Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-281


__ADS_3

"Pfftt....."


Xika mengerutkan keningnya bingung Han Feng malah tertawa padahal tahu ia baru saja menerobos.


"Aduh, astaga.......Kupikir kau sebelumnya menyembunyikan kekuatanmu, mungkin di Forming Qi 8 atau 9. Tapi aku tak pernah berpikir bahwa kekuatan aslimu hanya di Forming Qi 7 dan baru naik tadi. Pfttt.....Bahkan temanmu yang disana cukup pintar untuk menyembunyikan kekuatannya, meskipun pada akhirnya masih kalah. Tapi kau? Pfttt......."


Han Feng kembali memegang perutnya sambil menahan tawa.


"Kau bodoh, ya?" ucap Xika tak mempedulikan hinaan Han Feng. "Saat aku di Forming Qi 7 aku setara dengan Forming Qi 9, kira-kira bagaimana kekuatanku saat di Forming Qi 8, ya?"


"Pfttt.......astaga........kau lebih bodoh dari yang kukira......hanya karena kau maju satu tingkat kau pikir bisa mengalahkanku? Royal Realm dengan Forming Qi itu merupakan dua dunia yang berbeda. Bahkan sekalipun kau berada di Forming Qi 9, kau masih tetap tidak bisa mengalahkanku. Kupikir awalnya kau memiliki beberapa pengetahuan karena mengetahui kekuatanku, tapi ternyata.....pfttt...."


"Heh.....tertawalah sesukamu. Tapi biar kuberitahu satu hal. Peraturan biasa tidak berlaku untukku." Selesai bicara Xika langsung melesat berbekal Space Shifter dan muncul di belakang Han Feng mengincar kepalanya.


"Cih, sampah." Han Feng menghindar dengan mudah. Setelah itu Xika terus memberikan serangan tapi tak ada satupun yang mengenai Han Feng. Melihat hal tersebut, Han Feng tersenyum meremehkan. Ia sengaja menahan diri untuk tidak menyerang Xika agar dapat melihat kekuatan sesungguhnya dari anak itu. Tapi tampaknya hanya segini saja.


Sementara Xika, dalam setiap serangannya ia memperhitungkan kemungkinan yang terbaik. Kapan tepatnya ia harus melepaskan keempat elemennya? Selagi terus menyerang, Xika memperhatikan Han Feng dengan seksama mencari celah.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Han Feng menunjukkan celah. Bukan, lebih tepatnya celah itu sengaja dibuat oleh Han Feng karena bosan dengan serangan Xika yang tidak pernah mengenainya. Akhirnya ia berhenti menghindar dan sengaja berdiam diri agar serangan Xika mengenainya.


'Heh, kau sangat percaya diri dengan seranganmu, mari kita lihat sekuat apa kau sebenarnya.' batin Han Feng.


Tapi itulah yang Xika incar daritadi. Saat dimana Han Feng benar-benar meremehkannya ke titik maksimal.


SYUT!


Space Shifter yang berbentuk tongkat mengarah menuju dada Han Feng, tapi yang menjadi target hanya diam sambil tersenyum meremehkan. Tepat beberapa senti sebelum Space Shifter mengenai Han Feng, Xika memasukkan empat elemen ke dalam tongkatnya, dan simbol empat elemen muncul di ujung Space Shifter.


SYUNG!


SHHHH!


BUK!


BLARRR!


BRAKKKK!


Han Feng terlambat menyadari apa yang Xika rencanakan. Ia baru menyadarinya ketika Space Shifter telah menghantamnya dan membuatnya terbang lebih dari belasan meter dan menabrak cukup banyak pohon.


BRAK!


BRAK!


BRAK!


BRUK!


Akhirnya ia berhenti setelah membuat banyak pohon bolong. Han Feng meringis kesakitan tidak percaya Xika dapat memberikan serangan yang demikian kuat. Ketika mengangkat kepalanya, ia mendapati Xika tengah tersenyum meremehkan.


"BRENGSEK!"


Han Feng segera bangkit dan melesat menuju Xika. Kali ini ia membakar seluruh tubuhnya dan berniat membuat Xika dalam keadaan yang sama dengan Li Tang. Perasaannya dipenuhi dengan ketidakpercayaan, sama dengan Tian Li, Li Tang, dan berbagai petinggi lain yang juga menyaksikan kejadian barusan.

__ADS_1


Mereka semua memiliki pemikiran yang sama dengan Han Feng. Serangan Xika yang tadi itu hanyalah kebetulan berhasil karena Han Feng lengah. Bahkan Li Tang juga memiliki perasaan yang sama. Bukannya ia ingin Xika kalah, tapi rasanya Royal Realm terlalu jauh untuk mereka saat ini.


"Heh, kenapa? Menurutmu tadi itu hanya kebetulan? Kau pikir aku tak akan bisa melakukan hal itu kalau kau serius seperti sekarang?" tanya Xika sambil menghindari serangan Han Feng yang hampir tanpa henti.


"Kalau kau memang mampu, coba lakukan lagi, sialan!" teriak Han Feng kesal karena Xika lebih lincah dari yang ia kira.


SYUT!


DUAK!


Sayangnya serangan Xika datang lebih cepat dari perkiraan Han Feng. Dan sekali lagi, Han Feng terlempar sama jauhnya seperti sebelumnya. Xika dengan tenang memutar Space Shifter sambil memberikan tatapan merendahkan pada Han Feng. Gerakannya menunjukkan seolah ia menunggu Han Feng bangkit kembali.


Tentu saja amarah mengisi hati Han Feng. Tapi daripada itu, ia merasakan sebuah kemustahilan yang luar biasa. Ia, yang berada di tahap Low-Jack, dipukul mundur oleh bocah Forming Qi? Bagaimana mungkin itu terjadi?


"Kau......apa yang kau lakukan sebenarnya? Trik curang apa yang kau mainkan?"


"Curang? Kalau maksudmu aku adalah murid lama yang menyamar seperti dirimu, maka kau salah. Tenang saja, aku 100% murid baru. Hanya saja.......aku tak pernah mengungkapkan seluruh kekuatanku sebelumnya." ucap Xika tersenyum sambil memberikan tatapan tajam tapi percaya diri.


Han Feng hanya menggertakkan giginya kesal, kemudian melambaikan tangannya dan mengeluarkan sebuah artefak dari Spatial Ringnya. Sebuah golok yang cukup lebar dengan bilang sampingnya dipenuhi gigi-gigi yang tajam. Aura Han Feng meningkat seketika begitu ia menggenggam golok tersebut.


"Menggunakan senjata? Pilihan bagus. Sayangnya, apa kau berpikir dapat mengalahkanku hanya dengan golok itu?"


"Heh. Tremendous Shutterflame-ku tak dapat dibandingkan dengan senjata murahanmu itu!" Han Feng mengayunkan goloknya dan menyebabkan tebasan api yang menuju Xika.


"Senjata murahan? Kasar sekali." ucap Xika tampak tak peduli. Tapi dalam hati, ia berjanji akan membiarkan Space Shifter menyerap golok apapun itu namanya. Biar kuperlihatkan padamu apa yang bisa dilakukan senjata murahan ini.


SYUT!


Terdengar suara logam yang saling beradu. Tongkat melawan golok. Kalau lawan Xika adalah pengguna golok biasa, maka ia memiliki keuntungan jarak karena normalnya tongkat lebih panjang dari golok. Tapi golok yang digunakan Han Feng lebih panjang dan besar daripada kebanyakan golok hingga hampir seukuran dengan bentuk Space Shifter saat ini.


Selain itu, yang menggunakan golok tersebut bukanlah orang biasa, melainkan Han Feng dari Burning Abyss Sect. Apalagi Han Feng menyembunyikan identitasnya, entah setinggi apa status aslinya dan bagaimana pelatihan yang ia dapat. Tapi Xika harus akui bahwa Han Feng adalah salah satu lawan yang paling tangguh dari mereka yang sebaya dengannya.


DUAK!


SLASH!


BUK!


BRET!


Pertarungan Xika dan Han Feng cukup brutal. Mereka tidak mempedulikan pertahanan dan hanya berfokus pada penyerangan. Berbagai luka dapat terlihat menghiasi tubuh keduanya. Xika dipenuhi dengan luka tebasan, sementara Han Feng dengan luka memar.


Sekalipun kelihatannya luka Xika lebih parah dibanding Han Feng, tapi kenyataannya tidak begitu. Bahkan mungkin luka yang diderita Han Feng lebih parah dibanding Xika. Alasannya bukan terletak pada senjata yang dipakai tapi pada kualitas energi.


Mungkin senjata cukup berpengaruh karena senjata tajam seperti golok umumnya lebih mematikan dibanding senjata tumpul seperti tongkat. Tapi di dalam dunia kultivator hal tersebut tidak selalu berlaku. Ada kalanya senjata tumpul lebih mematikan dibanding senjata tajam, semua itu tergantung pada penggunanya.


Han Feng menyerang Xika dengan energi dari Royal Realm, Low-Jack sementara Xika menyerang Han Feng dengan gabungan dari empat elemen. Xika sendiri juga sebenarnya tidak tahu bahwa gabungan dari keempat elemennya dapat sebanding dengan energi dari Royal Realm, tapi ia memang tahu bahwa gabungan keempatnya memang kuat.


SYUT!


CLANG!


Han Feng mengayunkan goloknya hendak menebas Xika tapi ditahan dengan Space Shifter. Keduanya beradu tenaga selama beberapa saat sebelum melompat mundur menjaga jarak. Keduanya kembali menstabilkan nafas.

__ADS_1


Kebetulan Xika mundur kedekat Li Tang sedangkan Han Feng kedekat Tian Li.


"Xika......." Li Tang menatap Xika dengan tatapan terkejut. Ia tidak tahu harus berkata apa. Semua yang terjadi begitu sulit untuk dipercaya.


"Saudara Li, maaf kalau aku kurang sopan. Tapi bisakah kau menyembunyikan dirimu dulu untuk saat ini?" tanya Xika sambil terus memperhatikan gerak-gerik Han Feng.


Li Tang langsung mengerti maksud Xika. Bila ia terus berada di sini, ia hanya akan menjadi beban. Terutama karena dirinya tidak dalam kondisi yang baik untuk bertarung.


"Aku tidak masalah." Li Tang menjawab, "Tapi tampaknya Tian Li juga akan ikut bertarung, apa kau tidak masalah? Aku mungkin bisa membantu sedik-ukh!" Li Tang hendak mengeluarkan sedikit tekniknya tapi segera meringis kesakitan.


Akhirnya Xika menoleh pada Li Tang kemudian tersenyum, "Terima kasih, Saudara Li. Aku menghargai niat baikmu. Tapi saat ini jauh lebih penting bagiku untuk bertarung tanpa terganggu."


Li Tang mengangguk. "Butuh bala bantuan? Mungkin aku bisa mencari Yun Xingzhao atau......"


"Saudara Yun sudah berada di tempat yang aman. Sayangnya, ia juga tidak dalam keadaan yang memungkinkan untuk bertarung. Mengenai Liang Jihua.......kupikir lebih baik baginya untuk tidak terlibat dalam pertempuran ini."


Li Tang tak mengatakan apa-apa lagi. Ia memejamkan matanya, kemudian perlahan tubuhnya tenggelam ke dalam bayangannya sendiri sampai tak menyisakan apapun.


Xika kemudian menoleh menatap Han Feng dan Tian Li yang kelihatannya akan ikut bertempur juga setelah bicara dengan Han Feng.


"Hei, aku punya pertanyaan. Sebenarnya kenapa Burning Abyss Sect mengirimmu? Apa mereka kekurangan murid baru berbakat hingga tak ada orang yang tersisa lalu akhirnya mengirimmu?"


"Bajingan! Kau cari mati!"


Han Feng melempar bola api pada Xika. Sebelum melayang, Tian Li menambahkan elemen angin pada bola api tersebut sehingga menambah daya kobar bola api itu.


"Hm, bola api diperkuat dengan elemen angin. Kombinasi yang bagus. Aku juga bisa." ucap Xika sambil tersenyum. Ia mengangkat tangannya dan membentuk bola api juga. Kemudian ia meniup bola api itu dan seketika nyalanya bertambah besar.


Baik Tian Li maupun Han Feng sama-sama tertegun menyaksikan hal yang barusan Xika lakukan. Jadi selama ini, Xika adalah kultivator ganda? Ia menguasai elemen angin dan api? Tapi ia hanya menggunakan elemen angin saja sebelumnya.


SYUT!


BLAR!


Kedua bola api itu bertemu, kemudian setelah beradu beberapa saat, keduanya meledak menciptakan hempasan angin yang cukup kuat dan kabut yang tebal.


Xika tersenyum mengingat reaksi Han Feng dan Tian Li ketika mengetahui bahwa ia juga menguasai elemen api. Ia hendak memberikan serangan menyelinap pada Han Feng atau Tian Li, namun mendadak ia merasakan keberadaan lain.


Sosok itu mendekatinya dengan cepat. Xika memasang posisi waspada. Li Tang sudah bersembunyi dan Yun Xingzhao juga sudah ia sembunyikan. Kemungkinan paling bagus, sosok ini adalah Liang Jihua yang berniat membantu, kemungkinan paling buruk sosok itu adalah Zhen Fang atau Di Lang.


Mendadak sosok itu berhenti beberapa meter darinya dan melambaikan tangannya. Ia membuat isyarat yang menunjukkan bahwa ia bukanlah musuh. Lucu sekali. Tapi Xika akan menemani permainannya. Ia pura-pura menurunkan kewaspadaannya dan balas melambai. Ia berjalan mendekati sosok itu.


Ketika jaraknya tinggal beberapa langkah, sebuah akar raksasa muncul dari belakangnya dan mengincar punggungnya. Xika segera memutar tubuhnya untuk menghindar, tapi kemudian ia merasa punggungnya mati rasa bersamaan dengan sensasi bahwa seseorang telah menotok punggungnya.


Teknik totokan ini.......kalau tidak salah.......


Kabut mulai berputar dan menunjukkan sosok dibalik penyerangan tersebut.


"Apa kabar Saudara Xing?" Sebuah suara yang ramah menyapa Xika. Ia mengenali suara itu. Kemudian, di belakang sosok tersebut, tampaklah seorang lagi.


Sial, batin Xika.


Rupanya perkiraannya salah. Sosok tersebut bukanlah Di Lang atau Zhen Fang, melainkan Di Lang dan Zhen Fang.

__ADS_1


__ADS_2