
"Apa?"
Xika terdiam karena bingung mendengar perkataan serigala itu.
Tapi serigala itu tidak menjawab pertanyaan Xika. Ia hanya diam dan menutup matanya.
Tiba-tiba sebuah lubang putih muncul di antara Xika dan serigala itu, dan Xingli keluar darinya.
Gadis itu datang dengan nafas yang terengah-engah dan tubuhnya yang penuh dengan keringat.
Serigala itu membuka matanya dan menatap Xingli.
Xingli menoleh beberapa kali menatap sekitarnya, kemudian Xika, kemudian serigala itu.
"........"
"........"
Mereka saling adu tatap. Sementara Xika bingung harus melakukan apa.
Di saat serigala itu mengatakan hal aneh, Xingli muncul dan Xika tidak tahu apa yang ia lakukan disini dan bagaimana ia bisa sampai disini.
"Xingli? Apa yang kau lakukan disini?"
Xingli mengalihkan pandangannya pada Xika.
Dan ia melihat tubuh Xika yang auranya berantakan. Meskipun tubuhnya kelihatan baik-baik saja, tapi auranya berantakan. Xingli dapat merasakan hal itu.
Kini ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Ia menghunuskan pedangnya dan menatap serigala itu. Kemudian ia memasanga posisi bertarung.
Serigala itu sedikit menundukkan kepalanya dan menatap Xingli dengan ekspresi yang sangat ganas.
Kali ini juga Xingli merasakan aura permusuhan dari serigala itu, sama seperti serigala sebelumnya.
Serigala itu membuka mulutnya dan mengumpulkan qi, sementara Xingli mengumpulkan qi di pedangnya dan membuatnya bersinar.
Kemudian Xika melangkah ke tengah mereka.
"Cukup. Pertarungan sudah selesai."
Xingli menatap mata Xika dan melihat ketegasan di matanya. Ia tidak menemukan tatapan iseng sedikitpun padahal tatapan itu selalu menghiasi matanya selama mereka bersama. Jadi ia menurunkan pedangnya dan pedangnya kembali meredup.
Serigala itu juga menutup mulutnya.
Kali ini giliran Xika yang menutup matanya.
Kemudian ia membukanya dan berbalik ke serigala itu.
"Siapa namamu?"
"Lang Heiliao."
"Lang Heiliao, akan kutunjukkan padamu alasanku hidup."
Dan setelah Xika selesai bicara Heiliao melompat menuju Xika, kemudian ia berubah menjadi kabut hitam dan masuk ke tubuh Xika seluruhnya.
Xika sedikit tersentak ketika Heiliao masuk ke dalam tubuhnya. Ia mendengar suara Heiliao di kepalanya yang sepertinya bukan ditujukan untuk dia.
"Aku melakukan ini bukan untukmu."
Kemudian Xika membuka mulutnya dan mengeluarkan kabut hitam tadi.
Kabut hitam itu entah kenapa tampak sedikit berbeda, kemudian kabut itu membentuk sebuah telur hitam dengan corak bintang berupa titik-titik kecil yang bercahaya. Telur itu tampak seperti miniatur galaksi.
Xika mengambil telur itu dan mencoba menyimpannya dalam cincin ruang, tapi tidak bisa. Jadi ia menyimpannya di balik jubahnya.
Xingli hanya diam melihat hal menakjubkan yang baru saja terjadi di depannya.
Setelah Xika menaruh telur galaksi itu, tempat mereka berada berguncang.
Guncangannya semakin lama semakin keras dan akhirnya tercipta retakan di ruang yang gelap itu.
__ADS_1
Retakan itu disusul oleh retakan lain dan akhirnya tempat mereka berdiri pecah dan hancur berkeping-keping.
Dan kini, Xika dan Xingli berada di atas hutan tempat mereka terhisap sebelumnya.
Xika bersalto beberapa kali untuk mengurangi benturan.
Xingli juga melakukan hal yang sama.
Bedanya, Xingli mendarat dengan kedua kakinya, sementara Xika mendarat dengan kepalanya.
"Aduh...."
Xika mengelus-elus kepalanya.
Xingli yang melihat hal itu tetap tidak memiliki ekspresi di wajahnya, tapi kali ini matanya sedikit tersenyum. Mungkin Huo Bing akan bertanya bagaimana mata bisa tersenyum bila ia melihat Xingli, tapi saat ini ia tidak dalam kondisi yang baik.
Xika menatap sekitarnya dan menemukan bahwa mereka kembali ke hutan tempatnya berada sebelumnya.
Kemudian ia menemukan sungai tempatnya ia mandi tidak jauh dari posisinya sekarang. Ia mengalihkan pandangannya dari sungai itu dengan muka yang sedikit memerah.
"Xika..."
"Huo Bing!"
Xika sempat lupa bahwa Huo Bing dalam kondisi yang tidak baik.
Ia menutup matanya dan mencoba merasakan dantian tempat Huo Bing tinggal.
Hampir tidak ada energi di dantian itu. Padahal dulu dantian itu selalu penuh dengan energi Huo Bing.
"Huo Bing! Apa yang terjadi denganmu?"
"Hehe.....sepertinya aku kehabisan energi."
"Apa? Lalu apa yang akan terjadi? Tidak bisakah kau menyerap mahkluk lain? Aku akan memburunya untukmu."
"Tidak. Jiwaku tidak cukup kuat untuk menyerap mahkluk lain. Menyerap membutuhkan energi, dan energi adalah hal yang tidak kumiliki."
"Lalu apa yang harus kulakukan? Jangan bilang kau akan mati sialan."
"Hehehe.....mungkin? Aku tak tahu."
"Sialan! Jangan bilang seperti itu sialan! Jangan berani mati kau. Kalau tidak akan kubunuh kau!"
"Bodoh......bagaimana kau bisa membunuhku bila aku sudah mati?"
Suara Huo Bing semakin lemah sementara Xika semakin khawatir.
"Aku akan membawamu kembali kemudian membunuhmu!"
"Hehehe........"
"Apakah tidak ada cara lain? Apakah tidak ada yang bisa aku lakukan?"
"Kecuali kau punya Nirvanna Pill, tidak mungkin kau bisa menyelamatkanku. Tapi pil itu hanya bisa dibuat oleh Blackjack Alchemist."
Mata Xika menyala mendengar ada harapan, tapi kemudian meredup lagi setelah menyadari bahwa tidak mungkin untuk menemukan pil yang hanya bisa dibuat oleh alkemis kelas Blackjack.
Xingli yang melihat Xika tampak bergumul, mendekat dengan pandangan bertanya.
Xika melihat Xingli, dan seketika matanya menyala lagi. Ia lupa bahwa masih ada gadis kaya ini disini.
"Xingli! Apakah kau punya Nirvanna Pill? Bisakah kau pinjamkan padaku beberapa? Aku janji akan mengembalikannya! Aku mungkin tidak punya apa-apa sekarang, tapi bila kau memberikanku waktu aku pasti akan membayarmu!"
Kemudian Xika melihat Space Shifter dan melepasnya.
"Kau bisa ambil ini bila kau mau. Tapi tolong pinjamkan padaku."
Xingli bingung melihat Xika yang tampak sangat terburu-buru, jadi ia segera melemparkan sebuah botol yang berisi 5 pil.
Xika segera menangkapnya dan menutup matanya.
"Huo Bing! Aku punya pilnya. Berapa banyak yang kau butuhkan?"
__ADS_1
"a......"
Suara Huo Bing semakin mengecil sehingga tidak terdengar jelas. Xika hanya mendengar kata a. Jadi ia menyerap semua pil itu.
Kemudian ia mengarahkan semua energi pil itu menuju dantian yang ditinggal Huo Bing.
Hal itu cukup sulit karena Xika seharusnya mengarahkannya pada dantian utamanya. Tapi Xika harus menyelamatkan Huo Bing jadi tidak peduli seberapa sulit ia akan melakukannya bila itu bisa menyelamatkan Huo Bing.
Xika menunggu selama beberapa saat dan tidak ada reaksi.
Ia mulai khawatir. Pikirannya semakin negatif. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana ia hidup tanpa Huo Bing, teman pertamanya itu.
Mendadak sebuah suara terdengar. Kali ini lebih jelas dan tidak lemah seperti sebelumnya.
"Xika."
"Huo Bing!"
"Ak...but....tidur......"
Namun suaranya kembali tidak jelas. Xika hanya bisa menangkap kata terakhir, yaitu tidur.
Jadi seharusnya Huo Bing tidak akan mati. Mungkin ia harus tidur selama beberapa waktu untuk memulihkan dirinya.
Xika menghela nafas lega. Kemudian ia menoleh pada Xingli yang daritadi menatapnya.
"Ah iya! Terima kasih Xingli. Jadi apa yang kau inginkan?
Apa Space Shifter cukup? Apa lagi yang harus kulakukan?"
Xingli menggeleng.
"Ah, sudah kuduga. Hanya Space Shifter tidak akan cukup."
Xika menggaruk kepalanya bingung apa lagi yang harus ia berikan.
"Oh ya, kau pegang saja dulu Space Shifter."
Xika menyodorkan Space Shifter.
Xingli menggeleng lagi kemudian mendorong Space Shifter kembali.
"Hm? Kenapa?"
Xingli menghembuskan nafasnya mengambil keputusan berat.
".....tidak perlu."
Ia harus bicara kalau tidak Xika tidak akan mengerti.
"Tidak perlu? Apa maksudmu aku tidak perlu membayar pil-pil itu?"
Xingli mengangguk kecil.
"Apa kau yakin? Pasti pil itu mahal sekali. Aku memang tidak punya apa-apa sekarang, tapi di masa depan aku pasti bisa membayarmu."
Xingli tidak menjawab Xika. Ia berbalik dan berjalan pergi.
Xika sedikit sedih ketika melihat Xingli pergi.
Dan kemudian, ia melakukan hal yang mengejutkan dirinya sendiri.
"Tunggu."
Mulutnya bergerak tanpa ia sadari.
"Apa kau.......tidak keberatan bila kita bepergian bersama sedikit lebih lama? A-Aku butuh teman seperjalanan."
Kalau Huo Bing tidak tidur dan mendengar perkataan Xika ia pasti akan mengatakan bahwa itu adalah alasan yang bodoh. Ada atau tidaknya Xingli sebagai teman seperjalanan tidak akan berbeda karena gadis itu hanya diam saja.
Kemudian Xingli berjalan kembali.
Setelah jaraknya tidak terlalu jauh tapi juga tidak terlalu dekat dari Xika, ia duduk kemudian berkultivasi.
__ADS_1
Xika tersenyum senang melihat gadis itu duduk di dekatnya.
Xingli memang tidak menjawab, tapi ia duduk di dekatnya. Itu berarti ia setuju untuk berpergian dengan Xika.