
"Wah, wah.......seru sekali ya, kalian berdua."
"Benar, kami sedang menentukan target berik-"
Ucapan Xika langsung terhenti ketika sadar yang bicara bukanlah Huo Bing. Kemudian ia menoleh pada asal suara itu dan membuat senyum di wajahnya membeku.
Sepasang serigala itu menyeringai memamerkan taring mereka.
"Xika, kawanku. Ayo turun sebentar. Aku punya sesuatu yang harus di bicarakan denganmu."
"Mungkin lain kali, kawan. Aku sedang sibuk. Sampai jumpa."
Berbeda dengan Lang Hu, Hongbao tidak berbasa-basi lagi. Serigala merah itu langsung melompat dan berusaha memanjat pohon yang dijadikan Xika tempat persembunyiannya. Untungnya pohon itu cukup tinggi dan Xika tidak menunggu keduanya datang. Ia melebarkan sayapnya dan kembali terbang.
Sayangnya Lang Hu sudah menebak tindakannya itu dan melompat menyergap dirinya hingga jatuh terguling-guling. Keduanya bertukar beberapa serangan beberapa kali sebelum Xika tergeletak menyerah.
Lang Hu menyentuhkan ekornya di sekitar tubuh Xika dan membuatnya tertawa terbahak-bahak.
"Ahahahahaha.......aduh......geli....hentikan....hentikan.......baiklah aku mengaku salah! Aku salah!"
Dan akhirnya gelitikan mematikan dari Lang Hu berhenti. Xika menenangkan nafasnya yang sempat memburu karena gelitikan Lang Hu. Ia sangat iri dengan Huo Bing yang berwujud roh, jadi bisa bersembunyi di saat seperti ini.
Lang Hu menatap Xika yang balas menatapnya. Kemudian keduanya kembali tertawa. Tapi tawa mereka itu tidak berlangsung lama. Xika melihat sosok merah mendekat dengan tatapan yang masih belum damai.
"Kawan, kali ini aku sungguh-sungguh. Tolong aku."
Lang Hu tersenyum. Kemudian ia berkata,
"Itu urusanmu. Sampai jumpa."
Ekspresi Xika langsung berubah serius.
"Baiklah. Kau yang memaksaku."
Lang Hu yang tadinya hendak pergi mengurungkan niatnya karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan dengan Xika. Ia kembali duduk dan menunggu pertunjukkan dimulai.
Hongbao tidak terlihat terganggu dengan ucapan Xika tadi. Ia berjalan maju dengan ekspresi kesal. Kemudian berhenti ketika jaraknya kurang dari satu meter dengan Xika. Ia juga ingin tahu apa yang akan dilakukan anak itu.
Xika berteriak.
"LANG HONGBAO!"
Ia berteriak menggunakan suara Lang Yan jadi baik Lang Hu maupun Hongbao menegakkan seluruh bulunya karena terkejut. Kemudian Xika melemparkan sesuatu dan membuat asap muncul.
"Sampai jumpa."
Setelah mengatakan itu ia langsung mengepakkan sayapnya secepat mungkin. Untungnya, asap yang ia tebarkan kali ini berbeda dengan asap yang digunakan ketika bertemu dengan Xuehao. Ia mencampurnya dengan tanaman lain untuk mengaburkan indra penciuman kemarin malam sambil mengobrol dengan Heiliao dan Huo Bing.
"Uhuk!"
"Aduh! Anak itu benar-benar!"
Apa yang tidak diketahui Xika adalah ternyata racun yang ia lemparkan juga berguna untuk mengaburkan penglihatan serigala. Tanaman yang ia campurkan adalah Confuse Flower. Bunga yang pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Siapa sangka bunga ini akan menyelamatkan nyawanya lagi?
Hutan tempat para serigala tinggal ini benar-benar subur. Ia dapat menemukan banyak tanaman tingkat tinggi, dan tanaman tingkat rendah seperti Confuse Flower juga memiliki khasiat yang lebih tinggi dibanding Diamond Shake.
Hongbao mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Seperti dugaannya, Xika sudah menghilang. Ia menghela nafas.
"Aku tidak mengerti apa yang ada di pikirannya. Apa semua manusia memang seperti itu? Asap yang dibuatnya juga sangat hebat. Aku belum pernah melihat hal yang seperti itu. Tunggu, apa manusia bisa membuat asap? Asap itu bisa mengaburkan indra kita." ucap Hongbao sambil menggelengkan kepalanya.
Lang Hu hanya menatap kekasihnya itu. Ia juga tidak mengerti apa yang ada dalam pikirkan manusia bernama Xika itu. Hongbao kembali bicara.
"Tapi aku bersyukur ia memaafkanmu. Ia benar-benar tidak marah atau dendam padamu sama sekali. Ia bersikap biasa pada kita seperti ini. Aku sangat bersyukur untuk hal itu."
Lang Hu mengangguk.
"Ya. Aku juga sangat bersyukur. Tapi pikirannya benar-benar aneh. Aku saja masih tidak akan bisa memaafkan diriku kalau ia tidak bicara seperti itu sebelumnya. Untunglah kita para serigala tidak membuat keputusan yang salah. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang teman yang baik dan kuat di masa depan."
Kekasihnya mengangguk setuju. Kemudian ia menatap langit yang semakin gelap.
"Ayo kita pulang."
__ADS_1
"Ya."
Dan keduanya berjalan pulang menuju rumah mereka. Sementara Xika masih berkeliaran di tengah hutan tidak tahu bahwa keduanya sudah menyerah mencari dirinya dan tengah bergelut dengan nyamuk-nyamuk yang senantiasa menarikya dari alam mimpi.
Hari berlalu dan Xika terbangun di atas dahan pohon pinus. Untuk sesaat ia bingung menatap sekelilingnya. Selama tiga bulan ini ia tidur di alam bebas tapi tidak pernah di atas pohon, jadi ia agak lupa bagaimana rasanya. Kemudian ia kembali mengingat kejadian sebelum ia tidur dan menatap sekelilingnya dengan waspada.
Ia menghela nafas lega karena tidak melihat satupun sosok serigala.
Huo Bing muncul dan memberikan ide sesat padanya.
"Ada beberapa serigala yang sedang mengobrol tidak jauh dari sini. Ayo bergabung dengan mereka."
Xika tersenyum jahil.
"Ayo."
Dan iapun melakukan hal yang sama pada serigala-serigala itu seperti yang dilakukannya pada Lang Hu dan Hongbao. Awalnya mereka terkejut. Kemudian sebagian tertawa setelah tahu itu adalah dirinya yang menyamar sebagai Lang Yan sementara sebagian lagi tertarik bagaimana cara ia melakukannya.
Seminggu berlalu. Meskipun tidak bisa dibilang menolak, tapi sekarang sudah banyak serigala yang menerima Xika sebagai bagian dari kaum mereka.
Hari itu matahari sedang memancarkan sinarnya yang paling terang dan membuat banyak mahkluk mengeluh karena kepanasan. Lang Tao adalah salah satunya. Ia sedang mengobrol dengan beberapa serigala ketika sebuah suara terdengar.
"Kenapa kalian bermalas-malasan? Meskipun cuaca panas, tapi itu bukan alasan untuk bermalas-malasan. Hahhhhh.......dasar. Bagaimana masa depan kaum serigala kalau kalian semua seperti ini?"
Suara itu terdengar seperti suara Lang Yan. Lang Tao dan beberapa lainnya tidak menanggapi dengan baik. Mereka bahkan tidak menoleh. Mereka merespon seadanya.
"Haha. Lucu sekali. Jangan sekarang, oke? Aku sedang malas." jawab Lang Tao.
"GRRRR........."
Namun bukannya suara Xika, yang terdengar malah geraman buas dari karnivora alami. Lang Tao dan teman-temannya langsung menoleh dengan kaget.
Selama seminggu ini Xika sudah banyak menjahili serigala lain dengan berpura-pura menjadi serigala lain. Dan salah satu serigala yang paling sering ia perankan adalah Lang Yan. Hal itu membuat banyak serigala lain terbiasa mendengan suaranya dan tidak lagi takut seperti sebelumnya.
Kali inipun, Lang Tao dan lainnya mengira itu hanyalah Xika yang bermain-main, jadi ia merespon dengan asal. Namun yang ada di depan mereka sekarang adalah Lang Yan. Lang Yan yang asli. Bukan Xika yang berpura-pura menjadi Lang Yan. Mereka semua langsung berdiri dan memberi hormat.
Namun suasana hati Lang Yan sudah terlanjur buruk karena sikap mereka sebelumnya, jadi ia tidak menanggapi hormat mereka dengan baik dan berlalu begitu saja membuat Lang Tao dan teman-temannya ketakutan. Dalam hati mereka mengumpat pada Xika.
Kemudian ia melihat sesuatu dari sudut matanya. Seorang manusia dengan roh burung yang bertengger di pundaknya. Anak itulah salah satu penyebab kepalanya pusing. Ia berjalan mendekat.
"Hoi, bocah!"
Xika terlompat kaget sebelum menoleh melihat Lang Yan. Serigala tua itu menatapnya dengan bingung sekaligus aneh.
"Kenapa kau terkejut begitu?"
'Karena aku baru berpura-pura jadi dirimu' adalah hal yang pertama kali terlintas di benak Xika. Untunglah ia tidak mengucapkannya. Otaknya berputar keras dan menemukan jawaban untuk pertanyaan yang menurutnya saat itu sangat sulit.
"Ah, saya tidak mengira akan bertemu dengan Pemimpin Yan. Apa yang anda lakukan di sini?"
Lang Yan mengerutkan keningnya.
"Apa aku tidak boleh berjalan-jalan?"
Kali ini giliran Xika yang bingung. Ia berpikir Lang Yan adalah serigala tua yang lebih suka memfokuskan dirinya pada hal-hal sulit berbau politik yang tidak ingin Xika ketahui.
"Tentu saja boleh. Saya hanya tidak menyangka anda akan eh, berjalan-jalan."
Kata terakhir Xika itu membuat Lang Yan mengerutkan keningnya tapi ia tidak mempermasalahkannya lebih jauh.
"Kemarilah. Ada yang ingin kubicarakan denganmu."
"Oh?"
Xika mendekat tertarik. Ia berjalan di sisi Lang Yan. Ukuran serigala tua itu hampir sama dengan Heiliao, hanya berbeda beberapa centi saja. Dan serigala tua itu lebih tinggi dua kepala manusia dibanding Xika meskipun Xika sudah berdiri tegak. Keduanya berjalan beriringan dan untuk sesaat tak ada yang bicara.
"Saya penasaran apa yang ingin dibicarakan Pemimpin Yan."
"Ini mengenai permintaanmu."
"Ah, ya. Terima kasih karena menepati janji."
__ADS_1
Xika mendapat pelototan dan langsung meralat kata-katanya.
"Eh, maksud saya terima kasih karena sudah menerima saya dan teman saya."
Lang Yan mengangguk puas.
"Bukan yang itu. Permintaan yang lain."
"Oh! Heiliao sedang mengerjakan tugasnya. Anda tidak akan mengingkari janji kalau Heiliao menyelesaikannya dalam waktu tiga tahun, kan?"
Lang Yan kembali mengerutkan keningnya.
"Apa aku terlihat seperti serigala yang tidak akan menepati kata-katanya?"
"Entahlah. Anda memberikan perasaan samar seperti itu."
Dan Xika kembali mendapat pelototan dari serigala tua itu. Tapi kali ini ia tidak meralat perkataannya.
"Bukan yang itu juga."
Xika berpikir sebentar kemudian teringat permintaan terakhirnya.
"Apa yang mau kau minta?" tanya Lang Yan yang melihat Xika sudah tahu apa yang ia bicarakan. Xika tidak langsung menjawab. Serigala tua itu kembali bicara.
"Sejujurnya, permintaanmu ini adalah salah satu hal yang membuat kepalaku pusing. Tapi apa boleh buat, kami sudah berjanji. Kami harus menepatinya."
"Saya tersanjung dapat membuat Pemimpin Yan kerepotan."
"Langsung saja. Apa yang kau mau?"
"Apakah saya harus menggunakannya sekarang?"
Itu sama sekali bukan jawaban yang diduga Lang Yan. Ia mengira anak itu akan meminta salah satu harta paling berharga milik kaum serigala atau diizinkan masuk ke perbendaharaan kaum serigala. Ia sama sekali tidak terpikirkan manusia ini tidak mau menggunakan permintaannya langsung. Biasanya, para manusia pasti akan langsung tergoda dengan kata 'apapun' dan akan langsung menggunakannya tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Sikap Xika itu membuatnya memuji sekaligus mengutuk anak itu secara bersamaan. Itu adalah hal yang bagus kalau ia tidak menggunakannya sekarang. Satu masalah berkurang. Tapi ia yakin permintaan yang ia buat di masa depan pasti lebih merepotkan dari yang sekarang.
"Saya memiliki permintaan yang akan melibatkan seluruh kaum serigala. Bukankah itu menakjubkan? Saya ingin menikmatinya sedikit lebih lama."
"Kau pasti tidak tahu ingin menggunakannya untuk apa, benar?"
"Tidak juga."
Lang Yan menaikkan sebelah alisnya.
"Baiklah, ya."
Lang Yan memberikan pandangan yang berkata 'sudah kuduga'.
"Sejujurnya, saya memiliki beberapa gambaran tentang apa yang akan saya minta. Tapi saya rasa itu bukan hal yang harus diputuskan secara terburu-buru. Pemimpin Yan dapat tenang. Satu masalah telah selesai. Pemimpin dapat memikirkan tentang permintaan saya nanti saja di masa depan."
"Jadi kau tidak akan menggunakan permintaanmu sekarang?"
"Kurang lebih, ya."
Lang Yan mengangguk. Satu masalah selesai, setidaknya untuk saat ini. Beban pikirannya berkurang sekarang.
"Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi."
Lang Yan berjalan menjauh.
"Ah, tunggu sebentar Pemimpin Yan."
Serigala itu menghentikkan langkahnya.
"Bagaimana kalau saya meminta sesuatu yang tidak masuk akal, seperti meminta nyawa anda?"
DEG!
Lang Yan terdiam. Ia menoleh sedikit memperlihatkan moncongnya dan berkata,
"Kau..............terlalu meremehkan serigala."
Setelah itu ia kembali berjalan pergi, meninggalkan Xika yang tersenyum misterius melihat tanggapan salah satu Pemimpin kaum serigala itu.
__ADS_1