
Xika menatap tajam landak raksasa yang barusan menggagalkan rencananya. Ia berniat menghancurkan landak itu dulu. Tapi rasanya akan menghabiskan banyak energi kalau menghancurkannya dengan paksa. Kalau begitu, sebaiknya ia hancurkan sumbernya.
Setelah mencari beberapa saat, Xika akhirnya menemukan pengendali landak itu. Sialnya, mereka berada tepat di tengah kerumunan. Dan ia tak memiliki waktu untuk berpikir karena kelompok lawan telah mendekat. Selain kelompok lawan yang berkerumun mendekatinya, masih ada juga belasan orang yang menjadi penyerang jarak jauh.
Kalau begitu, ia harus mengganti targetnya.
SWOSH!
Angin kembali berkumpul di Space Shifter membentuk ujung tombak seperti yang sudah Xika lakukan sebelumnya. Ia mengangkat tangannya dan menarik sikunya kuat-kuat hendak melemparkan Space Shifter.
"Ia menggunakan teknik itu lagi, cepat bertahan!"
Segera saja, para musuh merapalkan teknik bertahan terbaik mereka. Berbagai perisai dan lapisan pelindung muncul mengelilingi kelompok itu hingga menciptakan lingkaran pertahanan yang cukup bagus sekalipun tidak direncakan. Selain itu, para pengendali landak yang berada di tengah kelompok itu juga terlindungi.
Tapi bukan itu target Xika. Ia kembali pada target awalnya. Landak sialan itu.
SYUSH!
BLAR!
Space Shfter Xika berhasil mengenai kulit landak itu dan membuat tubuhnya penyok sebelah, tapi masih belum cukup untuk mengalahkan mahkluk itu.
"Sialan, ternyata landak itu yang dia incar!"
"Tidak apa-apa. Kau tidak lihat? Serangannya tidak berhasil mengalahkan landak kita. Ia sudah lemah. Sedikit lagi dan kita akan berhasil menghabisinya."
SYUT!
Xika melesat sebelum musuh-musuhnya dapat bereaksi. Dan tujuannya adalah, landak sialan itu. Karena masih kesakitan akibat dampak serangan barusan, landak tersebut tidak dapat melakukan apapun sekalipun ia sadar bahwa Xika tengah mendekat.
Para penyerang jarak jauh menyadari ada yang tidak beres dan melancarkan serangan mereka. Berbagai serangan, panah, bola api, duri, tombak angin, dan lainnya melaju menuju Xika. Tapi Xika tidak akan membiarkan serangan itu menghambatnya. Ia menangkis setiap serangan yang masuk dan terus menuju landak raksasa yang masih terbaring itu.
Akhirnya Xika sampai di sisi landak itu setelah melesati puluhan serangan jarak jauh. Di belakangnya, kelompok penyerang jarak dekat sudah mulai mempersempit jarak setelah menyadari Xika tengah merencanakan sesuatu. Cepat-cepat Xika memegang ekor landak itu, kemudian mengangkatnya kuat-kuat.
GREP!
DRKK!
SYUT!
BUAK!
Ia mengayunkan landak itu dan berhasil menghempaskan kelompok penyerang jarak dekat cukup jauh.
"Apa-apaan! Bukankah ia sudah kelelahan? Bagaimana ia bisa mengangkat landak itu?"
"Ng, aku juga tidak yakin. Tapi daripada itu, lebih baik kita memikirkan bagaimana akan menghindari landak itu." ucap teman di samping sambil menunjuk landak yang kini menuju mereka.
SYUNG!
DUAK!
Xika tersenyum puas melihat kelompok lawan tersebar. Tapi ia tidak berdiam diri. Ia segera melesat sambil membawa landak itu menuju lawannya, kemudian melompat setinggi mungkin dan kembali menghantamkan landak itu pada lawannya.
BUMM!!
Tujuh orang pingsan.
BUMMM!!!
Delapan orang pingsan.
BUM!
BUM!
BUM!
BUM!
"Sialan! Bagaimana mungkin ia melakukan itu? Tidak, apakah itu bahkan mungkin untuk dilakukan?"
"Bodoh, mana kutahu! Cepat menghindar!"
__ADS_1
BUAK!
Sekitar setengah dari lawan Xika berhasil dikalahkan dengan hantaman landak yang Xika berikan. Sayangnya, ia salah mengayunkan dan mengenai pengendali landak itu, sehingga landak tersebut seketika menghilang begitu pengendalinya jatuh pingsan.
"Ck, sial. Padahal aku masih ingin bersenang-senang lebih lama lagi." ucap Xika menyangkan hancurnya landak itu. Ia kemudian melirik musuh-musuhnya yang tersisa. Kini tinggal sebelas orang.
"J-jangan takut! Ia hanya sendiri, kita lebih banyak darinya! Selain itu dia juga pasti kelelahan setelah mengayunkan landak sebesar itu berkali-kali!"
"Kau bercanda? Sebelumnya kau bilang ia sudah kelelahan tapi nyatanya ia masih berhasil menyapu lebih dari setengah kita!"
"Kali ini pasti ia kelelahan! Aku yakin!"
"Masa bodoh! Lebih baik aku melawan yang lain saja!" Beberapa orang yang setuju ikut pergi sementara sisanya masih bertahan. Kini yang tersisa di hadapan Xika hanya tinggal lima orang.
"Hehehe.......kalian ingin menyerah secara baik-baik atau aku perlu menghabisi kalian?"
"J-jangan sombong! Kau kira kami tidak tahu kalau kau kelelahan?"
"Baiklah, kalau itu pilihan kalian." Xika menjentikkan jarinya, dan seketika kelima musuhnya langsung pingsan. Di punggung mereka, menancap masing-masing selembar kartu.
Xika tersenyum menghina. Selagi mereka berdebat satu sama lain, Xika telah melemparkan kartunya diam-diam. Mau kabur atau melawannya, hasilnya akan sama saja. Ia sudah melayangkan kartunya pada tiap musuh-musuhnya, jadi sisa kesebelas orang itu semuanya telah kalah.
"Huft....."
Xika menghela nafasnya. Akhirnya selesai juga. Ia memeriksa luka-lukanya dan mensyukuri tidak ada yang terlalu parah, sekalipun landak sialan itu berhasil memberikan luka dalam padanya. Tapi harusnya luka ini akan sembuh selama jeda antara babak kedua dan babak final.
Selain itu, ia jadi ingin mengecek keadaan Yun Xingzhao. Tapi sebaiknya ia tidak melakukannya sekarang. Kalau ada musuh yang mengetahui keadaan Yun Xingzhao dan menjadikan pria itu sandera untuk mengancamnya maka situasi akan semakin rumit. Ia berharap semoga Yun Xingzhao baik-baik saja.
Xika duduk dan menutup matanya. Ia mencoba memulihkan qi yang hilang sekaligus menyembuhkan luka dalamĀ yang ia terima.
Srek!
Ada gerakan! Mungkinkah musuh yang tersisa?
"Wah, wah, wah! Bocah brengsek ini sudah selesai rupanya!"
Ketika membuka matanya, Xika menatap sosok yang tak asing lagi. Sosok yang telah menjadi rekan timnya beberapa waktu lalu dan telah memiliki dendam dengannya. Tian Li.
"Kurasa kau tak memahami aturan babak kedua ini. Battle Royale. Sebelum bicara babak final, coba kalahkan aku dulu! Oh, tunggu. Kurasa kau tidak bisa! Karena aku akan mengalahkanmu sekarang juga." ucap Tian Li sambil memberikan seringai lebar.
"Sampah! Masih belum jelas siapa yang mengalahkan siapa!" Xika memutar Space Shifter dan bersiap menunggu serangan Tian Li.
Pria itu melesat maju sambil mengayunkan kedua lengannya dan melemparkan cakar angin pada Xika.
SYUSH!
BATS!
Xika dengan mudah menepis cakar itu hingga hancur dengan Space Shifter.
"Heh, hanya segitu saja anginmu? Itu bahkan tidak cukup untuk menerbangkan rambutku!"
WHUK!
Tian Li datang dengan ayunan kakinya. Xika menghindar dengan mudah kebawah sambil memberikan tendangan sapuan. Tapi Tian Li melompat ke atas untuk menghindar. Di udara, ia kembali melayangkan cakar-cakar angin menuju Xika.
Xika melesat kesana kemari menghindari serangan Tian Li sembari memberikan serangan balik sesekali.
"Hahaha......sudah cukup pemanasannya! Ayo kita lanjutkan pertarungan yang waktu itu!"
Yang dimaksud Tian Li adalah adu angin yang terjadi ketika mereka pertama kali bertemu. Saat itu, tombak angin keduanya hancur menunjukkan hasil seri. Kemudian, sebelum berlanjut ke babak berikutnya, Zhen Fang muncul dan menghentikan pertarungan mereka. Setelah itu, tak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk bertarung.
Yah, mungkin sekarang memang waktu yang tepat untuk menyelesaikan pertarungan waktu itu.
"Heh. Kemarilah! Mari kita lihat angin siapa yang lebih kuat!" Xika tersenyum tidak takut. Ia juga cukup menantikan pertarungan ini.
SWISH!
Tian Li membentuk gerakan mencengkram kemudian sebuah bola angin muncul di tangannya yang langsung ia lemparkan pada Xika. Ia melakukan gerakan tersebut berulang-ulang sehingga mencipptakan serangan beruntun untuk Xika!
TAK!
DUASH!
__ADS_1
BLAR!
SWIRR!!
Xika menangkis bola-bola itu menggunakan Space Shifter. Kemudian, ia membuat gerakan menyentil dan seketika itu juga udara di samping Tian Li meledak menerbangkan beberapa helai rambutnya.
BLAR!
Tian Li tidak bisa menyembuyikan keterkejutannya. Tapi ia hanya menyeringai sebelum melesat menuju Xika.
"Sudah selesai bersembunyinya? Akhirnya memutuskan untuk turun?" ejek Xika.
"Sayang sekali kau terlalu lemah, aku tidak perlu terbang untuk mengalahkanmu!"
Harus Xika akui, Tian Li cukup pintar. Ia tahu bahwa Xika dapat meledakkan angin di sekitarnya jadi ia memutuskan untuk mendekat. Hasilnya? Xika tidak bisa meledakkan angin di sekitar Tian Li karena dapat melukai dirinya sendiri juga. Tapi ia tidak peduli.
BLAR!
Sekalipun jarak antara Xika dan Tian Li kurang dari tiga meter, tapi Xika tetap meledakkan angin di antara mereka sehingga menyebabkan bukan saja Tian Li tapi juga dirinya terhempas mundur.
"Dasar bodoh!" ucap Tian Li tidak percaya Xika tetap meledakkan angin sekalipun Xika sendiri akan terkena dampaknya.
"Kenapa? Takut dengan ledakan anginku ya? Sayang sekali rencanamu mendekatiku gagal. Bagaimana ini?"
"Brengsek! Aku tidak perlu mendekatimu untuk mengalahkanmu!" Tian Li menarik kedua tangannya kemudian mengayunkannya ke arah Xika kuat-kuat sehingga menimbulkan angin yang cukup besar diantara dirinya dan Xika. Selain besar, angin itu juga cukup tajam untuk memotong pohon-pohon yang dilaluinya.
Xika tersenyum. Memang, kualitas murid dari sekte besar tidak dapat disamakan dengan murid dari sekte menengah atau kecil. Sekalipun ia sudah bertarung melawan empat puluhan orang gabungan sekte kecil dan menengah, tapi pertarungannya dengan Tian Li saat ini lebih seru, sekaligus lebih berbahaya.
Selain itu, Tian Li tidak mudah dikalahkan seperti lawan-lawannya tadi. Ketika rencananya gagal, ia kembali melayangkan rencana baru. Karena ia tidak berhasil mendekati Xika, maka ia cukup menghempaskan angin yang cukup kuat di sekitarnya sehingga kalaupun Xika menciptakan ledakan, ledakan itu akan langsung tersapu seketika.
'Heh, kau melajukan angin yang besar untuk menghalau ledakanku? Kalau begitu biar kukembalikan angin besar ini!' batin Xika.
Ia juga mengayunkan lengannya dan menghembuskan angin yang cukup kuat pada Tian Li.
SWUSH!
SYUSH!
Dan duel angin kembali terjadi. Hembusan angin saling beradu hingga menimbulkan angin topan di tengah bentrokan kedua angin tersebut.
"Brengsek, hanya segini kemampuanmu? Aku bahkan bisa melakukan ini sambil tutup mata!"
"Aku bisa melakukan ini seharian sambil tutup mata, bodoh!"
Xika berdecak kesal karena angin miliknya tidak berhasil membalikkan angin Tian Li, tapi pria itu juga merasakan hal yang sama. Angin mereka setara. Mereka tak dapat membalikkan angin satu sama lain. Tapi keduanya sama-sama menolak hasil ini. Keduanya memasukkan lebih banyak qi lagi agar dapat mendorong angin lawan.
Tapi kedua angin tersebut tetap setara. Bukannya menemukan pemenang, tapi tindakan keduanya malah memperbesar tornado di tengah bentrokan mereka semakin besar. Hingga akhirnya.......
BLARRR!
Angin topan itu meledak.
-----------------------
Sementara itu, Jing Wei tengah menonton pertarungan Xika dan Tian Li bersama para petinggi dari sekte-sekte lainnya.
"Yah, saudara-saudara kita sudah hampir sampai di puncak acara kita. Tapi tidakkah menurut kalian akan membosankan bila menunggu babak kedua ini selesai dan melanjutkan dengan babak final?"
"Hm, kalau kau bilang seperti itu........yah, memang agak membosankan."
Beberapa persetujuan lain juga terdengar dari petinggi berbagai sekte.
"Yah, kalau begitu kita satukan saja babak kedua ini dengan babak final, karena peserta yang tersisa juga tidak banyak."
Ucapan Jing Wei tersebut menimbulkan kekagetan di antara para petinggi, tapi tidak ada yang keberatan. Bahkan, ada seseorang di antara mereka yang tersenyum licik. Ia tersenyum lebar sekali seolah sudah yakin bahwa sektenya akan memenangkan kompetisi ini.
Jing Wei tidak menyadari senyum licik itu. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian memasukkan qi ke dalam suaranya dan berbicara pada para peserta yang tersisa,
"Pengumuman kepada semua peserta, dikarenakan jumlah peserta yang terlalu sedikit, maka babak final akan dilaksanakan saat ini juga. Siapapun yang berdiri terakhir di kompetisi ini akan dinyatakan sebagai pemenang!"
-------------------------------
Mohon maaf karena bab ini kurang maksimal. Saya sedang kelelahan karena satu dan lain hal. Tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Setelah ini, saya akan kembali dilanda ujian, karena itu mohon pengertiannya bila CCS tidak dapat update, atau update hanya sesekali.
__ADS_1