
Asap memenuhi sekeliling area. Bahkan di layar cahaya yang ditonton Jing Wei beserta petinggi sekte lainpun penuh dengan asap. Hanya ada asap sejauh mata memandang. Xika mengarahkan pandangannya pada kepulan asap di hadapannya sambil terengah-engah.
Tadi itu adalah serangan terakhirnya. Kalau Han Feng masih belum kalah, Xika tak tahu harus melakukan apa lagi. Ia menatap kepulan asap itu dengan harap-harap cemas. Namun ia tidak sadar, bahwa sekalipun seluruh petinggi sekte sedang menantikan hasil akhir pertarungan ini, tapi hampir kebanyakan mata mengarah padanya.
Sungguh tak ada yang menduga bahwa seorang kultivator Forming Qi 8 bisa sekuat itu. Perasaan para petinggi sekte rasanya seperti dipermainkan. Awalnya mereka merasa yakin bahwa Han Fenglah yang akan menang karena ia berada di Low-Jack, sementara yang lain masih di Forming Qi.
Namun kemudian, Xika menunjukkan kemampuannya dan ternyata ia mampu mengimbangi Han Feng yang berada di Low-Jack dengan kekuatannya yang masih di Forming Qi 8 dengan menggabungkan keempat elemennya. Setelah itu, ketika keempat elit dari sekte besar bersatu, mereka yakin bahwa Xika pasti akan kalah.
Lalu Xika mengeluarkan kartunya dan menjadikannya sebagai perisai. Sungguh sebuah artefak yang unik, bahkan para petinggi sektepun tak ada yang pernah melihat artefak berbentuk kartu seperti itu. Dan tanpa diduga, Xika mampu mengalahkan gabungan dari empat elit sekte besar. Apalagi, ia menghabisi ketiganya dengan cara yang keji.
Kemudian ketika Han Feng mengeluarkan Berserk Pill, semua orang sepakat bahwa Han Fenglah yang akan menjadi pemenang kompetisi ini, terlepas dari banyaknya pihak yang mencela Burning Abyss Sect karena caranya sangat kotor.
Dan kini, berdirilah Xika dipandangi seluruh pasang mata para petinggi sekte. Kalau ia berhasil mengalahkan Han Feng..........maka mereka tak tahu lagi harus bereaksi seperti apa.
Shhhhhh!!!!
Asap mulai menghilang, kemudian tampaklah jelas sebuah sosok yang berdiri sambil sempoyongan. Sosok itu adalah Han Feng. Kini tak ada lagi yang tersisa dari aura dan penampilannya yang gagah seperti sebelumnya. Sosoknya terlihat sangat lemah, dengan banyak sekali luka di sekujur tubuhnya, dan tampak seolah akan jatuh kapan saja.
Meskipun begitu, matanya terus menatap lurus ke satu titik. Sekalipun tubuhnya berjalan sempoyongan tak tentu, Han Feng tak melepaskan pandangannya dari Xika.
Sial, batin Xika. Apakah ia benar-benar akan kalah? Apakah ia harus mencari cara lain untuk membuat namanya terkenal ke seluruh Dinasti Lin?
Han Feng semakin mendekat. Ia mengangkat tangannya menunjuk Xika dan membuka mulutnya hendak bicara.
CRAT!
Namun yang keluar dari mulut Han Feng adalah darah. Dilanjut dengan batuk-batuk yang penuh dengan darah. Kemudian nyeri di seluruh tubuhnya, hingga Han Feng menjerit kesakitan, lalu ditutup dengan dirinya yang pingsan dengan mata terbuka dan mulut berbusa.
Jantung Xika berdegup kencang. Apa yang baru saja terjadi? Kenapa Han Feng tiba-tiba mengeluarkan darah? Oh, mungkinkah efek dari Berserk Pillnya telah habis? Sungguh waktu yang tepat. Telat sedkit saja mungkin ia sudah dinyatakan kalah.
Ngomong-ngomong soal menang kalah, bukankah ia menang? Kenapa tidak ada yang mengumumkan kemenangannya? Apa pertarungan barusan juga masih tidak bisa diterima oleh para petinggi sekte? Kemudian Xika tersadar, bahwa dari delapan anggota tim mereka, selain dirinya, masih ada seorang lagi yang mampu untuk bertarung.
Liang Jihua.
Xika menoleh dan menatap Liang Jihua yang masih berdiam di dahan pohon. Gadis itu juga tengah menatapnya dalam diam. Mungkin ia sedang memikirkan strategi untuk mengalahkan Xika.
"Hahhh......." Xika menghela nafas berat. Ia sudah menghabiskan seluruh energinya dalam pertarungan tadi. Liang Jihua memang tak sekuat Han Feng, tapi saat ini gadis itu dapat mengalahkannya dengan mudah. "Kemarilah. Aku akan meladenimu kalau kau belum puas."
Tapi Xika tak tahu bahwa gadis itu terdiam bukan karena memikirkan strategi untuk mengalahkannya, namun isi kepalanya saat ini hanya terdiri dari satu kalimat yang terulang-ulang.
'Dia ternyata..........kuat.'
__ADS_1
Kemudian Liang Jihua sadar bahwa Xika tengah menunggu jawabannya. Gadis itu menggelengkan kepalanya. Ia turun dari pohon, kemudian mengangkat tangannya.
"Aku menyerah." ucapnya.
Xika agak bingung mendengar ucapan Liang Jihua. Padahal Liang Jihua menonton pertarungannya dari awal sampai akhir, seharusnya gadis itu tahu bahwa ia tak punya tenaga yang tersisa untuk bertarung lagi kan? Gadis itu dapat mengalahkannya dengan mudah. Kenapa ia lebih memilih untuk menyerah?
Normalnya, orang normal tak akan melewatkan kesempatan emas seperti ini. Kemenangan mudah tanpa bertarung, siapa yang tidak mau? Namun Xika telah mempertunjukkan sebuah pertarungan yang berada diluar akal sehat. Sekalipun kini ia tak memiliki energi tersisa untuk bertarung lagi, tapi bayangan dirinya yang telah mengalahkan Han Feng terus terputar di benak Liang Jihua.
Pertarungan antar Xika yang berada di Forming Qi 8 dengan Han Feng yang berada di Low-Jack telah mengukir sebuah memori yang tak akan terhapus dari ingatan Liang Jihua. Pertarungan Xika berada di luar akal sehat. Karena itu, sekalipun akal sehat memintanya untuk mengalahkan Xika, Liang Jihua tidak akan melakukannya. Karena Xika itu sendiri tidak dapat diukur dengan akal sehat.
"Ekhem! Baiklah kalau begitu Xing Xika dari Mu Zhan Academy telah memenangkan kompetisi kali ini. Dengan ini akan kuumumkan bahwa Kompetisi Penyambutan Murid Baru telah selesai!"
Meskipun masih bingung, tapi Xika merasa lega ketika mendengar suara Jing Wei. Akhirnya, ia menang. Dengan begini, namanya akan terkenal ke seluruh penjuru Dinasti Lin. Setelah itu, pamannya pasti akan mendengarnya dimanapun ia berada bukan?
Liang Jihua masih terus menatap Xika. Gadis itu kelihatannya ingin mengatakan atau melakukan sesuatu tapi ia ragu. Kemudian perhatian Xika teralihkan dengan sesosok pria yang muncul dari bayangannya.
Li Tang.
Sama seperti Liang Jihua, pria itu juga tak dapat bereaksi. Ia ingin memberikan ucapan selamat dan semacamnya pada Xika namun ketika berdiri di hadaan Xika, ia tak tahu harus bagaimana. Kini ia memandang Xika sebagai sosok yang berbeda. Ia tak pernah menyangka bahwa Xika yang paling rendah basis kultivasinya di antara mereka sebenarnya adalah yang paling kuat.
"Aku........aku......." Li Tang masih bingung harus bicara apa.
"Bagaimana lukamu? Sudah lebih baik?"
Li Tang terbengong sesaat kemudian ia ikut tersenyum. "Aku merasa baikan setelah beristirahat sebentar dan menyaksikan pertarungan yang luar biasa."
Xika tersenyum malu. "Hm? Benar juga. Dimana kau bersembunyi selama ini? Dan juga, bagaimana caranya kau menyaksikan pertarunganku tadi?"
"Itu rahasia sekteku. Bergabung dengan sekteku, maka akan kuberitahukan caranya padamu. Bagaimana?"
"Sialan. Jangan ikut-ikutan seperti Han Feng, dong!"
Li Tang terkekeh. Kemudian Xika merangkulnya dan mendekatkan mulutnya pada telinga Li Tang.
"Tapi kau benar-benar sudah merasa baikan, kan? Tampaknya aku membutuhkanmu untuk melindungiku dari gadis buas di belakang itu. Ia hanya menatapku dalam diam tanpa melakukan sesuatu. Aku merasakan firasat buruk darinya."
Mendengar perkataan Xika itu, Li tang tak dapat menahan tawanya lagi. Syukurlah, Xika masihlah Xika yang ia kenal. Sekalipun ia memiliki kekuatan yang begitu luar biasa, namun ia tetap bersikap sama seperti sebelumnya, tidak menjadi sombong seperti Han Feng atau murid dari sekte besar lainnya.
"Ah! Aku lupa mengeluarkan Yun Xingzhao!"
Tapi sebelum Xika dapat mengeluarkan Yun Xingzhao dari tempat persembunyian yang ia buat, jimatnya telah menyala. Begitu juga dengan jimat Li Tang dan Liang Jihua. Tak lama kemudian, cahaya menyelimuti dirinya dan membawanya kembali ke Akademi. Semoga saja Yun Xingzhao juga kembali ke Akademi. Kalau tidak, akan repot untuk mencarinya lagi.
__ADS_1
---------------------------------
Sementara itu di ruang dimana Jing Wei dan petinggi sekte lainnya berkumpul........
BRAK!
Han Li memukul meja dengan emosi.
"Brengsek! Apa-apaan ini? Kau curang Saudara Jing! Aku tidak terima! Pertaruhan ini tidak sah!"
"Ekhem! Aku curang, Saudara Han? Apa kau yakin kau tidak salah?"
"Saudara Jing, kuakui bahwa Putraku memang menyembunyikan kekuatannya. Aku akan menghukumnya atas hal itu. Tapi bukankah kau juga sama curangnya denganku karena menyembunyikan kemampuan muridmu itu? Dan lagi, kau yang mengajakku taruhan. Itu pasti karena kau percaya diri dengan muridmu itu, bukan?"
"Hahaha.......Saudara Han, putramu dan muridku jelas berbeda. Putramu telah melanggar aturan karena mengikuti kompetisi ini padahal ia bukanlah murid baru. Sedangkan muridku itu, ia memang baru masuk tahun ini. Ia memang menyembunyikan kekuatannya, tapi itu tidak melanggar aturan. Tak ada aturan yang melarang penyembunyian kekuatan. Murid-murid lainpun melakukan hal yang sama."
Han Li hendak membantah, namun para petinggi dari sekte lain telah menyelanya.
"Sudahlah, Saudara Han. Kau diperbolehkan untuk curang namun orang lain tidak?"
"Benar. Sudah baik Saudara Jing tidak langsung mengeluarkan putramu, sekarang kau malah dengan tidak tahu dirinya protes karena murid Saudara Jing menyembunyikan kekuatannya? Di mana wajahmu itu, Saudara Han?"
"Tepat sekali. Sejak awal pertaruhan juga Saudara Jing berada di sisi yang tidak menguntungkan namun ia masih tetap bertaruh. Kini setelah kau yang berada di sisi yang tidak menguntungkan, kau ingin membatalkan pertaruhan itu? Apakah kau bahkan mengerti konsep bertaruh?"
Dan berbagai ucapan lain dilontarkan menuju Han Feng. Kebanyakan berasal dari sekte kecil, tapi ada juga sekte menengah yang membela Jing Wei. Namun yang paling pertama bicara adalah tetua dari Dark Shade Abyss. Entah memang ia memegang keadilan, atau ia melihat muridnya berteman baik dengan Xika yang memiliki potensi besar sehingga hendak menjalin hubungan persahabatan dengan Akademi dari awal.
Han Li terdesak. Ia kalah jumlah. Padahal biasanya para sekte kecil dan menengah ini selalu menjilat dan menyanjungnya. Berani-beraninya mereka berbalik dan menusuk dirinya? Ia menoleh untuk meminta bantuan dari tetua Sky Devouring Castle, Di Clan, dan Immortal Pearl Pavillion, namun mereka hanya diam tutup mata.
Sejak awal, ini adalah masalahmu. Kau duluan yang mulai curang dengan menyamarkan putramu sebagai murid baru. Jangan membawa kami ke dalam masalahmu. Hanya karena murid-murid kita pernah bekerja sama, bukan berarti kita juga akan bekerja sama.
Han Li menggeram kesal. Ia melambaikan tangannya dan mengeluarkan sebuah topeng dari dalam cincin spasialnya. Topeng itu adalah artefak Low-Heart. Sebenarnya bukan artefak itu yang Jing Wei maksud ketika mereka bertaruh, tapi Han Li sengaja menukarnya.
Ia memiliki firasat bahwa Jing Wei akan memberikan hasil taruhan ini pada Xika. Xika sudah begitu kuat dan memiliki artefak yang sepadan. Kalau ia memberikan artefak senjata atau pertahanan, bukankah Xika akan semakin kuat? Pada saat itu, Xika akan semakin sulit untuk dibunuh.
Karena itu, lebih baik ia berikan saja topeng yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa kegunaannya. Sekalipun para ahli artefak telah mengidentifikasi bahwa topeng ini memiliki aura yang setingkat dengan artefak Low-Heart lainnya, tapi tak ada yang tahu apa kegunaan dari artefak itu.
Han Li menaruh topeng itu di meja, kemudian meninggalkan ruangan dengan mengibaskan jubahnya secara ketus.
Jing Wei tersenyum pahit melihat topeng yang ditaruh Han Li. Ia tahu bahwa bukan itu artefak yang ditemukan Burning Abyss Clan baru-baru ini, tapi tampaknya ia tak dapat memaksa Han Li lebih dari ini. Yah, segini saja sudah cukup baik. Ia bahkan berpikir bahwa Han Li tidak akan menerima hasil taruhan ini.
Untungnya para petinggi sekte lain membantunya. Mereka pasti sengaja melakukan hal itu untuk menjalin hubungan baik dengannya. Tentu saja ini semua karena Xika. Semua orang berebut untuk menjadi temannya saat ini. Siapa yang tidak mau berteman dengan jenius yang menguasai empat macam elemen?
__ADS_1