
Selesai makan Huo Bing meminta semua tanduk Glow-Antlers Dear yang Xika kumpulkan semuanya.
"Mau kau apakan tanduk-tanduk itu?"
"Hmmm......Berikan aku Core mereka juga, dan semua Core yang kau miliki."
Meskipun bingung, Xika memberikan semua Core yang ia miliki.
Huo Bing menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata,
"Baiklah, ini sepertinya cukup."
Belum sempat Xika bertanya, Huo Bing sudah menghembuskan api dari paruhnya.
Api itu bergerak secara teratur meskipun tidak ada yang menahannya.
Huo Bing melemparkan beberapa Core kedalam kobaran api yang ia ciptakan.
Core itu meleleh setelah 5 menit. Setelah itu Huo Bing melemparkan semua tanduk Glow-Antlers Dear.
Tanduk-tanduk itu meleleh setelah 15 menit.
Wajah Huo Bing semakin serius sementara wajah Xika semakin penuh dengan ketertarikan.
Huo Bing mengarahkan lelehan tanduk Glow-Antlers Dear dan lelehan Core menjadi satu dengan angin dingin yang keluar dari paruhnya dan kepakan sayap esnya.
Perlahan-lahan, lelehan itu membentuk wujud tongkat.
Sesekali Huo Bing melemparkan Core ke tongkat setengah jadi itu. Setelah berbentuk tongkat seutuhnya, Huo Bing meniupkan angin yang jauh lebih dingin dari sebelumnya.
Akhirnya Huo Bing selesai.
Ia mengambil tongkat itu dengan sayapnya dan mengayunkannya beberapa kali.
Kemudian sesuatu yang mengejutkan Xika terjadi.
Tongkat yang dipegang Huo Bing bertambah panjang dan menyerangnya.
Xika menghindar dengan tatapan terkejut.
Huo Bing menyerang Xika beberapa kali dengan tongkat yang kini sudah memanjang. Setelah itu ia mengubah tongkat itu menjadi berbagai macam, pedang, tombak, rantai, gada, morningstar dan lainnya.
Xika menatap Huo Bing dengan tatapan terkejut sekaligus bingung.
"Hehehe.....Keren bukan?"
Xika mengangguk.
"Aku membuat tongkat ini dengan bahan dasar tanduk Glow-Antlers Dear yang dapat bertambah panjang dan pendek sesuka hati. Kemudian aku menambahkan beberapa Core untuk memperkuat tongkat ini dan membuatnya bisa berubah bentuk.
Senjata ini merupakan artefak tingkat Diamond-High. Kau bisa menambahkan Core untuk memperkuat tongkat ini dan membuatnya naik tingkat, bahkan sampai tingkat Spade-High juga mungkin. Namun kau akan membutuhkan Core yang sangat banyak."
Xika menatap Huo Bing dengan tatapan bingung. Bagaimana bisa Huo Bing membuat artefak dengan mudahnya? Terlebih artefak tersebut dapat memperkuat dirinya.
Artefak adalah sebutan untuk senjata untuk kultivator. Senjata biasa hampir tidak bisa melukai kultivator, kalaupun bisa hanya sedikit menggores. Artefak merupakan barang yang cukup langka. Bentuk dan jenisnya sangat banyak dan beragam.
Artefak terbagi menjadi 4 tingkat mulai dari yang terendah yaitu Diamond, Clover, Heart, dan Spade. Dengan masing-masing dibagi lagi menjadi Low, Mid, dan High. Artefak tingkat Diamond mungkin cukup langka ditemui di Shaking Card, tetapi sebenarnya artefak itu sangat banyak di dunia kultivator. Tentu saja artefak tingkat Diamond terendah sekalipun dapat menyebabkan pertumpahan darah di Shaking Card.
Tingkat Clover lebih sedikit dan hanya kalangan bangsawan saja yang memilikinya, dan tingkat Heart hanya dimiliki oleh pemimpin klan dan sekte ternama.
Bagaimana dengan tingkat Spade? Artefak tingkat Spade tidak pernah muncul lagi selama hampir 1000 tahun. Lebih tepatnya 900 tahun. Artefak tingkat Spade terakhir kali muncul 900 tahun yang lalu dan benda itu menyebabkan sungai darah. Sampai sekarang tidak diketahui siapa pemilik artefak itu. Wajar saja karena pemiliknya pasti akan menyembunyikan fakta kalau dia memiliki artefak tingkat Spade karena hal itu dapat membuat nyawanya melayang.
__ADS_1
Dan saat ini Huo Bing mengatakan Xika dapat membuat artefak tingkat Diamond-High di depannya menjadi Spade-High? Tentu saja Xika bingung sekaligus bersemangat.
Huo Bing melihat pertanyaan di mata Xika dan ia menjawabnya.
"Aku membuatnya menggunakan teknik buatanku sendiri. Di dunia ini tidak ada lagi yang bisa melakukannya selain diriku. Kau beruntung."
Mendengar kalimat terakhir Huo Bing, mata Xika menunjukkan pertanyaan sekali lagi dan Huo Bing mengkonfirmasinya.
"Aku membuat senjata ini untukmu."
Seketika mata Xika berbinar.
"Tapi tidak gratis."
Mata Xika sedikit meredup, tapi tidak sepenuhnya.
"Apa yang kau mau? Core? Aku dapat memberikanmu 100 Core."
Huo Bing menggeleng.
"Lalu berapa?"
"Kurang lebih seratus ribu."
"Seratus ribu Core Beast? Apa kau bercanda?"
Huo Bing tersenyum.
"Seratus ribu pukulan."
Seketika bulu kuduk Xika berdiri.
"Ka-kapan...."
"Sekarang."
Huo Bing segera menyerang Xika dengan artefak berwujud tongkat yang baru saja ia buat.
"Kalau aku bisa merebut tongkat itu darimu sebelum seratus ribu pukulan kau ajarkan aku teknik itu."
"Setuju. Tapi kalau kau gagal kau akan mendapat seratus ribu pukulan tambahan."
"Se-setuju." Xika menjawab dengan nada yang bergetar.
Huo Bing kembali menyerang Xika.
Xika menangkisnya dengan kartu. Ia memiliki kartu yang banyak sementara Huo Bing hanya memiliki satu tongkat. Xika menang jumlah.
Ia memegang satu kartu di tangan untuk menangkis tongkat Huo Bing sementara sisanya ia lemparkan menuju Huo Bing.
Xika berencana mengacaukan fokus Huo Bing kemudian merebut tongkat itu. Namun Huo Bing sudah mengetahui rencana Xika.
Ia mengepakkan sayapnya dan menerbangkan kembali semua kartu yang Xika lemparkan.
"Hei, bukankah kau hanya boleh menggunakan tongkat itu? Kau curang!"
"Aku tidak pernah bilang begitu." Huo Bing tersenyum dengan puas melihat kekejutan dan kepanikan di wajah Xika.
Xika menarik semua kartu yang diterbangkan Huo Bing, kemudian mengarahkannya untuk menyerang Huo Bing dengan arah dan tempo yang berbeda-beda.
Sayangnya Huo Bing sudah cukup berpengalaman dalam bertarung. Ia sudah tahu bagaimana cara mengatasi serangan semacam ini.
__ADS_1
Huo Bing melebarkan sayapnya kemudian bulu-bulunya terbang menghadapi masing-masing kartu yang Xika kirim.
Xika tidak membutuhkan qi untuk mengontrol kartu pemberian ayahnya, yang ia perlukan adalah konsentrasi. Dengan prinsip yang sama meskipun Huo Bing menggunakan qi untuk mengendalikan bulunya, Huo Bing juga membutuhkan konsentrasi.
Dan dalam adu konsentrasi ini, Huo Bing menunjukkan konsentrasi yang sama bahkan melebihi Xika.
Huo Bing mulai menambah bulunya dan menyerang Xika.
Xika mulai kesulitan dalam menghindar, menangkis, dan menyerang secara bersamaan.
Sementara Xika sibuk dengan bulunya, Huo Bing berputar dan menyerang Xika dari belakang.
Huo Bing menyerang Xika dengan paruhnya, sama seperti pertarungan pertama mereka.
Mendadak Xika berkata,
"Apa kau tidak punya serangan lain?"
Huo Bing cukup terkejut Xika masih dapat menyadari dirinya sementara tangan dan kakinya masih sibuk mengurusi bulu-bulunya.
Namun Huo Bing tidak berhenti. Meskipun Xika menyadari serangannya belum tentu ia dapat mengatasinya.
Bersamaan dengan paruh Huo Bing yang semakin dekat, Xika mengangkat kakinya dan bersiap menendang.
Ketika jarak antara paruh Huo Bing dengan kaki Xika semakin dekat, di ujung paruh Huo Bing mulai muncul api dan es yang saling berputar, sementar di telapak kaki Xika muncul simbol api.
Benar, di telapak kakinya, bukan di mata kanannya.
Kaki dan paruh bertemu.
Terjadi ledakan besar sepert pertama kali dan mereka berdua sama-sama melangkah mundur.
Bulu dan kartu di sekitar mereka jatuh ke tanah karena keduanya hanya berkonsentrasi dalam serangan terakhir itu.
"Kali ini hasilnya seri." kata Xika dengan tersenyum.
"Sial...."
Huo Bing menghela nafas, kemudian berkata,
"Baiklah, kali ini seri."
Xika melepaskan kewaspadaannya. Ia berdiri dengan santai sekarang.
Tiba-tiba Huo Bing melemparkan bulunya menuju Xika.
Xika menangkisnya dengan kartu, tapi Huo Bing sudah berada di belakangnya.
Huo Bing menebas Xika dengan sayapnya.
Xika menghindar, kemudian memberikan serangan balik berupa api dari muluutnya.
Huo Bing memiringkan kepalanya menghindari serangan Xika, kemudian mengarahkan cakarnya ke perut Xika.
Xika menendang cakar Huo Bing dan melompat mundur.
"Apa yang kau lakukan?"
Huo Bing tersenyum.
"Sampai kau berhasil merebut tongkat ini atau aku selesai memberikanmu seratus ribu pukulan, tidak ada yang namanya istirahat."
__ADS_1
"Sial."
Kini Xika harus bersiaga setiap saat bahkan di saat tidurnya ataupun ketika dia melawan Spirit Beast.