tian Li dilanda perasaan senang karena firasatnya benar sekaligus terkejut karena Xika masih belum kalah.
"Brengsek.......jangan bilang...setelah semua serangan itu ia masih belum kalah?"
"Hahaha......sayang sekali, aku masih jauh dari kata kalah. Mungkin malah lebih dekat dengan kata menang." Asap memudar sepenuhnya dan menunjukkan sosok Xika yang kini berdiri sambil memberikan senyum penuh percaya diri.
Ada dua hal yang membuat keempatnya terkejut. Pertama, Xika tidak terluka sedikitpun. Kondisinya masih sama seperti ketika ia belum diserang oleh kombinasi keempatnya. Padahal mereka semua telah mengeluarkan serangan pamungkas mereka. Tapi itu masih belum berhasil menggoresnya sedikitpun.
Kedua, benda yang mengelilingi Xika. Kalau dilihat lebih seksama, itu adalah kartu. Bagaimana mungkin kartu yang tipis seperti itu dapat menahan gabungan serangan mereka bertiga? Dan lagi, darimana Xika mendapatkan kartu yang begitu kuat?
"Sialan......apa-apaan kau ini......siapa sebenarnya kau? Bagaimana mungkin serangan tadi tidak berhasil memberikan satu goresanpun padamu?!!"
"Hm, bagaimana ya? Entahlah. Ngomong-ngomong soal identitasku, kau bisa menganggapku bocah antah berantah."
Di Lang tampaknya tidak puas dengan jawaban Xika dan semakin marah, tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Sementara Han Feng menatap Xika semakin tajam. Samar-samar ia dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi sehingga Xika tidak terluka sedikitpun. Dan itu ada hubungannya dengan kartu yang mengelilinginya, entah bagaimana.
SYUT!
Xika memutuskan untuk berhenti berbasa-basi. Ia melesat maju dan mengayunkan Space Shifter menuju Di Lang dengan Cosmos yang masih mengelilingi tubuhnya. Ia memilih Di Lang sebagai target pertama karena kelihatannya ia yang paling mudah dihabisi.
Seperti yang sudah Xika duga, teknik yang digunakan Di Lang bagaikan pedang bermata dua, itu membuatnya kuat tapi juga memberinya efek samping. Hal itu terlihat jelas dari wajah Di Lang yang seolah sedang menahan sakit. Selain itu, refleksnya semakin lambat.
Di Lang terlambat menghindar sehingga Space Shifter berhasil memukul kepalanya dan membuatnya tersungkur.
BRUK!
SYUT!
Tentu saja, Han Feng dan Zhen Fang tak akan membiarkan Xika berfokus pada Di Lang saja. Saat ini, semakin banyak bantuan yang bisa didapat semakin baik. Peluang mereka mengalahkan Xika akan semakin kecil bila Di Lang dikalahkan.
TANG!
Sayangnya, serangan keduanya tidak berhasil mencapai sasaran. Golok Han Feng dan pedang tanah Zhen Fang (dibuat menggunakan tanah yang menutupi tubuhnya) ditahan oleh Cosmos/kartu Xika. Suara besi yang beradu terdengar ketika serangan keduanya ditahan, padahal yang menahan hanyalah beberapa lembar kartu yang tipis.
"Heh." Xika mendengus kemudian kembali menyabetkan Space Shifter. Han Feng menangkisnya kemudian balas menebas, Xika bahkan tidak repot-repot menghindar. Ia mengabaikan sepenuhnya serangan Han Feng dan berfokus untuk melayangkan serangan menuju Zhen Fang.
TANG!
TRING!
TING!
"Brengsek! Apa-apaan ini?!" Han Feng berteriak kesal karena daritadi serangannya tak ada yang mengenai Xika, semuanya sukses ditahan oleh kartu yang mengelilingi Xika. Anehnya, kartu-kartu itu dapat bergerak menahan setiap serangannya tidak peduli dari mana ia menyerang, seolah-olah mereka hidup dan memiliki pikiran sendiri.
Tanpa bantuan Han Feng, Zhen Fang kesulitan menghadapi Xika sendirian sehingga ia terdorong mundur.
"Ck, sialan! HEAH!" Zhen Fang melemparkan pedangnya kuat-kuat kemudian melompat mundur sejauh mungkin.
Xika menepis pedang tanah Zhen Fang itu, namun ketika Space Shifter menyentuhnya, pedang itu langsung meledak.
BLAR!
Xika dan Han Feng yang berada paling dekat dengan ledakan terhempas sebagai akibatnya. Namun karena kartunya, Xika tak mendapat luka berarti. Hal yang sama berlaku untuk Han Feng karena ia menguasai api, jadi pada titik tertentu api tidak lagi melukai tubuhnya.
"Bodoh! Kalau mau menyerang lihat-lihat dulu, sialan!" umpat Han Feng.
__ADS_1
"Berisik! Situasinya mendesak, tahu!" balas Zhen Fang tak mau kalah.
Keduanya memutuskan untuk berhenti berdebat dan kembali menyerang Xika, namun ketika mereka menoleh, mereka tak menemukan siapapun.
"Brengsek! Di Lang!" Han Feng segera mengedarkan pandangannya mencari Di Lang, mengira Xika kembali mengincar Di Lang, karena dialah target Xika sebelumnya. Zhen Fang juga melakukan hal yang sama dan segera mencari Di Lang.
"Aku disini."
Di Lang muncul di samping mereka membuat keduanya kembali membalikkan kepala.
"Apa? Kalau kau di sini lalu dimana-Sialan! Dia tidak mengincar Di Lang tapi Tian Li!"
Pada saat mereka sadar siapa target Xika sebenarnya, mereka sudah terlambat. Xika sudah menghantam dada Tian Li dengan Space Shifter ditambah kombinasi empat elemennya.
DUAK!
"AKHH!!!"
BRUK!
Tian Li terlempar tanpa daya. Ia sudah tak bisa melawan. Seluruh energinya telah dipakai beberapa saat lalu untuk menyegel pergerakan Xika, siapa yang menyangkan bahwa cara itupun ternyata masih gagal? Kini ia benar-benar tak memiliki energi tersisa dan hanya bisa pasrah menjadi kantung tinju.
"Heh.......kau mungkin mengalahkanku........tapi 'ia'......pasti akan membalaskan dendamku........uhuk!"
JEB!
Xika menginjak wajah Tian Li dengan keras. "Hei, brengsek. Sebenarnya siapa 'ia' yang daritadi kau bicarakan, hah? Bicara yang jelas, sialan!" Xika menggerak-gerakan kakinya di wajah Tian Li sehingga menyebabkan wajahnya semakin kotor dan menghilangkan harga dirinya.
"Heh......injaklah aku sesukamu.......'ia' yang kusebut......semua orang mengenalnya....."
BRAK!
Xika menginjak wajah Tian Li semakin keras sehingga sebagian kepalanya terbenam ke dalam tanah. "Makanya daritadi aku tanya dia itu siapa, brengsek!"
Dengan gigi yang patah dan dipenuhi tanah, Tian Li menjawab, "Jenius nomor satu Dinasti Lin, Tian Yin........"
Mendengar ucapan Tian Li itu, Xika terdiam. Kemudian mendadak wajahnya menggelap. "Hei, kau punya hubungan apa dengannya?"
"Begitu. Terima kasih atas informasinya. Biar kuberi kau hadiah. Dan, tolong sampaikan salamku padanya."
Xika mengangkat Space Shifter tinggi-tinggi kemudian menusukkannya ke dantian Tian Li sambil dilapisi kombinasi empat elemen.
BRUK!
BLARR!
Zhen Fang, Han Feng dan Di Lang yang menyaksikan kejadian barusan tertegun. Ketika mereka menyadari Xika tengah mengincar Tian Li, mereka segera melesat ke arahnya. Namun Han Feng menghentikan mereka melangkah lebih jauh karena penasaran dengan perbincangan keduanya. Sayangnya, ia terlambat bereaksi untuk menghentikan Xika menghancurkan dantian Tian Li.
Kini dihadapan mereka terbaringlah Tian Li, mantan rekan mereka yang sebelumnya memiliki masa depan yang cerah. Namun kini, ia tak lagi memiliki masa depan. Dantiannya hancur. Masa depan yang menantinya tinggal dua. Pertama, ia bunuh diri karena tidak tahan hidup sebagai orang cacat, atau ia dikeluarkan dari klannya karena sudah tak berguna lagi. Yang manapun yang terjadi, bukanlah akhir yang baik.
"Tidak perlu panik begitu. Sebentar lagi kalian juga akan memaninya, kok." ucap Xika tenang kepada ketiganya yang masih tertegun.
"Sinting! Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan, bocah?!" Di Lang berteriak.
"Hm? Tentu saja. Aku menghancurkan dantiannya apa lagi?"
"Saudara Xing, apa kau dapat menanggung konsekuensi dari perbuatanmu barusan?" Zhen Fang menimpali.
"Pertama, jangan panggil aku 'saudara' dan berhentilah bermuka dua, sialan! Kedua, konsekuensi? Entahlah. Kita lihat saja nanti."
SYUT!
Xika kembali melesat menyerang Zhen Fang. Han Feng juga bergabung tidak membiarkan Xika menghabisi salah satu dari mereka lagi. Zhen Fang melompat ke belakang kemudian kembali melempar beberapa tanah yang menutupi tubuhnya menuju Xika. Sementara Di Lang mundur menjaga jarak sambil mencari waktu yang tepat untuk memberikan serangan dari jauh.
"Munduh, bodoh!" ucap Zhen Fang pada Han Feng. Sayangnya, Xika juga mendengar peringatan itu jadi berhasil menghindar tepat waktu. Alhasil tanah peledak Zhen Fang tidak melukai siapapun.
"Sialan! Kau lihat itu? Itu yang terjadi kalau aku memberimu peringatan sebelumnya!" maki Zhen Fang pada Han Feng.
"Kau bisa memperingati tanpa berteriak, bodoh! Siapa yang menyuruhmu berteriak?!"
SYUSH!
__ADS_1
Xika mengarahkan tangannya menuju Di Lang yang sedang berusaha memberikan serangan menyelinap. Dua puluh tiga lembar kartu melesat menuju Di Lang. Ia mendatangkan sulur-sulur tanaman guna menahan kartu-kartu itu, tapi anehnya sulur-sulur itu seolah tak berguna.
Kartu itu menembus sulurnya seolah tak ada apa-apa. Kalau memotong, Di Lang masih bisa memahaminya sekalipun mengejutkan, tapi menembus? Bagaimana itu mungkin?
JLEB!
Dua puluh tiga lembar kartu sukses menancap di tubuh Di Lang membuat darah mengalir deras dari tubuhnya. Serangan tersebut membuat kontrol Di Lang kacau sehingga ia tak bisa lagi menahan efek samping dari tekniknya.
"ARGHHHHH!!!!"
Urat-urat mulai terlihat di tubuh Di Lang. Ia menggeliat kesana-kemari berusaha menghilangkan rasa sakit yang dideritanya, tapi tak membuahkan hasil.
"T-tolong.......tolong aku......."
Awalnya Xika mengira Di Lang sangat kesakitan hingga tak peduli apakah dirinya adalah musuh atau bukan dan meminta pertolongan. Tapi ketika ia melihat baik-baik mata Di Lang, pupilnya dipenuhi warna ungu. Tampaknya Di Lang telah menjadi buta.
CRAT!
Sesuatu terputus. Urat-urat yang terlihat di tubuh Di Lang, satu-persatu terputus. Xika bahkan mengerutkan keningnya melihat efek samping yang begitu mengerikan. Akhirnya seluruh urat di tubuh Di Lang terputus. Entah ia masih hidup atau tidak setelah menderita efek samping yang begitu kejam. Kalaupun ia masih hidup, paling-paling ia hanya bisa hidup sebagai manusia biasa, tak dapat melanjutkan hidupnya sebagai kultivator lagi.
"BRENGSEK! Apa yang kau lakukan padanya?!!!" Zhen Fang berteriak histeris.
Zhen Fang juga sama ngerinya dengan Xika ketika melihat efek samping yang diderita Di Lang, hanya saja ia tak mengetahui bahwa itu adalah efek samping dari teknik yang digunakan Di Lang.
Berbeda dengan Zhen Fang, Han Feng lebih tak memiliki hati. Ia lebih peduli dengan kartu Xika daripada apa yang terjadi pada Di Lang. Kartu Xika bukan saja berfungsi sebagai pertahanan tapi juga dapat digunakan sebagai serangan. Ia harus semakin meningkatkan kewaspadaannya.
"SIALAN!" Zhen Fang maju menyerang Xika secara membabi-buta. Alasannya bukan karena ia sedih atau kecewa karena kehilangan rekan setimnya, tapi karena ia takut dengan cara mereka dihabisi. Masing-masing dihabisi dengan begitu mengerikan sehingga ia takut akan bernasib sama dengan mereka.
Sayangnya, ia melupakan hal yang penting. Dalam pertempuran, kau tak boleh kehilangan ketenanangan atau kau akan kalah. Dan itulah yang terjadi pada Zhen Fang. Xika dapat menghindari semua serangannya dengan mudah dan memberikan serangan balik berturut-turut.
SYUT!
Xika melompat mundur menjaga jarak dari Zhen Fang.
"Brengsek! Kemarilah sialan! Kau takut ya?"
Xika tidak menanggapi ocehan meracau Zhen Fang itu. Ia menarik Space Shifter kemudian melapisinya hanya dengan elemen api saja kali ini. Lalu ia menembakkan elemen api yang sudah ia kumpulkan menuju Zhen Fang.
"Bodoh! Hanya api saja? Kau kehabisan energi ya?" Bodohnya, Zhen Fang menganggap remeh serangan Xika itu. Tampaknya ketakutan telah membutakan akal sehatnya.
Han Feng yang melihat hal tersebut segera menyadari rencana Xika dan buru-buru menjauh.
"Brengsek!"
Pedang yang dibuat dari tanah yang melapisi tubuh Zhen Fang dapat meledak. Begitu juga dengan tanah-tanah yang dilemparnya. Kesimpulannya, tanah yang menutupi tubuh Zhen Fang dapat meledak. Lalu Xika menggunakan kelebihan itu untuk menyerang balik Zhen Fang. Apa yang terjadi bila tanah yang dapat meledak dibakar oleh api yang memiliki daya ledak?
BLAR!!!!
Ledakan besar terjadi dengan Zhen Fang sebagai pusatnya. Ledakan tersebut menghempaskan Xika dan Han Feng cukup jauh dari tempat semula. Tanah dan pohon di sekelilingnya rata dilalap api hingga hanya menyisakan bercak-bercak hitam dalam radius lima ratus meter.
Zhen Fang telah terbakar hidup-hidup. Tian Li tak lagi memiliki dantian. Di Lang telah buta dan semua uratnya terputus. Sungguh nasib mengerikan yang menimpa jenius muda dari sekte-sekte besar. Padahal masa depan mereka masih panjang dan cerah, namun semuanya berubah ketika mereka bertemu satu orang, Xing Xika.
Kini hanya tersisa Han Feng dan Xika. Keduanya melesat kembali ke tempat semula untuk melihat kondisi Zhen Fang. Namun yang mereka temukan hanyalah sebuah tubuh yang telah terbakar gosong. Hidup matinya tak diketahui.
Melihat keadaan Zhen Fang itu keduanya saling bertatapan. Mata Xika masih setajam biasanya. Dua dari tiga nasib mengerikan itu bukanlah murni hasil perbuatannya. Tapi tampaknya petinggi sekte lain tidak akan berpendapat sama dengannya. Begitu juga dengan Han Feng.
Tatapannya semakin tajam ketika melihat Xika. Xika jadi bertanya-tanya apa yang akan pria api itu lakukan. Kini ia tak memiliki rekan, jadi tak ada bantuan lagi untuknya.
"Kau kuat. Aku yang saat ini tak akan bisa mengalahkanmu."
"Oh?" Di luar dugaan Han Feng mengakui dirinya. "Jadi kau menyerah?"
"Sekalipun kau kuat, bukan berarti aku akan menyerah. Masih ada cara terakhir." Han Feng mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Ia menatapnya beberapa saat sebelum memakannya.
Mata Xika membelalak menyaksikan yang terjadi berikutnya. Aura Han Feng semakin meningkat dan terus meningkat hingga akhirnya berhenti ketika ia berada di Middle-Jack. Pil apa itu? Apa Han Feng baru saja menerobos?
Tapi mengapa auranya aneh? Kejadian tadi rasanya tidak natural dan aura Han Feng juga terasa tidak stabil. Tapi memang tidak ada kesalahan bahwa auranya berada di kisaran Middle-Jack. Kemudian, Xika tersadar pil apa yang dimakan Han Feng barusan.
Berserk Pill. Sebuah pil yang dapat meningkatkan kemampuan pemakainya selama beberapa saat kemudian memberikan serangan balik sebagai ganti kekuatan yang telah diberikannya. Kemampuan yang ditingkatkan tergantung dari kualitas Berserk Pill, namun melihat Han Feng dapat meningkatkan kultivasinya menjadi Middle-Jack harusnya bukan pil kualitas rendah.
Xika mengumpat dalam hatinya. Memang, ia telah menyingkirkan musuhnya hingga tersisa satu orang. Namun kini lawan di hadapannya berada di Middle-Jack sementara qinya hanya tersisa kurang dari setengah lagi.
__ADS_1
'Sialan!'