Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-146


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu. Xika tinggal bersama dengan para serigala. Begitu juga dengan Shu Mang. Pria itu sudah diterima menjadi bagian dari serigala, tapi masih belum bisa bersikap seperti serigala. Berbeda dengan Xika, dia sudah benar-benar bersikap seperti serigala.


Bukan berarti ia telah kehilangan sisi kemanusiaannya tapi para serigala tak membedakannya lagi. Misalnya, kalau mereka sedang berlomba memanjat tebing, Shu Mang masih bisa memberi alasan bahwa ia kalah karena secara fisik manusia memang lebih lemah dari serigala.


Tapi Xika tidak. Ia tidak memberikan alasan seperti itu. Kalau ia kalah lomba, maka ia kalah. Tidak ada alasan. Dan kalau ia menang, para serigala justru lebih mengaguminya lagi. Meskipun kadang-kadang masih terdengar perdebatan tentang bulu para serigala dan sayap milik Xika. Justru para serigala sering menggunakan sayapnya sebagai alasan.


Yah, separah apapun perdebatan mereka, mereka sudah menjadi keluarga. Jadi kalaupun mereka bertengkar, tidak akan butuh waktu lama untuk kembali damai.


Selama setahun ini, Xika jarang menemui Heiliao ataupun dua pemimpin lainnya. Sepertinya Heiliao benar-benar bekerja keras untuk kembali berpetualang dengannya. Ia masih tidak yakin dengan ide Lang Yan yang mengusulkan dua Alpha dan Heiliao diperbolehkan jadi Alpha meskipun ia berada dalam jarak jauh dari kaumnya.


Tapi para serigala menerimanya. Mereka semua terkejut, tentu saja. Tapi tak ada yang keberatan. Bahkan seekorpun tidak. Jadi Heiliao harus menerima ide Lang Yan itu. Sejujurnya, Xika merasa serigala hitam itu cukup menikmati waktunya sebagai Alpha.


Banyak hal yang berubah ketika kaum serigala memiliki dua Alpha. Tapi mereka mulai beradaptasi, seperti yang biasa dilakukan oleh hewan berkelompok. Kalau pemimpin mereka mati, maka mereka akan menemukan penggantinya dengan cepat agar kawanan tidak terpecah.


Dan kalau pemimpin mereka menjadi dua, mereka berusaha mengikuti keduanya. Meskipun cukup sulit karena pasti akan ada perbedaan pendapat. Tapi Heiliao dan Lang Yan dapat menyelesaikan perbedaan itu dengan baik tanpa diketahui serigala lain.


Xuehao dianggap pengecualian. Serigala putih itu mengajak Xika setiap kali Heiliao dan Lang Yan menyelesaikan perbedaan mereka. Tentu saja mereka menyelesaikannya di tebing tempat mereka biasa bertarung. Mereka saling menyerang dan memaki satu sama lain, tapi akhirnya mereka kembali damai dan menemukan jalan tengah dari perbedaan mereka.


Lalu mereka membahas semua keputusan besar yang menyangkut seluruh kaum serigala bersama-sama, bukan hanya berdasarkan keputusan Alpha seorang. Alpha mereka ada dua, jadi keduanya harus berdiskusi. Dan karena mereka herus berdiskusi, mengapa tak mengajak pemimpin lain ikut serta? Heiliao menjadi lebih dekat dengan para pemimpin berkat hal ini. Tapi sejujurnya, hal yang lebih penting adalah serigala hitam itu mulai membuka hatinya.


Bagaimana dengan Huo Bing? Burung itu masih jarang bicara, hal yang sangat dirindukan Xika. Tapi sepertinya tidak akan lama lagi sebelum ia memulihkan qinya dan kembali bicara membuat dunia berisik sekali lagi.


Xika menghabiskan waktu luangnya berlatih bersama para serigala atau berkultivasi sendiri. Setelah lukanya sembuh sepenuhnya, ia menerima banyak ajakan latih tanding yang tentu saja ia terima semuanya. Para serigala tabib-serigala yang mengerti pengobatan dan biasa memeriksa Xika-khawatir ia akan terluka lagi kalau menerima ajakan latih tanding sebanyak itu.


Tapi Xika mengabaikan mereka dan tetap bertarung. Hasilnya? Tubuhnya sakit semua, tapi tidak sampai di tahap di mana para serigala tabib itu melarangnya berlatih lagi. Dari pertarungannya dengan para serigala mengajarkannya banyak hal. Kadang-kadang Xika dan para serigala melepaskan penat mereka dengan bertarung satu sama lain.


Tentu saja keduanya mendapat banyak luka lebih dari biasanya. Tapi para serigala tabib dan pemimpin lainnya tak bisa mencegah mereka karena Heiliao dan Lang Yanpun menyelesaikan perbedaan mereka dengan cara serupa. Selain itu, Xika juga dapat mengenal karakteristik tiap kaum lebih dalam.


Misalnya Shield Steel Wolf, kaumnya Lang Yan, memiliki bulu sekeras besi yang menjadi pertahanan kebanggan mereka. Xika tertarik dengan bulu mereka dan meminta beberapa helai. Lang Hu mengijinkannya meskipun proses pengambilan bulunya cukup menyakitkan.


Dan Xika menemukan hal yang menarik. Bulu-bulu itu tidak lagi keras ketika meninggalkan tubuh Lang Hu ataupun kaum Shield Steel Wolf lainnya. Jadi bulu-bulu itu hanya keras saat masih menjadi bagian dari serigala. Setelah lepas, maka tak ada bedanya dengan bulu serigala biasa.


Xika menanyakan beberapa hal dan kaum Shield Steel Wolf berhasil menemukan teknik baru berkat bantuannya. Bulu mereka sangat keras. Seluruhnya. Xika bertanya mengapa bisa seperti itu, mereka menjawab itu sudah terjadi sejak lahir. Mungkin berkaitan dengan pola spiritual yang mereka gunakan.


Pola itu membuat bulu mereka lebih kuat dari serigala lain. Kemudian Xika meminta salah satu dari mereka untuk memfokuskan qi mereka pada satu titik. Dan hasilnya, titik tersebut berkali-kali lebih kuat dibanding bagian lainnya. Tapi tentu saja, karena qi yang biasa berada di seluruh tubuh difokuskan pada satu titik, maka bagian lain mnejadi lebih lemah.

__ADS_1


Teknik itu menjadi pedang bermata dua. Kalau digunakan dengan tepat, mereka dapat memberikan serangan yang lebih kuat, tapi kalau gagal, maka mereka akan menerima serangan yang juga berkali lipat. Kemudian Xika teringat dengan pertarungan Heiliao dan Lang Yan.


Ia penasaran kenapa para serigala lainnya tidak pernah menggunakan ekor untuk menyerang. Tentu saja mereka juga tidak tahu. Mereka hanya bergerak seperti itu, secara alami. Tapi pertanyaannya itu membuat beberapa serigala menjadi termotivasi untuk menggunakan ekor mereka dalam pertarungan.


Xika berperan besar dalam membantu mereka menggunakan ekornya. Kemudian ketika beberapa serigala telah menguasai ekor mereka cukup baik, serigala-serigala lain mulai tertarik dan teknik bertarung dengan ekor mulai populer dikalangan serigala.


Saat ini Xika tengah berdiri di lapangan serbaguna para serigala. Ia berhadapan dengan seekor serigala besar yang memiliki bulu sekuat baja. Serigala itu termasuk salah satu yang mempelajari teknik bertarung menggunakan ekor yang paling awal. Dan ia sudah pernah bertarung dengan Xika.


Lang Jin.


"Semangat, Kak! Semangat, Xika! Aku tak tahu siapa yang akan menang, jadi aku tak akan bertaruh. Aku hanya akan menonton."


Beberapa serigala yang menonton keduanya menatap Lang Hu dengan aneh, tapi ia abaikan. Baik Xika maupun Lang Jin juga tidak kelihatan terganggu dengan perkataan Lang Hu itu. Semakin lama semakin banyak serigala yang datang.


Memang tak semeriah pertarungan pertama mereka, tapi tetap saja ini sama meriahnya ketika terjadi acara besar. Hanya kurang para pemimpin. Kebanyakan yang datang adalah para generasi muda yang tertarik melihat pertarungan keduanya. Beberapa yang belum menonton menyesal hingga tidak mau melewatkan pertarungan kedua mereka.


Sementara beberapa yang sudah tetap saja tidak mau melewatkan karena tahu pertarungan kali ini tidak akan kalah menarik dibanding sebelumnya. Meskipun kelihatannya tidak ada pemimpin yang datang, tapi kebanyakan dari mereka mengawasi lapangan dengan aura dan persepsi mereka.


Jadi pertarungan kali ini juga ditonton oleh para pemimpin sekaligus para generasi muda, meskipun para generasi muda tak sadar pemimpin mereka juga ikut menonton. Beberapa saat berlalu dan Xika serta Lang Jin masih menatap satu sama lain seolah menunggu penonton datang lebih banyak lagi.


Tapi sebenarnya mereka saling mengukur kekuatan satu sama lain dan berusaha keras agar tidak membuat satupun gerakan yang menunjukkan celah. Hasilnya, mereka saling bertatapan satu sama lain tanpa ada gerakan sedikitpun.


Tapi ia salah. Xika menghilang dari depan matanya dan muncul kembali di atas punggungnya dengan Cosmos terhunus. Serigala besar itu segera berputar tapi tindakannya itu sudah diprediksi Xika. Sebuah dinding tanah muncul dan mencegah Lang Jin menghindar.


Jleb!


Serangan Xika berhasil mengenai Lang Jin, tapi serigala besar itu berhasil menyelamatkan titik vitalnya. Ekornya mulai menajam dan bersiap menusuk Xika yang saat ini kesulitan menarik kartunya dari tubuh serigala besar itu.


Ia melompat mundur dan tak berusaha menarik kartunya lebih jauh. Serangan Lang Jin meleset. Tapi berkat itu ia berhasil menjaga jarak dengan Xika. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum mementalkan kartu Xika dan memperlihatkan tubuhnya yang tidak memiliki luka berarti.


Xika menarik kartunya kembali. Kemudian ia kembali merentangkan sayapnya. Tapi kali ini bukan untuk menghilang atau terbang, tapi untuk melemparkan bulu-bulunya menuju Lang Jin. Serigala itu sudah bisa membaca pola serangan bulunya, jadi ia menambahkan badai angin untuk mengacaukan polanya.


Tubuh Lang Jin yang cukup berat berhasil membuatnya tidak terangkat terbang karena badai Xika, tapi ia tetap kesulitan bergerak. Dan Cosmos-kartu Xika-dengan mudah mengenainya. Tapi tentu saja Lang Jin tidak hanya duduk diam selama satu tahun ini.


Ia banyak berlatih. Dan hasil latihannya ini ia tunjukkan dalam menghadapi Cosmos di tengah badai angin Xika. Ia menangkis kartu-kartu itu dan berhasil menggigit salah satunya. Ia menggunakan kartu yang berhasil ia gigit sebagai senjata untuk menghadapi kartu-kartu lainnya.

__ADS_1


"Sejak kapan kau menggunakan senjata juga? Kukira tubuhmu adalah satu-satunya senjata."


"Aku belajar banyak dari seorang."


Xika tak lanjut bicara tapi ia memberikan senyum. Ia mengirimkan lebih banyak kartu pada Lang Jin untuk menyibukkan serigala itu. Kedua pupil matanya menyala dan membentuk lima simbol elemen. Dan simbol itu perlahan keluar dari matanya dan meningkatkan tekanan di sekitar hingga beberapa serigala yang lebih lemah terpaksa mundur dan menonton dari jauh.


Lang Jin merasakan bahaya. Ia mengayunkan cakarnya sambil berputar dan memukul mundur kartu-kartu Xika cukup jauh untuk memberinya jeda. Ia tak menunggu lagi. Ia melompat ke samping.


WHUSHHHHHH!!!


Sesaat setelah Lang Jin melompat ke samping, serangan lima elemen Xika melewati tempatnya berada sebelumnya. Lang Ji menatap bekas serangan Xika itu dengan merinding. Ia hampir terbunuh karena serangan itu terakhir kali. Untunglah ia bisa menghindarinya. Tapi apakah ia bisa menghindar untuk kedua kalinya?


BLAR!


Serangan Xika kembali datang. Tapi kali ini bukan berupa gelombang energi seperti sebelumnya. Ruang di dekat kepalanya mendadak meledak dan terbakar. Lang Jin nyaris gagal menghindarinya. Beberapa bulunya gosong karena terlambat bereaksi.


Ia menatap Xika dengan mata lebar. Lagi-lagi anak ini berhasil mengejutkan dirinya. Tapi Xika tak memberinya waktu untuk berpikir, bahkan untuk sekedar kagum.


Anak itu kembali mengarahkan telapak tangannya ke arah kepala Lang Jin. Kali ini duri tajam yang muncul. Lang Jin hendak menghindar tapi tanah menjadi keras dan menahan kakinya. Terpaksa ia mengeluarkan teknik barunya. Tadinya ia ingin menggunakan ini sebagai serangan pamungkas tapi apa boleh buat.


Lang Jin mengaum cukup buas dan keras hingga menghancurkan duri tajam dan tanah yang menahan kakinya. Xika terkejut. Dan ia tidak menyia-nyiakan momen itu. Ia berlari secepat mungkin menerjang anak itu dengan rahangnya yang terbuka lebar.


Xika menunduk menghindari rahang buas Lang Jin. Serigala itu mendarat tidak jauh darinya dan langsung berputar menyerangnya menggunakan cakar.


Beberapa lembar kartu keluar dari kantung jubah Xika dan membentuk pedang. Xika menggenggamnya dan menggunakannya untuk menangkis cakar tajam Lang Jin.


Keduanya saling beradu serangan dan menimbulkan suara logam beradu. Ternyata bukan hanya bulunya saja yang keras, tapi cakar Lang Jin juga cukup keras dan tajam untuk menyaingi kartu Xika. Keduanya melompat mundur untuk menjaga jarak dan menarik nafas.


Xika bersiap menyerang kembali, tapi ada yang aneh dengan Lang Jin. Serigala itu tidak berniat bertarung dalam jarak dekat. Tatapannya yang buas dan mulutnya yang menyeringai. Serigala itu akan mengaum kembali. Sial!


"ROARRRR!!!!"


Xika menggulung dua lembar kartunya untuk menyumpal telinganya tapi ternyata itu masih belum cukup. Auman Lang Jin masih berhasil menggetarkan organ dalamnya meskipun sebagian besar ditahan kartunya. Xika dipaksa ke posisi bertahan.


Entah berapa lama lagi Lang Jin akan mengaum. Ketika serigala itu berhenti mengaum, maka ia akan langsung menerjangnya. Tapi auman itu hanyalah pengalihan agar Xika tidak sadar serangan sebenarnya.

__ADS_1


Bersamaan ketika ia mengaum, Lang Jin melepaskan bulu-bulunya dan melayangkannya menuju Xika.


Selama berdiskusi dengan Xika, ia menemukan satu hal yang tidak diketahui anak itu. Ketika bulunya lepas dari tubuhnya, bulunya memang menjadi lemah. Tapi bulu itu akan menjadi keras kembali ketika dialiri qi. Dan saat ini, ia tengah melayangkan ribuan bulu keras nan tajamnya menuju Xika.


__ADS_2