Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-233


__ADS_3

Pada akhirnya tenda Qing Hu benar-benar runtuh menimpa dirinya yang sedang tidur. Anehnya, gadis itu tidak terbangun karenanya. Atau mungkin lebih memilih tidur dalam tenda runtuh daripada di luar bersama segala macam penghuni tanah.


Huo Bing sendiri tidak tahu kapan tenda Qing Hu runtuh. Yang pasti, ketika ia bangun tenda Qing Hu sudah roboh diiringi suara nafas Qing Hu samar-samar.


Burung itu mencari ide yang bagus untuk membangunkan Qing Hu. Beberapa saat kemudian, ia menemukannya.


Ia mencari beberapa ekor cacing, hal yang mudah bagi seekor burung, lalu memasukkannya ke dalam tenda Qing Hu. Tidak butuh waktu lama, cacing itu telah membangunkan Qing Hu dengan baik.


"KYAAAAA!!!!"


Ini pertama kali bagi Huo Bing untuk mendengar teriakan Qing Hu secara alami, tanpa dibuat-buat. Qing Hu langsung bangkit dan berusaha keluar secepat mungkin. Sayangnya, gadis itu malah terlihat seperti sedang bertarung dengan tendanya sendiri.


Tadinya Huo Bing ingin menambah beberapa lelucon lagi, tapi lonjakan aura spiritual kembali terasa dan berasal dari tempat yang sama seperti kemarin.


Ia memutuskan untuk berhenti bercanda dan langsung membunuh seekor rusa totol berwarna merah yang kebetulan lewat. Sayangnya, ia lupa bahwa Qing Hu masih sibuk bertarung dengan tendanya sendiri.


"Butuh bantuan?"


"YA! Tolong!"


BLAR!


Dalam sekejap, tenda Qing Hu terbakar dan menyisakan gadis itu dengan penampilannya yang berantakan danĀ  beberapa helai rambutnya yang terbakar.


Sebelum gadis itu sempat protes, Huo Bing menyerahkan daging rusa yang baru ia masak dan menyumpal mulut Qing Hu penuh-penuh.


"Kalau sudah selesai makan, cepat berangkat. Tampaknya tempat yang kau sebutkan itu sudah tidak jauh lagi."


Qing Hu baru mendapatkan gigitan pertamanya dan Huo Bing sudah memintanya bergegas? Tapi ia tidak sempat protes karena Huo Bing tampaknya benar-benar akan berangkat sebentar lagi.


Sulit dipercaya, Qing Hu berhasil menyelesaikan sarapannya dalam waktu kurang dari lima menit. Namun, Huo Bing masih menganggapnya lambat. Ia sudah mulai beranjak bahkan sebelum Qing Hu memiliki waktu untuk berganti pakaian.


Tampaknya Huo Bing sudah tidak terlalu membutuhkan Qing Hu lagi. Burung itu bisa mengira-ngira dimana asal dari lonjakan energi sebelumnya berasal. Jadi sekarang Qing Hu harus buru-buru atau Huo Bing akan meninggalkannya. Gadis itu tidak bisa bermalas-malasan dan menggunakan alasan 'Kalau kau mau pergi, pergi saja sendiri. Memangnya kau tahu tempatnya?'


Belum satu jam mereka berjalan, sudah ada gerombolan Spirit Beast yang menghadang mereka. Sekitar 7 atau 8 ekor Necro-Monkey menghalangi jalan mereka.


Huo Bing mengerutkan keningnya. Ia bisa merasakan berbagai Spirit Beast yang berada tidak jauh dari mereka. Necro-Monkey ini hanyalah Spirit Beast yang paling rendah. Ia tak bisa diganggu dengan mereka. Masih ada Spirit Beast lain yang lebih kuat dan harus ia waspadai.


Jadi kali ini ia tidak melemparkan Qing Hu seperti biasa. Ia hanya memukul pelan tengkuk gadis itu agar menutup matanya sesaat. Ketika membuka matanya, para monyet itu sudah tidak bernafas lagi. Meskipun ia terpaksa menutup matanya karena kaget, samar-samar ia masih mampu melihat bilah tipis yang berkilau menembus tubuh monyet-monyet itu.


Tentu saja, Huo Bing tidak memberinya waktu untuk bereaksi. Burung itu bergegas kedepan.


"Ayo!"


Pilihan apalagi yang dimiliki Qing Hu? Sambil mendengus kesal ia mengikuti Huo Bing.

__ADS_1


Di balik sebuah pohon, Huo Bing berlutut menyembunyikan dirinya. Ia memberi tanda agar Qing Hu mengikutinya dengan perlahan.


"Ada apa?"


"Sttt!"


Huo Bing menjulurkan kepalanya dari balik pohon dan melihat dua kelompok hewan yang sedang bersitegang. Airblow Phanter dan Bloodmist Deer sedang bertatapan satu sama lain. Huo Bing tak tahu apa yang membuat kedua kelompok itu belum bertarung, tapi masing-masing memiliki kemampuan yang tidak boleh diremehkan.


Airblow Phanter memiliki pergerakan yang sangat cepat, sementara Bloodmist Deer terkenal dengan kabutnya yang menyesatkan. Keduanya setara dengan Kultivator tahap Forming Qi 9. Berdasarkan hal itu saja sudah cukup bagi Huo Bing untuk berhati-hati. Ia memang lebih kuat dari mereka, tapi ia harus membayar harga yang mahal untuk membunuh kedua kelompok itu. Kalau bisa, ia tidak ingin mencari masalah dengan mereka.


Dan ia tahu, sekalipun kedua kelompok ini cukup kuat, tapi masih ada Spirit Beast lain yang lebih kuat menanti. Ia tak seharusnya membuang waktu dan tenaga di sini.


Tapi mendadak ia merasa ada yang aneh. Kedua kelompok hewan ini bukan jenis yang saling berselisih satu sama lain. Apa yang menyebabkan mereka berhadap-hadapan di sini?


Pada tingkat tertentu, Spirit Beast memiliki kecerdasan seperti manusia. Sementara pada tingkat yang lebih tinggi lagi, Spirit Beast dapat berubah menjadi manusia. Huo Bing dan Heiliao juga dapat berubah menjadi manusia karena kejayaan mereka di kehidupan sebelumnya. Dengan kekuatan mereka saat ini, seharusnya masih tidak mungkin untuk berubah menjadi manusia.


Huo Bing melebarkan auranya dan berusaha menangkap pembicaraan antara kedua kelompok hewan itu. Rupanya para Bloodmist Deer sedang mencari anak mereka yang hilang. Mereka merasakan keberadaan anak mereka tidak jauh dari sini. Atau setidaknya, aura anak mereka.


Mendadak Huo Bing teringat sesuatu. Anak Bloodmist Deer? Ia melirik kembali kelompok rusa itu dan melihat bahwa mereka memiliki motif yang sama dengan rusa yang ia makan beberapa waktu lalu.


Glek!


Sialan.


Cepat-cepat Huo Bing mengajak Qing Hu untuk kabur. Lebih baik ia memutar sedikit daripada berurusan dengan hewan-hewan ini.


BRUK!


Para Bloodmist Deer itu langsung menyeruduk pohon tempat Huo Bing dan Qing Hu bersembunyi. Mereka memeriksa Huo Bing dan Qing Hu sebelum menyadari bahwa di sinilah aura anak mereka berasal.


Dan rusa-rusa itu pun menggila. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk membunuh Huo Bing dan Qing Hu. Beberapa menendang, beberapa menanduk, sementara beberapa lagi mengeluarkan kabut dari tanduk mereka.


Huo Bing, sebagai burung yang sangat jantan, melarikan diri secepat yang ia bisa. Beberapa saat kemudian ia baru sadar bahwa Qing Hu masih tidak bergerak.


Terpaksa ia kembali lagi dan memukul kepala gadis itu,


"Lari, bodoh!"


Ucapan Huo Bing terbukti efektif. Qing Hu langsung berdiri dan melangkahkan kakinya secepat mungkin.


"Sial. Bagaimana mereka-" ucapan Huo Bing terhenti ketika melihat sudut mulut Qing Hu yang masih belepotan. "Bodoh! Kenapa kau tidak membersihkan mulutmu? Setidaknya hapus bau rusa itu dari mulutmu."


Biasanya Huo Bing tidak terlalu sensitif dengan mulut yang cemongan. Tapi kali ini beda lagi ceritanya karena menyangkut hidup mereka.


"Apa?! Memangnya siapa yang tidak memberiku waktu untuk membersihkan diri?!"

__ADS_1


Huo Bing hanya bisa mengumpat sambil terus berlari. Ia menoleh ke belakang untuk memeriksa, tapi ternyata tidak ada rusa yang mengejar. Aneh. Harusnya tidak mungkin mereka lolos semudah itu.


Kemudian, Huo Bing melihat sekelilingnya dan baru menyadari kabut merah yang sudah mengelilingi mereka sejak tadi.


"Kabut apa itu?"


"Asalnya dari para rusa itu. Mereka biasa menggunakan kabut ini untuk mengecoh mangsa mereka. Rupanya kabut ini terbukti lebih efektif bila dilakukan secara berkelompok."


"Apa kau harus membahas yang terakhir di saat seperti ini? Apa efek samping dari kabut ini?"


"Entahlah. Tak ada yang pernah hidup setelah dikelilingi kabut ini. Itulah sebabnya mereka dinamakan 'Blood-Mist'. Kabut Darah. Karena setelah kabut ini menghilang pasti menyisakan genangan darah."


"Hei."


Huo Bing menoleh.


"Kau ini membicarakan apa sih?" tanya Qing Hu dengan ekspresi aneh. "Kenapa wajahmu menyebalkan sih? Rasanya aku jadi ingin membunuhmu."


Alis Huo Bing mengerut. Tidak biasanya Qing Hu bicara seperti itu. Kemudian ia tersadar ini pasti efek dari kabut itu. Daripada membunuh para bajingan yang telah memakan anak mereka, lebih baik biarkan keduanya bertarung sampai mati saja. Huo Bing menduga itulah yang dipikirkan para rusa itu.


"Semakin dilihat, wajahmu semakin menyebalkan. Aku bunuh saja, ya?"


"Sialan. Wajahku ini tampan tahu!"


"Masa? Tapi kenapa aku ingin membunuhmu ya?"


"Itu karena kau sinting!"


Mendengar Qing Hu yang terus mengatakan 'bunuh' Huo Bing jadi kesal. Gadis itu sombong sekali. Memangnya ia bisa membunuh Huo Bing, si Cygnix yang hebat ini? Ia harus membunuh gadis itu untuk memberi tahu kekuatannya yang sebenarnya. Seorang gadis belaka ingin membunuhnya? Enak saja!


Tepat ketika Huo Bing hendak membunuh Huo Bing, ia kembali tersadar. Hampir saja kabut itu memengaruhinya. Lengah sedikit maka ia akan bertarung sampai mati dengan Qing Hu. Meskipun ujung-ujungnya pasti Qing Hu yang mati, sih. Ia yakin itu.


Padahal di masa jayanya dulu, kabut seperti ini bahkan tidak akan bisa menyentuhnya sedikitpun. Ia hanya tinggal mengepakkan sayap sebentar dan kabut seperti ini akan hilang.


Sayangnya, ia ragu dapat mengusir kabut ini sekalipun berubah kembali menjadi burung mengingat banyaknya Bloodmist Deer yang menyerang mereka. Pasti para rusa itu akan terus mengeluarkan kabut ini sampai salah satu atau mereka berdua mati.


Apa yang harus ia lakukan ya?


Mendadak sesuatu melintas di otaknya. Bagaimana bisa para rusa itu tidak terpengaruh kabut mereka sendiri? Apa ada semacam pertahanan khusus? Ia mulai merasa menemukan sebuah rencana meskipun masih tidak yakin rencana apa itu.


Ia melihat Qing Hu yang tengah berusaha membunuhnya karena ulah kabut ini. Apa yang dilakukan kabut ini sampai mampu membuat Qing Hu berniat membunuhnya? Apa itu merangsang saraf-saraf Qing Hu sehingga yang bisa dipikirkannya hanyalah membunuh? Apa kabut ini tidak memunculkan ilusi lain?


Seingatnya tadi, ketika ia merasakan dorongan membunuh, ia tidak melihat apapun yang berhubungan dengan ilusi. Tunggu dulu! Darimana ia tahu yang ia lihat saat ini bukan ilusi?


Setelah mempelajari Depth Illusion, ia jadi paham sedikit-sedikit mengenai ilusi. Itu dia! Ia bisa menggunakan Depth Illusion di sini.

__ADS_1


Huo Bing tersenyum.


Saatnya melawan ilusi dengan ilusi.


__ADS_2