
Empat orang itu berjalan selama beberapa jam sebelum bertemu dengan Spirit Beast. Jadi energi dan qi mereka sudah terisi penuh.
Spirit Beast itu tidak memberikan perlawanan berarti dan mereka dapat membunuhnya dengan mudah.
Setelah itu, mereka bertemu Spirit Beast lagi beberapa kali, tapi tidak ada yang sampai mengancam.
Hari sudah malam dan mereka memutuskan untuk beristirahat.
Lin Zhu dan Qin Mo menatap tajam Lian Minjie sambil mencoba sarannya untuk mengikat diri di pohon.
Saran itu terbukti berhasil. Buktinya, kini Qin Mo dan Lin Zhu tidur dengan nyaman dan esoknya tubuh mereka cukup segar.
Beberapa hari berlalu tanpa ada peristiwa berarti. Tentunya, hari-hari itu juga berlalu dengan candaan empat orang itu. Xika sudah semakin dekat dengan Lian Minjie, Qin Mo, dan Lin Zhu.
"Kak Qin, berapa lama lagi kita akan sampai?"
"Hmmmm.......sepertinya tinggal 2 atau 3 hari lagi."
"Ah, Qin Bodoh, Lian Aneh. Apa kalian tidak ingin mengubah penampilan kalian?" tanya Lin Zhu mendadak.
"Kita kan sudah merubah penampilan kita." jawab Lian Minjie dengan tatapan bingung.
"Bukan itu maksudku. Kita memang sudah mengubah rambut dan gaya berpakaian kita. Tapi wajah kita tetaplah sama. Kalau ada orang yang mengenal kita cukup dekat, kita akan ketahuan karena muka kita tetap sama."
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Xika.
"Hehehe....kartu ini memiliki berbagai manfaat loh......" jawab Lin Zhu dengan senyum di wajahnya.
Lian Minjie mengerutkan dahinya kemudian berkata,
"Bukankah aku yang menempa kartu-kartu itu? Kenapa aku yang membuat kartu-kartu itu saja tidak tahu ada fungsi selain menjadi penutup wajah?"
"Itu karena saat kau masih meleburnya, aku mengotak-atik kartu itu sedikit." jawab Lin Zhu dengan cengiran di wajahnya yang tanpa dosa itu.
Duak!
Lian Minjie memukul kepala Lin Zhu.
"Sialan! Sudah kubilang jangan mengotak-atik alat-alatku. Untung saja kali ini kau tidak menggagalkan kartu-kartu ini."
"Lalu bagaimana cara menggunakan fungsi lain kartu ini?" tanya Qin Mo.
"Bila sebelumnya kau menempelkan kartu secara miring di depan mulutmu, kali ini tempelkan secara lurus di dahimu."
Masing-masing menempelkan kartu di dahinya termasuk Lin Zhu dan wajah mereka semua berubah.
Setelah melihat wajah masing-masing selama beberapa saat, mereka mengembalikan penampilan mereka sebelumnya dengan mencabut kartu yang menempel di dahi mereka.
Xika memandangi kartu di tangannya dengan kagum.
"Kartu ini benar-benar luar biasa. Kau membuatnya menggunakan bahan apa, Kak Lian?"
"Ah, waktu itu ada bintang jatuh. Sebelum orang lain mengambilnya, kusimpan saja terlebih dahulu. Setelah itu aku iseng dan membuatnya menjadi kartu, tapi kelebihan satu. Kartu kelebihan itulah yang ada di tangamu sekarang."
Xika mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Lian Minjie kemudian melihat kembali kartu di tangannya itu.
Mendadak Huo Bing bicara.
"Xika, mereka datang."
"Sialan!"
Tanpa perlu bertanya pun Xika sudah tahu siapa yang dimaksud Huo Bing. Sepertinya perubahan rambutnya tidak terlalu berguna mengingat ular-ular itu bisa mengetahui lokasinya sekarang.
Xika mendadak berhenti dan membuat tiga orang lainnya menoleh kebingungan.
"Ada apa Xika?" Qin Mo bertanya dengan muka bingung.
"Maaf. Mungkin ini saatnya kita berpisah."
"Berpisah? Apa yang kau bicarakan?" kini gantian Lian Minjie yang bertanya dengan dahinya mengkerut.
Sebelum Xika sempat menjawab, ular-ular telah datang dari arah barat daya dengan berbagai ukuran dan jenis.
"Singkatnya, para ular ini mengincar diriku. Kalian pergi saja. Aku akan menahan para ular ini." kata Xika sambil membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk bertarung.
__ADS_1
Duak!
Sebuah tangan mendarat di kepala Xika. Kemudian dua tangan lain menyusulnya.
Duak!
Duak!
"Anak ini....kau berniat melakukan hal gila lagi? Meskipun kau ini Si Gila Xing, aku tak akan membiarkanmu melakukan hal gila sendiri." kata Lin Zhu sambil berjalan maju dan mengambil posisi sejajar dengan Xika.
"Kau tidak tahu Lin Konyol itu terus-terusan mendesak kita untuk mencari anggota baru hanya karena kartu yang kelebihan? Dan sekarang setelah kita mendapatkan anggota keempat, kau pikir kita akan melepasnya begitu saja?" ucap Lian Minjie yang juga berjalan maju dan mengambil posisi di sebelah Lin Zhu.
"Kau ini sudah masuk Stellar Joker. Sekali masuk tidak bisa keluar. Bahkan kalaupun kau mau, kau tidak bisa keluar."
Qin Mo menepuk pundak Xika setelah bicara.
Tapi Xika dan dua orang lainnya menatap Qin Mo dengan bingung.
"Stellar Joker?"
"Apa itu nama kelompok kita?"
"Ya, benar. Sebelumnya kta tidak punya nama. Kalau begini sih, menyebarkan pengaruh juga akan susah. Jadi kuputuskan untuk membuat sebuah nama. Kartu identitas kita ditempa dari bintang dan bergambar bintang. Bintang sering juga disebut Stellar."
"Lalu kenapa joker?"
"Biasanya, dalam sebuah dek akan selalu ada joker. Ada yang dua ada yang empat. Aku mengumpamakan kita berempat sebagai joker. Dan jadilah Stellar Joker."
"Benar-benar ide yang bodoh. Tapi nama itu tidak buruk juga."
Di saat mereka selesai bicara, mereka sudah terkepung oleh para ular.
Mendadak, para ular itu menyingkir seolah membuka jalan. Dan dari tengah-tengah kumpulan ular itu muncullah ular besar dengan corak yang aneh. Xika tidak tahu itu ular jenis apa karena tidak ada dalam buku yang ia baca.
Mereka tidak lagi bicara. Semua orang dapat merasakan tekanan yang diberikan ular itu. Kira-kira ular itu di tingkat Black 1 yang setara dengan kultivator tahap Royal Jack. Sementara diantara mereka tidak ada yang mencapai tingkat itu. Ular itu memberikan aura dingin yang membuat musuh ketakutan, tapi yang Xika rasakan hanyalah kehangatan di hatinya ketika mereka semua tidak berbalik untuk meninggalkannya, melainkan menghadapi bahaya bersama.
Ular besar yang nampaknya pimpinan kumpulan ular itu menatap Xika dan Xika balas menatapnya.
"Huo Bing, kalau sudah seperti ini, apa boleh buat kan?"
Tapi mendadak mereka mendengar sebuah suara.
"Ya, memang sudah terlanjur."
Kemudian bersamaan dengan menghilangnya suara itu, muncullah sesosok burung dua warna dengan mahkota indah di kepalanya dengan seluruh tubuhnya yang terbagi dua warna.
Tiga orang lainnya mundur beberapa langkah menatap burung besar itu.
"Maaf menyembunyikannya dari kalian. Setelah ini berakhir, aku akan menjelaskannya pada kalian."
Yang lain mengangguk dan maju agar kembali sejajar dengan Xika.
Huo Bing dengan ular besar aneh itu saling bertatapan.
Kemudian Huo Bing langsung terbang melesat dan membawa terbang ular itu.
Bersamaan dengan terbangnya Huo Bing, ular-ular lain mulai bergerak maju, begitu juga dengan Stellar Joker.
Tapi sebelum Huo Bing terbang, ia membisikkan sesuatu pada Xika.
"Aku akan menahannya. Carilah kesempatan untuk kabur dan larilah sejauh mungkin."
Xika segera mengirim pesan suara pada tiga orang lainnya dan meminta mereka untuk berfokus membuka jalan.
Kemudian Lin Zhu maju menerjang dengan pedang apinya yang membara. Ia membuat gelombang berbentuk tebasan dari api kemudian berteriak,
"Lian Aneh!"
Teriakan itu dijawab Lian Minjie dengan angin yang cukup besar.
Angin itu membuat api Lin Zhu semakin besar dan menciptakan badai api yang menarik mahkluk-mahkluk di sekitarnya.
Beberapa ular yang kurang beruntung terhisap angin itu dan mati terbakar di dalam.
Ular-ular lainnya segera menjauhi badai api itu.
__ADS_1
Xika saling berpandang-pandangan dengan ketiga anggota lainnya dan memiliki pemikiran yang sama.
'Sekarang saatnya.'
Mereka berempat menendang tanah dan langsung melesat pergi meninggalkan para ular yang masih takut dengan badai api buatan mereka.
Beberapa ratus meter dari para ular yang sedang lari dari badai api, Huo Bing sedang bertarung dengan ular aneh itu.
Huo Bing terlihat lebih unggul dalam pertarungan itu. Ia berhasil melukai ular itu sehingga tubuhnya kini penuh dengan luka, sementara Huo Bing terlihat masih baik-baik saja.
Kemudian Huo Bing mendengar suara Xika.
"Huo Bing, ayo! Kami sedang melarikan diri. Kau juga cepatlah."
Tubuh Huo Bing mulai menghilang.
"Mau kemana kau sialan!"
Ular itu langsung maju dan hendak menggigit Huo Bing tanpa peduli dengan lukanya.
Tapi Huo Bing sudah menghilang.
"Sialannnnnnn!!!!!! Kau sudah membunuh orangtuaku di depan mataku, aku tak akan melepaskanmu! Aku akan membunuhmu!!!!!!" teriak ular itu yang penuh dengan frustrasi.
Huo Bing menghilang di depan ular itu dan muncul kembali di atas Xika yang sedang melarikan diri.
Ia menangkap empat orang itu dengan cakarnya kemudian mengangkatnya ke atas tubuhnya.
"Uwahhh.....kau ini sebenarnya apa?" tanya Lin Zhu penasaran sambil menusuk-nusuk tubuh Huo Bing dengan jarinya.
"Diamlah Lin Konyol!"
"U-uwahhhh.......darimana kau tahu julukanku?" tanya Lin Zhu dengan muka terkejut.
Sementara Lian Minjie dan Qin Mo tersenyum mendengar perkataan Huo Bing.
"Sepertinya burung ini akan cocok dengan kita."
"Setuju."
Kemudian mereka menatap Xika dan Xika tahu arti tatapan mereka.
"Yah.....Kak Lin, Kak Qin, Kak Lian, ini Huo Bing. Huo Bing, orang yang sedang menusuk bulumu itu Kak Lin Zhu, orang yang duduk di pinggir tubuhmu itu Kak Qin Mo, dan orang yang berada di depanku ini Kak Lian Minjie. Yah, kau tidak bisa melihatnya sih."
"Aku tahu." jawab Huo Bing.
"Sialan, setidaknya berpura-puralah belum kenal atau terkejut." ucap Xika sambil memukul bagian pundak Huo Bing.
Dan dua saudara itu kembali berdebat setelah sekian lama.
Tiga orang lainnya hanya menatap perdebatan itu dengan diam. Biasanya Xika yang menonton mereka berdebat, sekarang gantian mereka yang menonton Xika berdebat.
Setelah berdebat selama beberapa saat, Qin Mo bertanya.
"Anu......bagaimana kalian bisa saling kenal? Dan ehhh.....Huo Bing? Kau ini apa?"
Qin Mo diam sesaat karena bingung bagaimana harus memanggil Huo Bing.
"Yah......aku ini.....kau saja yang jelaskan, Xika."
"Dia.....semacam roh penunggu. Seperti kota-kota angker yang berhantu, dia ini salah satunya." ucap Xika dengan wajah santai.
Lian Minjie menatap Huo Bing dengan mata kaget, Qin Mo langsung memegang bulu Huo Bing erat, takut ia menghilang secara tiba-tiba dan menjatuhkan mereka, sementara Lin Zhu malah mencondongkan tubuhnya karena tertarik dengan pembicaraan.
"Sialan! Berikan penjelasan yang benar. Ah, sudahlah. Biar aku saja."
"Yah, aku ini semacam roh. Tubuhku memang sudah mati, tapi rohku belum lenyap. Aku memakan roh binatang lain untuk mempertahankan diriku."
"Apa Xika membantumu mendapatkan roh-roh itu?"
"Yah..........bisa dibilang seperti itu."
Kemudian Huo Bing melambat dan akhirnya turun.
Empat orang di atasnya juga turun karena mereka sudah dekat dengan kota tujuan mereka. Akan menimbulkan kehebohan bila mereka sampai di kota masih dengan Huo Bing yang terbang.
__ADS_1
Ketika Xika mendarat, sesosok mahkluk kecil keluar dari balik jubahnya.