
Dua hari berlalu sejak Huo Bing membuatkan Xika tongkat yang sampai sekarang masih belum diberikan pada Xika.
Sampai sekarang, Huo Bing sudah berkali-kali menyerangnya. Saat dia tidur, saat Xika kehabisan qi, bahkan beberapa kali saat Xika sedang bertarung dengan Spirit Beast. Pernah sekali saat Xika bertarung dengan Spirit Beast Red 2. Pertarungan berjalan dengan sengit namun seimbang. Spirit Beast itu melakukan kesalahan, dan Xika yang melihat peluang tidak menyia-nyiakannya. Namun Huo Bing menghalanginya dan menyerang Xika.
Kesempatan untuk menghabisi Spirit Beast itu lewat. Selanjutnya Huo Bing malah bergabung dengan Spirit Beast itu dan menyerang Xika. Xika sangat kewalahan saat itu.
Xika memenangkan pertarungan itu dengan susah payah. Setelah pertarungan itu, Huo Bing tidak berhenti dan kembali menyerang Xika.
Xika menerima sekitar seratus pukulan saat itu.
Esok harinya setelah tubuh Xika sudah segar dan qi nya kembali penuh, ia menyerang Huo Bing dengan sekuat tenaga. Ia melakukan kesalahan saat itu. Ia tidak mempedulikan tongkat itu sama sekali dan hanya menyerang Huo Bing dengan seluruh tenaganya. Padahal Huo Bing cukup terkejut ketika mendapat serangan dari Xika, bisa saja Xika merebut tongkat itu.
Hasilnya? Huo Bing bertahan sebaik mungkin dan menyerang Xika setelah ia menghabiskan seluruh qi dan energinya.
Di tengah pertarungan Xika dengan Huo Bing-meskipun kurang tepat dikatan pertarungan karena Xika hanya dipukuli oleh Huo Bing tanpa dapat membalas ataupun menghindar-seekor Spirit Beast datang.
Dari pertarungan itu Xika belajar untuk selalu bersiap pada kemungkinan apapun dan jangan terlalu mudah terbawa amarah sampai kehilangan fokus. Sejak hari itu, Xika lebih sering mengumpulkan tanaman yang bisa digunakan sebagai senjata dan mengecek persediaan racunnya. Selain itu,Xika menembus tingkat Qi Gathering 8 saat pertarungannya dengan Huo Bing kemarin.
Siang hari, saat Xika sedang berjalan santai mencari Spiri Beast, ia menemukan sekelompok Spirit Beast berwujud serigala.
Kelompok serigala itu juga melihat Xika dan masing-masing telah memasang posisi untuk menyerang Xika.
Xika menarik nafas dalam-dalam kemudian ia melepaskan aura elemennya.
Serigala-serigala itu terdiam. Kemudian melihat Xika yang lebih kuat dari mereka tidak menyerang mereka, mereka menyimpulkan bahwa Xika tidak ingin bertarung dengan mereka dan memutuskan untuk pergi.
"Kenapa kau tidak menyerang serigala-serigala itu?"
"Ketika aku kecil ayahku sering sekali menceritakan dongeng tentang serigala. Sejak saat itu serigala adalah mahkluk kesukaanku. Sebisa mungkin aku tidak ingin menyerang mereka, mirip seperti dirimu yang tidak menginginkan diriku membunuh burung."
Huo Bing mengangguk mendengar perkataan Xika. Yah, tidak apa memiliki beberapa pengecualian dalam satu hal, justru itu bagus karena dapat menunjukkan pengendalian diri yang baik.
Mengenai aura, Huo Bing mengajari Xika cara menggunakannya saat 3 bulan pertama mereka.
Xika telah belajar bahwa ada berbagai macam aura di dunia ini. Aura yang paling umum ditemui adalah aura elemen. Kultivator dapat memancarkan elemen yang mereka kuasai untuk menekan musuh berdasarkan seberapa dalam penguasaan mereka terhadap elemen, yang lebih lemah dalam penguasaan elemen akan merasa tertekan dan sulit bergerak.
Ada juga aura raja dan aura bangsawan yang hanya dimiliki oleh para raja dan bangsawan. Berbeda dengan aura elemen yang didasarkan pada penguasaan elemen, aura raja cukup sulit dijelaskan. Namun aura raja membuat lawan gemetar dan lebih mudah untuk menguasai lawan, sama seperti seorang rakyat jelata bertemu dengan seorang raja, umumnya rakyat itu akan melakukan apa saja yang diperintahkan raja itu. Mirip seperti itu cara kerja aura raja.
Ada juga aura pembunuh yang sering ditemui oleh para penjahat dan pembunuh yang telah menghilangkan nyawa banyak orang. Aura ini membuat musuh gemetar ketakutan, bukan gemetar hormat seperti aura raja, tapi gemetar ketakutan. Selain itu aura ini memberikan orang perasaan takut sehingga tidak berani bergerak. Aura pembunuh biasanya ditemui oleh orang yang telah mengambil banyak nyawa. Semakin banyak nyawa yang diambil, semakin kuat aura tersebut.
Tapi aura yang dimiliki Xika berbeda dengan kebanyakan orang. Meskipun ia hanya memiliki aura elemen yang paling biasa diantara aura lainnya, ia berhasil menguasai 4 elemen sehingga ia memiliki 4 aura yang berbeda. Dengan menggabungkan keempat aura tersebut dapat menghasilkan aura yang tidak jauh berbeda dengan aura raja maupun aura pembunuh.
Xika kembali berjalan.
Setelah kira-kira 20 menit berlalu Xika menemukan sebuah gua.
Xika tidak merasakan keberadaan mahkluk hidup di sekitar gua itu, namun ia merasakan banyak sekali mahkluk hidup di dalam gua itu.
Xika berjalan santai memasuki gua itu.
Setelah 10 meter berjalan ia mulai mendengar bunyi-bunyi aneh yang terdengar seperti desisan. Namun Xika mengabaikannya dan terus berjalan.
Semakin lama suara desisan itu semakin terdengar hingga menganggu Xika.
Xika ingin membentuk elemen api untuk menerangi jalannya, karena sinar matahari sudah tidak mencapai bagian ini, namun sesuatu melewati kaki Xika.
Sesuatu yang panjang dan licin.
__ADS_1
Benar. Itu adalah ular.
Xika mulai merasa waspada dan membuat api melayang di depannya.
"!"
Xika sangat terkejut melihat gua itu dipenuhi ular.
Bagian atas gua itu penuh dengan ular-ular yang daritadi mendesis ingin menyerang Xika namun tertahan oleh sesuatu. Sementara tanah disekitarnya juga dipenuhi dengan ular. Dari tadi ia dapat berjalan dengan bebas karena ular-ular itu menyingkir setiap kali ia melangkah.
Xika diam dan menatap ular-ular di sekitarnya.
Meskipun ular-ular ini menatapnya dengan pandangan haus darah, namun mereka tidak menyerangnya. Ia yakin ular ini sudah melihat dan mengepungnya sejak pertama ia masuk gua. Mereka bahkan bisa menyerangnya sebelum ia sadar. Tapi mereka tidak melakukannya.
Dan hal itulah yang membuat Xika curiga.
Sementara Huo Bing tidak mengatakan apapun sampai saat ini, membuat Xika merasa ada yang salah.
Namun Xika tetap maju memasuki gua yang penuh dengan ular itu.
Akhirnya Xika sampai bagian terdalam gua.
Di sana ia menemukan ular berkepala dua dengan besar tubuhnya sekitar 5 meter dan panjang tubuhnya sekitar 15 meter.
Xika berhenti di depan ular tersebut.
Terjadi keheningan di antara mereka berdua.
"Manusia...." ular itu mulai berbicara, namun Xika segera memotongnya.
"Langsung saja. Aku tidak peduli dengan apapun yang kau mau dan tidak akan memberikannya padamu. Aku yang menyerang duluan atau kau dulu?"
Mengapa kau tidak mendengarkan perkataanku sebentar?"
"Tidak tertarik." Xika mengeluarkan kartu dari jubahnya.
Ular itu terdengar seperti menghela nafas kemudian kembali bicara,
"Sepertinya aku harus menggunakan sedikit kekerasan agar kau mau mendengarku manusia. Kuharap kau tidak tersinggung."
Kemudian ular itu mendesis dan seketika semua ular yang daritadi menatap Xika dengan pandangan haus darah langsung menyerangnya.
Namun Xika sudah menduga akan pengepungan ini dan sudah bersiap menghadapinya.
Ia mengeluarkan 15 kartu dari jubahnya kemudian melemparnya ke udara dan membentuk lingkaran.
Simbol api menyala di mata Xika.
"Flame Wheel."
Kartu-kartu yang membentuk lingkaran itu terbakar, kemudian Xika mengarahkan roda api itu untuk berputar dan menuju ular-ular yang menyerangnya.
Roda api itu membunuh sekitar setengah ular-ular itu.
Kemudian sesuatu yang tajam dan panjang terbang menuju Xika.
Itu adalah ekor dari ular berkepala dua tadi.
__ADS_1
Xika menangkis ekor tersebut dengan kartu yang ia ambil dari balik jubahnya.
"Sungguh manusia yang menarik. Berhasil menghabisi seperempat pasukanku dalan sekejap. Kenapa kau begitu terburu-buru? Aku hanya ingin bertanya mengenai aura familiar yang kurasakan darimu."
"Bukan sesuatu yang spesial. Sebelum aku tiba di gua ini, aku sudah membunuh banyak ular. Mungkin darah mereka masih menempel di tubuhku." Xika menjawab dengan santai meskipun ia cukup terkejut karena yang ular yang ia bunuh ternyata hanya seperempat dari keseluruhan. Tapi tindakan itu cukup hebat di mata Huo Bing.
Ular itu diam sebentar kemudian kembali bicara.
"Bukan darah bangsaku yang kurasakan.
Aku merasakan aura campuran dari dirimu."
Meskipun ular itu bicara dengan nada yang cukup menakutkan, tapi Xika merasakan sedikit ketakutan terpancar dari ular itu saat bicara mengenai aura campuran.
Xika berpikir sebentar kemudian menjawab,
"Aku memang sering mencampur daging ular dengan daging binatang lainnya."
Xika berhenti sebentar, kemudian kembali bicara, namun dengan tatapan yang penuh dengan hasrat bertarung.
"Daging ular itu sangat enak. Sayang sekali aku membakar habis sebagian tadi. Tapi aku penasaran bagaimana dengan dirimu...."
Ular itu diam sebentar. Ia berdiskusi dengan kepala lainnya yang daritadi hanya diam saja.
Mereka berbicara dengan suara yang kecil dan penuh dengan desisan sehingga Xika tidak dapat mendengar pembicaraan mereka dengan jelas. Ia hanya menangkap sepatah dua patah kata seperti 'sepertinya benar' atau 'sudah tidak berguna' atau 'bunuh saja'.
Ketika Xika mendengar kata terakhir, ia segera mengambil dua kartu, masing-masing di satu tangan, kemudian melapisinya dengan elemen, dan melemparnya menuju ular berkepala dua tadi.
Angin di kartu kiri dan api di kartu kanan. Dua kartu itu berputar kemudian menghasilkan badai api kecil namun mematikan.
Kepala kiri yang daritadi mengajak Xika berbicara memuntahkan ludah menuju serangan Xika.
Badai api yang diciptakan Xika menghilang seketika. Ia menarik kembali kartunya.
Xika dan ular itu sama-sama terkejut.
Xika terkejut karena serangannya dapat dengan mudah dikalahkan sementar ular itu terkejut karena ludahnya yang ternyata beracun tidak berhasil menghancurkan kartu Xika.
Xika dan ular berkepala dua itu berhadapan.
Namun ular berkepala dua itu tidak memberikan Xika waktu untuk berpikir. Ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang Xika.
Xika dikepung oleh ribuan ular yang menyerangnya dari berbagai arah dan ular berkepala dua di depannya.
Ia menggunakan semua kartunya untuk menutupi dirinya, tapi itu tidak cukup besar.
"Sialan."
Xika mengambil satu kartu yang sebelumnya ia gunakan untuk bertahan.
Ia menebas langit-langit gua menggunakan kartu tersebut.
"First Way: Single"
Atap gua terbelah dan Xika langsung lompat keluar.
"Jangan pikir kau bisa lari dariku, manusia."
__ADS_1
Ular berkepala dua itu mengejar Xika keluar gua, begitu juga dengan pasukannya.