
"Bagaimana?" tanya Xika pada Huo Bing yang berada di bahu kirinya.
"Lumayan. Tapi kau baru berteman dengan beberapa serigala. Kau tidak akan bisa berteman dengan mereka semua."
"Kenapa tidak?"
"Setidaknya dalam waktu kurang dari dua bulan."
"Kenapa tidak?"
Huo Bing terdiam. Xika tidak melanjutkan. Ia berjalan mendekat pada serigala-serigala lain yang masih menjaga. Ia membiarkan Lang Hu dengan pacarnya.
"Halo, sobat."
Serigala-serigala itu hanya memberinya dengusan sebagai sapaan.
"Aku bosan di tempat ini. Tidakkah kau juga bosan harus menjagaku dan tidak melakukan apapun?"
"Sejujurnya, ya."
"Bagaimana kalau kita berjalan-jalan? Apa kau bisa menunjukkan tempat yang bagus padaku?"
Mereka menggeleng.
"Tidak. Kami tidak diperbolehkan meninggalkan tempat ini sampai hari pertarunganmu."
"Apa? Itu akan sangat membosankan."
Mereka mengangguk setuju.
"Apa kau punya permainan atau semacamnya?"
"Tidak. Kami tidak membawa apapun saat bergegas kemari."
"Begitu ya........."
Xika terdiam sebentar berusaha mencari topik lain.
"Ah! Aku punya permainan. Tapi aku tidak tahu apakah kaum serigala mengetahuinya."
"Permainan apa?"
"Kartu."
Mata para serigala itu langsung membesar. Kemudian salah seorang dari mereka berdiri dan berteriak,
"HEI! ANAK INI BILANG IA PUNYA KARTU!"
Dan sisa setengah yang tidak ikut makan-makan dengan Lang Hu pun semuanya berkumpul.
"Xika. Apa kau yakin? Maksudku, itukan kartu pemberian ayahmu. Lagipula serigala sebanyak itu mana bisa main dengan satu dek?"
"Kenapa kau berpikir aku hanya punya satu kartu? Aku memang memiliki kartu pemberian ayahku. Tapi bukan itu saja kartu yang ku punya."
Huo Bing tidak sempat bertanya lagi pada Xika karena serigala-serigala lain telah mendesaknya untuk segera mengeluarkan kartunya.
"Apa manusia itu benar-benar punya kartu?"
"Entahlah. Kita lihat saja dulu."
Xika melambaikan tangannya dan ratusan dek kartu mengambang di udara.
"Dia punya! Dia punya kartu!"
"Aku tahu! Dan jumlahnya cukup banyak untuk kita semua."
"Bagus! Kita tidak akan mati kebosanan!"
Para serigala bersorak. Mereka langsung mendekati Xika hendak mengambil kartu, tapi mundur lagi. Mereka masih belum tahu apakah Xika akan mengijinkan mereka menggunakan kartunya.
"Tidak apa. Kalian bisa menggunakannya. Sekarang siapa yang akan bermain denganku?"
Dan mereka kembali bersorak. Tiga serigala duduk bersama Xika dan bermain capsah. Serigala lainnya langsung menyambar kartu yang melayang dan menemukan teman mereka untuk bermain. Ada yang bermain capsah juga, ada yang bermain blackjack, dan beberapa permainan lainnya.
Xika bermain dengan gembira. Ia belum pernah bermain kartu dengan serigala sebanyak ini sebelumnya. Dan hal itu membuatnya sangat senang. Salah satu serigala berdiri dan berkata,
__ADS_1
"Kawan, aku harus buang air. Sepertinya akan cukup lama. Kalian main saja dulu."
Setelah itu ia berlari pergi. Sepertinya ia benar-benar tidak tahan lagi. Sementara Xika dan dua serigala lainnya saling menatap.
"Bagaimana ini? Kita kekurangan pemain."
"Kita cari saja pemain lain."
Kemudian ia menoleh dan menemukan masing-masing serigala telah sibuk bermain kartu dan tampaknya tidak akan ada yang menemani mereka.
"Kalau begitu kita main bertiga saja."
"Yah, kurasa itu satu-satunya pilihan."
"Apa kau tidak mau ikut bermain?" tanya Xika pada Huo Bing. Tapi salah satu serigala tidak dapat melihat Huo Bing jadi Xika seolah bicara sendiri.
"Hei, kau bicara pada siapa?"
"Hm? Temanku. Tunjukkan dirimu."
Huo Bing turun dari pundak Xika dan membiarkan serigala itu melihatnya.
"Woah! Jadi kau tidak bohong saat bilang ada roh burung di yang tak kasat mata."
"Tentu saja. Sekarang kita tidak kekurangan pemain. Ayo lanjutkan."
Dan mereka kembali bermain kartu. Huo Bing beberapa kali mengumpat ketika melihat kartu yang dibagikan Xika, tapi tampaknya para serigala tidak masalah dengan hal itu. Malah, mereka ikut mengumpat ketika kalah dan dengan cepat mereka berteman dengan Huo Bing.
Setelah itu, Xika bermain dengan serigala lain. Mereka bertukar pemain beberapa kali dan kini ia sudah berteman dengan ratusan dari mereka. Tapi itu belum semua. Kira-kira ada tiga ribu serigala yang ditugaskan menjaganya. Ia masih membutuhkan waktu untuk berteman dengan mereka semua.
Hari berakhir dengan Huo Bing yang mengumpat karena kalah telak. Esoknya, Xika kembali bermain dengan para serigala. Lang Hu dan setengah serigala yang lain juga telah kembali dan ikut bermain. Tapi Xika tidak punya dek kartu lain dan beberapa serigala terpaksa puas hanya menonton teman mereka bermain.
Akhirnya beberapa serigala menarik diri dan mereka mengobrol. Xika melihat hal itu dan bergabung. Ada serigala betina juga di sana.
Mereka cukup menerima Xika. Bagaimanapun juga, mereka telah mendengar ucapan Xika tentang kehormatan dan kegilaan mereka. Dan itu membuat mereka menyukai Xika. Tidak butuh waktu lama, mereka saling bercerita tentang masalah masing-masing. Beberapa kali Xika memberi saran, beberapa kali ia melucu.
"Lang Fu, sudah berapa lama Heiliao meninggalkan tugasnya?"
"Entahlah. Beberapa ratus tahun kurasa." jawab serigala yang dipanggil Lang Fu itu.
Xika jadi ragu apakah Heiliao bisa menyelesaikan tugasnya dalam setahun. Tapi ia tidak berpikir terlalu lama, karena serigala lain telah bertanya padanya.
"Apa kau benar-benar dekat dengan ia? Kau bahkan memanggil namanya langsung." tanya salah satu serigala betina.
"Yah, kami mengalami pertempuran hidup dan mati bersama."
"Astaga! Benarkah? Ceritakan padaku!"
"Benar! Ceritakan pada kami!"
"Waktu itu kami sedang berada di makam......."
Dan Xika mulai menceritakan pertempuran mereka di makam. Tentang harta-harta yang ia temukan dan ruangan-ruangan yang ada di makam itu. Ia juga menceritakan secara detil pertempuran mereka, terutama bagian Heiliao.
"Dan setelah itu, Heiliao melompat dari lubang yang satu ke lubang yang lain sambil mengacungkan cakarnya. Dalam sekejap, ia berhasil membuat ratusan luka di tubuh ular itu!"
"Waw! Jadi Alpha benar-benar bisa berpindah ruang? Ia benar-benar hebat!"
"Betul! Aku juga tidak menduganya."
Beberapa serigala lain memberikan tanggapan serupa.
"Ah, ngomong-ngomong, apa kalian tahu darimana Lang Jin berasal? Setidaknya aku haru mempersiapkan diri."
"Entahlah. Aku hanya tahu ia memiliki bulu yang sekeras besi."
"Ah! Aku tahu! Ia berasal dari klan Shield Steel Wolf! Klan itu terkenal dengan bulu mereka yang sekeras besi dan mempunyai pertahanan tangguh."
Kemudian mereka juga memberitahukan apa yang mereka tahu tentang Lang Jin. Xika mengingat semua informasi itu.
Tanpa terasa, sebulan lagi telah berlalu. Selama sebulan itu, meskipun rutinitas yang dialami kurang lebih sama, tapi selalu ada hal menarik tiap harinya. Kadang Xika bermain kartu seharian, kadang ia hanya mengobrol tanpa bermain sekalipun. Tidak jarang juga para serigala meminta sarannya tentang percintaan-hal yang membuat Huo Bing tertawa karena Xika sendiri bisa dibilang belum memiliki kisah cintanya sendiri. Mereka juga kadang suka berjudi. Dan tentu saja Xika tidak pernah kalah. Kini Xika mengenal semua serigala yang menjaganya. Dan ia berteman baik dengan mereka. Kini ia dapat berkultivasi dengan aman.
Xika duduk di tempatnya tertidur dua bulan yang lalu. Ia bersiap untuk berkultivasi tapi lagi-lagi Huo Bing menghentikannya.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Tidakkah kau sebaiknya memberitahu mereka untuk merahasiakan ini dari serigala yang lain?"
"Tidak apa. Aku percaya mereka."
Huo Bing mendekat untuk berbisik.
"Tetap saja, Xika. Itu berisiko."
"Tenanglah. Aku bisa mengatasi apapun yang terjadi. Bukankah kau bilang akan membantuku? Apa kau akan membiarkan sesuatu terjadi di bawah pengawasanmu?"
"Tentu saja tidak."
"Kalau begitu sudah cukup."
Huo Bing sepertinya masih ingin bicara tapi ia mengurungkannya. Xika duduk bersila. Kemudian sebuah lubang hitam muncul dan menyerap qi di sekitarnya dengan cepat. Hal itu menarik perhatian para serigala dengan cepat.
"Wow, pelan-pelan kawan."
"Untuk sesaat aku mengira ada badai."
Xika membuka matanya dan melihat para serigala telah berkumpul mengelilinginya.
"Maaf kawan. Aku harus berkultivasi selama sebulan terakhir ini."
"Semangat."
"Aku akan bertaruh padamu. Jangan kalah."
"Kita akan bermain lagi, baik kau kalah atau menang. Tapi sejujurnya aku berharap kau menang."
Dan banyak ucapan lain yang diberikan para serigala untuk Xika. Mereka semua menyemangatinya dengan berbagai cara. Setelah berterima kasih pada mereka, Xika kembali menutup matanya dan berfokus menyerap qi di sekelilingnya. Jumlah qi di tempat ini lebih banyak jadi Xika yakin ia akan mencapai tahap Forming Qi sebelum bertarung dengan Lang Jin.
-------------------
Sebulan berlalu.
Ditengah para serigala yang sibuk dengan urusan masing-masing, terlihat seorang manusia duduk dan menyerap qi di sekelilingnya. Lubang hitam di dekatnya juga cukup banyak membantu. Tubuh manusia itu bergetar selama beberapa saat.
BANG!
Kemudian cairan hitam kotor keluar dari tubuh Xika. Katanya, tubuh manusia mengandung banyak sekali kotoran. Setiap kali kita menembus, sedikit kotoran akan keluar dari tubuh Xika. Konon, orang yang mencapai puncak kultivasi tubuhnya tidak lagi mengandung kotoran dan benar-benar bersih seutuhnya. Meskipun tidak ada yang benar-benar mencapai puncak kultivasi.
Xika membuka matanya. Akhirnya ia menembus ke tahap Forming Qi. Kali ini benar-benar di tahap Forming Qi. Ia melirik tubuhnya dan menemukan lendir kotor menutupinya. Xika berniat membersihkannya menggunakan elemen airnya. Tapi perkataan Huo Bing mengurungkan niatnya.
"Kau sudah bangun? Aku tidak yakin elemen airmu akan cukup untuk membersihkan tubuhmu."
Jadi Xika bertanya pada serigala pertama yang ia temui. Dan kebetulan serigala itu adalah Lang Hu.
"Lang Hu! Apa kau tahu dimana sungai terdekat?"
"Xika! Kau sudah selesai berkultivasi? Ya, aku tahu-"
Lang Hu menghentikkan ucapannya karena indra penciuman menangkap aroma yang sangat busuk.
"Tapi sebaiknya jangan kesana. Itu tempat kami mandi, kau tahu. Serigala lain mungkin akan marah besar bila kau mengotori sungai itu."
"Kalau begitu apa kau tahu tempat lain untuk membersihkan tubuhku?"
Lang Hu berpikir sebentar.
"Mmm......ya. Beberapa kilo dari sini ada sebuah kolam yang tak terpakai lagi, tapi airnya cukup bersih. Tadinya ingin kujadikan tempat pemandian rahasia, tapi biarlah."
"Terima kasih, kawan."
Kemudian Xika langsung berlari secepat mungkin mencari kolam yang dikatakan Lang Hu.
Butuh waktu sepuluh menit bagi Xika untuk menemukan kolam itu. Ia langsung melompat masuk begitu menemukannya. Kolam itu langsung keruh airnya. Xika membasuh dirinya selama beberapa menit sebelum keluar. Ia mengeringkan tubuhnya setelah memastikan bahwa tubuhnya benar-benar sudah bersih.
Selesai mandi, Xika kembali ke tempat ia dijaga sebelumnya.
Lang Hu dan yang lainnya sudah menunggu.
"Kau siap kawan?"
"Tentu."
__ADS_1
Kemudian mereka berangkat menuju arena pertempuran.