Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-70


__ADS_3

Pertarungan kembali berlanjut.


Xika juga ikut. Tapi sepertinya ia tidak terlalu diperhatikan. Ia sudah memegang Space Shifter di tangan kanan dan pisaunya di tangan kiri, tapi tak ada serangan yang datang.


Kedua mahkluk itu-burung dan serigala-sibuk berkompetisi. Entah karena apa, mereka berdua sama-sama ingin mengalahkan yang lain.


Jadi Xika mengambil inisiatif duluan. Ketika Huo Bing menghujani Heiliao dengan bulu-bulunya yang sebagian membara dan sebagian lagi beku, Xika juga mengerahkan kartunya menuju Heiliao.


Tadinya Heiliao ingin berpindah tempat, tapi serangan mendadak Xika menghentikannya. Jika ia tetap lompat memasukin lubang hitam di depannya, serangan kartu Xika akan mengenai dirinya.


Heiliao membentuk sebuah penghalang berwarna hitam untuk menahan serangan keduanya. Penghalang itu sangat gelap, sehingga Huo Bing dan Xika tidak bisa melihat Heiliao di baliknya. Selain itu, rentetan serangan mereka berdua yang bertemu dengan penghalang Heiliao menciptakan asap tebal.


Ketika asap memudar, Heiliao sudah tidak ada disana.


Ia sudah ada di belakang Xika dengan cakarnya.


Xika memutar tubuhnya kemudian balas menendang Heiliao, tapi Heiliao sudah menghilang. Ia muncul kembali di paruh Huo Bing yang membuat burung itu terkejut.


Heiliao menusuk kedua mata Huo Bing.


"AHHH!!! Serigala gosong sialan!"


Sementara Heiliao telah menghilang kembali. Ia muncul lagi di depan wajah Xika dengan rahangnya yang terbuka.


Tapi Xika sudah menunggunya. Ia menghilang sehingga serangan Heiliao luput.


Untuk sesaat, Heiliao lupa bahwa Xika juga bisa menggunakan elemen ruang, jadi ia cukup terkejut ketika Xika menghilang dari pandangannya.


Xika muncul kembali di atas punggung Huo Bing. Ia hendak menusukkan pisaunya ke tubuh burung itu.


Tapi Huo Bing sudah tahu apa yang akan dilakukan Xika.


"Kenapa kalian menyerang dengan pola yang sama?"


Tubuh Huo Bing bersinar, sebelah kanan api, sebelah kiri es. Kebetulah Xika berdiri di bagian kanannya dan ia langsung melompat mundur.


Tapi api Huo Bing sudah mencapai pakaiannya dan berhasil membuatnya bolong. Terlebih apinya tidak mudah padam. Di saat Xika teralihkan dengan bajunya yang terbakar, Huo mengayunkan sayap kanannya dan beberapa bulu es terbang mengarah pada Xika.


Xika berguling untuk menghindar.


Tapi dari atas Heiliao datang dengan bola hitam disekitarnya.


Xika langsung melebarkan sayapnya dan meniup Heiliao beserta bola hitamnya terbang.


Heiliao berputar beberapa kali kemudian mendarat dengan selamat. Tapi di belakangnya Huo Bing sudah menunggu dengan semburan apinya.


Xika dan Heiliao memang bisa berpindah tempat, tapi kecepatan terbang Huo Bing juga tidak kalah jauh sehingga membuatnya terlihat seperti berpindah ruang.


Heiliao menciptakan pelindung hitam di belakang tubuhnya, tapi serangan Huo Bing berhasil membuatnya terlempar.


Huo Bing ingin memberikan serangan lagi pada Heiliao, tapi pisau membara yang datang dari atas menghentikannya.


Ia menahan pisau Xika dengan sayapnya. Tapi pisau itu menembus sayapnya dan mengenai tubuhnya.


Huo Bing terdorong mundur, sementara Xika menangkap kembali pisaunya. Ia menoleh ke belakang dan menemukan rahang sebesar dirinya berjarak kurang dari satu meter.


Heiliao sudah memperbesar tubuhnya.


Xika menghilang dan rahang Heiliao kini mengenai Huo Bing yang menahannya dengan sayapnya.


Huo Bing dan Heiliao saling beradu tenaga.


Tapi Xika tak membiarkan mereka begitu saja. Simbol elemen di matanya menyala kemudian keluar dan memberikan empat serangan elemen sekaligus yang mengarah pada mereka berdua.


DUARRR!!!!


Serangan Xika kembali membuat asap dan kini ia berjaga-jaga dengan sekitarnya. Kartunya terbang di sekitarnya.


Dan benar saja. Tidak jauh dari dirinya, terlihat tiga sosok burung yang menyala sementara sosok Heiliao tidak terlihat dimanapun.

__ADS_1


Dua burung menyerangnya sementara burung yang di tengah terbang ke atas.


Sepertinya Huo Bing terbang menuju Heiliao. Tapi Xika harus fokus dengan dua klon di depannya saat ini.


Untuk pertarungan jarak dekat, Xika berhasil bertahan dengan baik. Tapi begitu kedua klon itu menembakkan api dan es, ia hanya mampu bertahan sebentar sebelum terhempas ke belakang.


Bukannya Xika tidak kuat, tapi ia kehabisan energi. Simbol elemen sebelumnya menghabiskan sebagian besar energinya. Sementara sebagian kecil telah ia habiskan sebelum menggunakan simbol itu.


Kita beralih pada Huo Bing dan Heiliao.


Huo Bing terbang menuju Heiliao yang terbang di atas. Ia bisa diam di dinding dengan menancapkan cakarnya pada tembok. Tapi ukuran tubuhnya yang besar membuatnya langsung terlihat.


Heiliao yang juga sadar Huo Bing mendekat, menyelimuti tubuhnya dengan aura hitam pekat. Huo Bing juga maju dengan tubuhnya yang bersinar dua warna.


Keduanya bertemu dan terjadilah ledakan besar.


Asap menghalangi pandangan Xika yang saat itu sedang duduk di tanah dengan tembok di belakangnya retak.


Setelah beberapa saat, terlihatlah sosok Heiliao yang sudah mengecil kembali. Ia sedang terduduk di tanah dengan nafas yang terengah-engah.


Heiliao mengulang hidupnya. Begitu juga dengan kultivasinya. Jadi qi nya tak sebanyak pertarungan mereka sebelumnya, dan ia tak sehebat sebelumnya.


Sepertinya Huo Bing yang menang, pikir Xika.


Tapi setelah itu ia melihat Huo Bing yang juga sedang duduk dengan tubuhnya yang cukup trasnparan.


Tampaknya tidak ada yang menang.


Xika tersenyum karena ia juga tidak kalah jauh dari mereka berdua. Kemudian Huo Bing melihatnya.


"Hei, kenapa kau tersenyum?"


"Karena tidak ada dari kita yang menang." ucap Xika dengan senyum yang semakin mengembang di wajahnya.


"Memang tidak ada yang menang, tapi ada yang kalah."


Heiliao mengangguk menyetujui ucapan Huo Bing.


Keduanya menatap Xika.


"Aku? Kenapa aku?"


"Yah, kau yang pertama kelelahan. Selain itu kau kalah dengan klonku."


"............"


Xika tidak mampu menjawab. Itu memang benar, ia kalah dari klon Huo Bing.


Mungkin pertarungan ini agak aneh, karena tidak ada pemenangnya. Apalagi semuanya berakhir dengan kehabisan energi. Tapi itu hanya terjadi karena ini adalah latih tanding. Dalam pertarungan yang sebenarnya, mereka tidak mungkin memberikan serangan begitu saja tanpa memperhatikan konsumsi energi. Mereka bisa bertarung seliar itu karena ini adalah latih tanding dimana nyawa mereka tidak dipertaruhkan, dan tidak ada yang terjadi bila mereka kalah.


Setelah itu, ketiganya tiduran di lantai bersama-sama. Dan tak lama kemudian mereka bertiga benar-benar tertidur.


Xika tidak tahu apakah mereka bangun keesokan harinya atau terbangun di tengah malam. Tapi yang pasti, ia bangun dengan Huo Bing yang sedang membakar daging ular. Sepertinya masih daging Coral.


Selesai makan, Huo Bing langsung berbicara.


"Baiklah Xika, sekarang-"


"-giliranku."


Yang juga langsung diserobot Heiliao.


Huo Bing menatap Heiliao dengan tajam. Tapi Heiliao sudah berpindah ke kepala Xika dan menggigitnya. Air liurnya menetes ke muka Xika.


"Baiklah, baiklah Heiliao. Aku akan belajar denganmu. Air liurmu menetes ke mukaku tahu."


Setelah Xika mengatakan itu, barulah Heiliao turun.


Ia memang sering melakukan hal ini bila hendak meminta sesuatu. Juga air liurnya pasti akan menetes ke wajah Xika dan ia tidak akan berhenti sampai Xika berkata ya.

__ADS_1


Huo Bing menatap Heiliao dengan pandangan tidak terima. Tapi Xika sudah membuat keputusannya. Jadi yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menonton Heiliao yang mengajari Xika.


"Kau sudah bisa mengontrol elemen bukan?"


Xika mengangguk.


"Tapi memurnikan pil membutuhkan kontrol yang lebih kuat daripada menempa. Karena itu aku akan melatihmu lebih dulu."


Xika mengangguk lagi sementara Huo Bing menatap keduanya dengan urat yang muncul di kepalanya.


Sebenarnya Xika sudah cukup untuk memurnikan pil, tapi Heiliao ingin pamer pada Huo Bing, jadi ia bepura-pura menaikkan kesulitannya.


"Sekarang buatlah api."


Xika membuka telapak tangannya dan api keluar darinya.


"Bagus. Sekarang buatlah bunga dari api itu."


Baik Xika maupun Huo Bing terbengong mendengar perkataan Heiliao. Tapi Xika tetap melakukan perkataanya.


Ia berkonsentrasi selama beberapa menit sebelum akhirnya merubah bentuk apinya. Tapi belum menjadi bunga. Xika masih membutuhkan beberapa jam lagi untuk membuat apinya berbentuk bunga.


Heiliao mengangguk melihat bunga api di tangan Xika.


"Selanjutnya pedang. Ini harusnya lebih mudah."


Xika menghilangkan bunga api di tangannya dan membentuk api yang baru. Seperti perkataan Heiliao, kali ini lebih mudah. Ia hanya membutuhkan 15 menit untuk membentuk pedang api. Tapi pedang yang dibuatnya seukuran dengan bunga sebelumnya. Hanya sebesar telapak tangannya.


"Cobalah untuk memperbesar pedang itu sampai seukuran aslinya."


Xika mencobanya tapi ia gagal. Ia telah mencoba selama beberapa jam, tapi ia hanya bisa membentuk pedang itu setengah dari ukuran aslinya.


Baik Heiliao maupun Huo Bing terkejut melihat hal itu. Tadinya Heiliao hanya ingin bermain-main dengan Xika. Karena Xika masih di tahap Qi Gathering, ia tidak akan bisa mengeluarkan qi dari tubuhnya. Tapi Xika berhasil. Memang ini Qi Gatheringnya yang keempat, tapi tetap saja tidak mudah mengeluarkan qi dari tubuh saat masih tahap Qi Gathering.


Huo Bing juga berpikir bahwa Xika tidak akan bisa memperbesar pedang itu bahkan sedikitpun. Tapi ternyata Xika berhasil memperbesarnya sampai setengah ukuran aslinya.


Xika sendiri tidak mengetahui bahwa ia berhasil membuat kedua mahkluk di depannya ini terkejut. Tentu saja mereka berdua tidak akan membiarkannya tahu, karena ia akan besar kepala bila tahu mereka terkejut dengan bakatnya.


Memang tidak ada yang tahu, tapi sebelumnya Xika sudah pernah mengeluarkan qi dari tubuhnya. Saat di hutan, setelah baru keluar dari lubang hitam Heiliao, Xika yang sudah selesai kultivasi duluan, hendak mencoba menggerakkan rumput di depannya. Tapi ia hanya berhasil menggoyangkannya dan Xingli melihatnya. Kejadian itu masih cukup memalukan bagi Xika, meskipun kalau kedua mahkluk ini akan botak bila tahu bahwa ia menganggap mengeluarkan qi dari tubuh saat masih tahap Qi Gathering merupakan hal yang memalukan.


Heiliao terbengong sesaat, kemudian kembali berbicara.


"Ya-yah, setengah juga...sudah......sudah cukup baik. Ka-kau hanya akan memurnikan pil rendah jadi tidak perlu terlalu tinggi."


Setelah itu Heiliao batuk beberapa kali.


"Baiklah, selanjutnya buat bunga dan pedang bersamaan. Keduanya harus cukup padat."


Xika mengangguk.


Tiga jam kemudian ia berhasil melakukannya.


"Bagus. Sebenarnya kau hanya membutuhkan elemen api dan angin untuk memurnikan pil, tapi sebagai guru yang baik, kau harus melatih semua elemen dengan cara yang sama dengan sebelumnya. Kau boleh membuat bentuk lainnya bila kau mau."


Setelah mengatakan itu, Heiliao berjalan pergi.


"Kau mau kemana?"


"Membicarakan sesuatu yang penting." jawab Heiliao dengan muka serius.


Xika membiarkannya karena ia pikir Heiliao memikirkan cara keluar dari tempat ini dengan Huo Bing.


Heiliao mengajak Huo Bing berjalan ke tempat yang cukup jauh dari Xika, memastikan anak itu tidak bisa mendengar perkataan mereka.


Huo Bing juga memasang muka serius begitu melihat ekspresi Heiliao.


"Ada apa?"


"Apapun yang terjadi jangan biarkan bocah itu tahu dirinya jenius."

__ADS_1


"Setuju."


__ADS_2