
"BRENGSEK!"
Umpatan Han Li itu terdengar menggema di bawah tanah yang gelap dan penuh dengan pohon itu.
"Bagaimana bisa mereka masuk? Kenapa mereka tak diserang balik?"
"Mana kutahu! Jangan tanya padaku!"
"Kau sendiri kenapa membiarkan mereka masuk, bodoh?!"
"Sialan! Mana kutahu bahwa mereka tak akan diserang balik! Hm? Tunggu-ya! Itu dia!"
"Apa? Apa kau jadi gila karena frustasi?"
"Bukan bodoh! Aku mengerti bagaimana caranya mereka bisa masuk ke dalam celah ruang itu tanpa diserang balik."
"Bagaimana?"
"Mereka yang masuk barusan berumur di bawah lima puluh tahun dilihat dari penampilannya. Dan seharusnya kultivasi mereka masih di bawah Royal Realm. Syaratnya mungkin antara dua itu, atau mungkin keduanya. Cepat panggil semua orang yang memenuhi syarat barusan!"
Han Li tidak tahu, bahwa dua dari tiga sosok yang ia lihat barusan berumur lebih tua bahkan sekalipun umurnya dikali lima. Selain itu, karena Heiliao telah menyelimuti mereka bertiga dengan elemen ruang, Han Li tak mengetahui tingkat kultivasi Huo Bing dan Heiliao yang sebenarnya. Ia hanya menebak-nebak kekuatan dua lainnya berdasarkan kultivasi Xika.
Beberapa saat kemudian ruang bawah tanah yang sebelumnya terasa lega dan luas kini telah dipenuhi oleh banyak generasi muda yang memenuhi dua syarat barusan. Sepertinya para pemimpin berharap dapat mengalahkan kualitas dengan kuantitas.
Dari pertarungan sebelumnya, mereka semua tahu hanya Tian Yin yang dapat mengalahkan Xika. Sayangnya, Tian Yin berada di Royal Realm sehingga ia tidak dapat masuk ke celah ruang tersebut. Mungkin, tak ada kultivator yang dapat mengalahkan Xika yang berada di bawah Royal Realm. Tapi setidaknya, mereka bisa mengirim cukup banyak murid dan membuat Xika kelelahan dan akhirnya kalah.
Setelah para murid yang semuanya berasal dari sekte lain dan tidak ada yang berasal dari Akademi berkumpul, para pemimpin tak berniat menunggu lebih lama lagi. Mereka segera memerintahkan agar para murid masuk dan mengejar Xika dan dua lainnya.
SYUT!
DUAR!
BLAR!
__ADS_1
Percobaan pertama gagal. Tentu saja para pemimpin terkejut melihat hal itu, tapi mereka tidak menyerah. Mereka memerintahkan agar para murid yang lain terus maju.
BLEDAR!
BOOM!
Murid demi murid terus maju. Sayangnya, dari sekian banyak murid yang ada, tak ada satupun yang berhasil melalui celah tersebut. Padahal semuanya berusia dibawah lima puluh tahun dan berada di bawah Royal Realm.
"Sialan! Kenapa tidak berhasil? Padahal aku yakin persyaratannya sudah benar!" Han Li kembali mengumpat. Ia menarik rambutnya frustasi tidak bisa menemukan jalan masuk padahal pintu masuk berada tepat di depannya.
Di saat para pemimpin sedang kebingungan dan menemui jalan buntu, melangkahlah sesosok pemuda dari balik kerumunan. Ia adalah sosok yang sama yang mengikuti Xika dan lainnya sebelumnya. Kalau Xika ada di sini, ia pasti akan langsung mengenali sosok itu. Bahkan Xingli pun akan mengenalinya.
"Hehehe......Tuan-tuan, kelihatannya kalian kesulitan....Bagaimana jika aku membantu kalian?"
----------------------
SWOSH!
Xika, Huo Bing, dan Heiliao tiba di sebuah hutan belantara yang sama sekali tak terlihat seperti ruang bawah tanah. Entah apakah tempat ini masih terhubung dengan ruang bawah tanah sebelumnya atau sudah merupakan tempat yang sama sekali berbeda.
Xika memuntahkan darah akibat lukanya yang terasa semakin sakit ketika jatuh barusan. Namun ia berusaha mengabaikannya dan segera bangkit berdiri mengingat bukan hanya mereka saja yang ada di tempat ini. Huo Bing dan Heiliao juga segera memasang posisi waspada.
Di sekeliling mereka terdapat berbagai jenis Spirit Beast dan semuanya menatap tiga pendatang baru itu dengan waspada. Beberapa diantaranya mengendus-ngendus pendatang baru itu berusaha mengenali sementara yang lain hanya menjaga jarak aman.
Namun tak ada satupun dari Spirit Beast itu yang menyerang ketiganya. Masing-masing dari mereka hanya menatap dengan bingung dan ragu.
"Anu.......kenapa mereka tidak menyerang kita? Apakah penglihatanku salah atau memang mereka yang kelihatannya agak ragu? Mereka tampak bimbang meskipun aku tidak tahu mengapa......"
"Xika, penglihatanmu tidak salah. Alasan mereka tidak menyerang kita karena mereka kebingungan. Tampaknya sekalipun kultivasi kita jauh diatas, tapi kita tak dapat membohongi insting mereka. Bukan begitu, Burung Setengah Matang?"
"Ya, tampaknya begitu." Huo Bing mengangguk menyetujui.
"Eh? Apa, apa? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Xika tak mengerti pembicaraan Huo Bing dan Heiliao.
__ADS_1
"Xika, alasan mereka tak menyerang kita adalah karena mereka bingung. Dan alasan mereka bingung adalah karena mereka......"
SHINGGG!!!
Ucapan Huo Bing itu terpotong karena cahaya yang datang dari tubuh Heiliao dan Huo Bing secara tiba-tiba.
SHHHH!!!! ZEP!
".........mengenali kita sebagai salah satu dari mereka." lanjut Heiliao. Namun kali ini, kedua temannya itu tak lagi berwujud sebagai manusia, melainkan kembali ke bentuk mereka yang sebenarnya. Seekor Night Shade Wolf dan seekor Cygnix.
Xika hanya terdiam melihat keduanya berubah wujud. Namun sesaat kemudian, para Spirit Beast itu segera menyambut Huo Bing dan Heiliao. Mereka bahkan melupakan Xika yang merupakan satu-satunya manusia di tempat itu.
Spirit Beast yang berwujud Serigala dan sejenisnya menyambut Heiliao dengan ramah sementara Huo Bing, Xika sudah lama tak melihat penghormatan yang dilakukan oleh para burung. Kali ini ia melihatnya sekali lagi meskipun para Spirit Beast burung ini tak membawakan apapun untuk Huo Bing. Namun mereka menyambut Huo Bing dengan hangat.
Sementara Spirit Beast dari jenis yang lain, sekalipun mereka tak memberikan sambutan seramah dua jenis sebelumnya, namun mereka juga tak menampilkan sikap bermusuhan.
Xika menatap adegan yang terjadi di depannya dan berusaha mencernanya. Jadi alasan para Spirit Beast ini tidak menyerang mereka adalah karena mereka mengetahui bahwa Huo Bing dan Heiliaopun merupakan Spirit Beast? Kalau begitu, bukankah artinya ia berada dalam bahaya? Di tempat ini, hanya ia yang merupakan manusia.
Tunggu dulu. Mendadak ia teringat dengan persyaratan yang berusaha dicari Han Li dan lainnya. Mungkinkah, persyaratannya adalah hanya Spirit Beast yang diperbolehkan masuk ke dalam celah ruang barusan? Tapi kalau begitu, bagaimana dirinya bisa masuk? Sekalipun ia sudah berkelana cukup lama dengan Huo Bing dan Heiliao, tapi ia masih belum bisa dianggap sebagai Spirit Beast.
Sekalipun para serigala telah mengakui dirinya sebagai salah satu dari mereka namun itu tetap tak menjadikan dirinya sebagai Spirit Beast. Hm? Tunggu dulu. Tampaknya ia pernah membicarakan sesuatu yang mirip sebelumnya.
Di hari perpisahan dengan para serigala, Lang Jin memberinya kenang-kenangan berupa bulu. Tapi bukan hanya itu saja. Di hari itu, Lang Jin juga meneteskan darahnya di atas luka Xika. Apakah saat itu darah Lang Jin yang merupakan seekor Serigala meresap ke dalam tubuh Xika dan membuatnya diakui sebagai Spirit Beast juga?
Baiklah. Kini ia tahu alasan kenapa ia bisa masuk juga ke tempat ini. Tapi masih ada satu pertanyaan lagi di kepalanya.
"Anu......sebenarnya kenapa kita dipindahkan ke tempat ini? Kukira kita akan dipindahkan ke tempat yang memiliki harta karun. Tapi sejauh yang kulihat hanya ada Spirit Beast dan pepohonan disini."
"Hm? Kita memang dipindahkan ke tempat yang memiliki harta karun." ucap Huo Bing.
"Jangan bilang para Spirit Beast ini merupakan harta yang sebenarnya? Kau terdengar seperti pemburu Spirit Beast kalau bicara seperti itu."
"Bukan, sialan! Itu, perhatikan pohon yang di tengah!" Huo Bing menunjuk pohon yang paling besar dan terletak di tengah-tengah tempat ini. Pohon itu memiliki buah-buah yang indah dan mengandung qi yang sangat murni. Bahkan buah itu mengandung sesuatu yang lebih baik dibanding qi.
__ADS_1
Xika berjalan mendekat menuju pohon tersebut. Tapi ketika jaraknya tinggal beberapa meter lagi dari pohon tersebut, sebuah aura yang luar biasa kuat muncul dan menekan bukan hanya dirinya, tapi juga seluruh Spirit Beast yang ada di tempat itu.