Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-149


__ADS_3

Mendadak raut wajah Xika kembali bingung bercampur sedih.


"Justru karena ini rumahku, aku jadi semakin tidak yakin untuk meninggalkannya. Ini adalah tempat pertama yang membuatku nyaman, selain rumah Paman Fa, aku tidak yakin bisa senyaman ini di tempat lain. Dan entah harus menunggu berapa lama lagi sampai aku bisa kembali ke tempat ini."


"Begini saja, kalau kau tidak rela meninggalkan tempat ini, aku akan mengajarimu sesuatu."


Xika menatap Heiliao penasaran dengan apa yang hendak serigala itu ajarkan.


"Kau menguasai elemen ruang ingat? Kau bisa menggunakannya untuk kembali ke sini kapanpun kau mau."


Untuk sesaat, mata Xika berbinar terang, tapi binar itu kembali redup secepat binar itu muncul.


"Aku masih belum bisa. Entah kita akan pergi seberapa jauh. Aku tidak bisa berpindah sejauh itu."


"Karena itulah aku akan mengajarkanmu cara untuk berpindah tempat tak peduli sejauh apa jaraknya," Heiliao berhenti sejenak untuk memandang binar yang lebih cerah dibanding sebelumnya terpancar di mata Xika, "Kau harus menandai tempat ini. Setelah kau berhasil menandai tempat ini, kau bisa kembali sesukamu."


"Bagaimana caranya?"


Heiliao tersenyum kemudian mengajari Xika dengan perlahan. Huo Bing membantu beberapa kali. Burung itu menjelaskan kalimat Heiliao yang kadang sulit dimengerti. Kalau bukan Xika, Heiliao tidak akan mengajarinya secepat ini.


Tapi karena Xika yang ia ajari, maka ia berani mengajarkannya secepat ini. Normalnya, orang biasa akan membutuhkan beberapa hari atau minggu untuk belajar menandai sebuah tempat. Tapi tidak dengan Xika. Entah darimana asal kejeniusannya itu berasal. Anak itu sudah bisa menandai tempat ini saat hari mulai gelap.


Xika beristirahat sebentar untuk menjernihkan pikirannya. Akhirnya ia bisa meninggalkan tempat ini dengan tenang tanpa rasa khawatir dan hal itu membuatnya tersenyum senang. Sementara disisi lain, Huo Bing maupun Heiliao tidak bisa mengangkat sudut mulut mereka sama sekali. Meskipun Huo Bing tidak mengerti ruang, ia tahu apa yang Heiliao ajarkan bukanlah sesuatu yang dapat dikuasai dalam tiga-empat jam saja.


Selain beristirahat, Xika juga mempersiapkan dirinya. Malam nanti ia pasti akan memberikan banyak ucapan perpisahan. Ia memiliki banyak kenangan pada para serigala, akan sangat sedih untuk berpisah dengan keluarga barunya itu. Tapi mengingat ia bisa kembali ke tempat ini kapan saja membuatnya tenang.


"Kau sudah siap?" tanya Huo Bing.


Xika mengangguk, "Ayo."


Dan ketiga mahkluk itu berjalan bersama menuju lapangan dimana hampir seluruh kegiatan para serigala diadakan di sana. Saat mereka sampai, sudah cukup banyak serigala yang ada. Masing-masing sibuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan sebentar lagi.


Beberapa serigala mendekat untuk menyapanya. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk memberikan ucapan perpisahan, tapi mereka tidak membahas kepergiannya sama sekali. Mereka hanya bercanda dan membahas tentang bangkitnya Bloodline Lang Jin serta memujinya.


"Aku dengar Lang Jin membangkitkan Bloodlinenya saat bertarung denganmu? Apa aku harus bertarung denganmu juga agar bisa membangkitkan Bloodlineku?"


"Jangan mimpi. Kau bertarung dengan Xika seratus kalipun Bloodlinemu tak akan bangkit."


"Sialan!"


Kemudian mereka pergi sambil saling mengejek meninggalkan Xika yang kebingungan. Apa mereka sengaja bersikap seperti itu agar tidak terlalu membebani dirinya? Tapi sikap mereka seolah benar-benar tidak tahu. Tunggu, sepertinya mereka benar-benar tidak tahu. Sepertinya hampir semua serigala belum tahu tentang kepergiannya mengingat beberapa serigala lain yang ia temui bersikap sama.


Entah mengapa, ada satu beban yang berkurang saat ia tak perlu memberikan salam perpisahan saat ini, tapi ada beban lain yang bertambah. Malam nanti, ia harus mengucapkan salam perpisahan pada mereka yang sama sekali tidak tahu akan kepergiannya.


Matahari terbenam dan para bintang serta bulan menampakkan sinarnya menerangi para serigala yang akan berpisah dengan keluarga baru mereka sebentar lagi. Api mulai dinyalakan dan para serigala mempersiapkan daging yang akan menjadi hidangan utama.


"Hei, Xika! Kemarilah. Ayo kita bermain sambil menunggu dimulainya pesta."


Xika tersenyum.


"Kau pasti ingin menggunakanku agar tidak perlu membantu yang lain bukan?"


"Shhh......jangan keras-keras!"


Serigala itu menoleh ke kanan dan kiri takut ada yang mendengar. Dan memang ada yang mendengarnya.

__ADS_1


"Lang Tu! Kemari kau! Berani sekali kau kabur! Mana daging yang kuminta?"


Lang Tu mengalihkan pandangannya sambil bersiul-siul seolah tak mendengar perkataan Lang Shu.


"Apa? Kau lupa membawanya? Kemari kau! Biar dagingmu kujadikan hidangan utama!"


Lang Shu berlari mengejar Lang Tu yang sudah kabur sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya. Xika hanya tertawa melihat kejar-kejaran itu.


Waktu berlalu dan tiba saatnya untuk memulai pesta. Saat ini, seluruh serigala dari setiap kaum telah berkumpul di lapangan. Mereka menghadap para pemimpin mereka yang berdiri tepat di bawah bulan. Heiliao, Lang Yan, dan Xuehao berdiri di tengah, tapi tidak lebih maju dari pemimpin yang lain.


Sejak Heiliao dan Lang Yan menjadi Alpha, mereka menganut prinsip kesetaraan. Jadi tak ada lagi kaum serigala mayor atau minor. Meskipun banyak serigala kebingungan dengan hal ini, tapi mereka menerimanya dengan baik.


Lang Yan maju ke depan dan menerima lolongan dari para serigala. Ia mengucapkan beberapa patah kata atas bangkitnya Bloodline Heiliao dan betapa bangganya dia akan hal itu. Bersamaan ketika serigala itu menoleh menatap Xika, Xika merasakan firasat buruk.


"Yah, aku tak akan banyak bicara tentang putraku, lagipula kita memiliki banyak waktu untuk mengenalnya. Tapi tidak dengan keluarga baru kita ini. Mereka akan pergi besok, jadi ayo kita dengar salam perpisahan darinya."


Setelah mengatakan itu, Lang Yan berjalan kembali ke tempatnya bersama para pemimpin meninggalkan para serigala kebingungan sekaligus terkejut.


"Serigala tua sialan......"


Di bawah tatapan banyak serigala, Xika maju dengan kikuk. Banyak pertanyaan dilontarkan padanya, tapi saat ia sampai di tengah lapangan tempat Lang Yan bicara sebelumnya, semua serigala langsung menutup mulut mereka dan memasang telinga bersiap mendengar apa yang akan Xika katakan.


"Eh...Hai?"


Untuk sesaat, terjadi keheningan yang luar biasa. Kemudian keheningan itu pecah menjadi gelak tawa.


"Apa yang ia lakukan sih?"


"Hoi, Xika! Kau sedang apa?"


Respon para serigala itu membuat Xika lebih tenang. Ia tersenyum sebelum mulai bicara.


"Halo semuanya! Sepertinya aku tak perlu memperkenalkan diriku lagi, hehehe......Aku tau ini cukup mengejutkan bagi kalian. Sejujurnya, akupun terkejut. Aku tak menyangka akan secepat ini. Satu tahun yang lalu, aku datang sebagai pengunjung tak diundang bagi kaum kalian. Kemudian, pertarunganku dengan Lang Jin merubah hal itu.


Aku tak lagi menjadi tamu tak diundang, tapi aku menjadi bagian dari kalian, para serigala. Dan untuk itu aku sangat berterima kasih. Tapi kurasa kebanyakan dari kalian belum tahu tujuanku. Sebelum aku datang, aku bertarung dengan Tian Yin, orang yang disebut jenius nomor satu Dinasti Lin. Aku tak tahu apa kalian pernah mendengarnya atau tidak, tapi harus kutegaskan ia adalah bajingan.


Ekhem! Maksudku, ia adalah musuhku. Kami bertarung. Aku tak bisa menyebutnya pertarungan yang bagus. Bahkan, bisa dibilang itu adalah pertarungan yang memalukan. Aku kalah, aku tak akan menyangkalnya. Dan seluruh kota menyasikan kekalahanku.


Heiliao membawaku ke tempat ini. Terima kasih pada kalian, aku telah sembuh sepenuhnya, bahkan berhasil membuat pencapaian baru dalam kultivasi. Semua itu berkat kalian. Ada banyak sekali kenangan yang akan memakan waktu kalau kusebut satu-persatu. Aku sangat tidak rela meninggalkan tempat ini.


Tapi aku harus pergi. Aku punya tujuan yang harus kucapai. Yaitu menemukan orangtuaku. Kami berpisah saat aku berumur lima tahun. Besar kemungkinan mereka berada di luar Dinasti Lin, tapi itu diluar kemampuanku saat ini. Jadi aku akan mencoba dari Dinasti Lin yang terdekat.


Sebelumnya Lang Yan memberikan Heiliao tiga tahun untuk menyelesaikan pekerjaannya. Rencananya, kami akan pergi setelah tiga tahun. Tapi siapa sangka para pemimpin serigala membantu Heiliao. Dan berkat itu, Heiliao dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam satu tahun.


Itu sangat mengejutkanku. Sejujurnya, aku tidak siap untuk pergi begitu cepat. Aku belajar banyak hal di tempat ini. Mendapat banyak teman dan keluarga. Tempat ini adalah satu-satunya tempat yang kuanggap sebagai rumah setelah dua belas tahun berlalu. Lucu sekali, padahal aku pernah tinggal di sebuah klan selama sepuluh tahun, tapi aku tak pernah merasakan apapun.


Sangat berat bagiku untuk berpisah dengan kalian. Tapi kuharap kalian memahaminya. Kita akan bertemu lagi, aku yakin. Aku akan selalu mengingat kalian. Tak peduli sejauh apapun aku pergi, apapun yang terjadi, aku tak akan melupakan kalian. Karena kita adalah keluarga. Dan keluarga tak pernah terpisah.


Terima kasih."


Xika mengakhiri pidatonya dengan membungkuk sebelum kembali berjalan menuju Heiliao dan Huo Bing yang sudah menunggunya. Tapi belum ada dua langkah ia berjalan, seekor serigala sudah menahannya.


"Tidakkkk!!!!! Aku tak bisa membiarkan Xika pergi!!! Kau tak boleh pergi!!!!!'


Lang Hu.

__ADS_1


Serigala itu menghancurkan suasana yang baru dibangun Xika. Beberapa serigala menatapnya dengan aneh, bahkan Lang Yan memberikan pelototan pada putra bungsunya itu. Tapi Lang Hu tetap tidak melepaskan Xika. Xika berusaha berjalan dengan menyeret Lang Hu. Bukannya membantu, serigala-serigala lain justru ikutan menahannya hingga ia benar-benar tidak bisa bergerak.


"Tenanglah, kawan. Kita pasti akan bertemu lagi.  Siapa tahu saat itu kau sudah membangkitkan Bloodlinemu? Kita akan bertarung saat itu terjadi."


"Tidakk!!!! Aku tak ingin Bloodline! Aku ingin kau tetap di sini!"


Tak peduli apapun yang dikatakan Xika, Lang Hu tak membiarkan Xika pergi. Lang Jin mendekatinya namun tetap tak berguna. Jadi ia berdiri disamping dan menemani Xika yang berusaha melepaskan diri dari adiknya itu.


"Kuharap kau menemukan orangtuamu."


"Terima kasih."


"Kau akan pergi dalam waktu yang lama, jadi kurasa kami harus memberikanmu kenang-kenangan."


"Heh. Kenang-kenangan apanya. Jangan bersikap seolah tak akan bertemu denganku lagi."


Tapi Lang Jin tetap bersikeras memberikan Xika kenang-kenangan. Dalam hal keras kepala, ia sama dengan adiknya. Kemudian Serigala besar itu menatap Lang Hu.


"Kau yakin?"


Lang Jin mengangguk. Kemudian Lang Hu melepaskan Xika dan mengoyak punggung Lang Jin hingga bulu-bulunya lepas dari tubuhnya. Ia mengumpulkan bulu-bulu itu dan menyerahkannya pada Xika.


"Kau yakin? Memberikanku bulu-bulu ini berarti kau akan kehilangan pertahananmu untuk sementara."


"Belum selesai."


Bukannya menjawab Xika, Lang Jin malah membuat Xika semakin bingung. Serigala besar itu mengangkat cakarnya tinggi-tinggi, kemudian mengayunkannya hingga mengoyak dada Xika.


"Ukh......."


Darah segar menetes dari dadanya. Tapi Xika tidak memperhatikannya. Ia menatap Lang Jin dengan kening berkerut penuh tanya dan bingung.


"Beberapa bulu tak akan membuatmu menjadi serigala. Kau butuh sesuatu yang lain agar diakui sebagai serigala."


Kemudian, Lang Jin mengayunkan cakarnya lagi. Tapi kali ini tidak menuju Xika. Melainkan dirinya sendiri.


Crat!


Darah segar kembali mengalir. Lang Jin mengayunkan tangan kanan yang ia robek ke atas Xika kemudian meneteskan darahnya tepat ke dada Xika yang terbuka.


Tes!


Tes!


"Darah. Kau membutuhkan darah serigala agar menjadi serigala. Anggap ini sebagai janjiku untuk bertarung lagi denganmu. Biarkan luka ini mengingatkanmu padaku. Lain kali kita bertarung, aku tak akan sekarat lagi."


Setelah mengatakan itu, Lang Jin berjalan pergi dengan tangan kanannya yang masih meneteskan darah.


"Apakah aku harus memberikanmu pengingat juga?"


Lang Jin berhenti. Ia menoleh menatap Xika dengan senyum.


"Kau sudah memberikannya. Cukup banyak." katanya sambil memperlihatkan bagian tubuhnya yang terdapat simbol elemen. Xika yang menorehkannya beberapa waktu lalu.


Xika mengangguk sebagai tanda perpisahan. Kemudian Lang Jin kembali melangkah. Tekadnya terlihat jelas saat meninggalkan Xika. Pertarungan mereka yang ketiga, ia tidak akan berakhir memalukan. Tidak, ia akan mengalahkan Xika.

__ADS_1


__ADS_2