
Kartu pertama menusuk punggung Lang Jin. Kini serigala itu sadar betapa berbahayanya kartu-kartu itu. Itu bukan kartu biasa. Tapi sudah terlambat baginya untuk menghindar. Kartu-kartu berikutnya telah bersarang dalam perutnya.
"Uhuk....."
Lang Jin batuk darah. Ia menstabilkan nafasnya tapi darah masih mengalir dari mulutnya. Dan darah mengalir bukan hanya dari mulutnya saja. Bagian-bagian tubuh dimana kartu Xika menancap sebelumnya juga mengeluarkan darah.
Belum selesai ia menghentikkan pendarahannya, tubuhnya sudah terangkat menuju arah lambaian tangan Xika.
BRUK!
Tubuhnya melayang dan menghantam tanah beberapa meter di depan Xika. Kemudian terangkat lagi dan terlempar lagi. Hal itu terjadi beberapa kali dan membuat banyak serigala bertanya-tanya bagaiamana Xika melakukan itu? Karena dengan elemen angin sekalipun akan sulit untuk menerbangkan tubuh besar Lang Jin. Dan hal itu sangat menguras qi. Tapi Xika mampu melakukannya. Dan bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
Setelah lemparan yang kesembilan, Lang Jin merasakan kartu-kartu itu tercabut dengan sendirinya.
"Ah, ngomong-ngomong, kau menyegel kultivasimu sampai tingkat berapa?"
WHUSH!
Lang Jin melambaikan cakarnya dan membuat gelombang yang menuju pada Xika. Nafasnya terengah-engah karena melakukan serangan. Ia menstabilkan nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Xika.
"Qi Gathering 9."
Xika bersalto menghindari gelombang cakar Lang Jin. Ia mendarat kemudian kembali bertanya.
"Kenapa Qi Gathering 9?"
Ia melempar beberapa kartu lagi pada Lang Jin. Serigala itu tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali. Ia menangkis kartu-kartu itu. Tapi kartu-kartu itu kembali menyerangnya meskipun ia sudah memukulnya menjauh dan membuat serigala itu mengerutkan keningnya.
"Karena itu adalah tingkat kultivasimu." jawab Lang Jin sambil menangkis kartu-kartu Xika yang terus kembali menyerangnya. Ia sudah berusaha memukulnya sekuat tenaga sampai luka-lukanya semakin terbuka, tapi kartu-kartu itu tetap kembali.
"Dari mana kau tahu tingkat kultivasiku?" tanya Xika sambil melemparkan beberapa kartu lagi dan membuat serigala itu semakin kerepotan.
Tanah bergoncang dan membuat Xika jatuh. Ia kehilangan fokusnya terhadap kartunya. Saat ia menoleh, ia tidak menemukan Lang Jin lagi.
"Aku tahu saat melihatmu." ucap Lang Jin yang muncul dari lubang di bawah Xika sambil membuka mulut mengincar kaki Xika.
"Oh." Xika tidak terlihat terkejut melihat Lang Jin muncul di bawahnya. Kalaupun ia terkejut, ia tidak menunjukkannya. Lang Jin menguasai elemen tanah. Jadi wajar saja ia bisa membuat terowongan di tanah dan berpindah kebawahnya.
Xika menggunakan elemen angin untuk mengangkat dirinya dari jangkauan mulut Lang Jin. Tapi serigala itu membuat pilar tanah yang semakin lama semakin tinggi untuk mengejar dirinya. Xika mengubah lintasannya dan Lang Jin kehilangan dirinnya.
Serigala itu mengejarnya menggunakan tanah. Tindakan yang unik sekaligus nekat. Ia tidak bisa mengubah arahnya secara tiba-tiba seperti yang Xika lakukan. Selain itu, membuat pilar tanah setingi beberapa puluh meter cukup menguras energi, meskipun Xika tidak tahu kapasitas energi Lang Jin.
Xika menembakkan beberapa bola api pada Lang Jin yang berada di pilar tanah. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu akan menghindarinya.
Lang Jin melompat dari pilar tanahnya dan terjun bebas.
Sepertinya serigala itu jadi semakin nekat. Ia penasaran apa yang ada dalam pikiran serigala itu. Xika terbang mendekat hingga sejajar dengan Lang Jin kemudian bertanya.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan itu? Apa kau tidak ingat bahwa aku menguasai elemen angin?"
"Justru karena aku tahu kau menguasai elemen angin makanya aku melakukan ini."
Setelah mengatakan itu, Lang Jin mengayunkan cakarnya dan menancap di dada Xika. Anak itu lupa untuk tetap waspada karena rasa penasarannya, terlebih bertarung dengan Lang Jin sangat seru. Seperti yang sudah ia duga tentang serigala.
"AW!"
Xika meringis kesakitan. Cakar Lang Jin yang satunya lagi juga tidak tinggal diam. Ia menggunakannya untuk mengiris-ngiris tubuh Xika.
Konsentrasi Xika pecah karena cakar Lang Jin di dadanya menancap cukup dalam. Darah mengalir dari bibir dan dadanya. Xika berusaha keras untuk mengabaikan rasa sakit di dadanya dan berfokus pada pertarungan. Tapi ia terlambat. Nyaris.
Kesadarannya kembali ketika jaraknya dengan tanah tinggal lima belas meter. Lang Jin berniat menggunakan dirinya sebagai perisai untuk jatuh ke tanah. Ia tidak bisa menggunakan elemen apapun karena konsentrasinya yang terpecah. Ia berusaha membalikkan posisi agar Lang Jin yang mendarat duluan di tanah, tapi serigala itu tahu rencananya dan mencegahnya melakukan hal itu.
Untuk beberapa saat, mereka berdua berputar-putar di udara. Xika mengumpat dalam hati. Kalau seperti ini terus maka ia yang akan jatuh duluan. Lang Jin menaruh fokusnya pada Xika dan sangat sulit untuk memecah fokus serigala itu. Tapi Xika harus melakukan sesuatu.
Sebuah ide terlintas dalam benak Xika. Dan ia kembali mengumpat karena hanya ide itu yang terpikirkan. Ia sudah kehabisan waktu. Ia harus melakukannya. Dan tidak ada keraguan lagi dalam pandangan Xika.
Dengan enggan, ia memegang cakar Lang Jin yang bersarang di dadanya menggunakan kedua lengannya. Kemudian ia mendorong cakar itu semakin dalam.
'AWW!!'
Itu sakit, sangat. Tapi ia berhasil. Fokus Lang Jin terpecah karena bingung dengan hal yang ia lakukan. Dan Xika menggunakannya untuk memutar posisi mereka. Ia tidak berhasil sepenuhnya. Tapi juga tidak gagal sepenuhnya. Di detik-detik terakhir ia berhasil memutar posisi mereka hingga menyamping.
BRUKKKKK!!!!
"AHHH!!!"
Crat!
Lang Jin menarik cakarnya dengan sempoyongan dari dada Xika dan darah menyembur. Ia menderita luka yang kurang lebih sama dengan Xika. Ia hendak menjaga jarak dari Xika, namun tangan Xika menyentuh perutnya. Sebelum serigala itu sadar apa yang akan dilakukan Xika, telapak tangan Xika menyala dengan empat simbol elemen dan mementalkan Lang Jin.
Serigala itu terlempar beberapa meter dengan lolongan yang menyayat hati. Kini di perutnya terdapat empat simbol elemen dan tidak tertutup bulu.
Xika keluar dari lubang ia jatuh dengan susah payah. Lang Jin di sisi lain, berdiri dengan kaki gemetar. Keduanya dalam kondisi yang mengenaskan. Tapi mereka tidak berniat menghentikkan pertarungan.
Lang Jin membatin dalam hatinya. Ia melihat tatapan Xika sebelumnya dan kini ia tahu apa maksud tatapan itu.
"Anak ini...........ia lebih gila dariku........."
Beberapa penonton terutama teman-teman Xika, mendekat pada para pemimpin dan meminta mereka menghentikan pertarungan.
"Pemimpin, tolonglah! Ini sudah cukup. Bukankah anda sudah melihat manusia itu? Pertarungan harus segera dihentikan sebelum keduanya terluka lebih parah."
Yang berbicara adalah Lang Hongbao, gadis yang menjadi kekasih Lang Hu setelah Xika menyemangati dirinya. Ia tahu kekasihnya telah melakukan kesalahan, dan ia berusaha menebusnya. Selain itu, Xika juga berperan besar dalam suksesnya hubungan mereka. Entah berapa lama lagi Lang Hu akan menyatakan perasaannya kalau Xika tidak memberinya saran. Bahkan ada kemungkinan ia tidak akan menyatakan perasaannya. Lang Hu sendiri yang mengatakan ini padanya. Jadi ia juga berhutang pada Xika dan berniat membalasnya.
Heiliao dan Xuehao tidak berkata apa-apa sementara Lang Yang menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Hentikan pertarungan? Apa kau tidak melihat tatapan mereka?"
Lang Hongbao menoleh dan menatap Xika serta Lang Jin. Ia melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Keduanya memiliki pandangan yang sama. Pandangan yang penuh dengan hasrat bertarung, menolak untuk menyerah, dan kegilaan. Mereka masih berniat bertarung meskipun tubuh mereka sudah seperti itu.
Pakaian Xika sudah robek di beberapa bagian sementara sisanya telah merah dibasahi darahnya. Sementara Lang Jin, darahnya mengubah bulunya yang berwarna hitam menjadi merah, dan di beberapa bagian, dagingnya terlihat tanpa ada bulu yang menutupi sama sekali. Lang Hongbao tidak percaya dengan penglihatannya. Kenapa mereka masih mau bertarung? Bukankah sudah cukup kalau hanya untuk membuktikan diri? Tidak perlu sampai mempertaruhkan nyawa bukan?
Heiliao melihat serigala betina itu dan tahu apa yang ada di pikirannya.
"Kau salah kalau berpikir seperti itu."
"Eh?"
Lang Yan membiarkan Heiliao mengambil alih pembicaraan.
"Kau bertanya-tanya kenapa mereka masih hendak bertarung sekalipun tubuh mereka sudah seperti itu bukan? Itulah kebanggan diri mereka. Keadaan seperti ini tidak akan menghentikkan mereka dari bertarung. Mereka akan terus bertarung sampai salah satu dari mereka tumbang."
"Ta-tapi......kenapa? Kenapa harus sampai mempertaruhkan nyawa?"
"Itulah kehormatan serigala. Dan Xika memilikinya. Kau akan mengetahuinya suatu saat nanti."
Lang Yan dan Lang Xuehao hanya menyimak tanpa berkata apapun. Xuehao membisikkan sesuatu pada Lang Yan.
"Tunggu sebentar lagi. Aku masih penasaran."
Xika berjalan dengan lambat. Setiap langkah yang diambil membuat lukanya melebar dan dadanya menjerit-jerit untuk berhenti. Tapi ia mengabaikannya. Ia tidak bisa berhenti. Tidak sekarang. Pertarungan ini berbeda dari yang pernah dialaminya. Baginya, ini adalah pertandingan persahabatan. Mirip dengan pertarungan ketika ia, Heiliao dan Huo Bing bertarung satu sama lain.
Yang dipikirkan hanyalah bertarung dan mengasah kemampuan mereka. Ini bukanlah pertarungan yang sama dengan Tian Yin dimana Xika mempertaruhkan nyawanya. Yah, Xika juga mempertaruhkan nyawanya sekarang, sih. Tapi ia tidak merasakan kebencian dari Lang Jin entah sejak kapan. Ia ingat ketika pertama kali bertemu Lang Jin, ia merasakan hawa kebencian dari serigala itu.
Tapi sekarang tidak lagi. Yang ia rasakan hanyalah keinginan untuk bertarung. Sama halnya dengan Lang Jin. Serigala itu sudah tidak merasakan kebencian lagi pada Xika. Entah sejak kapan, yang ada dalam kepalanya hanya bertarung, bertarung, dan bertarung. Sudah lama ia tidak menemukan lawan yang sepadan. Dalam kaum serigala, tidak ada yang menyainginya dalam generasi yang sama. Karena itu ia sangat menikmati momen ini.
Belum pernah ada yang bisa menembus pertahanannya selain ayahnya. Ia sangat percaya diri dengan bulunya. Tapi hari ini Xika telah mematahkan kepercayaan dirinya berkali-kali. Anak itu berhasil mematahkan pertahanannya, memiliki kecepatan yang sama dengannya, dan menguasai lima elemen. Bahkan anak itu melakukan hal gila di detik-detik terakhir sebelum mereka jatuh. Dan sekarang, ia penasaran dengan Xika. Ia ingin tahu sejauh mana batas anak itu.
"Satu serangan terakhir?"
"Setuju."
Xika mengumpulkan qi di seluruh tubuhnya. Kartu-kartu melayang di sekitarnya. Simbol elemen juga muncul di belakangnya. Lang Jin juga tidak diam saja. Seluruh bulunya berdiri dan melayang, seolah-olah sedang bertanding dengan kartu-kartu Xika. Mulutnya terbuka lebar mengumpulkan qi.
Lang Jin selesai duluan. Ia tidak menunggu Xika kali ini. Ia menembakkan seluruh qi yang dikumpulkannya. Cahaya hitam putih keluar dari mulutnya membelah udara menuju Xika.
WHOSHHHHH!!!!!
Bukannya balas menyerang, Xika malah mengeluarkan seluruh kartunya unuk membentuk perisai. Tindakannya itu membuat para penonton bertanya-tanya. Ada yang berpikir bahwa Xika telah kehabisan tenaga jadi yang bisa ia lakukan hanya menahan serangan Lang Jin, ada juga yang menduga Xika masih memiliki rencana lain.
TRANG!!
Serangan Lang Jin bertemu dengan perisai kartu Xika. Ia tidak menyangka Lang Jin masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini dengan tubuh seperti itu.
__ADS_1
CRAT!