
Heiliao berjalan kembali dengan Xika. Sementara itu Lang Yan masih bersama dengan Shu Mang. Kalau ia langsung pergi ketika Heiliao pergi maka serigala itu akan curiga. Jadi ia menanyakan beberapa hal pada Shu Mang.
"Seberapa besar celah yang kau lalui itu?"
"Kurang lebih sebesar lubang buatan Xika.........."
Shu Mang bingung mau memangil Lang Yan dengan sebutan apa. Tapi Lang Yan sepertinya tidak memperhatikan hal itu. Ia menyusun siapa yang harus masuk lebih dulu kalau lubangnya hanya sebesar buatan Xika.
"Apa celah itu masih ada?"
"Maaf, saya kurang tahu."
"Apa celah itu cukup stabil saat kau lalui?"
"Saya kurang memperhatikan. Saat itu saya sedang buru-buru karena dikejar oleh Tangan Ungu, Tuan."
Akhirnya Shu Mang memilih memanggil Lang Yan dengan 'tuan' karena serigala itu kelihatannya sudah berusia cukup tua. Mungkin setara atau lebih dari patriark klannya. Tapi sama seperti sebelumnya, Lang Yan tetap tidak memperhatikan.
"Seberapa kuat ia?"
"Maaf?"
"Tangan Ungu."
"Saya tidak bisa memperkirakan tingkat kultivasinya. Ia menggunakan racun dengan sangat mahir. Kalau dilihat dari kemahirannya dalam racun, mungkin ia sudah berusia lima puluh sampai enam puluh tahun. Tapi saya tetap tidak yakin mengenai tingkat kultivasi Tuan. Kami tidak beradu qi."
Lang Yan diam sebentar sebelum bertanya lagi.
"Dimana kau menemukan celah itu?"
"Saat saya sedang berjalan di hutan."
"Apa yang kau lakukan di sana?"
"Saya berusaha mempelajari formasi klan saya lebih dalam. Saat itu saya sedang menjernihkan pikiran. Kemudian tiba-tiba saya melihat celah itu."
Lang Yan mengerutkan kening.
"Kalau begitu ada kemungkinan orang klanmu tiba di tambang itu?"
"Saya yakin tidak. Saya sudah sering berjalan di hutan dekat klan saya. Tapi baru kali ini saya melihat celah itu. Selain itu, saya juga tidak menemukan celah menuju klan saya ketika berusaha melarikan diri. Karena itu saya beralih ke celah terdekat."
"Dan celah itu mengarah ke tempat ini?"
"Benar, Tuan."
Lang Yan berpikir sebentar sebelum kembali bicara.
__ADS_1
"Baiklah. Kita sudahi saja dulu pembicaraan kali ini. Ingat satu hal. Kami, kaum serigala berteman denganmu. Bukan klanmu. Kalau klanmu macam-macam dengan kami, kami tidak akan segan dengan mereka."
Shu Mang mengangguk. Wajahnya tenang, sekalipun klannya diancam. Seolah-olah klannya ada atau tidak, tidak ada hubungannya dengan dia. Lang Yan menatapnya selama beberapa saat sebelum berjalan pergi.
Sebenarnya ia tidak berniat mengancam Shu Mang. Ia bicara seperti itu hanya untuk memeriksa apakah Shu Mang memiliki hubungan yang baik atau tidak dengan klannya. Dan reaksi anak itu sangat tenang. Ia tidak terlihat takut, khawatir, atau cemas ketika klannya diancam. Sepertinya hubungannya dengan Divine Array Clan memang cukup buruk.
Setelah Lang Yan pergi, Shu Mang diam di tempatnya. Ia tidak tahu harus pergi kemana. Xika telah pergi dengan serigala terbesar berwarna hitam entah ke mana. Ia juga tidak yakin bisa kembali ke hutan tempat ia datang pertama kali saat malam hari seperti ini.
Ia mencoba berjalan-jalan di sekitar siapa tahu menemukan tempat yang nyaman untuk tidur. Ia tidak bisa berjalan terlalu jauh karena takut masuk ke wilayah para serigala yang seharusnya tidak boleh ia masuki. Ia juga masih belum tahu bagaimana sikap para serigala pada dirinya. Tapi setidaknya ia merasa lebih baik di tempat ini dibanding klannya.
Perkataan Lang Yan tadi itu mengingatkan dirinya dengan klannya. Ia yakin mereka sedang mencarinya. Tapi bukan karena mereka menyayanginya. Tapi karena hanya ia satu-satunya yang bisa menggunakan Divine Array. Mereka tidak mau apa-apa terjadi pada dirinya bukan karena menyayanginya, tapi karena mereka tidak mau warisan mereka hilang.
Mereka tidak menyanyanginya. Tidak sama sekali. Mereka hanya ingin dirinya memberitahu tentang Divine Array pada mereka. Dan ketika ia sudah melakukannya, maka ia tidak akan ada gunanya lagi. Karena itulah ia belum memberitahukan tentang Divine Array. Ia juga tidak berencana melakukannya dalam waktu dekat. Mungkin setelah klannya hancur dan patriarknya berlutut di kakinya hendak menemui ajal, barulah ia akan memberitahunya.
"Kau bisa tidur dimanapun."
Sebuah suara terdengar dari balik punggungnya. Shu Mang menoleh dan melihat serigala besar yang menemuinya ketika ia masih terluka. Kalau tidak salah namanya Lang Jin.
"Kau bebas tidur dimanapun. Hanya saja jangan sampai mengganggu serigala lain." kata Lang Jin mengulangi perkataannya karena mengira Shu Mang tidak mendengar perkataannya.
"A-ah, ya..........terimakasih."
Lang Jin tidak menjawab. Ia hanya mendengus kemudian berbalik pergi. Tapi Shu Mang tidak keberatan dengan reaksi serigala itu. Lebih baik respon seperti Lang Jin yang dingin tapi sebenarnya baik daripada orang-orang klanya yang munafik. Ia memang tidak salah menilai tempat ini. Serigala adalah mahkluk yang berkelompok. Mereka setia dengan kelompoknya. Dan ia sangat beruntung bisa bergabung dalam kelompok ini.
Tapi ada hal lain yang harus dipikirkannya saat ini. Dimana ia harus tidur? Ini pertama kalinya menjelajah Tanah Para Serigala. Sebelumnya, ia hanya diam saja di satu tempat. Para serigala yang mengunjunginya. Kali ini giliran ia yang mengunjungi mereka.
Tapi dimana ia harus tidur? Lang Jin bilang ia bebas tidur dimana saja asal tidak mengganggu para serigala. Tapi ia bahkan tidak tahu dimana para serigala tidur. Ia juga merasa tidak enak kalau berjalan-jalan di wilayah para serigala sementara mereka sendiri sedang tidur.
Dan setelah beberapa saat ia tahu bahwa mereka tidak benar-benar berubah, mereka hanya berubah di depannya saja. Dan saat itu juga ia benar-benar tidak memiliki perasaan lagi dengan klannya. Kemudian ia berusaha mempelajari Divine Array lebih dalam tapi gagal, jadi ia menjernihkan pikiran dengan jalan-jalan di hutan belakang klannya.
Ia melihat celah ruang yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Karena penasaran, ia masuk ke dalamnya. Ia menemukan banyak sekali batu spasial di tempat itu. Tapi ia tidak menyangka bahwa ia telah diawasi oleh seseorang. Dan orang itu mengikutinya ke dalam celah penuh batu spasial itu. Orang itu menyerang dirinya.
Dalam kepanikan, ia berusaha mencari jalan keluar. Celah yang menuju klannya mendadak hilang. Ia tidak sempat mencari lebih seksama. Saat itu saja ia sudah terkena serangan dari Tangan Ungu. Ia berlari pada celah terdekat dan melompatinya, berharap Tangan Ungu tidak akan mengikutinya.
Harapannya terkabul. Tapi ia harus memikirkan hal lain. Lukanya cukup parah dan racunnya menyebar ke sekeliling. Taman di sekelilingnya sangat indah dan ia tidak mau merusak taman itu, jadi dengan kesadaran terakhirnya, ia membuat formasi penyamaran berbentuk pohon lalu masuk ke dalamnya.
Kemudian semua terjadi beberapa hari yang lalu. Ia bertemu dengan anak dari gua, para serigala, dan ternyata anak itu ternyata menipunya dan semua harapannya telah hilang, lalu dengan aneh anak itu mengajaknya berteman dengan dirinya dan para serigala. Saat itu bagaikan mimpi baginya. Ia mendapat tempat tinggal yang baru.
Lalu ada serigala aneh yang mengobatinya, ia mengikuti pelatihan para serigala, dan sekarang disinilah dirinya berada. Kemudian ia tertidur.
Keeseokan harinya, Xika menemukan Shu Mang tertidur di pinggir lapangan. Beberapa serigala yang sudah mulai berlatih membuat suara dan berhasil membangunkan Shu Mang. Ia membuka matanya dan menatap Xika. Keduanya saling bertegur sapa. Lalu mereka mengalihkan pandangan pada serigala lain yang baru datang.
Shu Mang berdiri dan bergabung dengan para serigala. Ia tidak ingin merepotkan Xika lagi jadi ia berusaha berbaur. Dan ia berhasil. Para serigala menerimanya. Memang respon mereka tidak terlalu ramah. Tapi mereka benar-benar jujur dan mengekspresikan apa yang mereka pikirkan. Tidak seperti orang-orang klannya.
Tidak lama kemudian Lang Yan datang bersama Xuehao. Serigala betina itu baru datang karena perlu menyelesaikan beberapa masalah dalam klannya. Xuehao celingukan mencari Heiliao sementara Lang Yan mendekat pada beberapa serigala yang berhasil keluar dengan selamat kemarin. Ia menanyai mereka bagaimana mereka bisa keluar dengan selamat.
Setelah semua serigala berkumpul, Heiliao yang sejak tadi diam di pundak Xika dan dicari banyak serigala, melompat ke tengah lapangan dan memperbesar tubuhnya. Tindakannya itu membuat hampir seluruh serigala kaget. Ia tidak mengucapkan basa-basi dan langsung memulai latihan.
__ADS_1
Lang Yan yang sudah percaya diri mendengar pengalaman serigala yang berhasil, mencoba mengikuti latihan itu lagi. Sementara Xuehao yang baru bergabung memperhatikan latihan itu dengan baik. Sesekali, ia berbicara pada Heiliao kalau ada yang tidak ia mengerti atau kalau ia punya saran. Beberapa kali Xika masuk ke pembicaraan karena Xuehao terlihat malu pada Heiliao, dan obrolan mulai canggung.
Sebelum latihan dimulai, Heiliao meminta salah seorang serigala pergi dengan Shu Mang untuk mengecek celah yang dilaluinya. Kalau celah itu sudah tidak ada, maka mereka tidak perlu berlatih lagi. Dan serigala itu adalah Lang Hu. Ia memasang muka murung, tapi tatapan tajam Heiliao membuatnya tidak berani menolak.
Ia berjalan beriringan dengan Shu Mang. Setelah Lang Hu hilang dari pandangan, Heiliao memulai latihannya. Xika disamping, belajar membuat celah yang berbeda dan memilih ke mana ia hendak berpindah ruang. Sebelumnya ia hanya bisa memilih tujuan yang dekat. Kalau jauh, ia tidak bisa mengendalikan arahnya.
Sambil mengawasi, Heiliao mengobrol dengan Xuehao. Ia pura-pura tidak sadar dengan tatapan Xuehao yang masih sama dengan dulu. Mereka mendiskusikan apakah Xuehao akan ikut atau tidak. Heiliao tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan Lang Yan. Serigala tua itu sudah memiliki peningkatan. Ia berpikir sebentar kemudian menggeleng.
Lebih baik membawa Lang Yan yang sudah latihan daripada Xuehao yang baru mulai latihannya. Xuehao tidak keberatan. Alasan itu cukup masuk akal. Ia juga memantau anggota klannya yang menjadi bagian dari perjalanan ini.
Ketika matahari sedang mencapai puncaknya, Heiliao memberikan para serigala itu beristirahat. Ia memanggil Lang Yan dan Lang Xuehao untuk mendiskusikan langkah ke depannya. Lang Yan menceritakan bahwa lubang yang Shu Mang lalui hanya sebesar lubang yang dibuat Xika. Itu berarti hanya bisa satu serigala yang masuk. Dan itu adalah kerugian bagi mereka yang tidak tahu darimana musuh akan menyerang.
Heiliao berpendapat bahwa lebih baik mengirim serigala yang kuat dulu, jadi kalau ada sesuatu setidaknya ia bisa bertahan sebentar untuk memberitahukan situasi pada anggota klan. Tapi Xuehao berpendapat lebih baik mengirim serigala yang cepat lebih dulu karena ia bisa mempertahankan nyawanya.
Mereka berdebat selama beberapa saat sebelum berhenti. Mereka memutuskan untuk memantau para serigala dulu. Lebih baik mereka memilih langsung siapa serigala yang akan masuk pertama.
Latihan kembali dimulai. Heiliao dan Xuehao memperhatikan latihan dengan baik. Sementara Lang Yan kembali berlatih. Ia menyerahkan urusan siapa yang masuk duluan pada Heiliao dan Xuehao. Ia masih ingin berusaha beradatasi dengan baik.
Matahari sudah mulai tenggelam. Heiliao dan Xuehao sama-sama telah menemukan serigala yang menurut mereka cocok untuk masuk pertama. Tadinya Heiliao ingin menunggu Lang Hu kembali lebih dulu untuk memastikan. Tapi ia masih belum datang padahal saat ini latihan sudah hampir selesai.
Serigala yang dipilih Heiliao adalah Lang Xun sementara serigala yang dipilih Xuehao adalah Lang Wei. Kedua serigala itu memiliki kekuatan dan kecepatan yang cukup berimbang. Jadi Heiliao mengusulkan untuk melihat bagaimana keduanya beradaptasi ketika pertama kali berpindah ruang. Xuehao setuju.
Jadi latihan selesai lebih cepat dan Heiliao membuat dua lubang yang berbeda. Dua serigala itu akan masuk secara bergiliran. Heiliao, Xuehao, Lang Yan, dan Xika masuk lebih dulu untuk mengawasi. Kenapa Xika juga ikut? Karena Xikalah yang menempatkan jebakan dan racun. Menurut Heiliao, penting untuk tahu pendapat Xika sebagai orang yang menempatkan jebakan.
Lang Xun yang pertama. Setelah beberapa saat, ia keluar tanpa ada luka di tubuhnya. Lang Wei berikutnya. Ia masuk lebih lama daripada Lang Xun dan keluar dengan beberapa luka ringan di tubuhnya. Para serigala diminta menunggu sementara Tiga Pemimpin dan Xika berdiskusi.
Mereka melihat bagaimana kedua serigala itu masuk ke dalam celah, bagaimana mereka memeriksa sekitar, dan bagaimana mereka menghadapi jebakan yang disiapkan Xika. Lang Yan dan Xuehao setuju bahwa Lang Xun lebih baik daripada Lang Wei karena ia berhasil keluar tanpa satupun luka. Memang, Lang Wei lebih berhati-hati daripada Lang Xun, tapi Lang Wei masih terluka sekalipun sudah berhati-hati.
Heiliao tidak langsung memberikan pendapat.
"Bagaimana menurutmu Xika?"
"Aku memilih Lang Wei. Kalau yang menunggu kita di balik celah itu adalah Body Cultivator, atau kultivator, maka aku akan memilih Lang Xun. Tapi karena yang menunggu kita adalah Tangan Ungu yang ahli dalam racun maka aku memilih Lang Wei."
"Oh? Kenapa?"
"Lang Xun lebih peka pada jebakan yang kutaruh. Sementara Lang Wei lebih peka pada racun yang kutaruh. Alasan Lang Wei memeriksa begitu lama tapi masih memiliki luka adalah racun yang kutaruh. Ia bukannya tidak melihat jebakan yang kutaruh, tapi tidak memperdulikannya.
Ia membiarkan apa yang terlihat dan mencari apa yang tak terlihat. Penciumannya akan racun lebih tajam daripada Lang Xun. Ia terkena jebakanku karena berusaha menghindari racun yang kutaruh. Sebaliknya, Lang Xun tidak terlalu mempedulikan racun dan lebih memperhatikan jebakan.
Saat ini, memang ia kelihatannya baik-baik saja dan tidak memiliki luka. Tapi sebenarnya racun yang kusembunyikan telah menempel padanya. Dalam beberapa saat lagi, ia akan tertidur karena racunku."
Mereka berdiskusi di tempat yang berbeda, jadi para serigala tidak dapat mendengar mereka. Kemudian tepat setelah Xika selesai bicara, Lang Xun menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan beberapa kali lalu jatuh tertidur. Mereka melihat itu dari lubang yang Heiliao biarkan terbuka.
Jadi akhirnya mereka setuju untuk memilih Lang Wei yang masuk lebih dulu. Setelah itu para pemimpin memanggil serigala. Mereka akan mengadak latihan terakhir. Kali ini mereka akan berlatih seolah memasuki celah tambang spasial itu.
Heiliao hanya membentuk satu portal kecil dan hanya satu serigala yang dapat masuk, jadi mereka harus membiasakan diri. Hasilnya cukup baik. Para serigala lain yang telah menunggu di balik celah menyergap para serigala yang baru masuk. Tapi mereka cepat beradaptasi hingga mencapai hasil yang seimbang.
__ADS_1
Xuehao yang memanggil serigala-serigala itu untuk membantu. Latihan selesai. Para serigala mulai berjalan pulang dan mempersiapkan diri karena besok mereka akan pergi ke tambang itu. Dan saat itu Shu Mang datang bersama dengan Lang Hu.
Dan ekspresi mereka tidak terlalu bagus.