Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-276


__ADS_3

"Saudara Xing, apa Saudara Han mengatakan yang sebenarnya?" tanya Zhen Fang agak tidak yakin.


"................" Xika terdiam. Ia melihat sekelilignya dan menemukan seluruh pasang mata menatapnya. Yah, tampaknya ia tak bisa menyembunyikan identitasnya lagi. Tak apalah, lagipula ia juga tak menyangka akan berhasil sejauh ini.


"Aku tak akan menyangkalnya." ucap Xika santai sambil mengangkat bahu. Sementara tatapan Zhen Fang berubah. Ada sesuatu yang berubah dalam tatapannya, sekalipun Xika tak tahu apa itu. Liang Jihua tak terlihat kaget. Tentu saja, kalau ia teman Wu Liao pasti ia tahu Xika berasal dari Akademi.


Yang tersisa hanyalah Di Lang, Han Feng, dan Tian Li yang baru saja menyelesaikan pemulihannya. Sementara Han Feng menatap Xika dengan seringai lebar yang seolah mengatakan 'Heh, sudah kubilang jangan macam-macam denganku', Tian Li melebarkan matanya seolah baru menyadari sesuatu.


"Heh, pantas saja." ucap Tian Li. "Kupikir bajingan dari mana yang memiliki nyali untuk menantangku, rupanya kau berasal dari Akademi. Pantas saja kau memiliki kemampuan."


Xika memilih mengabaikan berbagai reaksi itu. Ia menatap Zhen Fang beberapa saat kemudian berbalik dan pergi menyendiri. Beberapa saat kemudian, setelah suasana yang mendadak hening itu, Yun Xingzhao dan Li Tang juga pergi menuju arah yang sama dengan Xika, sementara Zhen Fang dan tiga pria lainnya tetap di tempat.


Liang Jihua, sebagai satu-satunya wanita dalam kelompok mereka, tidak memilih pihak. Ia juga memilih untuk menyendiri, tapi ke arah yang berbeda dengan Xika.


Beberapa hari berlalu dan semuanya dilalui dengan keheningan. Kelompok terpecah menjadi dua bagian, dengan Liang Jihua yang tidak memihak. Selama beberapa hari ini, tidak ada interaksi sedikitpun antara kelompok Xika dengan kelompok Zhen Fang.


Akhirnya, pada hari keempat terjadi interaksi antara keduanya. Masing-masing pihak telah selesai memulihkan diri mereka. Sekalipun ada perpecahan, tapi rencana harus tetap dilakukan karena inilah satu-satunya rencana mereka.


Xika dan Zhen Fang saling bertatap-tatapan selama beberapa saat sebelum keduanya lantas bersikap seolah tak ada yang terjadi.


"Rencana akan dimulai besok pagi, sebelum matahari memancarkan cahayanya. Penyerangan dimulai dengan serangan dari Saudara Yun, setelah itu masing-masing dari kita akan menghabisi musuh sebanyak yang kita bisa. Selebihnya, kurasa kita harus berimprovisasi. Sekian."


Selesai bicara, Zhen Fang berdiri dan berbalik pergi. Han Feng menatap Xika dengan seringai puas kemudian berbalik mengikuti Zhen Fang beserta Di Lang dan Tian Li. Keduanya tampak tak sabar dengan apa yang akan terjadi besok.


Saat itu matahari sudah terbenam dan kira-kira bulan sudah mulai memancarkan cahayanya. Xika memanggil Yun Xingzhao dan Li Tang berkumpul.


"Yah, aku memanggil kalian hanya sekedar peringatan saja. Kurasa aku tak perlu mengatakannya, tapi biar kuingatkan sekali lagi.


Kelompok terpecah. Dan kita kalah jumlah. Apalagi setelah Saudara Yun melancarkan tekniknya, besar kemungkinan ia akan kelelahan hingga tak bisa bergerak."


Yun Xingzhao mengangguk membenarkan. Meskipun ia tak pernah memberitahu Xika mengenai tekniknya, tapi teknik dengan kemampuan destruktif sebesar itu pasti akan memakan biaya yang tidak sedikit. Jadi tak heran Xika mampu menebak efek samping tekniknya.


"Apa kau punya rencana?" tanya Li Tang. Biasanya Xika selalu punya rencana dalam situasi seperti ini.

__ADS_1


"Yah, sejujurnya tidak. Tapi kurasa yang harus kita waspadai bukan hanya satu pihak. Kita memiliki musuh yang berasal dari gabungan sekte kecil dan menengah, itu memang benar. Tapi setelah situasi berkembang seperti ini, tampaknya konsep battle royale kembali berlaku.


Besar kemungkinan kelompok Zhen Fang akan berusaha menghabisi kita di tengah pertempuran. Saranku, jangan gunakan tenaga terlalu banyak dan lebih waspada terhadap kelompok Zhen Fang dibanding kelompok lainnya."


"Ck, sialan! Hanya tinggal satu langkah lagi kenapa situasi berubah menjadi seperti ini? Bagaimana Han Feng sialan itu bisa tahu kau berasal dari Akademi?"


"Aku pernah memukuli seorang murid Burning Abyss Sect yang bergabung ke Akademi. Mungkin ia dendam." jawab Xika tak terlalu peduli. Sejujurnya, ia sudah mulai resah dengan kelompok ini dan ingin segera berpisah. Meskipun situasi saat ini di luar dugaannya, tapi ini lebih baik dari yang ia pikirkan.


Sejak awal kerjasama mereka didasari dengan keuntungan, bukan kesetiaan. Kerjasama semacam itu pada akhirnya akan berakhir dengan satu sama lain yang saling menusuk. Meskipun begitu, karena kejadian ini Xika jadi bisa lebih waspada dengan sekitarnya.


"Bagaimana dengan Liang Jihua? Gadis itu tampaknya memiliki beberapa hubungan denganmu. Peluang kita bertahan akan lebih besar bila ia bergabung."


Xika menggelengkan kepalanya. "Entahlah, aku tak bisa bilang secara pasti. Kalau ia memang berada di sini bersama kita saat ini, maka aku bisa mengatakan ia berada di pihak kita. Tapi kenyataannya tidak. Ketika kita berpisahpun, ia memisahkan dirinya sendiri. Kurasa yang terbaik yang bisa kita harapkan adalah ia tidak akan ikut campur dalam pertarungan kita."


"Ngg....Xika? Gadis itu disini." ucap Yun Xingzhao sambil menunjuk sosok gadis yang berdiri agak jauh di belakang Xika.


Xika berbalik dan menatap Liang Jihua dengan alis berkerut. Apa yang gadis itu lakukan di sini?


Liang Jihua balas menatap Xika, kemudian berkata, "Bisa aku bicara sebentar denganmu? Berdua?" Kalimat terakhir tentu saja ditujukan pada Li Tang dan Yun Xingzhao.


"Apa kau segitu tidak sukanya bicara berdua denganku?" tanya Liang Jihua yang merasa agak sakit hati melihat reaksi Xika yang selalu menolaknya.


"Hahaha......" Xika hanya bisa tertawa kering tak tahu bagaimana harus menanggapi.


Liang Jihua terdiam selama beberapa saat kemudian menatap kepala Xika. Lebih tepanya, bekas luka di kepala Xika. Ya, ia memang sudah memulihkan diri beberapa hari ini, tapi bukan berarti seluruh lukanya menghilang tanpa bekas begitu saja dalam waktu singkat.


"Apa.......itu masih sakit?"


Untuk sesaat, Xika bingung apa yang Liang Jihua bicarakan. Kemudian ia menyadari bahwa Liang Jihua menanyakan bekas lukanya.


Xika menggeleng perlahan. Raut mukanya mulai berubah serius.


"Kau pasti tidak datang hanya untuk menanyakan lukaku. Ada apa?"

__ADS_1


Sejujurnya, ya. Liang Jihua hanya datang hanya untuk menanyakan luka Xika dan selebihnya ia tidak tahu apa yang ia lakukan. Kakinya bergerak sendiri ke sini. Kenapa pula ia datang ke sini?


"Aku.......ingin memberitahumu untuk berhati-hati. Tadi aku sempat melihat Di Lang dan Tian Li berbisik-bisik membicarakan sesuatu. Mungkin mereka sedang membuat rencana."


"Terima kasih atas peringatanmu. Akan kupastikan mewaspadai mereka berdua." Selesai bicara Xika menatap Liang Jihua. Kau sudah mengatakan alasanmu datang, apalagi yang kau tunggu? Pergilah, batin Xika.


Liang Jihua tampak ragu sesaat, ia mengepalkan tangannya di depan dada, kemudian pada akhirnya berbalik dan pergi.


"Dan," ucapan Xika itu sukses membuat Liang Jihua menghentikan langkahnya. Ia langsung membalikkan badannya.


"Tolong jangan terlalu dekat padaku." Xika tak menunggu lagi. Ia berbalik dan pergi mencari Li Tang dan Yun Xingzhao.


Liang Jihua terdiam di tempatnya. Ekspresinya seolah ia baru saja ditampar. Kalimat terakhir Xika itu berhasil mengingatkannya akan sesuatu. Kenapa ia merasa terkejut Xika mengatakan hal itu? Tak ada yang pernah mengatakan hal yang sama padanya. Yang ada, justru malah banyak pria yang ingin dekat dengannya.


Tapi yang menjadi masalah adalah.......sosok Xika. Pada awalnya, ia tak terlalu menyukai sosok Xika. Xikalah alasan 'teman'nya pergi. Sekalipun 'teman'nya mengatakan Xika kuat, tapi Xika telah melakukan kesalahan fatal yang membuat 'teman'nya pergi.


Namun belakangan, meskipun tak menghabiskan waktu yang terlalu lama dengan Xika, bahkan kurang dari seminggu, ia menyadari bahwa sosok Xika yang ia bayangkan berbeda jauh dengan kenyataannya. Rasanya Xika tak seburuk yang ia pikirkan, bahkan sangat bisa diandalkan.


Kenapa.........sosok Xika amat berbeda?


Dulu, ia tak mengerti mengapa 'teman'nya menyukai Xika. Tapi kini, rasanya ia bisa memahami mengapa 'teman'nya itu menyukai Xika. Bahkan, ia sendiri juga........Tidak! Apa yang ia pikirkan? Menyukai Xika? Tidak, tidak, tidak!


Sekalipun Xika sangat baik, bahkan terluka demi dirinya, sekalipun dirinya mungkin saja mencintai Xing Xika, tapi ia tak bisa memiliki pria itu. Karena......Yin Jie juga menyukai Xing Xika.


------------------------------


".............."


Xika sudah mencari kemana-mana namun tetap tak mampu menemukan Li Tang dan Yun Xingzhao. Pada akhirnya ia duduk karena lelah mencari kedua teman sialannya itu. Dan tentu saja, adegan barusanĀ  terulang kembali di kepalanya.


Sejujurnya, ia merasa tidak enak mengatakan hal seperti itu pada Liang Jihua. Bagaimanapun juga Liang Jihua adalah rekan yang baik. Tapi......memang sudah seharusnya ia melakukan hal itu. Itulah yang harusnya ia lakukan sejak dulu. Itulah yang seharusnya ia lakukan pada Wu Liao.


Mungkin, kalau ia melakukan itu pada Wu Liao lebih cepat dan Xingli tidak salah paham, Xingli tidak akan pergi. Siapa yang tahu? Tapi dipikir sekeras apapun tak akan gunanya karena saat ini Xingli telah pergi. Ke tempat yang jauh dan entah di mana. Mungkin tempat yang berbahaya yang ditakuti oleh banyak kultivator.

__ADS_1


Tapi ia tak akan berhenti. Mau lautan api atau gunung pisau, ia akan melewati semuanya asalkan bisa bertemu Xingli. Dan untuk itu, ia harus memenangkan babak kedua beserta kompetisi ini terlebih dahulu.


__ADS_2