
Xika menatap lebar mahkluk yang berada di tangannya saat ini. Tubuhnya yang panjang licin bergerak-gerak berusaha melepaskan diri dari Xika.
Ular.
Itu jenis ular yang hidup di air. Kenapa ada ular di sungai ini? Xika sudah sering bermain di sungai ini selama beberapa bulan dan ia belum pernah melihat ular.
"Li Fan, apakah ada binatang yang hidup di sugai ini?" Xika menoleh pada Li Fan yang berada di dekatnya.
"Hm? Setahuku hanya ikan kecil saja yang ada. Ayah, Ibu, Paman, Bibi, dan Kepala Desa semuanya hanya makan buah-buahan dan sayur. Selain ikan kecil, kami tidak pernah makan daging karena tidak ada hewan lain yang hidup di sekitar kami."
Raut wajah Xika langsung memburuk mendengar jawaban Li Fan. Ia menutupi mata ular di tangannya itu kemudian membakar ular itu hidup-hidup. Beruntung, San Du dan lainnya sedang sibuk bermain air sehingga tidak memperhatikan apa yang dilakukan Xika. Li Fan yang berjarak paling dekat dengan Xikapun tidak terlalu memperhatikan dirinya.
"Anak-anak-!"
Belum selesai Xika bicara matanya menangkap hal serupa dengan sebelumnya. Hanya saja kali ini jauh lebih banyak. Jumlahnya sekitar ratusan.
"Huo Bing, urus mereka! Heiliao, bawa anak-anak!"
Xika mengepalkan tangannya, kemudian enam orang anak yang bermain bersamanya terbungkus dengan air. Fan Mu tertawa lebar karena berpikir ini adalah jenis permainan baru yang diciptakan Xika. Setelah itu Heiliao membuat lubang di udara dan memasukkan keenam anak itu bersama Xika kembali ke desa. Ia tetap tinggal di sini membantu Huo Bing.
WHUSH!
Fu Shang, yang sedang sibuk bertani karena Kepala Desa memutuskan untuk mengurangi konsumsi daging bagi para warga terkejut melihat enam lubang hitam muncul di atas kepalanya. Lubang-lubang itu mengeluarkan enam sosok yang berarti harta berharga bagi desa mereka. Anak-anak.
Tap!
"Panggil Kepala Desa. Sekarang." perintah Xika dengan nada dan wajah yang tak mau dibantah sama sekali.
"Apa?!" Fu Shang membentak Xika keras.
Xika tidak memiliki waktu untuk berdebat dengan Fu Shang. Ia mengumpulkan qi di tengorokannya kemudian berteriak,
"KEPALA DESA! SEMUANYA! BERKUMPUL!"
Ekspresi yang ditunjukkan Fu Shang bercampur antara amarah dan bingung. Tapi ia tidak bicara lagi. Sebaliknya, ia mengangkat senjatanya dan mengarahkannya pada Xika.
Tapi yang mengejutkan Fu Shang adalah, permata desanya, anak-anak berdiri di depan Xika dan merentangkan tangannya melindungi pemuda itu.
"Paman Fu jahat! Xing Ge baik!" ucap Fan Mu dengan air mata yang mulai menggenang.
"Shh....Shhh...." Xika mengusap pelan kepala Fan Mu, begitu juga dengan anak-anak lainnya. Siapa sangka anak-anak ini justru melindunginya?
"Xiao Mu, tak apa....."
Fan Mu berbalik dan memeluk kaki Xika. Kelima anak lainnya juga melakukan hal yang sama membuat Xika kesulitan berjalan. Siapa yang tidak akan melakukan hal itu ketika melihat orang terdekat mereka berhadapan dengan senjata mengerikan?
"....."
__ADS_1
Fu Shang hanya bisa terdiam melihat reaksi anak-anak dan kedekatan mereka pada Xika.
Tidak lama kemudian, Kepala Desa datang bersama seluruh warga. Suara Xika tadi cukup keras hingga terdengar bahkan pada warga yang bertani di daerah agak jauh.
"Xika?" Zheng Wei mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Fan Mu! Fan Ao! Apa yang kalian lakukan-" ucapan seorang wanita paruh baya terhenti melihat anak bungsunya memeluk Xika begitu erat tak mau berpisah.
"Dengar, ada hal lain yang lebih penting daripada mengurusi diriku. Setahuku kalian hidup dengan damai tanpa bertemu satupun hewan selama puluhan tahun ini kan? Beberapa puluh tahun yang lalu kalian pernah diserang oleh serbuan binang buas. Itu yang membuat kalian takut pada Heiliao kan?"
Baik Kepala Desa maupun para warga, tak ada yang menjawab Xika. Mereka semua hanya terdiam dengan mulut terbuka menatap Xika yang bergantian mengusap kepala keenam permata desa mereka.
"Tak ada waktu untuk bertanya. Saudaraku sedang bertarung melawan ular di sungai tidak jauh dari sini. Hadapilah, setelah sekian lama hidup damai, kalian harus bertemu hewan buas lagi. Berapa banyak dari kalian yang bisa bertarung?"
"Ini....."
Para warga masih terlalu terkejut untuk bisa menjawab Xika. Serbuan hewan buas, kedekatan anak mereka pada Xika, dan Xika yang mengetahui tragedi berpuluh tahun silam. Itu semua cukup mengejutkan mereka.
WHOSH!
Xika membuat angin kencang yang mengembalikan kesadaran para warga yang kembali mengingat kejadian berpuluh tahun silam. Ia memandang mereka semua dengan amarah.
"Ada apa dengan kalian?! Kenapa diam saja? Jawab aku!"
"A-aku bisa bertarung...." ucap Zheng Wei masih belum bisa memahami situasi sepenuhnya. Beberapa pria yang lain juga menyatakan diri mampu bertarung.
"Fo-forming Qi 3...."
"A-aku Forming Qi 4...."
Yang lain menambahkan. Rata-rata mereka memiliki kultivasi Forming Qi 3-5.
"Aku berada di tingkat Forming Qi 6." ucap Kepala Desa. Ia yang paling kuat dari seluruh penduduk desa.
"Kau," Xika menunjuk Kepala Desa, "Buat pertahanan dengan warga yang tidak mampu bertarung. Juga, buat jalur pelarian yang tersembunyi. Sisanya, bawa senjata kalian dan ikut aku."
"E-eh...?"
"Apa?"
"CEPAT!" teriak Xika. Dan seketika itu juga Kepala Desa dan para warga bergegas mengikuti perintah Xika.
Xika mengerutkan keningnya. Trauma yang diderita para penduduk desa ini lebih parah dibanding dugaannya. Sebenarnya seburuk apa serbuan binatang buas saat itu sampai bisa meninggalkan bekas yang begitu mendalam?
Serbuan hewan buas. Seperti namanya, para hewan buas menyerbu daerah pemukiman. Xika pernah membacanya di buku beberapa kali. Serbua hewan buas memiliki beberapa tingkatan dari yang besar sampai kecil. Seingatnya, serbuan tingkat besar jarang terjadi. Bahkan yang paling baru terjadi adalah seratus tahun lalu.
Entah apa yang membuat para hewan yang biasa berdiam di hutan bergegas menyerang warga. Ada banyak alasan, namun untuk saat ini ia tak bisa mengambil kesimpulan. Apalagi, kali ini serbuan itu berasal dari sungai. Ia belum pernah dengar ada serbuan yang berasal dari sungai atau laut.
__ADS_1
Tunggu sebentar.......Tadi itu kalau tidak salah hanya ada ular air. Jumlahnya memang ratusan tapi memang hanya ada satu jenis. Tak ada hewan lain. Itu hal yang aneh. Serbuan hewan buas biasanya terdiri dari berbagai jenis hewan dan bukan hanya satu jenis.
SRAK!
Puluhan pria lengkap dengan senjata mereka sudah berdiri siap di depan Xika. Tapi sebelum mereka bergegas, sebuah suara menghentikan mereka.
"Xika!"
Heiliao datang bersama Huo Bing. Serigala itu tidak menderita luka selain beberapa goresan kecil.
"Heiliao? Bagaimana dengan serbuan hewan buasnya? Apa....."
"Xika," Huo Bing hinggap di atas Heiliao dan membuat mereka berdua terlihat aneh, "itu bukan serbuan hewan buas."
Deg!
"Sudah kuduga." ucap Xika sambil mengumpat dalam hati.
"Sepertinya gerombolan ular tadi hanyalah kelompok pengintai. Mereka lemah, hanya bisa bersembunyi dan tidak memberikan perlawanan berarti. Tapi aku takut kita telah mengungkap keberadaan kita."
"Sebentar, bisa kalian jelaskan situasi saat ini?" tanya Zheng Wei yang disetujui anggukan beberapa warga lain.
"Hm? Ah aku lupa kalian masih ada. Mengganggu saja. Apa kalian yakin ingin mendengarkan penjelasan dari orang yang hendak kalian bunuh? Bisa saja kami berbohong loh...." ucap Huo Bing dengan nada mengejek.
"Huo Bing, ini bukan saat yang tepat." ucap Xika mengelus Fan Ao yang agak bingung melihat Huo Bing seperti itu.
"Untuk sementara kalian diam saja dulu. Lebih lengkapnya akan kami jelaskan nanti." geram Heiliao.
Beberapa penduduk mundur mendengar Heiliao bicara. Serigala itu hanya mendengus sebagai balasan.
"Melihat kelompok pengintai yang berjumlah ratusan, kelompok utamanya pasti akan lebih mengerikan lagi. Apa rencanamu berikutnya?" tanya Huo Bing.
"Harusnya desa ini dikelilingi formasi yang ayahku buat. Mereka tak bisa masuk."
"Anu....sebenarnya Taiyang melonggarkan formasi di satu bagian sungai. Jadi hewan-hewan kecil yang tak berbahaya dapat masuk." Zheng Wei maju selangkah.
"Begitu......pantas saja mereka sangat lemah. Kalau begitu berarti kelompok utamanya akan menembus formasi ayahmu."
"Hah! Menembus formasi? Lucu sekali! Kalau penyerangnya sebodoh itu maka kita tak perlu khawatir." Salah seorang warga mengejek. Setelah hal yang mereka alami, mereka sangat mempercayai Xing Taiyang. Apapun yang dibuat atau dilakukannya pasti hal yang baik.
Banyak warga lain yang setuju dengan pendapat itu. Xika memandang mereka dengan terganggu. Ia ingin sekali percaya bahwa formasi ayahnya dapat menahan kelompok utama itu dan membuat mereka tetap aman. Tapi kali ini ia punya firasat bahwa formasi ayahnya akan ditembus. Firasat yang sama yang membuatnya tinggal di desa ini.
"Huo Bing, kalau kelompok pengintai itu semuanya ular, maka......."
"Kau benar. Besar kemungkinan kelompok utamanya adalah ular juga."
"Kalau begitu, siapa target mereka? Bagaimana mereka bisa tahu kita ada di sini?" tanya Heiliao yang langsung mendapat banyak tatapan dari para warga.
__ADS_1