Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-25


__ADS_3

Latihan terus berlanjut. Xika melakukan Single sampai seluruh qi nya habis dan ia tertidur. Kemudian malam harinya dilanjutkan dengan melawan Huo Bing yang menyerangnya dari berbagai sisi.


Xika melakukan latihan itu selama kurang lebih sebulan.


Kini ia dapat melakukan First Way: Single sebanyak 8 kali, dan meskipun ia menghabiskan semua qi nya, ia tidak tertidur. Selain itu, kini ia dapat bertahan kurang lebih sekitar 2 jam melawan kepungan Huo Bing yang menyerangnya dari berbagai sisi. Ia bahkan dapat membedakan mana yang asli maupun yang palsu dan dapat keluar dari kepungan.


Jadi kurang lebih Xika sudah berlatih dalam Diamond Shake selama 4 bulan.


Akhirnya Huo Bing kembali memperbolehkannya melawan Spirit Beast.


Ia sangat ingin mencoba hasil latihannya, jadi ia segera bergegas menuju Spirit Beast terdekat yang dirasakannya.


Xika cukup kecewa karena Spirit Beast yang ia temui hanya seekor. Dan Spirit Beast itu berupa sekor burung.


Belum sempat Xika memperhatikan burung itu dengan seksama, Huo Bing sudah bicara,


"Tinggalkan burung itu."


"Kenapa?"


"Karena dia burung."


"Ya, dan tidak ada bedanya darimu, selain paruhmu yang hampir tidak pernah menutup"


"Tepat sekali, karena itu tinggalkan burung itu."


Huo Bing tidak membalas hinaan Xika yang membuat Xika agak bingung.


Xika berpikir sebentar kemudian ia mengerti bahwa Huo Bing tidak ingin Xika membunuh kaumnya.


Meskipun berbeda baik jenis maupun suku, tapi mereka berdua tetaplah burung. Sebisa mungkin Huo Bing ingin melindungi kaumnya walaupun hanya sedikit.


Xika berbalik dan meninggalkan burung itu, namun burung itu sudah melihat Xika dan menyerangnya.


Huo Bing segera muncul di belakang Xika dan melebarkan kedua sayapnya.


Burung itu berhenti tepat satu meter didepan Xika sambil mengepak-kepakkan sayapnya.


"Tinggalkan anak ini."


Burung itu mengikuti perkataan Huo Bing. Ia langsung terbang dan pergi entah kemana.


Xika kembali berjalan mencari Spirit Beast.


Selama ini Xika selalu tidur di tempat yang berbeda-beda. Baginya tidak ada tempat tidur yang tetap. Bisa saja hari ini ia tidur di gua sementara esok harinya ia tidur di rumput.


Selama Xika latihan, Huo Bing selalu membentuk wujud fisiknya dan menyebarkan auranya sehingga tidak ada Spirit Beast yang berani mendekat. Karena itu, ketika Xika bertemu Spirit Beast berbentuk burung itu, burung itu tidak melihat Huo Bing.


Akhirnya Xika melihat seekor Spirit Beast berbentuk rusa. Meskipun hanya seekor, Xika tidak menganggapnya remeh karena mahkluk itu merupakan Spirit Beast tingkat Red 1, 3 tingkat di atas dirinya.


Rusa itu merupakan Glow-Antlers Deer. Rusa dengan tanduk yang menyala berwarna biru. Glow-Antlers Deer tidak memiliki perbedaan fisik yang terlalu jauh dengan rusa biasa selain tubuhnya yang lebih besar beberapa kali dan tanduknya yang menyala. Tanduk Glow-Antlers Deer dapat mengeluarkan serangan yang cukup terang dan juga dapat memanjang sehingga dapat mengikat bagian tubuh musuhnya.


"Kalau rusa boleh kan?"


"Ya."


Xika segera menendang tanah dan menendang rusa itu.


Glow-Antlers Deer itu menggeser tubuhnya sehingga tendangan Xika tidak mengenai tubuhnya. Kemudian ia langsung menendang Xika dengan kaki belakangnya.


Xika juga menghindari tendangan Glow-Antlers Deer itu dan mundur beberapa meter.


Kemudian Xika melihat sekelilingnya dan menemukan beberapa pasang mata yang mentapnya dengan tatapan permusuhan.


Mereka adalah Glow-Antlers Deer yang lain. Glow-Antlers Deer merupakan hewan yang suka berkelompok. Meskipun mereka adalah Spirit Beast, tapi kebiasaan yang ini tetap tidak berbeda dengan rusa biasa.


"Sial! Aku lupa kalau mereka selalu berkelompok!"

__ADS_1


Tiga tanduk yang berasal dari depan, kanan, dan kiri Xika datang mengincar dirinya.


Xika melompat mundur sebelum ia menyadari bahwa satu tanduk lagi sudah menunggu di belakangnya.


Ia melakukan tendangan berputar dan menggeser arah tanduk itu kemudian menambahkan satu tendangan lagi dari kaki kirinya yang berhasil mengenai tubuh salah satu Glow-Antlers Deer.


Xika berhenti sebentar. Ia menghitung jumlah Glow-Antlers Deer yang ada, dan melihat jarinya yang kini menunjukkan angka 7.


4 di depannya sedangkan 2 di sebelah kirinya, dan satu di belakangnya yang kini sedang berlari dan mengarahkan tanduknya.


Xika sudah bersiap untuk melompat menghindari terjangan tanduk Glow-Antlers Deer, namun mahkluk itu tidak menerjangnya.


Glow-Antlers Deer itu memanjangkan ujung tanduknya yang tajam dan mengarahkannya menuju Xika.


Xika menghindari serentetan serangan tanduk dari Glow-Antlers Deer, namun ia melupakan 6 lainnya.


Melihat saudara mereka menggunakan serangan jarak jauh, mereka tidak mencoba menyerang Xika dari dekat lagi dan ikut menyerangnya menggunakan tanduk mereka.


Xika mengeluarkan dek kartu pemberian ayahnya.


Ia mengambil satu kartu dari tumpukan di tangan kirinya dan menggunakannya untuk menangkis serangan tanduk yang datang dari berbagai arah.


Xika mulai terdesak. Beberapa tanduk mengenai dirinya dan membuat darahnya mengalir.


Xika mengambil beberapa kartu lagi kemudian meniupnya dengan api dan melemparkannya pada Glow-Antlers Deer yang kini sudah mulai mengambil posisi mengelilinginya.


Satu hal yang ditemukan Xika selama ia berlatih First Way : Single, adalah dek kartu pemberian ayahnya dapat digunakan sebagai senjata. Xika mencoba memasukan qi nya ke dalam kartu itu dan mengubahnya menjadi elemen.


Sebenarnya Xika cukup takut bahwa ia akan menghancurkan dek pemberian ayahnya itu, namun kartu itu tidak rusak sama sekali. Kartu itu memang terbakar, namun ia tidak hancur. Ketika Xika mencoba melemparkannya ke salah satu pohon, pohon itu terbakar sementara kartu itu baik-baik saja.


Selain itu, sejak Xika cukup menguasai Teknik pertama Capsah yaitu Single, Xika merasakan adanya hubungan antara dirinya dengan kartu itu dan ia dapat menggerakan kartu itu tanpa menyentuhnya dan tanpa menggunakan qi.


Kembali ke pertarungan. Kartu berapi itu membuat Glow-Antlers Deer mengembalikan panjang tanduknya ke semula untuk menghindari serangan Xika.


Xika kembali menarik kartu-kartu yang ia lemparkan sebelumya.


Ia berlari ke salah satu Glow-Antlers Deer dan melemparinya dengan kartu.


Xika tersenyum. Ia berhasil mengalihkan perhatian Glow-Antlers Deer itu. Sementara Glow-Antlers Deer itu sibuk menangkis kartunya, Xika berputar dan kini menyerang Glow-Antlers Deer dari belakang.


Tepat ketika pukulan Xika akan mengenai tubuh Glow-Antlers Deer, Xika menarik kembali tangannya.


Tidak sampai satu detik setelah Xika menarik tangannya, sebuah tanduk melayang di tempat tangan Xika berada sebelumnya.


Xika hampir lupa bahwa masih ada 6 Glow-Antlers Deer lain yang menyerangnya.


Xika mundur dan menarik kartu.


Glow-Antlers Deer yang diserangnya tadi berkumpul dengan kawanannya setelah terbebas dari serangan kartu Xika.


Kini 7 Glow-Antlers Deer berada di depan Xika.


Masing-masing memiliki postur tubuh yang berbeda.


Ada yang bersiap berlari, ada yang bersiap memanjangkan tanduknya, dan ada juga yang mulai mengumpulkan qi dan membuat tanduknya semakin bersinar.


"Sial!"


Xika menyadari bahwa Glow-Antlers Deer hendak melakukan serangan gabungan. Namun sebelum ia sempat bertahan, Glow-Antlers Deer sudah menyerangnya menggunakan qi yang sangat terang.


Xika terpaksa menutup matanya selama beberapa saat. Ketika ia membuka matanya, ia melihat 3 ekor Glow-Antlers Deer yang sudah mengarahkan tanduknya kepada dirinya.


Ia membelokkan arah Glow-Antlers Deer yang berada di kiri dan kanan, sementara yang tengah Xika tendang dengan kaki yang berlapisi elemen angin.


Belum sempat Xika bernafas, tanduk-tanduk datang menyerangnya.


Xika melompat mundur menghindari tanduk itu. Ketika ia hendak melemparkan kartu pada Glow-Antlers Deer yang melakukan serangan jarak jauh, 3 ekor Glow-Antlers Deer sudah menghadangnya dan menggagalkan serangannya.

__ADS_1


"Capsah Technique."


Xika menghindari tanduk-tanduk itu.


"First Way."


Ia berputar kebelakang Glow-Antlers Deer.


"Single."


Ia menebas Glow-Antlers Deer yang kini menunjukkan belakang mereka.


WHUSSHH!!!


Serangan Xika berhasil membunuh 3 Glow-Antlers Deer.


4 lainnya mengeluarkan suara yang aneh karena kehilangan saudara mereka.


Kini tanduk mereka semakin bercahaya dan panjang, membuat Xika sulit menghindar karena silau.


Xika membentuk sebuah perisai persegi panjang menggunakan 20 kartu.


Kemudian ia melompati perisai itu dan melemparkan semua kartu yang tersisa. Bersamaan dengan tangannya yang melempar kartu, keempat simbol elemen menyala di mata kanannya.


"Rains of Elemental Cards."


Kartu itu memiliki elemen yang berbeda. Ada kartu yang setengah terbakar, ada yang setengaj tertutup tanah, ada juga yang dikelilingi angin.


Glow-Antlers Deer sudah terlanjur menyerang perisai Xika, mereka tidak memiliki apa-apa lagi untuk menghindari ataupun menahan serangan Xika.


Serangan Xika mengenai mereka dengan telak.


4 Glow-Antlers Deer mati dengan kartu menancap di tubuh mereka sementara 3 lainnya mati dengan tebasan yang cukup besar di tubuh mereka.


Xika mengatur nafasnya yang sudah mulai berantakan. Pertarungan tadi cukup untuk menguras qi nya. Kini qi nya tinggal sepertiga.


Setelah nafasnya tenang, Xika mulai memotong tanduk Glow-Antlers Deer, dan mengambil core mereka. Ia menyimpan semuanya di cincin spasialnya.


Sementara sisa tubuh Glow-Antlers Deer dibakar untuk dimakan Xika dengan Huo Bing.


"Mau kau apakan tanduk rusa itu?"


"Aku tidak tahu. Mungkin akan kujual bila aku menemukan sebuah kota."


"Heh. Akan kutunjukkan sesuatu yang menarik menggunakan tanduk itu."


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Hehe....tunggu saja. Akan kuperlihatkan selesai makan. Ngomong-ngomong senjata apa yang kau inginkan?"


"Emmm..... entahlah..... Aku cukup suka dengan kartuku. Tapi bila aku memiliki senjata tambahan aku akan senang menggunakan tongkat."


"Tongkat? Tongkat biasa?"


"Benar." Xika mengangguk.


"Kenapa bukan senjata tajam seperti pedang atau tombak?"


"Karena aku ingin menjadi petualang. Seperti ayahku. Dan setiap petualan memiliki sebuah tongkat untuk membantu mereka berpetualang. Lagipula sebisa mungkin aku tidak ingin membunuh."


Huo Bing menatap Xika dengan pandangan yang aneh karena baru saja Xika membunuh sekawanan rusa dengan tanduk menyala, kemudian ia sadar bahwa yang ia maksud adalah membunuh manusia lalu mengangguk-angguk.


"Kalau kau ingin petualangan, sepertinya kau sudah mendapatkannya."


"Hm? Apa maksudmu?"


"Kau sebut apa kegiatan kita selama 4 bula terakhir ini?"

__ADS_1


"Benar juga...." Xika tersenyum lebar.


Setelah itu, tidak ada pembicaraan lagi, karena Xika ingin cepat-cepat makan untuk melihat apa yang akan dilakukan Huo Bing.


__ADS_2