Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-85


__ADS_3

Xika bersembunyi di antara kerumunan dan memperhatikan apa yang dilakukan Cao Ping.


Ia geleng-geleng kepala menyaksikan apa yang dilakukan Cao Ping. Bila ada lomba orang bodoh, Xika yakin Cao Ping akan jadi juaranya.


Beberapa menit sudah berlalu dan Cao Ping masih mengeluarkan kepalanya dari kereta dengan tampang bingung nan bodohnya. Setidaknya ia bisa memasukkan kepalanya ke kereta kemudian meminta kusirnya jalan seolah tak ada yang terjadi.Tapi Cao Ping tidak melakukan apa-apa.


Xika tidak tahu apa yang dipikirkan orang itu. Ia mengamati Cao Ping untuk beberapa saat, kemudian berbalik dan berjalan menjauh.


"Sekarang, kita mau kemana?" tanya Xika pada dua mahkluk di pundaknya.


"Rumah makan saja dulu."


"Setuju."


Xika memberikan tatapan heran sebelum berkata,


"Bukankah kita baru makan daging Cobra sebelumnya?"


"Kau tidak mengerti. Tujuan kita ke rumah makan itu untuk mencari informasi. Kau tidak tahu bahwa rumah makan adalah tempat terbaik untuk mengumpulkan informasi?" Di sebelahnya, Heiliao mengangguk-angguk setuju.


Tapi Xika yakin itu hanyalah alasan, mereka pasti ingin makan lagi. Terutama Huo Bing. Burung itu tidak memiliki tubuh fisik, jadi ia bisa makan sebanyak apapun karena semuanya hanya akan menjadi energi untuknya. Meskipun begitu, Huo Bing cukup pemilih dalam makanan, membuat Xika geleng-geleng kepala.


Tapi pergi ke rumah makan untuk mencari informasi tidak buruk juga. Lagipula, Xika sudah lama tidak merasakan makanan buatan manusia dan ingin mencobanya. Huo Bing langsung berkata bahwa masakannya lebih baik dibandingkan masakan manusia.


Jadi mereka berjalan menuju rumah makan terdekat. Xika mengetahui letaknya setelah bertanya pada seorang pria tua yang duduk di pinggir jalan.


Xika berdiri di depan sebuah kedai dengan papan nama 'Spirit Relaxing Bamboo' tergantung di kiri dan kanan pintu. Ia melangkah masuk dan menemukan tempat itu cukup penuh. Tidak aneh mengingat saat ini merupakan waktu makan siang.


Meskipun begitu masih ada beberapa meja yang tersedia.Kedai Bambu itu memiliki dua lantai. Lantai kedua jumlah pengunjungnya lebih sedikit dibanding lantai pertama.


Xika sudah tahu mengapa, ia pernah dijelaskan Huo Bing dan Heiliao tentang denah restoran secara umum.


Lantai pertama adalah lantai umum yang terbuka untuk siapa saja. Lantai kedua lebih bersifat personal. Di lantai itu tersedia ruangan-ruangan, jadi pelanggan dapat berbicara dengan lebih nyaman tanpa takut terdengar oleh orang lain. Tapi lantai kedua membutuhkan biaya masuk, itulah sebabnya lantai kedua memiliki pengunjung yang lebih sedikit dibanding lantai pertama.


Kalau ingin mencari informasi tentu saja harus di lantai satu. Xika melangkah maju dan duduk di meja sebelah jendela. Saat ini pun, ia bisa mendengar berbagai macam topik obrolan. Mulai dari letak tanaman spiritual, letak sarang Spirit Beast serta tingkah laku mereka, sampai gosip hubungan asmara para generasi muda yang akan menjadi masa depan kota ini.


Tapi itu semua bukanlah topik yang ia cari. Ia ingin mengetahui kota ini secara umum. Tapi sepertinya itu cukup sulit. Hampir semua orang yang ada di lantai pertama tinggal di kota ini. Tentu saja mereka tidak akan membicarakan kota ini seolah pendatang baru.


Huo Bing memberinya saran untuk membayar seseorang untuk menceritakan informasi dasar tentang kota ini, lebih baik bila ia bisa mendapatkan peta kota ini. Xika terpaksa menyetujui saran itu. Ia sebenarnya tidak ingin membuang-buang uang, tapi informasi itu cukup penting.


Xika melihat sekelilingnya mencari orang yang tepat untuk menceritakan kota ini. Pandangannya jatuh kepada dua orang pemuda yang berusia beberapa tahun lebih tua darinya. Ia berdiri dan pindah ke meja mereka.


Xika mengeluarkan dua keping koin perak kemudian berkata,


"Bisakah kalian menceritakan tentang kota ini padaku?"


Dua orang pemuda itu saling pandang untuk sesaat. Kemudian mereka mengambil koin yang disodorkan Xika setelah itu tersenyum ramah.


"Tentu. Silahkan duduk."

__ADS_1


Xika mendekatkan bangkunya kemudian mendengar dua pemuda itu menceritakan kota ini secara umum. Dari cerita mereka, Xika jadi tahu bahwa ada empat kekuatan utama di kota ini. Cao Clan dimana Cao Ping berasal merupakan salah satunya.


Tiga kekuatan lainnya adalah Body Temper Sect, Wang Dao Academy, dan Immortal Pearl Pavillion. Body Temper Sect adalah sekte yang berisi Body Cultivator. Huo Bing cukup heran dengan keberadaan sekte itu. Saat ini sekte yang berisi Body Cultivator sudah jarang, jadi menemukan salah satunya disini terbilang cukup beruntung. Ia berkata Xika harus mampir kalau ada waktu.


Berikutnya, Wang Dao Academy. Kabarnya akademi ini didirikan oleh seorang alumni Mu Zhan Academy yang berada di ibukota. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Mu Zhan Academy, tapi Wang Dao Academy merupakan lembaga mengajar yang paling baik diantara keempat kekuatan yang ada.


Terakhir, Immortal Pearl Pavillion. Merupakan pemasok sumber daya utama bagi ketiga kekuatan lainnya. Immortal Pearl Paviliion merupakan sebuah kamar dagang yang menjual berbagai macam kebutuhan kultivator. Yang di kota Yuan ini hanyalah salah satu cabang dari Immortal Pearl Pavillion yang juga berada di ibukota.


Dua pemuda itu juga memberikan beberapa informasi dasar lain tentang kota ini. Salah satunya adalah jenius-jenius muda yang berasal dari empat kekuatan utama. Xika mengingat-ingat nama-nama yang disebutkan mereka.


Setelah merasa puas, Xika mengangguk kemudian berjalan pergi.Ia juga mengatakan,


"Akan kucari kalian lagi kalau aku membutuhkan sesuatu."


Ucapan itu langsung ditanggapi dengan baik oleh keduanya.


Xika berjalan ke meja yang agak jauh dari kedua pemuda tadi. Ia duduk disitu kemudian berpikir.


"Sekarang apa rencana kita berikutnya?"


Jujur, Xika tidak punya tujuan. Setelah lari dari Shaking Card Clan, ia hanya berjalan tanpa arah di dalam hutan dengan dibimbing Huo Bing. Setelah itu ia bertemu dengan orang-orang yang kini menjadi anggota Stellar Joker. Ia juga hanya mengikuti ke mana mereka pergi.


Selama terperangkap dalam makam, satu-satunya tujuannya adalah keluar dari tempat itu. Dan kini, setelah ia keluar dari makam, ia bingung ke arah mana ia harus menuju dan apa yang harus ia lakukan.


"Bagaimana kalau kau mencari kabar tentang paman dan kedua orangtuamu?" ucap Huo Bing memberi saran.


Xika berpikir sebentar kemudian mengangguk. Satu-satunya tujuannya adalah mencari paman dan kedua orangtuanya. Itulah satu-satunya alasan ia bertahan hidup. Ia memutuskan untuk tinggal di kota ini selama beberapa bulan untuk mencari tahu keberadaan mereka. Kemudian ia akan pergi ke kota lainnya untuk mencari berita.


"Kalau kau? Apa tujuanmu berikutnya?" tanya Xika pada Huo Bing.


Huo Bing terdiam.


Butuh beberapa saat baginya untuk menjawab. Dan jawabannya adalah,


"Entahlah. Aku tak tahu. Untuk sementara aku akan menemanimu dulu sambil mencari bahan-bahan untuk menciptakan tubuhku kembali. Setelah itu baru kupikirkan langkah selanjutnya."


Xika mengangguk. Kemudian ia dan Huo Bing menoleh pada Heiliao.


"Bagaimana denganmu?"


Heiliao menggeleng.


"Aku tak punya tujuan. Aku sudah mengalami hidup sekali, jadi tak ada yang ingin kulakukan lagi di kehidupan yang ini. Kalaupun ada, itu adalah untuk menemanimu. Aku masih penasaran dengan alasanmu hidup. Kau belum lupa bukan?" tanya Heiliao pada Xika.


Xika menggaruk-garuk kepalanya.


"Ah, hahaha.......tentu saja aku belum lupa. Hanya saja aku masih belum bisa untuk menunjukkannya padamu. Suatu saat nanti akan kutunjukkan."


"Aku akan menunggu." ucap Heiliao sambil mengangguk.

__ADS_1


Huo Bing memindahkan kepalanya kemudian mematuk Heiliao.


"Dasar serigala bodoh. Sudah diberi kesempatan untuk mengulang hidup kau malah berkata tidak mau melakukan apapun? Setidaknya lakukanlah hal yang tidak akan membuatmu menyesal. Jangan ulangi hal yang sama dengan kehidupanmu sebelumnya. Lakukanlah hal yang belum sempat kau lakukan di kehidupan sebelumnya."


Heiliao diam sebentar kemudian menjawab,


"Akan kucoba. Lagipula menemani kalian juga tidak buruk."


Xika tersenyum sementara Huo Bing mendengus mendengar jawaban Heiliao. Kemudian Xika teringat sesuatu.


"Ah, benar juga. Kita belum memesan apapun."


Mata Huo Bing dan Heiliao menyala ketika mendengar Xika bicara.


"Koreksi. Aku belum memesan apapun."


"Apa?"


"Bagaimana bisa begitu?"


"Apa kau tega membiarkan kami kelaparan?"


"Cih. Kelaparan apanya. Kalian berdua memperebutkan jatah terakhir daging Cobra. Sekarang tidak ada jatah untuk kalian."


"Teganya kau bersikap begitu pada saudara seperjuangan yang telah mengalami hidup dan mati bersama."


Tapi Xika mengabaikan ucapan Huo Bing. Ia melihat menu kemudian memanggil pelayan untuk memesan.


Makanan datang tidak lama kemudian.


Xika makan dengan dua pasang mata yang menatapnya dengan pandangan memohon.Ia bertahan selama beberapa saat sebelum akhirnya berkata,


"Baiklah, akan kubagi."


Keduanya langsung tersenyum cerah.


"Tapi hanya pada Heiliao."


Senyum di wajah Huo Bing memudar sementara senyum di wajah Heiliao semakinmengembang.


"Kenapa?"


"Karena kau yang menghabiskan jatah terakhir daging Cobra. Kalian memang memperebutkan daging itu, tapi kaulah yang menang sementara Heiliao kalah. Jadi aku hanya akan membagi makananku pada Heiliao."


Huo Bing memberikan ekspresi teganya kau melakukan ini padaku, tapi Xika tidak peduli. Heiliao, disisi lain, memberikan senyum penuh kesombongan pada Huo Bing.


"Tidak perlu menatapku seperti itu. Lagipula, aku dan Heiliao sama-sama membutuhkan makanan. Kau tidak."


Ekspresi Huo Bing semakin memburuk. Ia berusaha menampilkan ekspresi sakit hati untuk membuat Xika berbagi, tapi pada akhirnya ia gagal.

__ADS_1


Meskipun Huo Bing membentuk tubuhnya menggunakan qi dan mengobrol bersama dengan Xika dan Heiliao, ia tidak bisa dilihat orang lain. Hanya orang yang diizinkan olehnya dan orang yang lebih kuat darinya yang bisa melihatnya. Selain itu, pembicaraan mereka bertiga juga tidak terdengar orang lain karena Huo Bing dan Heiliao telah menciptakan sebuah pelindung khusus untuk mencegah pembicaraan bocor.


Selesai makan, mereka pergi menuju Immortal Pearl Pavillion. Xika ingin mencari informasi dan Paviliun merupakan pilihan terbaik. Selain itu, ia juga berniat membeli beberapa perlengkapan seperti bahan-bahan untuk pil yang akan Heiliao beritahukan resepnya nanti, materi-materi langka yang dibutuhkan untuk membentuk ulang tubuh Huo Bing dan pil-pil yang nantinya akan berguna untuk Xika pelajari dan Xika nikmati saat pertarungan.


__ADS_2