Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-298


__ADS_3

Tindakan Tian Yin itu menyebabkan para penonton heboh. Meskipun mereka tahu ia menguasai dua elemen yang berlawanan, tapi mereka tak tahu bahwa ia dapat menggunakan keduanya secara bersamaan dan berdampingan.


Namun, tak lama kemudian kedua elemen yang berlawanan itu pecah di tangan Tian Yin dan tak menyisakan apa-apa selain angin kosong di tangannya.


"Pftttt.....kau sudah hidup sekian lama dan baru mengerti cara mengombinasikan elemen? Dan lagi, hanya dua elemen dan sudah tidak stabil? Hei, apa kau ini benar-benar jenius? Atau memang semua orang di Dinasti Lin sangat bodoh sehingga kau yang bodohpun dianggap jenius?" Xika menanggapi dengan sinis.


Sayangnya ucapan Xika itu menuai respon buruk dari para penonton. Bahkan, mereka yang sebelumnya mendukung Xika kini berpindah kubu karena tidak suka dengan ucapannya barusan. Yah, Xika tidak peduli. Sejak kecil ia sudah biasa tak memiliki pendukung.


"Brengsek! Bukankah Xing Xika ini terlalu sombong? Kalau seperti ini aku jadi berharap Tian Yin menghajarnya habis-habisan!"


"Aku memang tidak suka dengan perkataanya barusan. Tapi apa yang ia katakan mungkin tidak terlalu salah. Lagipula, bukankah wajar bagi seorang jenius untuk sombong? Apa kau pernah melihat jenius yang rendah hati sebelumnya?"


"Hmm......yah, benar juga sih......."


Kembali ke arena. Tian Yin menatap Xika dengan tajam. Ia mendengus meremehkan.


"Heh. Tanpa teknik barusanpun aku sanggup mengalahkanmu."


"Sudah kehabisan kata-kata ya? Jadi tak menyerang balik? Kalau kau memang tidak mampu, katakan saja. Jadi penonton disini tidak penasaran siapa jenius yang sebenarnya." Xika memberikan senyum meremehkan.


Tian Yin memilih menanggapi perkataan Xika dengan serangan. Sekalipun ia belum mampu menggunakan dua elemen dalam satu wadah, namun ia mendapat dasarnya dari Xika. Ia ingin segera mempelajari teknik itu dengan cepat, namun kalau ia melakukannya disini, setiap kegagalan yang ia lakukan akan membuat orang mempertanyakan kejeniusannya.


Sebaiknya ia mengalahkan Xika dengan cepat kemudian mempelajari teknik itu di kamarnya.


"Hehehe......Seperti ini caranya!" ucap Xika sambil mengadu tinju dengan Tian Yin. Tentu saja, ia terpukul mundur. Tapi melihat raut wajah Tian Yin yang kesal setengah mati membuatnya sangat puas.


Xika melompat mundur menjaga jarak kemudian menarik nafas dalam-dalam. Tampaknya main-mainnya sudah cukup. Ia harus mulai serius sekarang.


Dengan satu lambaian tangannya, Space Shifter yang semula berbentuk gelang di tangannya kini berubah menjadi tongkat panjang, bentuk kesukaannya. Xika memutar-mutarnya beberapa kali dan bersiap menerjang Tian Yin.


Namun salah seorang penonton berteriak,


"Apa-apaan itu? Kau menggunakan senjata sementara Tian Yin tidak! Itu curang! Mundur saja kalau memang tidak mampu!"


Set!


Xika menghentikan langkahnya dan berbalik menatap pria yang berbicara sebelumnya.


"Heh. Kau ingin membicarakan keadilan denganku? Minta bajingan itu menurunkan kultivasinya ke Forming Qi 8 dan akan kukalahkan dia dengan satu tangan. Juga, kalau kau merasa dirimu mampu, kau bisa maju sekarang juga. Aku ingin melihat seberapa mampu dirimu." ucap Xika tenang namun tajam.


"Pfttt....."


Beberapa penonton tertawa mendengar balasan Xika. Tentu saja, pria barusan tidak layak mengatakan ketidakadilan ketika Xika yang berada di Forming Qi 8 bertarung melawan Tian Yin yang berada di High-Jack.


Xika terdiam sebentar melihat ke arah penonton, menunggu bila ada protes lain namun semua penonton hanya diam menatapnya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada para ketua dari sekte besar. Pandangannya bertemu dengan pandangan Han Li.


Pria itu mengarahkan tatapannya ke sini, namun entah mengapa pikirannya seolah berada di tempat lain. Tampaknya memang benar ia merencanakan sesuatu. Pertarungannya dengan Tian Yin hanyalah pengalih perhatian atau bahkan umpan. Ia harus menyimpan tenaga kalau-kalau Han Li melakukan sesuatu.


"Berani sekali kau mengalihkan pandanganmu ketika bertarung denganku."


SET!


Tian Yin muncul dari samping dan melayangkan kakinya menuju kepala Xika. Untungnya, Xika memiliki refleks yang bagus. Ia menunduk kemudian menusukkan tongkatnya dari bawah menuju dagu Tian Yin yang dihindarinya hanya dengan memiringkan kepala.


Dengan sisi lain tongkatnya, Xika menyapu kaki Tian Yin berniat menjatuhkannya. Namun bajingan itu menghindar dengan melompat. Di atas, ia melemparkan panah api.


Xika dapat merasakan tekanan yang datang dari panah-panah api itu. Dalam pertukaran fisik singkat tadi, Tian Yin sama sekali tidak menggunakan qinya. Namun dari panah-panah api itu, terkandung qi luar biasa yang hanya mampu dikeluarkan kultivator High-Jack.


Syush!


Xika melapisi Space Shifter dengan kombinasi empat elemen dan menangkis panah-panah api itu. Sekalipun arah serangan dan kombinasi panah itu biasa saja, namun kekuatan yang dikandungnya luar biasa. Xika merasa seolah sedang memukul besi beratus kilogram setiap kali ia memukul panah api yang datang.


Dari belakang, Tian Yin memberikan serangan menyelinap berupa pukulan dengan kombinasi dua elemen. Tampaknya ia masih berniat mempelajari teknik gabungan elemen.


Serangan menyelinap itu masih berhasil Xika tahan, namun ia tetap terdorong mundur beberapa meter sekalipun menahan dengan kakinya. Tampaknya ia benar-benar harus berjuang agar bisa mengalahkan Tian Yin. Ia perlu mencari kesempatan untuk meluncurkan serangan.


Tian Yin tidak memberikan Xika jeda. Bajingan itu menendang tanah dan melesat menuju Xika sambil melayangkan kakinya. Xika menangkis tendangan itu dengan susah payah dan berusaha memberikan serangan balik, namun Tian Yin sudah lebih dulu melayangkan pukulannya.


BUAK!


Sret!


Xika mundur beberapa langkah. Tian Yin kembali maju. Ia melayangkan kakinya menuju perut Xika yang dihindari Xika dengan melangkah ke samping. Sayangnya, Tian Yin juga mampu berimproviasasi. Ia memutar kakinya kembali mengincar perut Xika.


DUAK!


Xika terlempar mundur beberapa meter. Selepas mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya, Xika kembali berdiri. Matanya masih memancarkan sorot yang sama seolah ia tidak menerima pukulan sama sekali.


"Hei, kalau dalam konfrontasi langsung seperti ini tampaknya Xika memang tak sebanding dengan Tian Yin, ya?"

__ADS_1


"Tentu saja, perbedaan kultivasi keduanya terlampau jauh. Apa yang kau harapkan?"


Penonton mulai sibuk berdiskusi. Sorak sorai yang sebelumnya heboh untuk Xika kini berganti dengan pujian untuk Tian Yin. Memang begitulah sikap dunia. Xika sudah melihatnya berkali-kali karena itu ia tidak peduli apakah orang-orang itu mendukungnya atau tidak.


Set!


Entah apa matanya yang salah atau Han Li kelihatan sedang tersenyum. Apa rubah tua itu senang melihatnya babak belur seperti ini? Sepertinya ia memiliki alasan lain hingga membuatnya tersenyum seperti itu.


SYUT!


Kali ini Xika yang menyerang duluan. Ia mengayunkan Space Shifternya kuat-kuat menuju kepala Tian Yin.


BUK!


Sayangnya, serangannya ditahan oleh Tian Yin hanya dengan sebelah tangan. Ia seolah memukul benda keras, bukan manusia. Inikah kekuatan dari kultivator High-Jack? Setelah itu, Xika kembali melancarkan serangan beruntun yang semuanya dilapisi dengan kombinasi empat elemen, namun Tian Yin mampu menahannya dengan mudah.


"Heh, sudah kelelahan? Mau istirahat dulu?" ucap Tian Yin mengejek.


Xika hanya membalas dengan senyum sinis sambil mengacungkan jari tengahnya. Kemudian kembali menyerang. Namun kali ini dengan pose dan teknik yang berbeda. Bukan hanya dengan kombinasi empat elemen saja namun juga dicampur dengan Single, gaya pertama dari Capsah Technique.


"Kuda-kuda itu......."


Tian Yin segera melompat mundur teringat dengan luka yang ia terima dari serangan yang Xika berikan waktu itu.


"First Style: Single!"


Xika mengayunkan Space Shifter kuat-kuat dan membuat tebasan lebar yang menuju Tian Yin. Cukup menyenangkan melihatnya melompat mundur dengan sigap hanya dari kuda-kuda yang Xika lakukan. Tampaknya pertarungan waktu itu juga membekas bukan hanya di benaknya namun juga benak Tian Yin.


Menatap serangan yang datang itu, Tian Yin tidak berani gegabah. Ia memasang posisi bertahan kemudian membuat pelindung air dengan qi yang murni.


SLASH!


JREB!


Tebasan Xika ditahan dengan sempurna oleh perisai air Tian Yin. Pria itu terdiam sesaat kemudian memberikan senyum meremehkan pada Xika. Ternyata hanya segini saja kemampuanmu?


Tidak mempedulikan senyuman Tian Yin, Xika kembali mengayunkan Space Shifternya dan membentuk tebasan yang sama seperti sebelumnya.


"Bodoh! Tidakkah kau lihat perisaiku ini mampu menahan seranganmu dengan sempurna? Apa kau tak memiliki serangan lain?"


Sayangnya, Xika tidak berhenti setelah melakukan sebuah tebasan. Ia kembali menebas berkali-kali hingga membentuk puluhan Single yang dikombinasikan dengan empat elemen.


SLASH!


SET!


SYUNG!


Tian Yin tidak menyangka Xika akan memberikan tebasan sebanyak itu. Pria itu kembali memperkuat pertahanannya sambil menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Ketika rentetan serangan itu berhenti, ia akan segera melayangkan panah api, kemudian membuat kurungan dari air untuk menahan Xika.


JREB!


BLEP!


DREP!


Sayangnya, baru setengah dari jumlah total tebasan yang dilayangkan Xika, namun perisai air Tian Yin sudah tak kuat lagi. Akhirnya, di tebasan berikutnya perisai air Tian Yin hancur dan menebarkan air kemana-mana.


Tian Yin menggertakkan giginya. Hanya serangan seperti ini, tanpa perisaipun aku dapat menahannya!


CRAT!


BRET!


SET!


Sayangnya, tebasan yang Xika berikan terlalu kuat untuk ditahan bahkan dengan fisik kultivator High-Jack. Tebasan yang Xika berikan itu berhasil membuat kondisi Tian Yin babak belur. Bajunya robek disana-sini dan ia mendapat pendarah di beberapa tempat. Tapi matanya masih menatap Xika dengan liar seolah Xika adalah mangsa yang harus ia buru tidak peduli apa resikonya.


Kedua tangan Tian Yin berdarah namun ia tak mempedulikannya. Ia mengepalkan tangannya dan kembali melapisinya dengan elemen, api di sebelah kanan dan air di sebelah kiri. Kombinasi keduanya harusnya cukup untuk menghabisi Xika. Ia pasti kelelahan setelah memberikan tebasan-tebasan yang begitu banyak.


SYUT!


Tian Yin menendang tanah dan kembali melesat maju. Jaraknya dan Xika kembali memanjang karena ia terdorong mundur oleh tebasan tadi. Tapi tak masalah, ia akan segera memperpendek jarak itu kemudian menghabisi Xika kemudian-tunggu. Apa yang Xika lakukan?


Di hadapannya, Xika mengangkat tangannya dengan tenang, kemudian mengayunkannya menuju Tian Yin. Beberapa saat kemudian, dari seluruh penjuru terbanglah puluhan kartu yang masing-masing sudah dibungkus dengan empat elemen dan beberapa dikombinasikan dengan Single.


Xika sengaja mengombinasikannya dengan Single di beberapa bagian selain untuk menghemat qi, juga untuk membuat Tian Yin kebingungan harus menangkis yang mana.


DUAR!

__ADS_1


BLAR!


BLEDAR!


Kartu-kartu itu menghantam Tian Yin dengan tajam, sekalipun pria itu masih mampu menangkis kartu-kartu tersebut. Tapi serangan yang terus menerus membuat asap memenuhi arena dan kembali menghalangi pandangan penonton.


Bagus, batin Xika. Ia akan memberikan serangan penghabisan sekarang. Ia menyisakan dua kartu untuk ia gunakan sebagai serangan terakhir.


Set!


"Second Style: Double!"


SLASH


SLASH!


Dua buah tebasan dengan serangan berkali lipat dibanding sebelumnya terbang menuju Tian Yin dengan cepat dan kembali menciptakan ledakan yang besar.


"Hah.......hah........"


Xika menatap kepulan asap di hadapannya dengan harapan bercampur kecemasan. Apakah Tian Yin kalah? Sebelumnya ia berhasil menghabisi Han Feng dengan gabungan Single dan empat elemen ditambah satu serangan terakhir. Kali ini serangan terakhirnya lebih kuat dari waktu itu, jadi sekalipun Tian Yin lebih kuat dari Han Feng, ia akan tetap kalah bukan?


Sama seperti Xika, para penonton pun menatap penuh penasaran ke ujung arena dan menantikan siapa pemenangnya.


Shhhhh......


Asap mulai menghilang tapi masih belum memungkinkan untuk melihat dengan jelas.


SYUT!


DUAK!


BLAR!


Tiba-tiba, dari kepulan asap di ujung arena, melesat sebuah sosok dengan cepat menuju Xika. Sosok tersebut menghantam Xika dengan keras sampai ia terpental keluar dari arena dan menabrak bangunan di belakangnya sampai retak.


Srek.....


Xika bangkit secara perlahan dari retakan bangunan yang dihantamnya. Ia menatap Tian Yin dengan tajam. Sialan, apakah ia terlalu menghemat energi? Kalau tidak, kenapa Tian Yin masih bisa berdiri? Atau, ia yang terlalu meremehkan kultivator High-Jack?


Ketika Xika menegakkan kedua kakinya, perutnya seolah ditusuk ribuan jarum.


CRAT!


BRUK!


Xika menyemburkan darah dan kembali berlutut. Apa yang terjadi? Ia melihat perutnya dan kondisinya lebih parah dari perkiraannya. Hancur terkoyak............sekalipun kuat, serangan Tian Yin sebelumnya tidak seperti ini.


Ia mengangkat kepalanya dan melihat sosok yang berdiri di balik kepulan asap. Perlahan-lahan tampaklah senyum bajingan Tian Yin, kemudian ia mengangkat tangannya yang kini terdapat dua elemen yang berlawanan.


Tian Yin berhasil mengombinasikan kedua elemen tersebut dan menghantamkannya tepat ke perutnya. Brengsek. Kalau tahu seperti ini ia akan mengeluarkan seluruh tenaganya dari awal. Sekarang boro-boro menggagalkan rencana Han Li, berdiri dan melawan Tian Yin saja ia susah setengah mati.


Pada titik ini, seluruh penonton telah mendapat kesimpulan dari pertarungan keduanya. Pertarungan memperebutkan gelar jenius, mereka sudah tahu siapa yang menang. Kalau ditanya, siapa generasi muda paling jenius di Dinasti Lin, maka semua orang sepakat akan menjawab, Xing Xika. Hal itu sudah jelas, namun semakin diperjelas dalam pertarungan kali ini.


Xika yang berada di Forming Qi 8 mampu bertahan selama ini, bahkan memberikan berbagai serangan pada Tian Yin yang berada di High-Jack. Padahal normalnya, kultivator Middle-Jack seperti Han Feng saja tak akan mampu bertahan atau memberikan serangan balik seperti yang Xika lakukan.


Sayangnya, masih terlalu cepat bagi sang jenius untuk menantang Tian Yin. Kalau Xing Xika adalah generasi muda paling jenius di Dinasti Lin, maka Tian Yin adalah generasi muda paling kuat di Dinasti Lin. Tak ada keraguan tentang hal itu. Sebelumnya para penonton memang sudah menduga, tapi pertarungan ini membuktikan dugaan mereka.


Tampaknya Xika memiliki penyakit yang diderita semua jenius, yaitu kesombongan. Kalau pertarungan ini diadakan beberapa tahun lagi, maka orang banyak yakin Xika pasti akan memenangkan pertarungan ini. Sayangnya, karena Xika terlalu terburu-buru menantang Tian Yin, ada kemungkinan masa depannya hancur melihat ganasnya tatapan Tian Yin saat ini.


Selain itu, para pemimpin dari sekte besar kelihatannya tak ada yang akan menghentikan pertarungan ini. Jadi, tampaknya mereka tak masalah dengan Tian Yin yang membunuh Xika. Sayang sekali melihat pemuda sejenius ini harus mengakhiri hidupnya bahkan sebelum bersinar sepenuhnya.


Tian Yin, tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang banyak. Yang ada di kepalanya saat ini hanya satu, yaitu Xing Xika. Sejak awal pertarungan, namanya sudah dihancurkan oleh bocah itu. Tidak, bahkan sebelum pertarungan ini dimulai, Xing Xika sudah menghancurkan hidupnya.


Dan sekarang, gilirannya untuk menghancurkan Xing Xika untuk selamanya. Persetan dengan apa yang dipikirkan penonton ataupun pemimpin para sekte besar. Bahkan ia tak peduli sama sekali dengan pendapat orang yang mengaku sebagai ayahnya.


Perlahan, Tian Yin berjalan mendekati Xika dengan senyum ganas nan mengerikan menghiasi wajahnya. Kali ini, ia tak akan membuat kesalahan yang sama dua kali. Ia tak akan membiarkan bocah ini hidup lebih lama lagi. Ia harus mengakhirinya sekarang juga.


"Hehehe.......sekarang akan kuhabisi kau. Tenang saja, aku akan menghabisimu dengan teknik yang kupelajari darimu." Tian Yin mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan membentuk ekspresi yang sangat puas melihat Xika terkapar tak berdaya seperti itu.


SHHH.....


Kedua elemen di tangannya Tian Yin bersinar semakin keras dan berputar semakin cepat. Ia mengangkat tangannya dan bersiap menghantamkannya menuju Xika.


Namun.......


DRTTTTT.................


Seluruh Akademi bergoncang seketika membuat banyak orang termasuk Tian Yin kehilangan pijakannya. Saking kencangnya, getaran tersebut membuat beberapa bangunan kecil seperti penginapan murid runtuh dan hancur.

__ADS_1


Xika memaksakan diri untuk melihat sekelilingnya. Keadaan berubah seketika. Banyak penonton panik dan berusaha melarikan diri kesana-kemari. Tapi bukan itu yang menjadi fokusnya. Ia berusaha mencari keberadaan Han Li diantara para ketua sekte besar, namun tak berhasil menemukannya.


Di manapun ia memandang, tak ada tanda-tanda keberadaan Han Li sama sekali!


__ADS_2