
Sebuah lubang hitam muncul dan seorang lelaki keluar darinya.
Lelaki itu adalah Xika. Ia terlempar ke tempat lain ketika serigala itu 'memakannya'.
"Tempat apa ini?"
Xika menolehkan kepalanya untuk melihat tempat sekitarnya dengan jelas.
Ia tidak tahu bagaimana mendeskripsikan tempat itu.
Tempat itu begitu hitam, sangat-sangat hitam. Selain itu, tak ada yang lain.
Xika tidak yakin apakah ini di dalam perut serigala itu atau dia sudah mati karena ia tidak bisa melihat apa-apa.
Kemudian ia melihat sesuatu bergerak, tidak terlalu jauh dari dirinya.
Xika memperhatikan lebih lama dan menyadari bahwa 'sesuatu' itu tampak sedikit berbeda dengan hitam yang ada di sekelilingnya.
Mahkluk itu memang hitam, tapi ada perasaan yang berbeda ketika Xika melihatnya dengan hitam di tempat lain.
Ia memicingkan matanya dan akhirnya mulai menyadari bahwa mahkluk itu berbentuk hewan. Namun masih terlalu gelap untuk melihat hewan apa di depannya itu.
Hewan itu menggeliat beberapa kali kemudian membalikkan kepalanya dan melihat Xika.
Darimana Xika tahu bahwa mahkluk itu bergerak? Karena ia melihat dua buah benda yang bersinar dan menebak bahwa itu adalah mata hewan itu.
Mata itu menatapnya lekat-lekat. Kemudian hewan itu menutup matanya cukup lama dan akhirnya membukanya lagi.
Xika bingung harus melakukan apa. Ia bahkan tidak tahu bahwa ia akan sampai di tempat ini, atau bagaimana ia bisa sampai disini.
Ia ragu selama beberapa saat kemudian maju mendekati hewan itu.
Mahkluk itu masih menatapnya ketika ia mendekat, jadi Xika menebak bahwa ia tidak keberatan.
Setelah dirasa cukup dekat, Xika berhenti.
Ia diam selama beberapa saat, tidak yakin haruskah ia bicara atau tidak. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk berbicara.
"Maaf senior, ada urusan apa senior memanggil saya ke tempat ini?"
Xika bertanya dengan nada yang cukup sopan, karena ia merasa mahkluk di depannya jauh lebih kuat dari dirinya. Salah bicara sedikit maka nyawanya bisa saja melayang.
Hewan itu hanya menatapnya tanpa mengatakan apa-apa, kemudian ia menutup matanya lagi dan membukanya tidak lama kemudian.
Kali ini hewan itu menatap Xika dengan tajam.
Dan seketika berbagai macam gambar dan ingatan memasuki kepalanya.
Pertama-tama ia melihat seekor serigala yang ukurannya cukup besar tapi nampaknya masih muda. Serigala itu tidak sama dengan serigala yang 'memakannya', bentuknya memang sama tapi ukurannya berbeda.
Ia menatap langit yang saat itu penuh dengan bintang, seolah itu bukanlah langit tapi sungai berbintang.
Salah satu bintang bersinar dengan terang, sangat-sangat terang. Dan bintang itu mulai mendekat.
Xika agak tidak yakin dengan penglihatannya, jadi ia menggosok matanya beberapa kali tapi bintang itu memang mendekat.
Bintang itu mendekat dan semakin mendekat. Ketika Xika mengira dirinya akan mati ditimpa oleh bintang raksasa, bintang itu bersinar lebih terang dari sebelumnya, sampai Xika harus menutup matanya.
Kemudian ketika ia membuka matanya, ia melihat tidak ada lagi bintang yang besar di depannya, melainkan seorang wanita yang bersinar, mulai dari kepalanya sampai ujung kakinya.
Kemudian cahaya itu semakin meredup dan akhirnya hilang sama sekali. Wanita itu tidak lagi bersinar sehingga Xika tidak kesulitan menatap wajahnya.
Jujur, Xika harus mengakui bahwa wanita yang sebelumnya bersinar itu sangat cantik. Mungkin setara dengan Xingli.
Wanita itu melayang sebentar di langit selama ia bersinar, kemudian perlahan turun dan ketika ia sampai di tanah, ia sudah tidak bersinar sama sekali.
__ADS_1
Serigala yang menatap langit berbintang itu mundur dan cukup waspada dengan wanita itu. Tapi wanita itu mendekat dengan tenang seolah tahu bahwa serigala di depannya tidak akan menyerang dirinya.
Xika tidak tahu bagaimana, tapi kini wanita itu sudah mengelus serigala itu. Meskipun serigala itu masih waspada dan agak terkejut serta bingung ketika wanita itu mengelus dan akhirnya memeluk dirinya.
Hari berlalu dan serigala itu menghabiskan waktu dengan wanita itu.
Xika tidak tahu kenapa, kadang kadang gambar yang muncul di depannya hanya menunjukkan serigala itu sendiri tanpa wanita itu, kemudian gambar berikutnya menunjukkan serigala itu yang sedang bersama dengan wanita bintang itu.
Kemudian gambar berganti dan menunjukkan bermacam-macam pertarungan yang serigala itu jalani. Serigala itu tidak mencapai kekuatannya saat ini dengan bermalas-malasan. Hal itu terlihat dari setiap pertarungan yang ia lalui.
Gambar berganti lagi dan menujukkan serigala itu yang kini sudah dewasa. Ia bertemu lagi dengan wanita bintang itu. Mereka menghabiskan waktu bersama dan di malam hari, wanita itu menciumnya. Mencium serigala itu.
Dan seketika wujud serigala itu berubah menjadi manusia. Namun ketika masih bingung dengan perubahan pada tubuhnya, wanita itu bersinar dan melayang ke langit. Kemudian kembali menjadi bintang.
Itu adalah terakhir kali serigala itu bertemu dengan wanita itu. Gambar-gambar selanjutnya menunjukkan bahwa serigala itu kini dapat berganti wujud menjadi manusia sesuka hati. Ia sering sekali menatap langit, dan melolong berkali-kali.
Waktu berlalu lagi dan kini serigala itu sidah cukup tua. Ia merasa usianya tidak lama lagi akan habis dan ia ingin menatap langit berbintang untuk terakhir kalinya. Ia sudah berharap ribuan kali dan harapannya tidak pernah terwujud. Ia sudah lelah berharap.
Namun kali ini, disaat ia sudah tak berharap lagi, bintang yang paling terang di langit mendekat lagi. Sama seperti ketika dirinya masih muda. Bintang itu mendekat dan menjadi wanita.
Wanita yang sama yang telah menemani hari-harinya dulu.
Serigala itu berubah menjadi manusia dan hanya diam menatap wanita bintang itu. Wajahnya tidak memiliki ekspresi.
Wanita itu mendekat dan mengelus pipi pria serigala itu.
Gambar-gambar lainnya tidak jelas. Xika melihat sedikit perdebatan seperti pria itu sudah lelah menunggu, tapiĀ tidak terdengar jelas apa yang wanita itu katakan. Dan akhirnya wanita itu berjanji mereka akan bersama setelah pria itu melakukan satu hal.
Ia harus mengulang kehidupannya dan menemani 'kartu bintang'. Tapi pria itu tidak menyetujuinya begitu saja. Mereka berdebat lagi dan akhirnya pria itu yang akan memutuskan apakah 'kartu bintang' itu layak ditemani oleh dirinya atau tidak. Bila pria itu merasa bahwa 'kartu bintang' itu tidak layak, maka ia akan membunuhnya dan tidak peduli lagi dengan wanita itu serta nasibnya ke depan.
Xika tidak tahu apakah wanita itu setuju atau tidak atau ada tanggapan lainnya karena saat itu gambar-gambar yang muncul mulai menghilang dan Xika kembali ke dalam ruang hitam sebelumnya beserta mahkluk yang kini sudah ia ketahui wujudnya.
Benar, mahkluk di depannya adalah serigala. Serigala yang sama yang dilihat Xika dalam gambar-gambar sebelumnya.
Xika menduga bahwa gambar-gambar tadi adalah kenangan serigala di depannya ini. Tapi ia masih tidak mengerti apa hubungannya dengan dirinya.
Xika mengeryitkan alisnya.
"Apa?"
"Tunjukkan apa yang kau punya.
Tunjukkan bahwa kau layak bagiku untuk mengulang hidupku.
Tunjukkan bahwa kau adalah kartu bintang."
Serigala itu berdiri. Tubuhnya kira-kira lebih besar empat kali lipat dari tubuh Xika.
Xika masih tidak mengerti apa yang terjadi. Sepertinya serigala itu mengira dirinyalah 'kartu bintang' yang disebutkan wanita dalam kenangannya, tapi Xika tidak yakin.
"Maaf senior, mungkin senior salah paham. Saya bukanlah kartu bintang atau apapun yang wanita dalam kenangan senior tunjukkan."
Xika berjalan mundur meskipun ia tidak tahu apa yang ada dibalik kegelapan.
Serigala maju perlahan dan menunjukkan taringnya.
"Siapa namamu."
Serigala itu bertanya dengan nada yang tidak bertanya. Xika diam sebentar, bingung. Haruskah ia memberitahukan nama aslinya atau tidak? Akhirnya ia memutuskan untuk memberitahukan nama aslinya.
".....Xing Xika."
Serigala itu diam sebentar. Ia menutup matanya lagi, kemudian membuka matanya dan menatap ke atas.
Xika yang melihat hal itu merasa bahwa serigala itu belum tua sama sekali. Ia masih sama ketika ia menunggu wanita bintang itu.
__ADS_1
"Apakah kartu bintang yang kau sebut itu adalah pembohong?"
Serigala itu seolah bertanya pada langit. Ia tidak melihat Xika ketika bicara.
"Tunggu senior. Nama saya memang berarti kartu bintang, tapi sebenarnya artinya bukanlah kartu bintang tapi kartu galaksi. Mungkin senior masih punya petunjuk lain, atau mungkin senior salah ingat. Saya bukanlah orang yang dicari senior."
Tapi serigala itu tidak peduli. Ia maju menerjang Xika. Apakah Xika adalah kartu bintang atau bukan, ia akan mengetahuinya selama pertarungan.
Kemudian sebuah burung semi transparan muncul di hadapan serigala itu dan Xika.
Burung itu berwarna biru dan merah. Ia melebarkan sayapnya menutupi Xika dan melepaskan auranya.
Serigala itu berhenti. Ia menatap Huo Bing dan Huo Bing juga balas menatapnya.
"........."
"........"
"Aku sudah mengetahui dirimu burung kecil."
"Jadi memang kau yang mengawasiku sebelumnya."
"Minggir. Ini pertarunganku dengan anak itu."
"Apa yang akan terjadi bila anak ini kalah?"
"Mati."
"Kalau begitu ini pertarunganku juga."
Kemudian Huo Bing menoleh dan berkata,
"Hei Xika, aku tahu kau menyukai serigala, tapi buatlah pengecualian untuk yang satu ini, ya?"
Tapi Huo Bing tidak menunggu Xika menjawab. Ia langsung maju menyerang serigala itu.
Xika memiliki ekspresi yang sulit ketika mendengar pertanyaan Huo Bing.
Ia ragu. Tapi akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan bertarung, tapi tidak akan membunuh serigala itu. Kalau serigala itu tahu pemikiran Xika, ia akan tertawa. Jadi Xika maju dan menyerang serigala itu bersama dengan Huo Bing.
Huo Bing menembakkan bulu-bulunya sementara Xika melemparkan kartunya yang sudah dilapisi keempat elemen secara bersamaan. Ia tidak akan menahan diri, ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya sejak awal.
Tapi serigala itu diam saja. Ia tidak melakukan apapun untuk bertahan atau menghindar dari serangan Xika dan Huo Bing.
Dan serangan Xika-Huo Bing mengenai tubuhnya. Lebih tepatnya menembus tubuhnya.
Xika dan Huo Bing diam karena terkejut. Ini sama seperti serigala sebelumnya. Hanya saja Huo Bing yakin bahwa ia masih bisa mengalahkan serigala itu bila ia mengeluarkan kemampuan penuhnya. Tapi tidak dengan serigala di depannya.
"Siapa serigala kecil sebelumnya?"
Serigala itu tidak menjawab pertanyaan Huo Bing. Tapi sesuatu terpisah dari tubuhnya dan akhirnya membentuk serigala yang sama yang 'memakan' Xika sebelumnya.
"Sial!"
Seketika itu juga Huo Bing dan Xika merasakan perasaan buruk.
Serigala kecil yang mereka lawan sebelumnya ternyata hanya sebagian kecil dari energi serigala besar di depan mereka.
Xika tidak lagi yakin bisa mengalahkan serigala di depannya. Melawan sebagian energinya saja ia kalah, bagaimana dengan bentuk aslinya?
Sementara Huo Bing terkejut bahwa ia hanya setara dengan sebagian kecil dari energi serigala itu.
"Huo Bing, apa yang harus kita lakukan?"
"..........."
__ADS_1
Huo Bing bingung. Demikan juga dengan Xika. Rasanya seolah tak ada jalan keluar bagi mereka.