Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-203


__ADS_3

"Tunggu!"


GREP!


Heiliao mencengkram bahu Xika menghentikannya melangkah maju.


"Apa tepatnya yang kau lakukan? Kenapa lukamu bisa sembuh secepat itu? Menggunakan pil sekalipun tak akan bisa secepat itu." Heiliao menatap Xika dengan waspada. Tapi Xika tahu bahwa dibalik kewaspadaan itu Heiliao sebenarnya khawatir padanya. Ia masih tak bisa menyamakan sosok serigala baik hati ini dengan serigala pembunuh sebelumnya.


"Eh? Ah, benar juga. Aku bahkan tidak sadar. Kenapa bisa begitu ya?" Xika sendiri melihat bekas lukanya dengan bingung.


Heiliao mengamati Xika dengan seksama, mencoba menentukan apakah Xika berbohong atau menyembunyikan sesuatu darinya.


Akhirnya Heiliao melepaskan cengkaramannya sambil menghela nafas. Setelah itu ia berbalik dan menatap Xingli memberi gadis itu peringatan 'Aku mengawasimu'.


Sepanjang jalan menuju Jade Village, Heiliao terus menatap Xingli dengan waspada sementara yang ditatap berpura-pura seolah tidak ada yang terjadi. Yah, Xingli ahli dalam mengabaikan orang.


Sampai di depan gerbang Jade Village, Heiliao melangkah masuk duluan. Tapi ucapan Xingli berhasil menghentikannya.


"Aku ingin menantang seseorang."


Baik Huo Bing, Xika, maupun Heiliao semuanya kaget menatap Xingli. Tapi yang paling terkejut adalah Heiliao. Serigala itu menatap Xingli dan sadarlah bahwa yang hendak ditantang gadis itu bukan dirinya, itu artinya Xingli hendak menantang penghuni kamar Jade Village dan kedepannya akan tinggal bersama mereka.


Gadis itu biasanya tidak banyak bicara dan tidak banyak melakukan hal aneh. Kenapa mendadak ia ingin pindah bersama mereka? Menahan diri untuk tidak membunuhnya saja sudah cukup sulit, kini ia harus tinggal satu gedung dengan gadis itu?


Sadar bahwa hanya Xika yang dapat dimintai bantuan, Xingli menatapnya. Xika pergi sambil menggaruk kepala bingung. Ia mengetuk pintu salah seorang murid dan menyampaikan tantangan Xingli padanya. Awalnya murid itu tak percaya dan mengira Xika hanya main-main.


Tapi ketika Xika membawanya keluar menemui Xingli, murid itu langsung mengangguk setuju. Ia bahkan tidak repot-repot bertarung dengan Xingli dan langsung bergegas mengemasi barangnya. Entah karena ia terpesona pada Xingli atau takut padanya.


Entah sadar atau tidak, kamar Xingli tepat di sebelah kamar Xika. Setelah itu dua kamar berselang dari kamar Xingli adalah kamar Di He. Mungkin kedepannya mereka akan sering berkumpul di kamar Xika.


Xika hendak bertanya apakah Xingli tidak akan memindahkan barang-barang lamanya ketika gadis itu membuat lubang putih yang mengeluarkan barang-barang pribadinya.


Ketika Xika hendak berlatih di kamarnya, Xingli mengekor di belakangnya. Heiliao memberikan tatapan tajam tapi tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


"Eh, Xingli? Kalau kau salah ingat kamarmu di sebelah."


"Bisakah aku melihatmu berlatih?"


Sepertinya Xingli lebih banyak bicara sejak mereka mengikat janji. Itu harusnya hal yang bagus kalau Xika tidak mengingat ribuan penggemar Xingli yang hendak mencabiknya setiap kali mereka bertemu.


"Bisakah aku tahu alasannya?" tanya Xika masih agak bingung.


"..........."


"Seingatku kau akan bicara setelah aku berjanji."


Lagi-lagi Xingli tak menjawab, tapi gadis itu memandang Heiliao dan sadarlah Xika bahwa gadis itu tak mau bicara karena serigala itu.


Heiliao mendengus tak peduli kemudian masuk kamar. Tapi Xika tahu bahwa serigala itu masih tetap waspada. Mungkin ia berniat mengawasi Xingli dari dekat.


Xika masuk dengan Xingli di belakang sementara Huo Bing entah mengapa tampaknya menikmati bagaimana Xika kebingungan karena Xingli dan Heiliao. Burung sialan.


Xika memutuskan mengabaikan ketiga mahkluk yang mengganggunya itu. Ia menutup matanya dan mulai mencari kata-kata yang baru masuk beberapa saat lalu di kepalanya.


Pertama-tama ada penjelasan mengenai teknik itu. Star Glance, yang berarti pandangan atau lirikan bintang. Katanya, pencipta teknik ini dulunya bisa berkomunikasi dengan bintang. Ia menciptakan teknik ini dengan bantuan salah satu bintang, yang telah menjadi temannya.


Pencipta teknik ini membuka berbagai titik di tubuhnya hingga membentuk sebuah rasi bintang, kemudian ia meminta bantuan teman bintangnya dan memberikan sedikit cahayanya sehingga titik rasi bintang di tubuhnya bercahaya dan memperkuatnya. Konon, teknik ini hanya bisa dilakukan ketika teman bintangnya itu menatap sang pencipta, itulah kenapa teknik ini disebut Star Glance.


Kira-kira begitulah asal usul teknik ini. Lalu mengenai langkah-langkahnya, Xika harus berada di luar ruangan untuk bisa berkomunikasi dengan bintang terlebih dahulu. Semakin kuat koneksi kita dengan bintang, atau semakin dekat kita dengan bintang, semakin besar kekuatan yang diberikan.


Xika tahu ia harusnya keluar ruangan untuk berlatih teknik ini. Tapi ia tidak mau melakukannya. Dantiannya disebut sebagai bintang yang bersinar. Ia ingin tahu apakah hal itu ada hubungannya dengan teknik ini.


Jadi alih-alih berkomunikasi dengan bintang dan mencoba meminjam kekuatannya, Xika lebih memilih membangkitkan 'bintang' dalam dirinya. Di buku yang ia baca dulu, dikatakan bintang dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa bergantung pada objek lain.


Kalau dantiannya adalah bintang harusnya ia bisa mengeluarkan sedikit cahayanya bukan?


Satu jam berkonsentrasi, tak ada perubahan apapun.

__ADS_1


Dua jam berkonsentrasi, Xika masih tak berhasil mengeluarkan cahaya sedikitpun. Ia berusaha mengingat penjelasan teknik itu, adakah yang bisa dijadikan petunjuk?


Hmm, sepertinya teknik itu menyebut rasi bintang sebelumnya. Penciptanya membuka berbagai titik saraf di tubuhnya sehingga membentuk rasi bintang. Xika tidak berencana melakukan hal yang sama. Tapi kalau menyamakan dantiannya dengan titik-titik saraf sang pencipta, sudah jelas ia tidak bisa mengatur letak dantiannya.


Jadi sepertinya hal itu tidak mungkin. Adakah hal lain yang bisa dijadikan petunjuk? Rasi bintang....rasi bintang..... Apakah pola dantiannya itu dapat dihitung sebagai rasi bintang? Bintang bersinar, elemen apa yang bersinar? Api.


Xika memfokuskan pikirannya pada dantian besar yang di sampingnya tersebar dantian kecil yang membentuk pola penyusun api seperti yang dikatakan Shu Mang. Api memberikan cahaya yang dapat menerangi kegelapan. Kalau dantiannya adalah bintang, maka harusnya dantian itu bisa bersinar sendiri tanpa pemicu bukan?


Ia berkonsentrasi dan berharap api mulai menyala. Entah berapa lama waktu yang berlalu, Xika tak dapat menghitungnya karena terlalu fokus. Samar-samar ia merasa bahwa ia bisa membuat dantiannya menyala.


Dan.....


BLAR!


Seluruh tubuh Xika terbakar, mulai dari kepala sampai kakinya, hingga membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut. Tapi tak ada yang melakukan apapun. Sepertinya semuanya sepakat bahwa terbakarnya tubuh Xika ada kaitannya dengan teknik yang ia latih.


Ketika Xika membuka matanya, ia sendiri terkejut melihat tubuhnya yang terbakar kemudian api itu meredup begitu saja seolah yang sebelumnya hanyalah ilusi.


Belum sempat mereka bertanya, Xika sudah kembali menutup matanya. Ia berhasil membuat dantiannya menyala hingga membakar tubuhnya, itu hal yang patut dirayakan. Bahkan, ia merasakan elemen apinya lebih kuat sesaat tadi.


Tapi ia masih merasa bahwa itu belum selesai. Belum semua dantiannya menyala. Kalau api memang memiliki persamaan dengan bintang sama-sama menyala, bagaimana dengan elemen lainnya? Apakah mereka juga punya persamaan? Ia harus mencari tahu.


Ia memulai dengan air, kebalikan dari elemen api. Tapi ia tak tahu apa yang ia harapkan. Sebelumnya ia berharap dantiannya dapat menyala karena itulah yang dilakukan api, tapi air? Apa yang harus ia pikirkan?


Mengalir......tenang.......mengikuti arus......tidak, ialah arusnya, ialah airnya, tidak perlu mengikuti siapapun......ia bisa membuat alirannya sendiri.....


Dan kini tubuhnya samar-samar bagaikan aliran air. Huo Bing dapat melihat lantai yang diduduki Xika saking tembus pandangnya, tapi bukan berarti Xika tak terlihat. Ia masih terlihat hanya saja ia terlihat seperti air. Tidak, lebih tepatnya aliran air.


Kejadiannya sama seperti sebelumnya, ketika Xika membuka matanya tubuhnya kembali seperti semula. Setidaknya percobaan kedua sudah berhasil. Ia hendak mencoba elemen berikutnya ketika sadar bahwa dikamarnya hanya ada Huo Bing dan dirinya.


Dimana Heiliao dan Xingli? Ia menatap Huo Bing.


"Mereka keluar sebentar. Tapi kurasa tak akan lama lagi sampai mereka memutuskan untuk saling membunuh." ucapnya santai.

__ADS_1


__ADS_2