
Terdengar ledakan tidak lama setelah Heiliao berusaha menyelesaikan pil buatan Xika.
Asap menghalangi pandangan ketiga mahkluk itu. Kemudian harum tanaman spiritual pun menyebar.
Xika, Heiliao, dan juga Huo Bing tersenyum karena pil itu berhasil.
Xika ingin segera mendekat dan melihat pil buatannya, jadi ia mengepakkan sayapnya untuk menerbangkang asap yang menghalangi pandangannya.
Kemudian terlihatlah sosok serigala dengan tiga buah benda bulat kecil seperti kelereng berada di atasnya.
Itu benar. Tiga buah, bukan satu.
Heiliao sendiri juga bingung dengan hasil itu. Sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah seorang alkemis membuat lebih dari satu pil menggunakan satu bahan.
Memang ada teknik yang memungkinkan untuk membuat beberapa pil sekaligus untuk menghemat waktu, tapi itu menggunakan beberapa set sekaligus, dan bukan itu yang digunakan Xika. Xika hanya menggunakan satu set. Benar-benar satu set. Namun ia menghasilkan tiga pil.
Xika tidak mengetahui apa yang ada dalam kepala Heiliao. Ia mendekati ketiga pil itu kemudian mengamatinya selama beberapa saat, sebelum akhirnya menyimpannya dalam sebuah kotak khusus untuk menyimpan pil yang ia temukan dalam cincin spasial Bai Feng.
"Tunggu!"
Tapi sebelum ia menutup kotak itu, Heiliao bicara.
"Biarkan aku memeriksanya."
Kemudian Heiliao berjalan mendekat dan mengamati pil itu.
Pil itu berwarna hijau kemerahan sama seperti warna Qingtao Grass. Tapi pil itu memiliki tiga titik kecil yang terletak di tengahnya.
Heiliao membelalakkan matanya ketika melihat ketiga titik itu.
Titik-titik dalam pil itu menandakan tingkat kualitas dari sebuah pil. Semakin banyak jumlah titik dalam pil itu berarti semakin tinggi kualitas pil tersebut. Satu titik berarti terendah, dilanjut dengan dua titik tingkat menengah dan tiga titik yang berarti tingkat tinggi.
Di atas tingkat tinggi, masih ada tingkat lainnya. Yaitu tingkat master dengan sebuah garis memanjang di seluruh pil. Tapi tingkat ini hampir tidak pernah terdengar lagi selama beberapa ratus tahun terakhir.
Dan kini, di depan mata Heiliao, terdapat tiga buah pil Low-Number dengan kualitas tinggi. Dan pil itu dibuat oleh seorang bocah yang baru mempelajari alkemis beberapa minggu.
Heiliao membuka mulutnya. Kemudian menutupnya lagi beberapa kali. Ia tidak tahu harus bicara apa karena terlalu terkejut.
Pada akhirnya yang keluar dari mulutnya hanyalah,
"Xika, jangan biarkan orang lain tahu kau bisa membuat pil. Dan jangan pernah buat pil di depan orang lain."
Xika hanya mengangguk dengan tatapan bingung.
Setelah itu ia berbincang-bincang sebentar dengan Huo Bing dan Heiliao, kemudian ia tertidur.
Proses pembuatan pil itu sangat menguras energi fisik dan mentalnya. Meskipun Heiliao tetap membantunya membuat pil.
__ADS_1
Xika selalu tertidur setiap kali qi dalam tubuhnya habis. Ia hanya mampu mempertahankan kesadarannya sebentar sebelum akhirnya tertidur.
Setiap kali ia tertidur, dantiannya akan terisi dengan waktu yang lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain itu, dantiannya juga membesar bersamaan dengan terisinya qi. Dan proses itu sama sekali tidak menyakitkan.
Xika bangun dan mendapati kedua mahkluk di depannya itu sedang berbicara.
Ia mendekat untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan. Dari raut wajah mereka, sepertinya sesuatu yang cukup serius.
"Apa yang kalian bicarakan?"
Keduanya menoleh menatap dirinya. Kemudian Huo Bing berbicara.
"Kami sedang berdikusi. Dan kami sepakat bahwa kemampuanmu dalam menempa dan membuat pil tidak boleh diketahui orang banyak. Bila ada yang bertanya, jawab saja seadanya. Asal juga tidak apa."
Xika mengangguk.
Kemudian ia bertanya lagi.
"Apa kalian sudah terpikirkan rencana untuk keluar dari sini?"
Kali ini Heiliao yang berbicara.
"Kami punya beberapa tebakan. Tapi kami belum mengujinya. Kita akan mengujinya setelah kau siap untuk keluar."
"Eh? Aku? Siap?"
"Pertarungan dengan ular-ular sialan itu membuat kami sadar bahwa kau masih kurang dalam berbagai hal. Terutama mempertahankan diri."
Xika menggaruk kepalanya mendengar perkataan Huo Bing. Burung itu memang benar. Bila tidak ada dia yang melihat tulisan dari burung suci itu atau Heiliao yang mengubah pola-pola dalam formasi, Xika tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kau masih terlalu bergantung pada kami. Selanjutnya, sebisa mungkin kami tidak akan membantumu." ucap Heiliao. "Karena itu, kami akan melatihmu sebaik mungkin di tempat ini." sambungnya.
Xika mengangguk.
Setelah itu, Heiliao dan Huo Bing melatih Xika dalam berbagai hal.
Mulai dari menempa, membuat pil, belajar menggunakan sayap, bertarung, bagaimana menggunakan senjata (Heiliao dan Huo Bing mengajari semua senjata yang mereka kuasai pada Xika. Perubahan bentuk Space Shifter berperan besar dalam hal ini), mempelajari bahasa-bahasa asing, politik dan kekaisaran sedikit (Huo Bing dan Heiliao sama-sama tidak menyukai politik maupun kekaisaran, jadi hanya sedikit yang bisa mereka ajarkan), cara menggunakan lubang hitam dan elemen ruang(ini bagian Heiliao), bagaimana cara menggabungkan elemen dan membuat elemen-elemen lain (salah satunya adalah es, dan ini adalah bagian Huo Bing), dan mengajarkannya pengetahuan-pengetahuan dasar tentang dunia kultivator.
Cukup banyak hal yang diajarkan kedua mahkluk itu. Selama setahun ini, ia berkembang banyak, sangat banyak berkat keduanya. Tentunya salah satu alasan mereka berdua mau mengajari Xika berbagai macam hal adalah persaingan di antara mereka berdua. Xika tidak tahu mengapa mereka selalu bersaing, tapi ia cukup bersyukur karena persaingan keduanya telah membuatnya berkembang cukup banyak.
Saat ini sedang waktu bebas. Huo Bing dan Heiliao membuat jadwal yang cukup padat mengingat persediaan makanan mereka terbatas, tapi mereka berdua tetap memberinya waktu untuk beristirahat. Waktu itu bebas ia gunakan untuk apa saja.
Dan saat ini Xika sedang terbang di tengah waktu bebasnya. Meskipun terbang juga termasuk salah satu hal yang ia pelajari, tapi Xika cukup menyukainya. Ia sangat menikmati perasaan mengepakkan sayapnya, perasaan angin yang menerpa wajahnya, dan tanah yang menghantam wajahnya. Ehh....sepertinya yang terakhir tidak terlalu.
Ia terbang sampai ke ruangan atas yang menjadi makam burung suci itu. Di sana, Xika membaca lagi tulisan-tulisan yang ditinggalkan burung itu. Kini ia sudah cukup mengerti tulisan itu.
Baik Huo Bing maupun Heiliao mengajarinya berbagai macam bahasa. Dan bukan secara pasif saja, tetapi juga secara aktif. Mereka mengajarinya membaca, menulis, dan berbicara.
__ADS_1
Setelah membaca selama beberapa saat, Xika mengepakkan sayapnya lagi hendak mencapai bagian langit-langit yang selama ini menjadi tujuannya.
Beberapa kali ia mengepakkan sayapnya, tapi ia hanya naik sedikit. Wajar saja mengingat tekanan udara yang semakin berat ketika berada di posisi yang tinggi.
Namun Xika tidak berhenti mengepakkan sayapnya. Ia tidak menyerah, meskipun hanya sedikit, tapi ia berhasil mendekat.
Dan akhirnya......
Tap!
Xika berhasil menyentuh langit-langit ruangan itu yang selama ini menjadi tujuannya.
Setelah itu Xika berhenti mengepakkan sayapnya dan jatuh bebas dari ketinggian yang bisa membuat manusia biasa tewas.
Xika terjatuh dengan wajah tenang. Ia menikmati terpaan angin di wajahnya.
Kemudian ketika jaraknya tinggal beberapa meter lagi dari tanah, ia melebarkan sayapnya dan menghentikan dirinya dari jatuh.
Xika terbang berputar selama beberapa saat, sebelum akhirnya turun dan berjalan menuju Heiliao dan Huo Bing.
Ia berjalan dengan senyum di wajahnya. Huo Bing dan Heiliao juga tersenyum. Mereka melihatnya mencapai langit-langit.
Belakangan ini, Heiliao cukup banyak berubah. Ia menjadi lebih banyak bicara dan tidak sependiam sebelumnya. Kebiasaan menutup matanya sebelum menjawab pertanyaan juga sudah mulai berkurang meskipun masih sering ia lakukan. Tentu saja penyebabnya berubah adalah Huo Bing dan Xika.
Setelah mengucapkan selamat, mereka mulai membicarakan rencana mereka untuk keluar dari tempat ini.
"Aku menduga bahwa kita bisa keluar dengan mengaktifkan formasi sebelumnya."
"Formasi? Formasi yang kau gunakan untuk memindahkan orang-orang sebelumnya?" tanya Xika bingung pada Huo Bing.
Huo Bing mengangguk. Kemudian ia melanjutkan,
"Formasi itu memindahkan semua orang yang tidak berkepentingan. Masih ingat?"
Xika mengangguk.
"Menurutku, setelah kita menghabisi ular-ular sialan itu, harusnya kita juga sudah tidak punya kepentingan lagi. Jadi kita bisa menggunakan formasi itu untuk keluar dari sini."
"Lalu bagaiman kalau gagal?"
Kini Heiliao yang berbicara.
"Aku mencurigai beberapa tempat. Aku sudah menandainya. Harusnya tempat-tempat itu yang paling dekat dengan dunia luar. Kalau cara ini gagal juga, aku masih bisa membawa kalian untuk berpindah ruang. Tapi karena tingkat kultivasiku yang masih rendah, aku tidak tahu berapa jauh kita akan berpindah dan di tempat apa kita akan sampai."
Xika mengangguk-angguk.
Setelah itu mereka mendiskusikan rencana lain, kalau-kalau ada cara yang lebih baik. Tapi mereka tidak menemukannya. Jadi mereka memutuskan untuk bersiap mengaktifkan formasi itu.
__ADS_1