
Xika ingin menanyakan marga temannya Liang Jihua, tapi melihat tatapan tajam gadis itu, sepertinya ia tidak akan segan menusukkan duri-duri es lagi kalau Xika masih berani bertanya. Apa katanya sebelumnya? Ah, benar. Xika terlalu lemah. Mendadak Xika jadi ingin mengeluarkan empat simbol elemennya dan menyerang Liang Jihua.
Tahan, tahan, ucap Xika dalam hati sambil mengelus dadanya. Sebaiknya ia berfokus pada kompetisi ini dulu. Tapi pikirannya masih penasaran dengan identitas teman Liang Jihua. Sebesar apa kemungkinan bahwa teman Liang Jihua adalah Wu Liao?
Baik, mari kita pikirkan. Apa saja yang Liang Jihua katakan tentang temannya? Pertama-tama, ia tidak berasal dari sekte yang sama dengan Liang Jihua, Northern apalah itu namanya. Wu Liao juga bukan. Tunggu, benar kan? Yah, anggap saja benar. Setahu Xika, Wu Liao berasal dari Wu Clan atau semacamnya.
Setelah itu, apalagi? Temannya sudah pergi? Apa Wu Liao pergi? Mungkin karena penolakan Xika terhadapnya? Hm. Untuk hal ini sepertinya harus ia pastikan secara langsung. Kalau Wu Liao masih ada di akademi, berarti teman yang Liang Jihua bicarakan bukanlah Wu Liao. Tapi kalau Wu Liao tidak ada, berarti teman Liang Jihua itu memang Wu Liao.
Tepat setelah Xika mencapai kesimpulan seperti itu, terdengarlah ledakan tidak jauh darinya.
Ah, iya. Benar juga. Kalau tidak salah, tadi ada satu elder lain ya? Dan Zhen Fang serta yang lainnya sedang bertarung menghadapi elder itu. Kenapa lama sekali? Bukannya kelompok Zhen Fang itu terdiri dari murid-murid sekte ternama? Cih, Xika tersenyum menghina dalam hatinya.
BLAR!
Ledakan kembali terdengar. Kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya. Tapi ada sesuatu yang membuat Xika mengerutkan keningnya. Ada sesuatu........yang berbeda dari ledakan kedua itu. Sesuatu yang lebih kuat......
Asap yang menutupi kelompok Zhen Fang mulai mereda berkat ledakan kedua tersebut. Kemudian, tampaklah empat sosok yang penuh luka dengan baju compang camping berhadapan dengan seorang pria tua kurus. Xika tak dapat melihat dengan jelas sosok pria tua kurus itu karena terhalang asap, tapi ketika asap mereda, sosok pria tua kurus itu telah tumbang dengan beragam luka di tubuhnya.
Kemudian Xika berbalik dan menoleh melihat empat sosok rekannya itu dengan lebih jelas. Yap, tidak ada kesalahan. Empat sosok yang terlihat seperti gembel itu memang empat murid yang berasal dari sekte ternama. Rasanya Xika sangat puas melihat keempatnya dalam keadaan seperti itu, tapi di luar wajahnya masih tetap datar.
Keempatnya juga menyadari kehadiran kelompok Xika. Han Feng yang pertama bereaksi. Ia menoleh dan mengangkat satu alisnya tidak menyangka kelompok Xika telah mengalahkan elder lawan mereka lebih duluan.
"Oh?"
Sekalipun hanya Han Feng yang bersuara, tapi pandangan yang dimiliki Di Lang dan Tian Li sama persis dengan Han Feng. Xika bisa membaca apa yang ada di kepala mereka dengan sangat jelas, 'Bagaimana bisa mereka mengalahkan elder itu lebih cepat dariku?'
Hanya Zhen Fang yang menanggapinya dengan positif. Sambil tertawa, ia berkata,
"Hahaha.....rupanya Saudara Xing dan lainnya juga telah mengalahkan elder yang satu lagi."
Tidak ada yang menanggapi Zhen Fang, tapi tuan muda Immortal Pearl Pavillion itu memakluminya. Lagipula, mereka semua kelelahan dan sedang memulihkan diri.
Jadi selama beberapa waktu, tak ada yang bicara sama sekali di antara kedelapan peserta itu. Masing-masing sibuk memulihkan diri. Zhen Fang dan Yun Xingzhao, meskipun keduanya terluka tapi masing-masing menatap keenam peserta yang lain dengan antisipasi. Mungkin mereka berharap bahwa ada yang kekurangan pil-pil atau obat semacamnya. Yah, bagaimanapun juga keduanya berasal dari kekuatan yang berbasis utama dalam berdagang.
Tapi karena masing-masing tampaknya mampu memulihkan luka dan stamina mereka sendiri, keduanya kembali berfokus memulihkan diri.
Xika tadinya ingin memulihkan dirinya dengan elemen air sambil bersembunyi di balik pohon. Tapi karena semua peserta yang lain sudah ada di sini, pasti akan mencurigakan bila ia sengaja bersembunyi seperti itu, jadi akhirnya ia memilih untuk menggunakan salep dari Li Tang. Tak disangka, rupanya salep itu manjur.
Tidak butuh waktu lama, Xika sudah merasa baikan. Yah, mungkin karena tubuhnya memang kuat, tapi salep Li Tang juga memiliki peran dalam penyembuhannya. Xika menoleh menatap Yun Xingzhao, sempat khawatir dengan luka yang pria itu terima dan berniat memberikan salep Li Tang padanya, tapi kemudian ia sadar itu tidak perlu.
Yun Xingzhao berasal dari Star Border Association. Sebuah kekuatan yang berfokus dalam berdagang. Tidak mungkin ia kekurangan obat penyembuh.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu dan kedelapan peserta pemberontak itu telah selesai memulihkan diri mereka. Zhen Fang, yang merupakan alasan utama mereka berkumpul di sini, berdiri dan mulai bicara.
"Saudara-saudara, aku minta maaf sekaligus berterima kasih atas masalah sebelumnya yang kita hadapi. Untungnya kita semua berkelompok ketika kedua elder itu menyerang, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.
Baiklah, karena semuanya sudah selesai memulihkan diri, kita harus bergegas. Aku minta maaf, tapi ada perubahan rencana. Kita tak perlu lagi merekrut peserta lain. Cukup kita berdelapan. Untuk saat ini, aku memohon bantuan kalian untuk mengeliminasi peserta lain secepatnya.
Kedatangan kedua elder tersebut berarti rencana kita telah diketahui. Untuk menghemat waktu, kita harus segera menyingkirkan peserta lain dan membuat babak ini berakhir sebelum pihak Akademi menindaklanjuti masalah ini. Sekian. Ada pertanyaan?"
"Apa kita akan pergi secara berkelompok? Atau berpencar?"
"Berkelompok. Tadinya aku ingin membagi kita berdelapan menjadi dua bagian, tapi karena masalah waktu yang mendesak aku berpikir mungkin akan lebih efisien bila membagi kelompok kita menjadi empat bagian. Dua orang per kelompok. Lagipula, bukankah kita berdelapan yang terkuat di antara seluruh peserta lain?" Zhen Fang tertawa menjelang kalimat terakhir.
Sayangnya, sorot mata Tian Li, Di Lang, dan Han Feng menunjukkan ketidaksetujuan terhadap kalimat terakhir Zhen Fang. Ketiganya menganggap Xika, Li Tang, dan Yun Xingzhao tidaklah setara dengan peserta lainnya. Xika, Li Tang, dan Yun Xingzhao hanyalah peserta yang sedikit lebih kuat dari rata-rata yang kebetulan dilihat oleh Zhen Fang.
Meskipun begitu, tak ada yang melayangkan protes. Semuanya diam menunggu Zhen Fang memberitahukan bagaimana pembagian kelompok. Zhen Fang sendiri sedang menutup matanya berpikir bagaimana kombinasi yang paling efisien.
"Hm, kelompok pertama, Saudara Tian dengan Saudara Di. Kalian berdua sudah bekerja sama sebelumnya bukan?"
Tian Li dan Di Lang hanya diam. Tak memberikan persetujuan, tapi juga tak memberi penolakan. Jadi Zhen Fang mengasumsikannya sebagai persetujuan.
"Kelompok kedua, bagaimana kalau Saudara Han dengan Nona Liang? Kalau tidak salah, kalian berdua juga sudah pernah bekerja sama sebelumnya bukan?"
"Ah, benar juga. Maafkan aku. Kalau begitu......." Zhen Fang kembali berpikir. Kalau masalah kerja sama, Liang Jihua juga sudah bekerja sama dengan Xika, Li Tang, dan Yun Xingzhao sebelumnya ketika melawan elder bukan? Kalau begitu yang menjadi masalah, tinggal elemen. Ia tidak tahu elemen apa yang digunakan Li Tang dan Yun Xingzhao, dan akan tidak sopan bila ia menanyai mereka.
Jadi satu-satunya pilihan yang tersisa tinggal Xing Xika. Pria itu menggunakan elemen angin, jadi tak ada masalah dengan elemen es bukan? Sayang sekali, tadinya ia ingin berkelompok dengan Xika untuk mengenalnya lebih dalam. Samar-samar, ia bisa merasakan perasaan unik dari Xika, tapi apaboleh buat.
"Bagaimana kalau Nona Liang berkelompok dengan Saudara Xing? Angin dan es seharusnya tak akan menjadi masalah bukan?"
Liang Jihua hanya mendengus sebelum membalikkan kepalanya. Berbeda sekali dengan Xika yang terlihat tidak terima dan ingin protes. Selain itu, Han Feng tampaknya tidak suka kombinasi tim ini tapi ia tidak mengatakan apapun.
Bingung bagaimana menanggapi Xika, Zhen Fang hanya memberikan Xika senyum. Setelah itu ia melanjutkan untuk kelompok berikutnya. Kentara sekali Han Feng tidak menyukai keberadaan Xika, Li Tang, dan Yun Xingzhao. Ia tidak bisa mengelompokkan Han Feng dengan salah satu dari mereka.
Jadi pilihan yang tersisa kembali ke dirinya. Han Feng dengan Zhen Fang, sementara Li Tang dengan Yun Xingzhao. Lagipula Zhen Fang sudah memiliki pengalaman bekerja sama dengan Han Feng, begitu juga dengan Yun Xingzhao dan Li Tang.
"Yah, kalau begitu, ayo kita berangkat. Kuharap kita bisa menyelesaikan babak ini hari ini, atau paling lambat besok. Sampai jumpa semua! Ayo, Saudara Han!"
Selesai bicara, Zhen Fang melesat pergi bersama Han Feng, setelah pria itu memberikan tatapan tajam pada Xika. Di Lang, Tian Li, Li Tang, dan Yun Xingzhao juga melesat pergi. Li Tang dan Yun Xingzhao memberi tepukan di bahu Xika dan ekspresi yang menahan tawa sebelum melesat pergi.
Kini hanya tinggal Xika dan si gadis buas.
"Kenapa diam saja? Cepat pergi!"
__ADS_1
Xika menghirup nafas dalam-dalam. Belum mulai saja gadis ini sudah membuatnya emosi. Ia mengangguk kemudian melesat pergi bersama dengan Liang Jihua.
Sementara itu, Jing Wei tengah berada di ruangannya dan menatap layar cahaya yang menampakkan sosok Xika dan Liang Jihua yang melesat pergi, menyisakan tanah kosong di layar cahayanya.
"Aku sudah memberikanmu bantuan, bocah. Jangan kecewakan aku." ucapnya sambil menatap layar kosong.
------------------------------
Di perjalanan, Liang Jihua terus menatap Xika dengan tajam. Xika sampai heran bagaimana gadis itu tidak menabrak pohon padahal terus menatap dirinya.
"Eh.....apa?" tanya Xika pada akhirnya. Ia tidak tahan ditatap terus-terusan oleh gadis itu dengan tajam.
"Kau yang apa!" Liang Jihua membalas setengah berteriak.
"Eh............apa?" Sorot bingung di mata Xika kini malah bertambah.
"Kau pikir aku tidak tahu? Apa-apaan ekspresi wajahmu itu ketika dipasangkan denganku? Kau tidak suka denganku?"
'Tentu saja aku tidak suka. Siapa yang suka dipasangkan dengan gadis buas sepertimu? Kecuali Han Feng yang otaknya sudah terbakar.' Xika ingin berkata seperti itu, tapi ia menduga Liang Jihua tidak akan segan mengubahnya menjadi boneka salju bila ia bicara seperti itu, dan karena masalah waktu yang mendesak Xika lebih memilih untuk menanggapi gadis itu dengan pelan.
"Anu......Nona Liang, kau mungkin salah lihat......"
"Salah lihat matamu! Kau pikir aku buta? Bahkan sekarangpun aku bisa tahu kau tidak suka denganku dari ekspresi wajahmu!"
'Sialan! Memangnya wajahku harus bagaimana?'
"Yah........sejujurnya, ucapanmu tentang temanmu itu agak menggangguku......lagipula, mana ada yang tidak suka dipasangkan dengan gadis cantik seperti Nona Liang?"
"Cih, dasar sentimental. Dan, jangan bohong padaku! Kau sama sekali tidak menganggapku cantik! Sejak pertama kali kau bertemu denganku kau tidak pernah menunjukkan ketertetarikan padaku! Bahkan sedikitpun, hanya sekedar kagum saja tidak! "
Sekali lagi, Xika dibuat kagum dengan intuisi wanita. Mengapa wanita sangat memperhatikan hal-hal kecil seperti perubahan ekspresi wajah, tatapan, dan semacamnya?
"Ahahahaha..........kalau Nona Liang tidak cantik, kenapa Han Feng terus menatapimu seperti induk ayam menatap telurnya? Nampaknya pria api itu suka padamu, Nona Liang."
"Dan aku tidak."
".................."
Jawaban yang sangat singkat. Bahkan Liang Jihua tidak berpikir barang sedetikpun ketika menjawab. Xika jadi penasaran bagaimana wajah Han Feng ketika mengetahui jawaban Liang Jihua nantinya.
Percakapan mereka terhenti karena merasakan aura peserta lain tidak jauh di depan. Tapi Xika mengerutkan keningnya. Aura yang terpancar dari depan sana bukan hanya satu orang saja. Tapi berasal dari belasan orang, bahkan mungkin mencapai dua puluh orang. Semoga saja ia salah mendeteksi.
__ADS_1