
WHUSH!
TRING!
TRANG!
Di kejauhan, terdengarlah suara pertempuran. Xika dan lainnya bergegas mendekati pertempuran tersebut. Rencananya masih sama. Amati pertempuran. Kalau kuat, rekrut. Kalau lemah, habisi. Yun Xingzhao kelihatanya tidak ada masalah dengan rencana itu.
SYUT!
Ketiganya berhenti di atas dahan pohon dan mengamati pertempuran yang terjadi di bawah. Setelah beberapa saat mengamati, tak ada hal menakjubkan yang terjadi. Hanya pertarungan luar biasa. Tidak ada teknik luar biasa atau semacamnya. Jadi Xika dan Li Tang sepakat untuk menghabisi semua yang bertarung di bawah.
"Saudara Yun, sekarang giliranmu. Tunjukkan pada kami kekuatanmu."
Yun Xingzhao mengangguk. Ia melesat tepat ke tengah pertempuran. Tapi sebelum tubuhnya mendarat, lapisan keras yang serupa dengan sebelumnya kembali muncul di seluruh tubuhnya. Selain itu, lapisan api tipis muncul bersamaan dengan lapisan keras.
Untuk sesaat, Yun Xingzhao benar-benar terlihat seperti meteor.
"Wah. Benar-benar sesuai dengan nama klannya ya."
BLAR!
Serangan Yun Xingzhao itu berhasil mengacaukan pertempuran. Ia berhasil menghempaskan semua orang disertai dengan luka bakar.
"Panas! Apa-apan ini?!"
"Sialan! Apa yang terjadi?"
"Yang tadi itu tidak mungkin meteor bukan?"
Selain berhasil mengacaukan pertempuran, serangan Yun Xingzhao juga berhasil menyebabkan asap yang menutupi penglihatan mereka.
Xika tak dapat melihat apa yang terjadi (sebenarnya ia bisa menggunakan Star Glance, tapi kemungkinan berhasilnya masih tidak pasti), tapi ia bisa mendengar teriakan kesakitan disertai sekelebat cahaya yang mirip dengan api yang menyelimutinya sebelumnya.
"Dia cerdik, bukan begitu?" tanya Xika pada Li Tang.
"Apa maksudmu?"
"Ia sudah merencanakan langkah berikutnya sebelum melaksanakan langkah pertama. Serangan pertamanya itu ditujukan untuk memecah belah musuh sekaligus membutakan indra penglihatan mereka. Lalu, dengan asap hasil serangan pertamanya itu, ia menyerang musuhnya selagi lengah.
Selain itu, asap tersebut bukan hanya bertujuan untuk memudahkan ia mengalahkan musuhnya, tapi juga bertujuan untuk menyamarkan identitasnya."
"Maksudmu......ia tidak ingin wajahnya ketahuan oleh orang-orang di bawah sana?"
"Benar. Coba kau bayangkan, saat ini saja Star Border Association sudah sangat tak dikenal. Kalau wajah Yun Xingzhao dilihat orang-orang itu, kemudian beberapa waktu kemudian ketika ia memperkenalkan tokonya dan mereka mengingat wajahnya, bukankah orang-orang itu akan langsung menolak Star Border Association? Mungkin saja mereka berkata 'Ah, kau yang menyerangku waktu itu. Aku tidak mau berbelanja di tokomu', kan?"
__ADS_1
".........kupikir ia menciptakan asap itu untuk menutupi kemampuan sesungguhnya dari kita....."
"Ah......ya, ehem, itu juga termasuk." ucap Xika sambil mengalihkan pandangannya. Terlihat jelas sekali bahwa ia tidak menyadari fakta yang satu itu.
"Ia sudah selesai."
Xika menoleh ke bawah dan melihat bahwa Yun Xingzhao sudah menyelesaikan pertempurannya sesuai perkataan Li Tang. Selesai mengambil mutiara rampasan, Yun Xingzhao menoleh pada Xika dan melambai-lambai.
"Aku boleh menyimpan mutiara ini, kan?"
"Tentu." sahut Xika setelah turun dari atas pohon.
"Lalu, mereka harus diapakan?"
"Kirim saja mereka ke luar. Dengan begitu mereka akan terliminasi."
Yun Xingzhao mengangguk dan mengirim lawan-lawannya ke luar tempat ini. Setelah itu, ia kembali melihat Xika.
"Bagaimana? Apa aku lolos?"
"Hmm........." Xika masih berpikir. Sebenarnya, seperti yang dikatakan Li Tang, asap yang ditimbulkan Yun Xingzhao membuat Xika kesulitan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah. Ia jadi ragu bagaimana harus menjawab Yun Xingzhao. Tapi selagi Xika tengah berpikir, Li Tang telah menjawab.
"Kau diterima."
Ekspresi Yun Xingzhao seketika berbinar, berbeda dengan Xika yang menatap Li Tang dengan heran sekaligus bingung.
"Sekalipun sulit melihat kemampuan sebenarnya, tapi ia memiliki pikiran yang tajam hingga mampu memikirkan langkah-langkah selanjutnya. Selain itu, ia juga dapat menyembunyikan kemampuannya dengan pandai."
Xika tersenyum. "Yah, aku tak akan bicara apa-apa lagi kalau kau sudah bilang seperti itu." Ia menoleh menatap Yun Xingzhao. "Karena sekarang kita berada di tim yang sama, ayo eliminasi lawan yang lain. Sekaligus menemukan finalis lain."
"Mm."
SYUSH!
Ketiganya kembali melesat mencari peserta lain untuk diamati dengan strategi yang sama. Amati, rekrut atau eliminasi.
Tidak terlalu lama setelah mereka pergi, ketiganya menemui pertempuran lain. Setelah diamati beberapa saat, hasilnya sama seperti pertempuran sebelumnya. Membosankan. Jadi Xika berusaha membuatnya menarik dengan mengeliminasi orang-orang itu.
"Ayo kita balapan. Siapa yang mengalahkan paling banyak, ia yang menang!" Selesai bicara, Xika langsung melesat mengganggu jalannya pertempuran.
"Hei, tunggu! Kau curang mulai duluan!" Yun Xingzhao berteriak protes, tapi Xika mengabaikannya dan terus menghajar lawannya. "Apa ia selalu seperti ini?" tanya Yun Xingzhao pada Li Tang.
".............."
Tanpa berkata apapun, Li Tang juga melesat ke bawah dan melakukan hal yang sama seperti Xika. Yun Xingzhao ditinggalkan sendirian dengan wajah tak terima sekaligus kaget bahwa Li Tang juga ternyata mengikuti permainan Xika.
__ADS_1
Akhirnya, iapun melesat ke bawah tidak mau kalah dengan dua rekannya.
"Heah! Hundred Meteor Rotation!"
Teknik Yun Xingzhao berhasil menjatuhkan beberapa orang. Tapi ketika ia menoleh, Xika dan Li Tang sudah menjatuhkan lebih banyak orang. Ia bergegas agar tidak kalah dari keduanya, tapi tampaknya tidak banyak yang bisa dihajar lagi. Selain itu, Xika dan Li Tang tampaknya tidak berniat untuk berhenti.
"Ahahaha......tampaknya Saudara Yun akan kalah..." ucap Xika sambil menghindari tusukan tombak lawannya, kemudian membalas dengan tendangan yang diselimuti angin tajam.
Sementara di sisi Li Tang, ia tak mengatakan apapun, tapi orang-orang disekitarnya berteriak kesakitan ketika bayangan mereka berubah menjadi duri tajam yang menyerang diri mereka sendiri.
Yun Xingzhao menyerang semakin buas tidak mau kalah dengan keduanya. Xika yang melihatnya cekikikan sendiri. Kemudian ia menoleh melihat Li Tang dan tampaknya pria itu telah mengalahkan lebih banyak daripada Xika.
"Saudara Li! Saudara Yun! Gawat! Cepat menunduk!"
Li Tang dan Yun Xingzhao tidak mendeteksi ada yang salah, tapi keduanya segera menunduk ketika mendengar ucapan Xika. Hal itu membuat seringai jail Xika semakin bertambah lebar. Ia merentangkan kedua tangannya, kemudian memutar tubuhnya hingga tercipta embusan angin tajam ke segala arah yang mengalahkan orang-orang yang tersisa.
"Ada apa Saudara Xing? Apa yang gawat?"
"Hm? Oh, itu. Maksudku, gawat aku akan menang!" ucap Xika dengan seringai jail yang terpampang lebar di wajahnya.
"Apa? Jadi aku......tertipu?" ucap Yun Xingzhao tak terima.
".............."
Buk!
Li Tang tak mengatakan apa-apa dan lebih memilih untuk menggetok kepala Xika.
"Aduh! Ahahaha.......kali ini aku yang menang!" Xika mengusap-usap kepalanya dengan satu tangan sementara tangan yang lain ia acungkan hingga membentuk tanda 'peace'.
"Saudara Xing, kau curang! Aku tidak terima! Ayo kita ulangi lagi!" ucap Yun Xingzhao bersiap untuk segera bergegas mencari peserta lain untuk dikalahkan.
"Ahahaha.......aku kan begitu biar seru. Ngomong-ngomong, Saudara Yun, tampaknya kita harus menunda acara tanding ulangnya. Hari sudah gelap. Kita sebaiknya beristirahat dulu. Selain itu, kita akan berkumpul dengan yang lain esok pagi, benar kan?" Xika menoleh pada Li Tang yang dijawab dengan anggukan.
"Apa? Tidak adil!" Yun Xingzhao tidak terima tapi ia tetap membantu mendirikan tenda.
Sama seperti sebelumnya, mereka tidak mencari tempat yang tersembunyi. Ketika Yun Xingzhao bertanya bagaimana bila ada murid lain yang menyerang, Xika menjawab itu malah akan memudahkannya mengeliminasi mereka.
Jadi ketiganya beristirahat di lahan yang landai tak tersembunyi. Yun Xingzhao mengeluarkan daging dan tikar untuk mereka tidur. Li Tang bertugas membakar daging sementara Xika bertugas menghabiskannya.
Malam itu dilalui ketiganya dengan tenang tanpa ada serangan atau kejadian tak terduga lainnya. Tapi tanpa diketahui ketiganya, gerak-gerik mereka tengah diawasi oleh seseorang di Akademi.
Gambar ketika ketiganya tertidur bersama muncul di layar cahaya di depan Jing Wei. Ia memegang dagunya sambil menatap sosok Xika yang tengah menikmati tidurnya. Entah apa yang sedang dipikirkan Kepala Akademi itu.
Jing Wei melambaikan tangannya dan Penatua Fen muncul di sampingnya entah darimana.
__ADS_1
"Tampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu. Kirim beberapa tetua untuk menggagalkan rencana mereka."
Penatua Fen mengangguk hormat kemudian kembali menghilang.