Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-127


__ADS_3

Lang Jin menatap sosok Shu Mang yang kelihatannya masih menderita. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Lang Yao.


"Apa yang kau lakukan padanya?"


"Menyembuhkannya, tentu saja."


"Kenapa lebih terlihat seperti meracuninya?"


"Ya, itu juga bagian dari rencana."


"............."


"Aku hanya bercanda. Tunggu, kau tahu aku bercanda bukan?"


"..........."


Lang Jin tidak mempedulikan Lang Yao. Serigala itu sepertinya memiliki masalah dengan kepalanya. Jadi ia berjalan menuju Xika yang kelihatannya lebih waras, kelihatannya.


"Apa semuanya berjalan dengan baik?"


"Tidak juga."


"Kenapa?"


"Yah, Lang Yao sedikit mengacau. Tapi harusnya tidak berakibat fatal. Ia sudah meminum cairan racunnya. Sekarang ia sedang menyerap khasiat obat itu."


Lang Jin kembali menatap Shu Mang. Keningnya masih mengerut dan wajahnya dipenuhi keringat.


"Sepertinya ia akan membutuhkan banyak waktu untuk menyerap khasiat obat itu sepenuhnya."


"Mm...ya. Sepertinya begitu."


"Dan ia tidak akan mempunyai qi yang cukup untuk menyerap semua khasiatnya."


"Apa ia bisa menghentikkan prosesnya sebentar?"


"Tidak."


"Lalu bagaimana kalau ia hanya menyerap setengah khasiatnya?"


"Setengah sisanya yang tidak ia hisap masih lebih dari cukup untuk membuhuhnya."


Xika diam sebentar. Berpikir. Lang Jin pasti tidak datang kesini hanya untuk membicarakan itu. Jika ia tahu masalahnya, harusnya ia tahu solusinya juga.


"Jadi apa yang harus dilakukan?"


"Kau bisa memberinya qi milikmu."


"Menyalurkan qi milikku? Padanya? Entahlah, aku tidak yakin. Hanya kultivator ahli yang bisa melakukan itu tanpa kesalahan."


"Kalau begitu akan kubuat kau jadi kultivator ahli." ucap Lang Jin sambil memperlihatkan senyumnya yang jarang. Serigala itu berjalan menjauh dan meminta Xika mengikutinya.


"Apa kau akan mengajariku?"


"Ya."


"Tapi kudengar struktur tubuh manusia dan serigala cukup berbeda. Dan hal itu akan membuatnya semakin sulit."


"Kalau mau berusaha, pasti bisa."

__ADS_1


Xika mengangkat kedua bahunya dan memilih untuk tidak bicara lagi. Ia mendengarkan Lang Jin menjelaskan struktur tubuh manusia dan serigala secara singkat.


"Kau akan memasukkan qimu pada orang lain. Karena itu, masukkan dengan perlahan dan jangan buat dia terkejut. Atau ia akan berhenti menyerap dan mati. Sekarang, coba masukkan qimu padaku."


Lang Jin berbalik dan memberikan punggungnya. Xika meletakkan kedua tangannya secara perlahan. Ia mencoba mengalirkan qinya menuju Lang Jin.


"Salah! Kau terlalu kasar dan terburu-buru. Kalau aku ini Shu Mang, kau sudah membuatku mati. Coba lagi."


Xika kembali mengulang prosesnya. Ia gagal beberapa kali dan dimarahi Lang Jin. Tapi setiap percobaan membuatnya selangkah lebih benar. Kemudian akhirnya Xika berhasil, dan Lang Jin berkata,


"Bagus. Sekarang coba alirkan qi mu searah dengan qi ku. Pemuda itu pasti mengalirkan qinya dalam sebuah pola untuk menyerap khasiat itu. Kalau kau tidak bisa mengikuti arahnya dan membuat polanya kacau, maka kau juga akan membunuhnya."


"........."


Xika tidak banyak bicara. Ia mencoba melakukan hal yang sebelumnya Lang Jin ajarkan. Pertama-tama, masukkan qi secara perlahan dan lembut. Berhasil. Setelah itu alirkan sesuai dengan polanya. Xika mencoba untuk menemukan pola yang dilakukan Lang Jin.


"Salah! Kau tidak bisa memeriksa polanya terlebih dahulu. Kau memeriksanya menggunakan qi, dan hal itu akan mengacaukan pola yang telah kubentuk. Jangan mencoba untuk memeriksanya. Cobalah ikuti qi milikku. Pertemukan qi milikmu dengan milikku, kemudian biarkan qi ku membawa qi mu pergi. Karena tujuan kita melakukan ini untuk memberikan qi tambahan bukan?"


Xika mengangguk. Ia mencobanya lagi. Jangan memeriksa polanya. Ikuti saja qi Lang Jin mengalir. Ah! Ia berhasil menemukan qi Lang Jin, tapi ia malah membenturkan qinya hingga keduanya meledak.


"Coba lagi."


Xika memasukkan qinya. Kemudian ia menunggu qi Lang Jin muncul. Setelah itu ia tidak langsung mempertemukan qinya. Ia berusaha mendekati qi Lang Jin itu secara perlahan. Tapi Lang Jin kembali bicara.


"Salah! Jangan memperlambat atau mempercepat alirannya. Ikuti dengan natural. Kau mencoba mendekati qi ku secara perlahan. Tapi terlalu lambat. Coba lagi. Ingat, kita tidak punya banyak waktu."


Xika gagal beberapa kali lagi sebelum akhirnya Lang Jin mengangguk. Ia meminta Xika melakukannya sekali lagi untuk memastikan anak itu benar-benar menguasainya. Xika tidak menolak. Ia kembali mengalirkan qinya. Kali ini Lang Jin mengalirkan qi nya dengan pola yang berbeda.


Xika mendekatkan qi nya pada qi Lang Jin dengan kecepatan yang sama. Kemudian ia melepas kontrol atas qi nya dan membiarkan Lang Jin mengambil alih.


"Bagus. Sekarang cobalah pada dia. Kelihatannya dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi."


Xika buru-buru mendekati Shu Mang. Ia mengingat kembali apa yang diajarkan Lang Jin dan apa yang dilakukannya tadi. Ia menghirup nafas dalam-dalam, kemudian menempelkan tangannya secara perlahan. Shu Mang tidak terkejut dengan sentuhannya.


Pola aliran Shu Mang memang lebih rumit. Tapi setelah terbiasa, itu tidak berbeda jauh dengan pola latihannya dengan Lang Jin. Xika semakin terbiasa memberikan qi nya pada Shu Mang. Beberapa menit berlalu dan ia mulai bisa memecah konsentrasinya.


Lima belas menit berlalu dan ia sudah bisa merasakan apa yang terjadi di sekitarnya. Keringat Shu Mang yang mengenai tangannya dan sedang berusaha ia tahan, tatapan Lang Jin pada dirinya, dan tatapan penasaran sekaligus mengganggu yang diberikan Lang Yao.


Empat puluh menit kemudian Xika berhasil membuka matanya dan mulai mengamati sekelilingnya. Ia menatap Lang Jin yang memberikan pandangan terkejut. Serigala itu mendekat dengan bingung sekaligus sedikit panik.


"Ada apa? Sudah selesai? Atau kau gagal?"


Xika tidak menjawab. Butuh konsentrasi lebih untuk melakukan itu. Dan sepuluh menit kemudian ia berhasil melakukannya.


"Tidak............Semua.....baik." ucap Xika dengan agak terbata. Ia sudah bisa bicara, tapi tidak selancar kalau ia tidak membantu Shu Mang.


Lang Jin diam. Ia tidak berusaha mengajak Xika bicara karena tahu anak itu membutuhkan konsentrasi lebih. Tapi justru Xika ingin ia melakukannya.


"Terus.....bicara...."


"Kau yakin?"


".......ya....."


Lang Jin kembali diam. Tapi kali ini karena kebingungan. Apa yang harus ia bicarakan dengan Xika.


"Sejujurnya, aku tak tahu harus bicara apa."


"Apa.........saja."

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak memiliki ide. Bisa berikan topik?"


"Cerita.........masa.....kecil."


Dan dengan demikian, Lang Jin menceritakan masa kecilnya pada Xika dengan agak kaku. Yah, serigala hitam itu tidak terlalu pandai bicara. Beberapa kali ia salah menggunakan kata. Dan perlahan-lahan, konsentrasi Xika mulai membaik. Awalnya ia tidak bisa mendengar cerita Lang Jin dengan baik.


Kemudian ia mulai bisa mendengarnya secara keseluruhan. Setelah itu ia mulai mencoba untuk bicara. Masih agak kaku awalnya. Tapi perlahan-lahan ia semakin lancar. Beberapa jam berlalu dan kini Xika bisa melakukannya sambil mengobrol dengan Lang Jin. Ia mengobrol biasa seolah tidak melakukan kegiatan yang menyita konsentrasi seperti memberikan qi nya pada Shu Mang.


Setelah Lang Jin sadar Xika sudah bisa mengobrol dengan santai, ia mencoba memberikan pertanyaan yang menggangu pikirannya semalaman kemarin.


"Menurutku, kau agak terlalu mudah percaya padanya. Dan kenapa ia juga percaya dengan mudah padamu?"


Yah, yang dikatakan Lang Jin benar. Sebagai orang yang telah menipunya, Shu Mang mempercayai Xika terlalu mudah. Tapi ia memiliki dugaan terkait itu.


"Aku tidak yakin. Tapi kurasa kami mengalami hal yang sama."


Lang Jin kelihatan tertarik.


"Oh? Apa itu?"


"Penghinaan."


Lang Jin diam. Ia meminta Xika untuk melanjutkan.


"Aku tidak tahu bagaimana hidupmu dan aku tidak bermaksud meninggikan diriku atau merendahkan dirimu. Tapi aku telah hidup dipenuhi penghinaan selama sepuluh tahun. Aku tinggal bersama pamanku sejak umur lima. Dan selama sepuluh tahun, aku terus-menerus menerima penghinaan. Tak peduli dimana aku berada, tak peduli apa yang kulakukan, baik atau jahat, benar atau salah, aku selalu mendapatkan penghinaan."


"..................kenapa?"


Xika tersenyum.


"Karena aku tidak bisa berkultivasi."


Dan seketika itu juga Lang Jin melebarkan matanya. Ia menatap Xika dengan tidak percaya. Kemudian memeriksa Xika dengan qi nya.


"Jangan berbohong. Kau penuh dengan qi sekarang."


"Sekarang. Bukan sebelas tahun yang lalu."


"Jadi.......kau baru mulai berkultivasi........?"


"Aku baru mulai berkultivasi beberapa bulan di hutan. Kemudian di makam selama satu tahun. Jadi kurang lebih satu setengah tahun. Beberapa bulan lagi, aku akan berulang tahun. Mungkin saat itu, aku sudah berkultivasi selama dua tahun."


Lang Jin menatap Xika dengan seksama. Terutama matanya. Ia masih tidak yakin Xika baru berkultivasi selama satu setengah tahun. Apa ia berbohong? Tapi apa yang ada di mata Xika adalah kesakitan dan kepedihan yang tidak bisa dipalsukan. Pilu yang nyata. Jadi Xika benar. Ia tidak berbohong. Ia baru mulai berkultivasi selama beberapa tahun.


Dan saat itu juga, Lang Jin merasa dirinya benar-benar kalah dari Xika. Sebelumnya, meskipun ia kalah dalam bertarung, ia masih menganggap itu adalah kekalahan yang membanggakan. Memang Xika berhasil mengalahkannya, tapi ia juga telah menyegel kultivasinya.


Tapi ketika ia tahu bahwa dirinya yang sudah menyerap qi sejak lahir kalah dari Xika yang baru menyerap qi selama satu setengah tahun..............ia tidak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaannya. Hatinya seolah tercabik-cabik. Kecepatan, kejeniusan, dan kekuatannya yang selama ini selalu ia banggakan ternyata tidak ada apa-apanya di hadapan Xika.


"Tunggu. Kau bilang kau mengalami penghinaan selama satu tahun? Lalu kenapa kau mengatakannya sebelas tahun yang lalu?"


"Aku tinggal bersama pamanku sejak umur 5 sampai 15. Selama itu aku hidup dalam penghinaan. Kemudian setelah aku..........berpisah dengan pamanku, penghinaan mulai berkurang. Setelah itu aku hidup mengembara selama satu setengah tahun."


Lang Jin mengangguk mengerti. Dan ia tidak bicara lagi. Ia sibuk memikirkan apa yang harus dilakukannya di masa depan. Kebanggaannya sebagai serigala tidak mengijinkannya untuk kalah dari Xika. Ia sangat ingin menang dari Xika, sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Berlatih. Semenjak dirinya mendapat banyak pujian, ia mulai jarang berlatih. Apalagi, semua serigala seumuran dapat ia kalahkan meskipun ia tidak berlatih. Jadi untuk apa ia berlatih? Ia adalah yang terkuat.


Tapi setelah bertemu dengan Xika ia baru sadar bahwa ia salah. Ia bukan yang terkuat. Masih ada yang lebih kuat darinya. Di atas langit masih ada langit. Selama ini, ialah yang memberikan batasan pada dirinya sendiri. Sekarang ia sudah tahu kesalahannya. Ia akan kembali berlatih. Dan ia akan mengalahkan Xika.


"Eh, aku juga sepertinya mulai kehabisan qi. Ada saran?" tanya Xika.


Lang Jin tersadar dari pikirannya. Ia memikirkan apa yang bisa dilakukan Xika. Dan ia menemukannya.

__ADS_1


"Kau sudah bisa mengobrol dengan santai kan? Sekarang cobalah untuk berkultivasi. Seraplah qi disekitarmu. Jadi kau tidak akan kehabisan qi."


Kemudian Xika mulai berusaha berkultivasi.


__ADS_2